Anda di halaman 1dari 33

RESUSITASI CAIRAN PADA PENDERITA LUKA

BAKAR
OLEH:
A.ISRA AZRAENI M
C11109816
PEMBIMBING:
dr. HALIM
SUPERVISOR:
dr. ALAMSYAH A. A. HUSAIN, Sp.An
IDENTITAS
Tn. AT
19
tahun
Jl. Biring
Kaloro
26 Juli
2014
669799
ANAMNESIS
KU: Luka bakar listrik
AT:
Dialami sejak 3 jam sebelum masuk RS, akibat
tersengat listrik ketika bekerja. Pasien sedang
mengelas pagar besi di lantai 2 kemudian besi tersebut
terkena kabel telanjang dari tiang listrik yang terbentang
di dekat pagar. Besi juga mengenai punggung pasien,
setelah kejadian, pasien terjatuh dan tidak sadarkan diri
dalam waktu 30 menit, hingga dibawa ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, pasien dengan kondisi
sadar. Tidak ada keluhan mual maupun muntah.
Trauma kapitis saat kejadian disangkal. Berdebar-
debar(+). Riwayat HT (-), DM (-), penyakit ginjal (-), dan
penyakit jantung (-)
MEKANISME TRAUMA
Mengelas
pagar
besi
Besi
terkena
kabel listrik
yg
telanjang
Pasien
kesetrum
selama 2
detik. Dan
besi juga
sempat
mengenai
punggung
pasien
Pasien
terjatuh
dan tidak
sadarkan
diri
selama 30
menit
PRIMARY SURVEY
Airway: paten.
Breathing & Ventilation: dada simetris, P 20x/menit,
Rh-/-, Wh-/-, Bunyi pernapasan bronchovesikuler,
Sp 02 98%
Circulation: TD 100/60 mmHg, N 120 x/menit
reguler kuat angkat.
Disability: kesadaran composmentis, pupil isokor
2,5 mm/2,5 mm
Environment: suhu axilla 37 C
BURN ASSESSMENT
Regio back:
I: burn injury grade
II.a 9%
P: nyeri tekan (+)
Regio hemithorax
sinistra:
I: burn injury grade
II.a 4%
P: nyeri tekan (+)
Regio abdomen:
I: burn injury grade
II.a 4%
P: nyeri tekan (+)
Regio brachii
sinistra:
I: burn injury grade
II.a 4,5%
P: nyeri tekan (+)
Regio antebrachii
sinistra:
I: burn injury grade
II.a 4,5%
P: nyeri tekan (+)
Regio femur
sinistra:
I: burn injury grade
II.a 2%
P: nyeri tekan (+)
Regio genitalia:
I: burn injury grade I
1%
P: nyeri tekan (+)
BURN ASSESSMENT

9% 4%
4%
4,5%
1
% 2%
4,5%
DIAGNOSA SEMENTARA
Luka bakar grade II A 29%
TERAPI
IVFD RL 10 cc/menit pada 5 jam pertama. Dilanjutkan
dengan 3 cc/mnt pada 16 jam berikutnya.
Inj. Ceftriaxon 1 gr/12 J/IV
Inj. Ranitidin 50mg/8 jam/IV
Ketorolac 30mg/8jam/IV
Rawat luka (GV) dengan Burnazin

MONITORING
Output urin
0,5-1 mL/kg
BB/jam
Tanda-tanda
vital
FOLLOW UP
50
40
60
50 50
10 10 10 10 10
Jam I Jam II Jam III Jam IV Jam V
Monitoring cairan 5 jam pertama
Output urin (cc) Jumlah cairan infus (cc/menit)
FOLLOW UP
100
110
120 120
60
80
70
80
120
88
90
85
20 20
24 24
37 37 36.8 36.7
5 Jam I 16 Jam II Hari II Hari III
Monitoring Tanda-Tanda Vital
Sistole(mmHg) Diastol(mmHg) Nadi(x/menit) Pernapasan(x/menit) Suhu(C)
LUKA BAKAR
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan
disebabkan kontak dengan sumber panas (api, air
panas, listrik, dll)
Merupakan luka yang terjadi akibat sentuhan
permukaan tubuh dengan benda-benda yang
menghasilkan panas
Merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas
dan mortalitas tinggi
Memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal
(fase syok) sampai fase lanjut
ETIOLOGI
KLASIFIKASI LUKA BAKAR
Grade I Grade II
(A &B)
Grade III
Luka bakar pada pasien ini digolongkan derajat II sebab kerusakan meliputi epidermis
dan sebagian dermis yang terlihat dari reaksi inflamasi akut dan proses eksudasi,
ditemukan bula, dasar luka berwarna merah atau pucat dan nyeri akibat iritasi ujung
saraf sensorik.
LUAS LUKA BAKAR
Luasnya kerusakan akan ditentukan oleh suhu
permukaan dan lamanya kontak. Luas luka bakar
dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh
tubuh.

