Anda di halaman 1dari 2

Nama : Aisyah mayliawati

Nim :D0112003
Kelas/jurusan :A/Ilmu administrasi negara

Seperti diatur dalam UU desa terbaru, terdapat beberapa hal yang mengalami perubahan dari
peraturan desa yang lama.
1. Masa jabatan kepala desa. Jika dalam UU lama jabatan kepala desa dibatasi untuk 2
periode masing-masing 6 tahun, maka dalam uu baru jabatan kepala desa bisa dijabat
untuk 3 periode baik berturut-turut ataupun tidak, masing-masing 6 tahun.
2. Jika UU yang lama, syarat pendidikan terakhir Kades itu hanya sampai SMP saja tapi
untuk UU yang baru, maka pendidikan terakhir Kades harus SMA atau sederajat.
3. UU yang baru tersebut juga mengatur alokasi anggaran 10% dari APBN untuk desa.
Namun secara teknis, anggaran tersebut tidak akan dikelola langsung oleh desa, namun
diwujudkan dalam usulan proyek yang disesuaikan dengan kebutuhan desa. Usulan
tersebut diajukan oleh desa yang nantinya akan difasilitasi oleh pemkab.
Besaran rata-rata yang diperoleh tiap desa di Indonesia, sebagaimana ketentuan UU
tentang Desa, sebesar Rp1,5 miliar per tahun.
4. Dalam UU yang lama,usia perangkat desa paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling
tinggi 60 (enampuluh) tahun. Sedangkan dalam UU yang baru usia perangkat desa paling
rendah 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun.
5. Dalam UU baru kepala desa dan perangkat desa memperoleh penghasilan tetap setiap
bulan yang bersumber dari dana perimbangan dalam anggaran pendapatan dan belanja
negara yang diterima oleh kabupaten/kota dan ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan
belanja daerah kabupaten/kota. Selain penghasilan tetap, kepala desa dan perangkat desa
menerima tunjangan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja desa.
Disamping itu kepala desa dan perangkat desa juga memperoleh jaminan kesehatan dan
dapat memperoleh penerimaan lainnya yang sah. Jika di UU yang lama, kepala desa dan
perangkat desa diberikan penghasilan tetap setiap bulan dan/atau tunjangan lainnya sesuai
dengan kemampuan keuangan desa. Penghasilan tetap dan/atau tunjangan lainnya yang
diterima kepala desa dan perangkat desa ditetapkan setiap tahun dalam APB desa.
Penghasilan tetap paling sedikit sama dengan upah minimum regional kabupaten/kota.
6. UU Desa menambah dua sumber pendapatan desa yaitu sumber pendapatan dari alokasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan lain-lain pendapatan Desa yang sah.
7. Terdapat syarat pembentukan desa yang jelas dalam hal jumlah penduduk yang ada
dalam tiap wilayah.
wilayah Jawa paling sedikit 6.000 jiwa atau 1.200 kepala keluarga;
wilayah Bali paling sedikit 5.000 jiwa atau 1.000 kepala keluarga;
wilayah Sumatera paling sedikit 4.000 jiwa atau 800 kepala keluarga;
wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara paling sedikit 3.000 jiwa atau 600
kepala keluarga;
wilayah Nusa Tenggara Barat paling sedikit 2.500 jiwa atau 500 kepala keluarga;
wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan
Kalimantan Selatan paling sedikit 2.000 jiwa atau 400 kepala keluarga;
wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan
Utara paling sedikit 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga;
wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara paling sedikit 1.000 jiwa
atau 200 kepala keluarga; dan
wilayah Papua dan Papua Barat paling sedikit 500 jiwa atau 100 kepala keluarga.

8. Formulasi Perhitungan bagi hasil pajak dan restribusi
Dalam ketentuan lama bagi hasil restribusi disebutkan sebagian diperuntukan untuk
desa, berapa besar sebagian yang akan diberikan ke desa tidak ditentukan dan menjadi
ranah kabupaten. Dalam UU Desa yang baru bagi hasil pajak dan restribusi daerah ke
desa paling sedikit 10% (sepuluh perseratus) dari pajak dan retribusi daerah