Anda di halaman 1dari 7

RONA AFTAVIA

0810015211086
JOB III
PENGUJIAN PENETRASI BAHAN-BAHAN BITUMEN
(Penetration of Bituminous Materials)
1. Pendahuluan
Nilai penetrasi adalah salah satu indikator penting dalam identifikasi dan klasifikasi aspal.
Nilai ini didefenisikan sebagai kedalaman tembus (dalam satuan 0,1 mm) jarum standar pada
benda uji aspal dengan beban standar (100gr) pada suhu ruang (25C) selama 5 detik.
2. Tujuan Umum dan Sasaran Pra!"um
Setelah selesai melakukan praktikum ini diharapkan mahasisa dapat !
"engerti prosedur pengujian untuk menentukan nilai penetrasi aspal
"ampu mengukur# menentukan nilai peneterasi bahan aspal se$ara mandiri atau
kelompok
%apat menentukan kekerasan aspal
#. $asar Te%r"
&spal adalah material termoplastik 'ang se$ara bertahap men$air sesuai dengan pertambahan
suhu dan berlaku sebalikn'a pada pengurangan suhu. Namun demikian perilaku atau respon
material aspal tersebut terhadap suhu pada prinsipn'a membentuk suatu spe$trum 'ang
beragam tergantung dari komposisi unsur(unsur pen'usunn'a. %ari sudut pandang reka'asa
(engineering) ragam dari komposisi unsur pen'usun aspal biasan'a tidak ditinjau lebih lanjut.
)ntuk menggambarkan karakteristik ragam respon material aspal tersebut diperkenalkan
beberapa paramater 'ang salah satun'a adalah nilai *+N (*enetrasi). Nilai ini
menggambarkan kekerasan aspal pada suhu standar 25,C 'ang diambil dari pengukuran
kedalaman penetrasi jarum standar dengan beban standar (50 gr# 100 gr) dalam rentang aktu
'ang juga standar (5 detik).
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
-ritish Standard (-S.) membagi nilai penetrasi tersebut menjadi 10 ma$am dengan rentang
nilai *+N 15 s#d /50, sedangkan &&S012 mendefinisikan nilai *+N /0(50 sebagai nilai *+N
untuk material aspal terkeras dan *+N 200(300 untuk material aspal terlembek atau terlembut.
&. Pr%sedur Pra!"um 'AASHTO T &(-)(* 1((+,
&.1 Perala!an -an. $".unaan
1. &lat penetrasi 'ang dapat menggerakkan pemegang jarum naik turun tanpa gesekan
dan dapat mengukur penetrasi sampai 0,1 mm.
2. *emegang jarum seberat (/4,5 5 0,05) gr 'ang dapat dilepas dengan mudah dari alat
penetrasi untuk peneraan.
3. 3, *emberat sebesar (50 5 0,05) gr dan (100 5 0,05) gr masing(masing dipergunakan
untuk pengukuran penetrasi dengan beban 100 gr dan 200 gr.
/. 6arum penetrasi dibuat dari stainless steel mutu //,C, atau 07C 5/ sampai 80. )jung
jarum harus berbentuk keru$ut terpan$ung.
5. Caan $ontoh terbuat dari logam atau gelas berbentuk silinder dengan dasar 'ang rata(
rata berukuran sebagai berikut !
*enetrasi %iameter %alam
dibaah 200 55 mm 35 mm
200 sampai 300 40 mm /5 mm
8. -ak perendam (aterbath), terdiri dari bejana dengan isi tidak kurang dari 10 liter dan
dapat menahan suhu tertentu dengan ketelitian lebih kurang 0,1,C. -ejana dilengkapi
dengan pelat dasar berlubang(lubang, terletak 50 mm di atas dasar bejana dan tidak
kurang dari 100 mm di atas dasar bejana dan tidak kurang dari 100 mm di baah
permukaan air dalam bejana.
4. 1empat air untuk benda uji ditempatkan di baah alat penetrasi.
9. 1empat tersebut mempun'ai isi tidak kurang dari 350 ml, dan tinggi 'ang $ukup untuk
merendam benda uji tanpa bergerak.
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
:. *engukur aktu
10. )ntuk pengukuran penetrasi dengan tangan diperlukan stop at$h dengan skala
pembagian terke$il 0,1 detik atau kurang dan kesalahan tertinggi 0,1 detik per detik.
)ntuk pengukuran penetrasi dengan alat otomatis, kesalahan alat tersebut tidak boleh
melebihi 0,1 detik.
11. 1ermometer
&.2 Pers"a/an Benda Uj"
*anaskan $ontoh perlahan(lahan serta aduklah hingga $ukup $air untuk dapat
dituangkan. *emanasan $ontoh untuk ter tidak lebih dari 80,C di atas titik lembek, dan
untuk bitumen tidak lebih dari :0,C di atas titik lembek. ;aktu pemanasan tidak boleh
melebihi 30 menit. &duklah perlahan(lahan agar udara tidak masuk ke dalam $ontoh.
Setelah $ontoh $air merata, tuangkan kedalam tempat $ontoh dan diamkan hingga
dingin. 1inggi $ontoh dalam tempat tersebut tidak kurang dari angka penetrasi
ditambah 10 mm. -uatlah dua benda uji (duplo).
1utuplah benda uji agar bebas dari debu dan diamkan pada suhu ruang selama 1
sampai 1,5 jam untuk benda uji ke$il dan 1,5 sampai 2 jam untuk 'ang besar.
&.# Pen.uj"an Pene!ras"
<etakkan benda uji dalam tempat air 'ang ke$il dan masukkan tempat air tersebut ke
dalam bak perendam 'ang telah berada pada suhu 'ang ditentukan. %iamkan dalam
bak tersebut selama 1 sampai 1,5 jam untuk benda uji ke$il dan 1,5 sampai 2 jam
untuk benda uji besar.
