Anda di halaman 1dari 12

Teori Peran

Untuk dapat melihat secara sederhana penjelasan mengenai Teori Peran, apa dan bagaimana
definisi serta mekanisme dari teori peran itu sendiri, maka terlebih dahulu dapat kita lihat
penjelasan teori peran yang dikaji terhadap hubungan sosial antar manusia dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam hubungan antar manusia terdapat tiga teori yang dapat dijadikan acuan
untuk membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antar manusia tersebut, salah
satunya adalah teori peran.[1
Dijelaskan bah!a manusia adalah makhluk sosial, yang biasanya manusia akan menjadi apa
dan siapa, tergantung pada lingkungan sekitarnya atau pada siapa ia bergaul. "anusia tidak
bisa hidup sendirian, sebab terdapat adanya rasa saling ketergantungan satu sama lain. Dalam
pergaulan hidup, manusia menduduki fungsi yang bermacam-macam. Dalam hubungan antar
manusia terdapat seorang pemimpin dan ba!ahan, pemerintah dan masyarakatnya, dan lain
sebagainya.
"enurut teori peran dalam kajiannya terhadap hubungan antar manusia ini, sebenarnya dalam
pergaulan sosial itu sudah ada skenario atau peran-peran yang telah disusun oleh masyarakat,
yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. #ontohnya
manusia yang berkumpul disuatu tempat dengan jumlah yang banyak kemudian disebut
sebagai masyarakat, masyarakat kemudian menunjuk seorang sebagai pemimpin, misalnya
$etua %T, yang berperan mengatur dan membimbing masyarakat. $emudian dalam lingkup
yang lebih besar yaitu negara, ditunjuk seorang presiden dengan peran yang diatur oleh
masyarakat sendiri. &adi dengan kata lain sudah tertulis bah!a seorang presiden harus
bagaimana, seorang gubernur harus bagaimana, seorang guru harus bagaimana, murid harus
bagaimana. Demikian juga sudah tertulis peran apa yang harus dilakukan oleh suami, isteri,
ayah, ibu, anak, dan seterusnya.
"enurut teori ini, jika seorang mematuhi skenario, maka hidupnya akan harmonis, tetapi jika
menyalahi skenario, maka ia akan dicemooh oleh 'penonton' dan ditegur oleh 'sutradara'.
#ontohnya dalam era reformasi ini, bila seorang pemimpin atau presiden yang menyalahi
skenario atau perannya maka akan dapat di demo oleh masyarakat.
$emudian sama halnya dengan kehidupan perpolitikan antar negara atau dalam dunia
internasional, dapat kita lihat dari teori peran yang didasarkan pada analisis politik. Pemikiran
&ohn (ahlke, tentang teori peran memiliki dua kemampuan yang berguna bagi analisis
politik. )a membedakan peran berdasarkan pada aktor yang memainkan peranan tersebut,
yaitu peran yang dimainkan oleh aktor politik dan peran oleh suatu badan atau institusi.[* )a
menunjukkan bah!a aktor politik umumnya berusaha menyesuaikan tindakannya dengan
norma-norma perilaku yang berlaku dalam peran yang dijalankannya. +edangkan ia
mendeskripsikan peranan institusi secara beha,ioral, dimana model teori peran menunjukkan
segi-segi perilaku yang membuat suatu kegiatan sebagai institusi. $erangka berpikir teori
peran juga memandang indi,idu sebagai seorang yang bergantung dan bereaksi terhadap
perilaku orang lain.
[1 Teori Peran, terdapat pada !!!.mail-archi,e.com, diakses pada - .ktober *//0.
[* "as1oed, "ohtar, +tudi 2ubungan )nternasional, Tingkat 3nalisi dan Teorisasi,
Uni,ersitas 4adjah "ada, 1050.
