Anda di halaman 1dari 8

Perawatan Maloklusi

Salah satu bentuk perawatan maloklusi adalah perawatan ortodonti yang merupakam
salah satu jenis perawatan yang dilakukan di bidang kedokteran gigi yang bertujuan
mendapatkan penampilan dentofasial yang menyenangkan secara estetika yaitu dengan
menghilangkan susunan gigi yang berjejal, mengoreksi penyimpangan rotasional dan
apikal dari gigi-geligi, mengoreksi hubungan antar insisal serta menciptakan hubungan
oklusi yang baik.
Tingkatan perawatan orthodonti adalah sebagai berikut :
1. Preventive Orthodontic
Pengertian Preventive Orthodontic
Preventive orthodontic merupakan bagian dari praktik orthodontik yang fokus
terhadap edukasi pasien dan orangtua, pengawasan pertumbuhan dan
perkembangan gigi geligi dan struktur kraniofasial, prosedur diagnostik dilakukan
untuk memprediksi penampakan maloklusi dan prosedur perawatan untuk
mencegah terjadinya maloklusi
Preventif orthodontik itu dilakukan sebagai antisipasi dari kemungkinan akan
terjadinya atau berkembangnya maloklusi

Definisi
Graber (1966): preventive orthodontic sebagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga
integritas keadaan gigi yang ada dan dianggap oklusi normal pada suatu waktu tertentu.
Profitt dan Ackermann (1980): preventive orthodontic sebagai pencegahan suatu
intervensi yang potensial mengganggu perkembangan oklusal.

Tujuan Preventive Orthodontic
1. Gigi geligi permanen dengan semua gigi berada pada susunan yang baik dan kontak
baik yang kompatibel secara anatomis dengan jaringan periodonsium yang sehat
2. Hubungan lengkung gigi yang baik dalam tiga plane of space (Frankfurt Horizontal
plane, orbital plane, mid-sagital plane) dengan interkuspal optimal dimana oklusi
sentris dan relasi sentris identik
3. Pertumbuhan gigi harmonis secara estetis dalam penampakan frontal maupun profil
4. Stabilitas antara komponen skeletal, dental, dan muscular

2. I nterceptive Orthodontics
Menurut Council on Orthodontic Education of the American Association of
Orthodontics, orthodontic interseptif adalah bagian dari ilmu dan seni orthodontik yang
berfungsi untuk mengenali dan mengeliminasi kemungkinan iregularitas dan malposisi
dalam perkembangan kompleks dentofasial.
Interceptive ortho akan menghilangkan oral habit dan efek buruknya tidak
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan normal pasien. Juga memastikan tidak
ada kehilangan panjang lengkung rahang karena kehilangan dini gigi sulung atau karena
gigi rotasi atau crowding dan menuntun pertumbuhan mandibula dengan menggunakan
alat myofungsional untuk memberikan keuntungan pada pasien.

Macam-macam Orthodontik Interseptif :
a. Koreksi Crossbite Anterior dan Posterior
b. Masalah yang Berkaitan dengan Erupsi Gigi
c. Space Regainer
d. Eliminasi Oral Habit
e. Muscle Excercises
f. Resolution of Crowding
g. Serial Extraction



Perbedaan preventivedan interceptiveorthodontic
Preventive Orthdontic adalah tindakan saat gigi dan oklusi masih normal, sedangkan
interceptive orthodontic adalah tindakan saat tanda dan gejala maloklusi telah ada.
Interceptive orthodontic juga dijelaskan sebagai fase dimana art dan science mengenali
dan mengeliminasi kelainan potensial dan maloklusi perkembangan OKF. Tidak
selamanya interceptive orthodontic harus dimulai dengan preventive orthodontic, karena
sulit dibedakan dalam kasus maloklusi yang mana yang harus didahulukan preventive
atau interceptive. Preventive orthodontic adalah upaya pencegahan supaya tidak terjadi
kelainan seperti maloklusi dan premature loss. Interceptive orthodontic adalah usaha
yang dilakukan supaya kelainan yang sudah ada tidak bertambah buruk. Preventive
orthodontic adalah pencegahan terhadap gangguan berpotensi dalam perkembangan
oklusal. Interceptive orthodontic adalah eliminasi gangguan yang telah ada dengan faktor
kunci yang terlibat dalam perkembangan dentition.