*eriksalah pemegang jarum agar jarum dapat dipasang dengan baik dan bersihkan
jarum penetrasi dengan toluene atau pelarut lain kemudian keringkan jarum tersebut
dengan lap bersih dan pasanglah jarum pada pemegang jarum.
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
<etakkan pemberat 50 gram diatas jarum untuk memperoleh beban sebesar (100 5 0,1)
gram.
*indahkan tempat air dari bak perendam ke baah alat penetrasi.
1urunkan jarum perlahan(lahan sehingga jarum tersebut men'entuh permukaan benda
uji. =emudian aturlah angka 0 di arloji penetrometer sehingga jarum penunjuk
berimpit dengann'a.
<epaskan pemegang jarum dan serentak jalankan stopat$h selama jangka aktu (5 5
0,1) detik.
*utarlah arloji penetrometer dan ba$alah angka penetrasi 'ang berimpit dengan jarum
penunjuk. -ulatkan hingga angka 0,1 mm terdekat.
<epaskan jarum dari pemegang jarum dan siapkan alat penetrasi untuk perkerjaan
berikutn'a.
<akukan pekerjaan diatas tidak kurang dari 3 kali untuk benda uji 'ang sama, dengan
ketentuan setiap titik pemeriksaan dan tepi dinding berjarak lebih dari 1 $m.
&.& Perh"!un.an dan Pela/%ran
Nilai penetrasi din'atakan sebagai rata(rata dari sekurang(kurangn'a dari 3 pemba$aan
dengan ketentuan baha hasil(hasil pemba$aan tidak melampaui ketentuan di baah ini !
0asil *enetrasi 0(/: 50 ( 1/: 150 ( 1:: 200
1oleransi 2 / 8 9
&pabila perbedaan antara masing(masing pemba$aan melebihi toleransi, pemeriksaan harus
diulang.
N% 0e."a!an Ura"an
1 *embukaan Contoh Contoh dipanaskan
"ulai 6am > 11.00
*emba$aan suhu
o?en
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
Selesai 6am > 11.10 > :0(110
2
C
2 "endinginkan Contoh %idiamkan di suhu ruangan
"ulai 6am >11.10
Selesai 6am > 13.10
3 "en$apai Suhu
*emeriksaan
%irendam pada suhu 25
0
C
"ulai 6am > 13.15
Selesai 6am > 13./5
*emba$aan suhu
aterbath
> 25, C
/ *emeriksaan *enetrasi pada suhu 25, C
"ulai 6am > 13./5
Selesai 6am > 1/.10
*emba$aan suhu
alat> 25
o
C
N
O
PENETRASI PADA 25 C, 100 GR, 5 DETIK 1
1 1 65
Rata-rata 65
1. $%umen!as"
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
Pemanasan aspal Pendinginan aspal dalam cawan
Alat Penetrasi
6. Analisis
Niai !"#"tra$i %"#&&a%'ar(a# (ara(t"ri$ti( r"$!)# 'a*a# 'it+%"#
,a#& %"#&&a%'ar(a# ("("ra$a# 'a*a# 'it+%"# !a-a $+*+ $ta#-ar 25 ./0
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA
RONA AFTAVIA
0810015211086
,a#& -ia%'i -ari !"#&+(+ra# ("-aa%a# !"#"tra$i 1ar+% $ta#-ar0 -"#&a#
'"'a# $ta#-ar 250 &r3 100 &r40 -aa% r"#ta#& 5a(t+ $ta#-ar 25 -"ti(46 Niai
!"#"tra$i ,a#& -i!"r)"* -ari *a$i !"#&+1ia# a-aa* 603706 U#t+( it+ a$!a i#i
'a&+$ -i&+#a(a# +#t+( !"r("ra$a# 1aa# ,a#& %"%i(+ '"'a# '"rat6 Pa-a
$aat !"#&+1ia# *"#-a(#,a (ita '"r*ati *ati (ar"#a #iai !"#"tra$i $a#&at
$"#$iti8" t"r*a-a! $+*+6 P"#&+(+ra# -i ata$ $+*+ (a%ar ata+ -i 'a5a* $+*+
(a%ar a(a# %"#&*a$i(a# #iai !"#"tra$i ,a#& '"r'"-a6
7. Kesimpulan
a4 Niai !"#"tra$i '"r(i$ar a#tara 65 $a%!ai 696 P"r'"-aa# #iai ,a#& (ita
-a!at(a# i#i %a$i* -aa% 'ata$ #iai t)"ra#$i -ari Briti$* Sta#-ar0
$"*i#&&a -a!at -i (ata(a# 'a*5a 'it+%"# %"%"#+*i $ta#-ar6
'4 A$!a a-aa* %at"ria ,a#& $a#&at !"(a t"r*a-a! !"r+'a*a# !a#a$0
!"r'"-aa# #iai ,a#& - !"r)"* -a!at t"r1a-i a(i'at !"r+'a*a# $+*+ ,a#&
ti-a( -i$a-ari0 ata+ ("$aa*a#-("$aa*a# -aa% !"r:)'aa# -ia#tara#,a
!"%'a:aa# #iai !"# ,a#& -ia(+(a# $":ara %a#+a -i %a#a $a#&at $+it
%"#"#t+(a# '"-a $a%!ai 001 %ii ,a#& 'i$a %"#,"'a'(a# ("$aa*a#
!araa($6
:4 ;ari -ata ,a#& (ita !"r)"* (ita -a!at %"#"#t+(a# '"$ar#,a #iai
("("ra$a# A$!a6
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BUNG HATTA