Cara menentukan luas luka bakar
Rules of Nine/
Wallace
Menggunakan
palmar pasien
Metode lund &
Browder
LUAS LUKA BAKAR
RULES OF NINE/ WALLACE
LUAS LUKA BAKAR
LUND AND BROWDER
PATOFISIOLOGI LUKA BAKAR
Pembuluh
kapiler terpajan
suhu tinggi
Pembuluh
kapiler rusak
Sel dara merah
ikut rusak
Perabilitas
meninggi
Edema
Bulla yang
mengandung
banyak elektrolit
Berkurangnya
cairan
intravaskular
Insensible water
loss
Syok & trauma
inhalasi
RESPON TUBUH PADA TRAUMA BAKAR
Trauma bakar
Jaringan mati dan
zona iskemaik
Pelepasan mediator
inflamasi
Peningkatan
permeabilitas kapiler
Edema luka bakar
FASE LUKA BAKAR
Fase AKUT!!!
(sejak kejadian-
syok teratasi)
Fase Subakut
Fase Lanjut
FASE LUKA BAKAR
FASE AKUT
Dimulai saat kejadian sampai mendapat
perawatan di IRD/ syok tertangani
Pada fase ini penderita luka bakar sama
seperti penderita trauma lainnya
Gangguan airway tidak hanya terjadi
segera, bisa terjadi dalam 48-72 jam
berikutnya
Cedera inhalasi merupakan penyebab
kematian utama

PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR
PERTOLONGAN PERTAMA
Menghentikan proses trauma bakar. Segera
tanggalkan pakaian untuk menghentikan proses
trauma bakar.
Dinginkan luka bakar dengan air (8-15
0
C) selama
sekitar 20 menit.
Tutup luka bakar.
Berikan analgetik
Airway Patenkan airway
Breathing
Circulation & Hemorrhagic control
Disability Status neurologis
Exposure + Environment control
Pada pasien ini:
Airway, Breathing paten, tidak ada tanda-tanda trauma inhalasi
Circulation TD dalam batas normal (tdk ada riw.HT), nadi kuat
angkat belum ada tanda syok
Disability, Eposure +Env control dalam batas normal
PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR
PRIMARY SURVEY
RESUSITASI CAIRAN PENDERITA LUKA BAKAR
Indikasi: bila luas luka bakar > 10% pada anak-
anak atau > 15% pada dewasa.
Tujuan preservasi perfusi yang adekuat dan
seimbang di seluruh pembuluh darah vaskular
regional, sehingga iskemia jaringan tidak terjadi
pada setiap organ sistemik.
Kehilangan cairan terbesar adalah pada 4 jam
pertama terjadinya luka
Akumulasi maksimum edema adalah pada 24 jam
pertama setelah luka bakar.
RESUSITASI CAIRAN PENDERITA LUKA BAKAR
Parkland formula, Brooke formula, Evans formula
Waktu permulaan resusitasi adalah sejak terjadinya trauma
bakar, bukan waktu masuk RS.
Cairan resusitasi yang akan diberikan harus dikurangi
dengan cairan yang telah diberikan sebelum mulai resusitasi
4 mL x BB x luas luka bakar = jumlah cairan
yang diberikan pada 24 jam pertama
50%-nya diberikan
pada 8 jam pertama
Sisanya diberikan pada
16 jam selanjutnya
RESUSITASI CAIRAN PENDERITA LUKA BAKAR
Pada kasus ini, BB pasien 52 kg dengan luas luka
bakar 29%. Jadi, total kebutuhan cairan untuk
resusitasinya adalah
4 x 52 x 29 = 6032 mL mL
(diberikan pada 24 jam pertama)
3016 cc diberikan pada 5
jam pertama = 603,2
cc/jam = 10 cc/menit.
Selanjutnya 3016 cc
diberikan pada 16 jam
selanjutnya = 188,5 cc/jam
= 3cc/menit.
Cairan yang digunakan: Ringer Laktat

Monitoring terapi:
Output urin kira-kira 0,5 1 mL/kg BB/ jam
Tanda-tanda vital



TERIMA KASIH