http677i!ansmile.!ordpress.com7teori-resolusi-konflik7
2. Teori Peran (Role Theory)
by admins1*-
(alau Park menjelaskan dampak masyarakat atas perilaku kita dalam hubungannya dengan
peran, namun jauh sebelumnya %obert 8inton 910-:;, seorang antropolog, telah
mengembangkan Teori Peran. Teori Peran menggambarkan interaksi sosial dalam terminologi
aktor-aktor yang bermain sesuai dengan apa-apa yang ditetapkan oleh budaya. +esuai dengan
teori ini, harapan-harapan peran merupakan pemahaman bersama yang menuntun kita untuk
berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
"enurut teori ini, seseorang yang mempunyai peran tertentu misalnya sebagai dokter,
mahasis!a, orang tua, !anita, dan lain sebagainya, diharapkan agar seseorang tadi
berperilaku sesuai dengan peran tersebut. "engapa seseorang mengobati orang lain, karena
dia adalah seorang dokter. &adi karena statusnya adalah dokter maka dia harus mengobati
pasien yang datang kepadanya. Perilaku ditentukan oleh peran sosial. $emudian, sosiolog
yang bernama 4len <lder 910=>; membantu memperluas penggunaan teori peran.
Pendekatannya yang dinamakan ?life-course' memaknakan bah!a setiap masyarakat
mempunyai harapan kepada setiap anggotanya untuk mempunyai perilaku tertentu sesuai
dengan kategori-kategori usia yang berlaku dalam masyarakat tersebut. #ontohnya, sebagian
besar !arga 3merika +erikat akan menjadi murid sekolah ketika berusia empat atau lima
tahun, menjadi peserta pemilu pada usia delapan belas tahun, bekerja pada usia tujuh belah
tahun, mempunyai istri7suami pada usia dua puluh tujuh, pensiun pada usia enam puluh
tahun.
Di )ndonesia berbeda, usia sekolah dimulai sejak tujuh tahun, punya pasangan hidup sudah
bisa usia tujuh belas tahun, pensiun usia lima puluh lima tahun. Urutan tadi dinamakan
?tahapan usia' 9age grading;. Dalam masyarakat kontemporer kehidupan kita dibagi ke dalam
masa kanak-kanak, masa remaja, masa de!asa, dan masa tua, di mana setiap masa
mempunyai bermacam-macam pembagian lagi.
http677konsultasikehidupan.!ordpress.com7*//07/>7/=7teori-peran-role-theory7
P<%3@ $."U@)$3+) D383" P<"A3@4U@3@ "3+B3%3$3T P<D<+33@
"ay *:, *//0 at :6/* am 9P<%3@ $."U@)$3+) D383" P<"A3@4U@3@
"3+B3%3$3T P<D<+33@, UncategoriCed;
Tags6 P<%3@ $."U@)$3+) D383" P<"A3@4U@3@ "3+B3%3$3T P<D<+33@
P<%3@ $."U@)$3+) D383" P<"A3@4U@3@ "3+B3%3$3T P<D<+33@
.leh 6 T)T3@)3 3U8)3 9)-D/=//>*;
D<P3%T<"<@ +3)@+ $."U@)$3+) D3@ P<@4<"A3@43@ "3+B3%3$3T
E3$U8T3+ <$.8.4) "3@U+)3 )@+T)TUT P<%T3@)3@ A.4.%
*//0
A3A ) P<@D32U8U3@
1.1 8atar Aelakang
De!asa ini, peran komunikasi dirasakan sangat penting terutama dalam pembangunan.
Penggunaan komunikasi pun disesuaikan dengan fungsi serta tujuan yang diinginkan. Tujuan
komunikasi tersebut mencakup menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan
hidup serta menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. 3dapun fungsi yang
berkaitan dengan tujuan tersebut sebagai fungsi isi yang melibatkan pertukaran informasi
yang diperlukan dan fungsi hubungan yang melibatkan informasi mengenai suatu hubungan
dengan orang lain. 9Fimmerman et al, 10== dalam "ulyana, *//16 D; "elalui komunikasi
yang baik antara pemerintah dan masyarakat begitu juga sebaliknya, maka pembangunan
yang direncanakan bersama antara pemerintah dengan masyarakat akan memberikan manfaat
positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. +ecara terminologi, komunikasi dapat
diartikan sebagai proses penyampaian suatu pernyataan 9pesan; oleh sumber kepada penerima
baik secara ,erbal maupun non-,erbal yang menimbulkan makna tertentu yang dapat
dipahami baik sumber maupun penerima 9feedback; melalui saluran tertentu. 3dapun
pengertian pembangunan itu sendiri adalah suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori
yang luas dalam suatu masyarakat yang bertujuan untuk kemajuan sosial dan material.