3. Curative Orthodontic
Perawatan ini merupakan tingkat perawatan ortodontik untuk menghilangkan
kelainan gigi geligi yang telah berkembang yang telah menyebabkan keluhan secara
estetik maupun fungsi yang melibatkan maloklusi klas I, klas II, dan klas III.

Macam Tindakan Pencegahan
a. Kontrol Karies

Karies yang terdapat pada permukaan proksimal menjadi penyebab utama
terjadinya maloklusi. Karies di permukaan proksimal membuat hilangnya
sebagian panjang lengkung rahang karena pergerakan gigi di sebelahnya.
Kehilangan panjang lengkung rahang juga dapat disebabkan karena pergerakan
mesial akibat selisih panjang rahang dengan gigi ketika gigi permanen yang lebih
besar erupsi pada oral cavity. Karies harus segera direstorasi secara akurat dan
sesegera mungkin. Untuk kasus pulpektomi atau pulpotomi, restorasi di akhiri
dengan pemasangan Stainless Steel Crown. Inisiasi karies dapat dicegah dengan
anjuran makanan, aplikasi fluoride topikal, pit and fissure sealant, dan educating
parents. (prenatal dan postnatal).

b. Konseling Orang tua
Ini merupakan cara yang paling banyak diabaikan padahal merupakan
yang paling efektif untuk preventive orthodontic. Konseling pada orang tua ini
dibagi menjadi :
a. Prenatal counseling
Adalah waktu yang paling efektif, karena orang tua akan terbuka terhadap
saran dan ide yang baik untuk bayi atau anaknya. Konseling masa prenatal ini
meliputi :
Pentingnya menjaga OH ibu
Makan yang tidak teratur dan maag pada ibu dapat mengakibatkan gigi
membusuk, melibatkan pulpa, khusunta masa trisemester kehamilan
Adanya penelitian yang mengindikansikan hubungan yang mungkin
antara OH ibu yang buruk dengan kelahiran premature
Ibu dengan DM, cendenrung punya OH yang lebih buruk
Meningkatnya resiko ibu yang OH buruk , dan bakterinya akan menular ke
anaknya
Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, posfor, cth : susu
dan olahannya, telur,dll dapat memberikan pengaruh untuk pembentukan
mahkota gigi sulung anak yang baik .

b. Postnatal counseling
Dianjurkan dengan pemeriksaa klinis pada anak. Cara ini dibagi menjadi
beberapa tahapan :
1. Usia 6 sampai 1 tahun
Merupakan periode konseling yang paling penting. Orang tua dibuat sadar
akan :
Penumbuhan dari gigi, gangguan yang terkait, slight loose motion are
possible in mildly elevated febrile condition
Kebanyakan orang tua panic atau heboh melihat gigi anak yang
tumbuhnya rotasi. Makanya harus diberi pengetahuan tentang posisi
tumbuhnya dan posisi nya yang akan baik lagi setelah erupsi sempurna
Tidak member gula tambahan pada susu, namun ASI merupakan yang
terbaik untuk perkembangan TMJ dan tidak menyebabkan tongue trusting
Habits
Menyikat dengan bantuan sikat jari selama mandi perlu diperkenalkan.
Membersihkan gigi susu dengan saline hangat dan kapas juga
direkomendasikan, untuk mencegah nursing / rampant caries.
Anak harus dibiasakan untuk minum melalui gelas pada usai 2 th

2. Usia 2 tahun
Bottle-feeding , harusnya tidak diberikan menjelang tidur. Bottle-feeding
juga harus diberhentikan setelah usia 18-24 bulan. Ini akan menurunkan
resiko gigi busuk ataupun karies rampan.
Menyikat gigi setelah sarapan dan setelah makan malam
Pemeriksaan klinis untuk memeriksa karies tahap awal ataupun status
erupsi dari gigi

3. Usia 3 tahun
Pemeriksaan klinis umumnya gigi susu sudah lengkap, menilai oklusi,
molar dan kaninus, jika ada gangguan dari normalnya.
Anak harus makan 3 kali sehari.
Oral habit seperti thumb sucking, lip sucking, oral breathing, etc dan
efeknya pada masa perkembangan oklusi harus diperhatikan. Orang tua
harus diinformasikan mengenai hal ini.
Menilai secara klinis erupsi yang tidak sempurna dari gigi dm2 , dapat
menyebabkan gigi menjadi busuk.
Anak dimotivasi untuk meulai menyikat gigi paling tidak 1x sehari ,
baiknya setelah sarapan.

