Anda di halaman 1dari 2

Pantun jenaka

Ada cacing makan ikan,


Abis kenyang renang ke tangki.
Pingin tau yang melelahkan?
Pergi ke Bandung jalan kaki

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang


Pantun agama
Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Tuhan menentukan


Pantun adat
Pakat bukan sembarang pukat
Pukat penjala ikan beledan
Bukan adat sembarang adat
Adat pusaka nenek moyang

Kuat rumah karena sendi
Rusak sendi rumah binasa
Kuat bangsa karena budi
Rusak budi bangsa binasa







Pantun perkenalan
Kalau cerdik cobalah terka
Gulalah tebu manis rasanya
Wahai adik cantik jelita
Bolehkah abang tau namanya

Hati gembira mari berdendang
Iringi lagu dengan rebana
Sudah lama daku memandang
Mau menyapa tak tahu namanya


Pantun teka-teki
Tinggi duduk di atas sekali,
Bukan bulan bukan matahari;
Bila malam ia berseri,
Bila siang ia berganti.(bintang)

Bila kecil boleh ditiup
Sudah besar janganlah lagi
Kalau tercucuk ia meletup
Kalau terlepas terbangnya tinggi.
(balon)
















Pantun jenaka
Ada cacing makan ikan,
Abis kenyang renang ke tangki.
Pingin tau yang melelahkan?
Pergi ke Bandung jalan kaki

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang


Pantun agama
Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Tuhan menentukan


Pantun adat
Pakat bukan sembarang pukat
Pukat penjala ikan beledan
Bukan adat sembarang adat
Adat pusaka nenek moyang

Kuat rumah karena sendi
Rusak sendi rumah binasa
Kuat bangsa karena budi
Rusak budi bangsa binasa






Pantun perkenalan
Kalau cerdik cobalah terka
Gulalah tebu manis rasanya
Wahai adik cantik jelita
Bolehkah abang tau namanya

Hati gembira mari berdendang
Iringi lagu dengan rebana
Sudah lama daku memandang
Mau menyapa tak tahu namanya


Pantun teka-teki
Tinggi duduk di atas sekali,
Bukan bulan bukan matahari;
Bila malam ia berseri,
Bila siang ia berganti.(bintang)

Bila kecil boleh ditiup
Sudah besar janganlah lagi
Kalau tercucuk ia meletup
Kalau terlepas terbangnya tinggi.
(balon)

Anda mungkin juga menyukai