Termasuk didalamnya bertambah besarnya keadilan, kebebasan, kualitas lainnya yang
dihargai untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang diperoleh dari
lingkungan mereka. 9%ogers, 105- dalam @asution, 100:; $omunikasi dan pembangunan ini
merupakan dua hal yang saling berhubungan. 3dapun kedudukan komunikasi dalam konteks
pembangunan adalah as an integral part of de,elopment, and communication as a set of
,ariables instrumental in bringing about de,elopment. 9&aya!eera dan 3numagama,105=
dalam @asution, 100:;. Dalam arti luas, komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi
komunikasi 9sebagai suatu akti,itas pertukaran pesan secara timbal-balik; di antara semua
pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama antara masyarakat dengan
pemerintah, sejak dari proses perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap
pembangunan. Dalam arti sempitnya, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan
cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang
berasal dari pihak yang memprakasai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas.
$egiatan tersebut bertujuan agar masyarakat yang dituju dapat memahami, menerima, dan
berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang telah disampaikan. +aat ini
pembangunan yang telah dilakukan pemerintah masih menggunakan sistem top-do!n yang
berarti arah komunikasinya masih searah berupa strategi dari atas ke ba!ah, seperti instruksi.
+istem top-do!n ini cenderung memaksakan kehendak pemerintah kepada masyarakat yang
mana pemerintah menganggap paling mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat.
Dalam praktiknya, pemerintah belum memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
memutuskan apa yang diinginkan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat itu sendiri. Pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat masih
merupakan !acana pemerintah semata.
1.* Perumusan "asalah
Aerdasarkan uraian tersebut, penulis bermaksud menggali lebih lanjut peranan komunikasi
dalam pembangunan masyarakat pedesaan yang berkaitan dengan6 1; $omunikasi seperti apa
yang seharusnya digunakan dalam pembangunan masyarakat pedesaanG *; Aagaimana
seharusnya peran pemerintah dalam melakukan pembangunan masyarakat pedesaanG
1.- Tujuan
+esuai dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan
makalah, yaitu6 1; $omunikasi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat pedesaan. *;
Peran pemerintah dalam melakukan pembangunan masyarakat pedesaan.
1.D "anfaat
"anfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat mengetahui komunikasi yang tepat
dalam pembangunan masyarakat pedesaan. "anfaat dalam bidang akademik adalah
memperoleh gambaran dan menambah pengetahuan tentang peranan komunikasi dalam
pembangunan masyarakat pedesaan.
A3A )) T)@&3U3@ PU+T3$3
*.1 $omunikasi Pembangunan
1$omunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional, mengandung tujuanH karena
itu harus dilakukan dengan perencanaan. +ejauh mana kadar perencanaan itu, bergantung
kepada pesan yang akan dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.1
9<ffendy, *///6 >;. Pada bagian lain juga dinyatakan bah!a komunikasi merupakan dasar
dari perubahan sosial. Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan
ke arah yang lebih baik atau lebih maju keadaan sebelumnya. Pembangunan adalah
merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan
kepuasan batiniah. 1+ecara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju
suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa.1
9%ogers, 105- dalam @asution,100:;. Pembangunan tersebut dianggap perlu memiliki unsur-
unsur, seperti6 1; pemerataan penyebaran informasi, keuntungan sosial ekonomi, dan
sebagainya, *; partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
yang dicerminkan oleh desentralisasi kegiatan-kegiatan tertentu di daerah pedesaan, -;
bersifat madiri dalam pembangunan dengan mengandalkan potensi sumberdaya setempat, dan
D; memadukan sistem tradisional dan modern, untuk menimbulkan sinkretisasi pemikiran
lama dan baru, dengan perimbangan yang berbeda di setiap daerah. 9%ogers terjemahan
Dasmar @urdin, 105> dalam &ahi, 100-6 111; Peranan komunikasi pembangunan telah
banyak dibicarakan oleh para ahli dengan adanya kesepakatan bah!a komunikasi mempunyai
peranan penting dalam pembangunan. .leh karena itu, peranan komunikasi dalam
pembangunan harus dikaitkan dengan arah perubahan tersebut yang berarti kegiatan