4. Usia 5 sampai 6 tahun
Orang tua harus diinformasikan tentang tanggalnya gigi sulung dan akan
berlangsung sampai usia 12-13 tahun
Pemeriksaan klinis
Kebutuhan reviem dan recall yang teratur
Kasus ekstraksi gigi sulung yang karena pembusukan misalnya,
mempertimbangkan kebutuhan, keuntungan dan pentingnya diberikan
space maintainers.
c. Menjaga gigi Primer
Melindungi gigi primer sebagai space maintainer alami dari premature
loss . prosedur pencegahan yang dilakukan yaitu dengan pemberian topical
fluoride dan pit fissure sealant untuk mencegah karies.

d. Ekstraksi supernumerary teeth
Supernumerary teeth mencegah gigi berdekatan untuk bererupsi pada
posisi normal. Contohnya pada gigi mesiodens yang tidak tumbuh, membuat
celah antara gigi I1. Perawatan yang dilakukan adalah melakukan ekstraksi untuk
mencegah displacement gigi.

e. Penghilangan Oklusal Interferance
Fungsi premature dihilangkan karena dapat menyababkan deviasi jalur
penutupan mandibula dan merupakan factor predisposisi bruksisme. Dilakukan
deteksi kontak premature dan pengasahan selektif. Anatomi abnormal seperti
enamel pearl juga dapat menyebabkan peremature kontak maka dihilangkan
dengan pengasahan.

f. Managemen Gigi Ankylosed
Gigi ankylosed dapat mencegah erupsi gigi permanen atau menghambat
gigi permanen erupsi pada lokasi normal, harus didiagnosis dan diekstraksi secara
bedah pada waktu yang tepat untuk mebiarkan gigi permanen erupsi.

g. Cek kebiasaan dan Edukasi pasien serta orang tua
Kebiasaan yang menyebabkan maloklusi seperti finger dan thumb
sucking, nail biting, dan lip biting harus diidentifikasi dan dihentikan.
h. Space Maintenence
Space maintainer dengan bentu yang berbeda-beda dibutuhkan untuk
mendapatkan space pada gigi yang premature loss.
i. Eksfoliasi gigi sulung
Biasanya gigi sulung akan tanggal 3 bulan setelah gigi di rahang kontralateral
tanggal. Penundaan biasanya disebabkan oleh:
- Over retained deciduous/root stumps
- Gingiva fibrosa
- Gigi yang ankilosis dilihat secara radiograf.
- Restorasi yang overhang
- Adanya supernumerary teeth

j. Perlekatan frenum abnormal
Dapat menyebabkan diastema, dan menghambat erupsi gigi permanen
pengganti, perlu koreksi bedah. Lidah juga dapat dinilai adanya
ankyloglossia/tongue-tie atau tidak.


k. Abnormal oral musculature
Dapat dicegah dengan:
a. Mencegah kebiasaan tongue thrusting berhubungan dengan proses
menyususi yang lama atau fedding-botol yang lama. Harusnya keduanya
diberhentikan pada usia 18-24 bulan.
b. Tindakan hipermentalis yang menyebabkan inklinasi lingual insisiv
mandibua yang berakibat pada penurunan lengkung rahang dan
meningkatnya crowding oada gigi anterior.
Tindakan pada oral habit:
- Kebiasaan thumb/digit/lip sucking harus didistraksi
- Mouth breathing, anak dapat diberikan perhatian medis,
mempertimbangkan infeksi saluran nafas bagian atas, bantuan alat oral
seperti pre-ortodoctics trainer, dapat membiasakan anak untuk bernafas
melaui hidung, sehingga berdampak baik bagi perkembangan hidung,
adenoid, dan palatum.

l. Locked Permanent First Molar
Gigi molar 1 permanen dapat terkunci atau nyangkut pada distal gigi dm2
. proksimal stripping dapat membatu molar untuk tumbuh dengan posisi yang
benar