komunikasi harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan. Peranan yang dapat dilakukan
komunikasi dalam pembangunan, yaitu pertama, komunikasi dapat menciptakan iklim bagi
perubahan dengan membujukkan nilai-nilai, sikap mental, dan bentuk perilaku yang
menunjuk modernisasi, mengajarkan keterampilan-keterampilan baru. $edua, membantu
masyarakat menemukan norma-norma baru dan keharmonisan dari masa transisi, membuat
orang lebih condong untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan di tengah kehidupan
bermasyarakat, serta mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat yang bercirikan
tradisional, dengan memba!akan pengetahuan kepada massa. $etiga, meningkatkan aspirasi
yang merupakan perangsang untuk bertindak nyata, menciptakan rasa kebangsaan sebagai
sesuatu yang mengatasi kesetiaan-kesetiaan lokal. $eempat, membantu mayoritas populasi
menyadari pentingnya arti mereka sebagai !arga negara, 9membantu meningkatkan akti,itas
politik;. $elima, memudahkan perencanaan dan implementasi program-program
pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penduduk, dan membuat pembangunan
ekonomi, sosial,dan politik menjadi suatu proses yang berlangsung sendiri 9self-
perpetuating;. "edia massa juga dapat bertindak sebagai pengganda sumber-sumber daya
pengetahuan, dan mengantarkan pengalaman-pengalaman yang seolah-olah dialami sendiri.
92edebro, 10=0 dalam @asution, 100:6 5:-50;
*.* $omunikasi Pembangunan dan $omunikasi Penunjang $omunikasi
Penerapan komunikasi pembangunan di sektor kehidupan menunjukkan kesamaan sejumlah
karakteristik antara lain6 1; menerapkan prinsip, sistem, dan teknologi komunikasi, sebagai
salah satu komponen yang tergolong utama dalam pencapaian tujuan kegiatannya, *;
memberikan peranan yang terbilang penting bagi komunikasi di dalam rangkaian struktur
kegiatan pembangunan yang bersangkutan, -; menggunakan dan mengembangkan
metodologi serta pendekatan yang sistematik dalam pemanfaatan komunikasi pada lingkup
kegiatannya, dan D; memperlihatkan kesinambungan dan saling belajar dari pengalaman di
bidang yang lain khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi komunikasi. Dalam
karakteristik tersebut adanya kecenderungan dalam menggunakan teknologi komunikasi yang
bermanfaat bagi penerapannya. 3dapun terdapat istilah komunikasi penunjang pembangunan
yang mana kata pembangunan berarti bah!a setelah semua unsur yang dasar dari suatu
program pembangunan seperti teknologi, harus sudah ada sebelum di tempat tersebut dengan
diadakan akti,itas komunikasi yang bermakna. Dalam konsep komunikasi penunjang
pembangunan, komunikasi harus merupakan bagian dari bagian yang integral dari suatu
program pembangunan 9(oods, 105* dalam @asution, 100:; +ecara luas komunikasi
penunjang pembangunan dapat didefinisikan sebagai suatu penggunaan yang berencana
sumberdaya-sumberdaya 9resources; informasi dan komunikasi oleh suatu organisasi untuk
mencapai tujuannya yang mencakup tenaga, biaya, fasilitas dan peralatan, bahan-bahan, dan
media komunikasi. .rganisasi yang dimaksud adalah yang bertujuan menyampaikan
pelayanan yang berorientasi pembangunan di daerah pedesaan untuk meningkatkan kondisi
sosial ekonomi keluarga orang desa. Dengan menggunakan pesan yang tepat dan metode-
metode komunikasi, maka suatu komunikasi penunjang pembangunan yang baik akan
membantu meningkatkan keterampilan dan membekali mereka untuk melaksanakan tugasnya
lebih baik serta keefektifan mendidik dan memoti,asi masyarakat pada program yang dituju
di lapangan. "asalah penerapan teknologi bagi kepentingan pembangunan memerlukan
penelaahan yang cermat dan mendalam menuju pemilihan alternatif terbaik yang dapat
menghasilkan karya-karya teknologi yang tepat guna dan tepat lingkungan, berdaya guna dan
berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Untuk itu penerapan teknologi
komunikasi harus ditujukan bagi kepentingan masyarakat yang diabdikan bagi kepentingan
pembangunan bangsa dan negara. Dalam era pembangunan diperlukan komunikasi yang
konstektual yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat. Aerdasarkan
Tabel 1 terdapat perbedaan antara komunikasi pembangunan dan komunikasi penunjang. 2al
ini dapat mempengaruhi lingkup yang akan dikaji selanjutnya. Tabel 1. Perbedaan
$omunikasi Pembangunan dan $omunikasi Penunjang Pembangunan $omunikasi
Pembangunan $omunikasi Penunjang Pembangunan 1. Pada umumnya diterapkan pada
entitas nasional atau makro 1. Pada umumnya diterapkan pada entitas makro atau lokal *.
+ecara fungsional tidak terarah dan samar-samar *. +ecara fungsional terarah, berkaitan
dengan efek dan terorientasi kepada tujuan -. Terbuka dan persuasif -. Terikat pada !aktu
dan berbentuk kampanye D. Demi dampaknya mengandalkan ciri-ciri yang melekat pada
teknologi D. Aerorientasi kepada pesan, secara hati-hati menciptakan isinya >. Terbatas pada
media berlandaskan teknologi, yakni media massa >. "enggunakan media berlandas- kan
seluruh lapangan kebudayaan :. &elas-jelas hierarkis 'dari atas ke ba!ah' :. +elalu interaktif
dan partisipatif =. Penelitian teramat problematik Ikeragaman ,ariabel I kesulitan akses dan
kontrol, akibatnya amat kekurangan penelitian =. Penelitian mudah, ,ariabel-,ariabel dapat
diisolasi, dikontrol, diukur, akibatnya ,olume besar penelitian 5. Telah kehilangan kredibilitas
bertahun-tahun 5. Telah memperoleh kredibilitas, dilakukan secara luas dengan sistem
Perserikatan Aangsa-Aangsa dan lembaga-lembaga pembangunan taraf internasional dan
nasional +umber6 <ffendy 91000, hal. 5D; Pada Tabel * ditampilkan perbedaan orientasi
pembangunan dan komunikasi yang lama serta orientasi pembangunan dan komunikasi yang
baru. Tampaknya komunikasi dalam pembangunan masyarakat pedesaan agar tidak
tersentralisasi, linear dengan proses yang terisolasi perlu merefleksikan difusi partisipasi
dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan dapat
terealisasi dengan baik. Tabel *. Perbedaan .rientasi Pembangunan dan $omunikasi yang
8ama dan .rientasi Pembangunan dan $omunikasi yang Aaru .rientasi Pembangunan dan
$omunikasi yang 8ama .rientasi Pembangunan dan $omunikasi yang Aaru 1. Penga!asan
secara ,ertikal 9dari atas ke ba!ah; 1. Penga!asan secara horiContal 9menyamping dari
ba!ah ke atas; *. "engandalkan media massa *. "engandalkan pelayanan antar-pribadi
9komunikasi dua dan banyak arah; -. .rientasi propaganda -. .rientasi pelayanan D.
Pembangunan berdasarkan sosialisasi palsu D. Pembangunan berdasarkan partisipasi >.
.rientasi teknis7ekonomis >. .rientasi kebutuhan dan hak manusia :. Tujuan identitas,
integritas, dan kesatuan nasional :. Tujuan identitas dan solidaritas subnasional 9kepentingan
etnis dan kelompok; =. Pembangunan yang diberi ciri arahan kultural dan artistik 9kadang-
kadang sensor; =. Pembangunan yang diberi ciri kreati,itas kultural dan artistik 9kadang-
kadang oposisi; 5. Pembangunan yang 'berorientasi ja!aban' 5. Pembangunan yang
berorientasikan permasalahan atau pertanyaan 0. Pembangunan yang berorientasikan produk
0. Pembangunan yang berorintasikan proses +umber6 Joight dan 2anneman dalam <ffendy
91000, hal. 0-;
*.- Pembangunan Pedesaan
"enurut UU @o. -* Tahun *//D, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki
batas-batas !ilayah yang ber!enang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam
sistem Pemerintahan @egara %epublik )ndonesia. 3danya undang-undang tersebut agar dapat
terlaksananya pemerataan pembangunan desa. 1+ecara teoritis, setidaknya ada empat strategi
pembangunan pedesaan yang dapat diterapkan, yaitu strategi modernisasi pertanian, strategi
antikemiskinan, strategi pola baru pertumbuhan, dan strategi land-reform.1 9+yahyuti, *//:6
10*; 12akikat pembangunan pedesaan adalah memanusia!ikan manusia pedesaan supaya
menjadi manusia yang dinamis, de!asa, mandiri, dan berani menghadapi dan mengatasi
tantangan lingkungan. $edudukan sebagai subjek penduduk pedesaan melahirkan pendekatan
pembangunan pedesaan sebagai suatu totalitas.1 9$asiyanto, 100D6 */:; Usaha pembangunan
pedesaan perlu didekati dengan berbagai cara, seperti penggalian potensi-potensi oleh
masyarakat setempat, pembinaan teknologi tepat guna yang meliputi penciptaan,
pengembangan, penyebaran sampai digunakannya teknologi itu, pembinaan organisasi usaha
atau unit pelaksana yang melaksanakan penerapan berbagai teknologi tepat guna untuk
mencapai tujuan pembangunan, serta pembinaan kebijakan pendukung yang mencakup input,
biaya, kredit, pasaran, dan lain-lain yang memberikan iklim yang serasi untuk pembangunan.
9+lamet, *//-6 1*;. Dalam suatu pembangunan itu sendiri, tujuan akhir yang ingin dicapai
adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
A3A ))) P<"A323+3@
-.1 Partisipasi "asyarakat
Partisipasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu partisipasi ,ertikal dan horiContal. Partisipasi
,ertikal terjadi karena dalam kondisi tertentu masyarakat terlibat atau mengambil bagian
dalam suatu program pihak lain yang mana masyarakat berada posisi ba!ah, sedangkan
partisipasi horiContal terjadi pada saat masyarakat mempunyai kemampuan untuk melakukan
usaha dengan adanya keterampilan yang dimiliki. +etiap anggota kelompok masyarakat
berpartisipasi secara horiContal satu dengan yang lain yang berarti melakukan kegiatan
kerjasama dengan pihak lain. Partisipasi ini dapat menunjukkan bah!a masyarakat dapat
berkembang secara mandiri. 3kan tetapi, partisipasi masyarakat perlu digerakkan melalui
adanya suatu proyek pembangunan desa yang mudah dikelola oleh masyarakat, organisasi,
dan lembaga kemasyarakatan yang mampu menggerakkan dan menyalurkan aspirasi
masyarakat. 3danya peningkatan peranan masyarakat dapat memberikan manfaat langsung
kepada masyarakat. @amun demikian, untuk dapat mencapai hakikat pembangunan
diperlukan juga pendekatan dari atas agar sistem dan struktur pembangunan pedesaan dapat
terlaksana. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pedesaan juga perlu dibangkitkan
karena pada gilirannya dapat meningkatkan usaha perbaikan kondisi dan taraf hidup
masyarakat desa. $esediaan masyarakat untuk berpartisipasi merupakan tanda adanya
kemampuan untuk berkembang secara mandiri. Dalam proses pembangunan, partisipasi juga
berfungsi sebagai masukan dan keluaran. +ebagai masukan, partisipasi masyarakat dapat
berfungsi dalam enam fase proses pembangunan, yaitu fase penerimaan informasi, fase
pemberian tanggapan terhadap informasi, fase perencanaan pembangunan, fase pelaksanaan
pembangunan, fase peneriman kembali hasil pembangunan, dan fase penilaian pembangunan.
+ebagai masukan, partisipasi berfungsi menumbuhkan kemampuan masyarakat untuk
berkembang secara mandiri dan secara keluaran, partisipasi dapat digerakkan atau dibangun.
Partisipasi masyarakat desa dalam setiap fase proses pembangunan suatu proyek merupakan
ciri yang ideal yang membedakannya dari pembangunan lain. $esediaan masyarakat untuk
berpartisipasi ditumbuhkan melalui usaha penerapan demokrasi dalam pembangunan yang
akan dapat menumbuhkan kemampuan desa untuk berkembang secara mandiri melalui
perbaikan kondisi dan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pendekatan pemenuhan
kebutuhan dasar masyarakat desa.
-.* $omunikasi yang Digunakan dalam Pembangunan "asyarakat Pedesaan
$omunikasi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat pedesaan sebaiknya bersifat
interaktif dan partisipatif. 2al ini diperkuat oleh pernyataan E3. 9E3., 10=> dalam 3sngari,
*//1; bah!a penggalangan partisipasi dilandasi adanya pengertian bersama, dan adanya
pengertian tersebut adalah karena di antara orang-orang tersebut saling berkomunikasi dan
berinteraksi sesamanya. Dalam menggalang peranserta semua pihak diperlukan6 91;
terciptanya suasana yang bebas atau demokratis dan 9*; terbina kebersamaan. +uasana yang
bebas akan memperlancar komunikasi semua pihak. Dengan adanya komunikasi yang
komunikatif dan intim, akan terjalin suasana saling asah, saling asuh, dan saling asih,
sehingga tergeraklah masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan dan
pembaruan.
-.- Peran Pemerintah dalam "elakukan Pembangunan "asyarakat Pedesaan
Pemerintah memegang peranan dalam membangkitkan dan membentuk partisipasi
masyarakat. Peranan pemerintah dalam pembangunan dimulai dari hal yang bersifat
pelayanan operasional sampai pada hal yang bersifat ideologi dan spiritual. Dalam
kedudukannya, pemerintah memegang peranan strategis. Peranan strategis ini berhubungan
dengan penyelenggaraan pembangunan yang disebut juga peranan strategis administratif.
Peranan pemerintah melalui kemampuan administratifnya dapat melakukan berbagai hal
dalam me!ujudkan pembangunan pedesaan. 1Perincian dan pelaksanaan peranan dasar
disebut sebagai peranan administratif, yaitu pola perilaku yang diharapkan dari, atau yang
telah ditetapkan bagi pemerintah selaku administrator di setiap jenjang pemerintahan.1
9"okhCani, 10=0 dalam @draha, 100/6 11*;. 1$emampuan administratif di bidang
pembangunan adalah kemampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui 9dalam arti
melalui dan dengan dukungan; sistem-sistem pendukung pembangunan. +istem-sistem
tersebut adalah pelaksanaan tugas 9performance;, struktur 9structure;, dan hubungan dengan
lingkungan 9en,ironmental linkages;.1 9$atC, 10:0 dalam @draha, 100/6 11*; Pemerintah
berperan memberikan bimbingan dan bantuan teknis kepada masyarakat desa agar
masyarakat mampu melakukannya sendiri. Dalam hal perencanaan, pemerintah melakukan
perencanaan untuk masyarakat 9planning for the community;, kemudian perencanaan
bersama masyarakat 9planning !ith the community;, dan akhirnya perencanaan oleh
masyarakat 9planning by the community;. 9Dube, 10:D dalam @draha 100/6 11=;
"enggerakkan partisipasi suatu masyarakat, pemerintah menyesuaikan programnya dengan
kebutuhan nyata masyarakat tersebut. Disini dibutuhkan sistem komunikasi bottom-up.
@amun demikian, pemerintah masih dapat melakukan pembinaan terhadap organisasi
masyarakat yang berfungsi memudahkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat
untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan desa. Pola peranan pemerintah tersebut
bersifat dari atas ke ba!ah 9top-do!n;. Untuk menyatukan adanya kepentingan kebijakan
pemerintah dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat, maka secara ideal dapat dilakukan
perencanaan bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Perencanaan bersama ini
memadukan antara kebijakan yang bersifat top-do!n dan bottom-up sehingga masyarakat
pedesaan dapat dilibatkan dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan 94ambar 1;.
$eterlibatan tersebut akan memberikan keuntungan bagi masyarakat pedesaan.
P<"A3@4U@3@ @3+).@38 P<"A3@4U@3@ @3+).@38 +umber6 "ubyarto et al.
9105D; dalam @draha 9100/;, hal. 1** 4ambar 1. Peranan Pemerintah dalam Pembangunan
Desa di )ndonesia Jariabel pembangunan pedesaan dalam gambar tersebut dapat
disubtitusikan dengan pembangunan masyarakat, sehingga pendekatannya lebih
komprehensif. Peranan pemerintah semakin dominan yang dapat dilihat dalam 8embaga
+osial Desa 98+D; dan Unit Daerah $erja Pembangunan 9UD$P;. 8+D berfungsi sebagai
pembimbing dan penyuluh berbagai pekerjaan sosial di desa dan mampu menjadi saluran
aspirasi masyarakat. $emudian, 8+D diubah menjadi 8embaga $etahanan "asyarakat Desa
98$"D; berdasarkan $eppres @omor *5 Tahun 105/. 8$"D ini berfungsi sebagai
perangkat perencana, pelaksana pembangunan desa, dan membantu kepala desa dalam
mengkoordinasikan pembangunan, menggerakkan partisipasi masyarakat, dan mendorong
kegiatan gotong-royong masyarakat dalam membangun desanya. UD$P berfungsi sebagai
sistem akselerasi pencapaian Desa +!asembada di ba!ah koordinasi camat. Dalam Pelita )J,
UD$P diubah menjadi UD$P $ecamatan 9UD$P$;.
A3A )J P<@UTUP
D.1 $esimpulan
Peranan komunikasi dalam pembangunan terkait dengan arah perubahan yang berarti
kegiatan komunikasi harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan. 3danya perbedaan
orientasi pembangunan dan komunikasi yang lama serta orientasi pembangunan dan
komunikasi yang baru memberikan penilaian tentang komunikasi dalam pembangunan
masyarakat pedesaan agar tidak tersentralisasi, linear dengan proses yang terisolasi perlu
merefleksikan difusi partisipasi dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,
sehingga pembangunan dapat terealisasi dengan baik. Untuk menyatukan adanya kepentingan
kebijakan pemerintah dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat, maka secara ideal dapat
dilakukan perencanaan bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Perencanaan bersama
ini memadukan antara kebijakan yang bersifat top-do!n dan bottom-up. Dengan adanya
keterpaduan kedua pendekatan tersebut, masyarakat pedesaan dapat dilibatkan dalam proses
penyusunan perencanaan pembangunan. $eterlibatan tersebut akan memberikan keuntungan
bagi masyarakat pedesaan karena dalam pembangunan masyarakat pedesaan itu sendiri,
tujuan akhir yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan
tersebut.
D.* +aran
$omunikasi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat pedesaan sebaiknya bersifat
interaktif dan partisipatif dengan mengedepankan perencanaan bersama 9memadukan antara
pendekatan top-do!n dan bottom-up;. +elain itu dalam perencanaan pembangunan
masyarakat pedesaan, perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran
pembangunan.
D3ET3% PU+T3$3
3sngari, Pang +. *//1. Peranan 3gen Pembaruan7Penyuluh dalam Usaha "emberdayakan
9<mpo!erment; +umberdaya "anusia Pengelola 3gribisnis 9.rasi )lmiah;. Aogor6 Eakultas
Peternakan )nstitut Pertanian Aogor.
<ffendy, .nong Uchjana. 1000. )lmu $omunikasi6 Teori dan Praktek. Aandung6 PT %emaja
%osdakarya.
KKKKKKKKK. *///. Dinamika $omunikasi. Aandung6 PT %emaja %osdakarya.
&ahi, 3mri. 100-. $omunikasi "assa dan Pembangunan Pedesaan di @egara-@egara Dunia
$etiga6 +uatu Pengantar. &akarta6 PT 4ramedia Pustaka Utama.
$asiyanto, ".&. 1001. "asalah dan +trategi Pembangunan )ndonesia. &akarta6 PT Pustaka
Pembangunan +!adaya @usantara.
"ulyana, Deddy. *//1. )lmu $omunikasi6 +uatu Pengantar. Aandung6 PT %emaja
%osdakarya.
@asution, Fulkarimein. 100:. $omunikasi Pembangunan6 Pengenalan Teori dan
Penerapannya. &akarta6 PT %aja4rafindo Persada.
@draha, TaliCiduhu. 100/. Pembangunan "asyarakat6 "empersiapkan "asyarakat Tinggal
8andas. &akarta6 %ineka #ipta.
+lamet, "argono. *//-. "embentuk Pola Perilaku "anusia Pembangunan. Aogor6 )PA
Press.
+yahyuti. *//:. -/ $onsep Penting dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian. &akarta6
Aina %ena Pari!ara.
http677titaniaaulia.!ordpress.com7tag7peran-komunikasi-dalam-pembangunan-masyarakat-
pedesaan7