Anda di halaman 1dari 4

1

Tugas Resume Analisis Produktivitas


By Chindy Elsanna Revadi
115060702111003
Pentingnya Produktivitas dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Produktivitas

Pada bagian ini digambarkan kejadian-kejadian pertumbuhan dan penurunan produktivitas yang
terjadi di Amerika. Dari kejadian tersebut kita dapat melihat bagaimana pengaruh produktivitas
terhadap berbagai kondisi ekonomi suatu negara juga faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas tersebut.

Produktivitas vs Inflasi
Produktivitas merupakan salah satu senjata yang ampuh untuk mengurangi inflasi. Inflasi disebabkan
oleh kenaikan harga jual ketika management berusaha memperoleh revenue target untuk menahan
margin keuntungan. Dengan meningkatnya produktivitas maka harga jual produk semakin rendah.

Produktivitas vs Standart Kehidupan dan Pekerja
Negara dengan pertumbuhan produktivitas pekerja yang tinggi cenderung menunjukkan standart
hidup yang tinggi. Standart kehidupan dapat diperoleh dari produktivitas bukan berdasarkan
kenaikan harga dimana dapat mengurangi pengangguran, kemiskinan dan kelaparan.

Produktivitas vs Kekuatan Politik
Jika suatu negara tidak memiliki produktivitas yang cukup baik maka akan bergantung pada negara
lain. Semakin bergantung pada negara lain maka akan semakin melemah kekuatan politik negara
tersebut. Produktivitas dapat digunakan untuk membangkitkan kekuatan politik setelah perang dan
krisis.

Produktivitas vs Kekuatan Ekonomi
Kekuatan ekonomi bergantung pada level dan pertumbuhan produktivitas pekerja. Terjadi
perbandingan terhadap nilai surplus dan deficit asset bank antar negara yang menunjukkan
kekuatan ekonomi, dimana Jepang memilik lebih besar asset bank dibanding Amerika. Para ahli
meyakini bahwa rendahnya harga eksport dari Jepang merupakan salah satu faktor yang menjadikan
alasan tingginya kekuatan ekonomi Jepang. Disamping faktor tersebut alasan yang paling penting
dari kesuksesan Jepang adalah komitmen kualitas, reliability, dan pertumbuhan dalam produktivitas
pekerja.

Faktor yang mempengaruhi produktivitas
1. Investasi
Terdapat korelasi yang kuat antara investasi (sebagai presentase GNP) dan peningkatan laju
produktivitas . Persen GDP yang diinvestasikan setiap tahun di pabrik dan peralatan juga
menunjukkan bahwa suatu negara (dalam hal ini US) mengabaikan penanaman modal.
Peningkatan penanaman modal menghasilkan peningkatan produktivitas dimana pada gilirannya
dapat membuat kenaikan modal selanjutnya ketika bisnis perusahaan berada pada penggolongan
pangsa pasar yang tinggi, laju perkenalan produk rendah, kapasitas utilisasi tinggi dan lain
sebagainya.
2

2. Rasio modal/tenaga kerja
Terdapat korelasi antara produktivitas pekerja dan rasio modal. Laju perubahan akan menurun
seiring dengan peningkatan rasio modal/tenaga kerja. Namun pada satu titik tertentu akan
mengalami kenaikan laju perubahan pada peningkatan rasio modal/tenaga kerja.
3. Research and Development
Tidak semua setuju bahwa pengeluaran R&D sangat berpengaruh pada peningkatan
produktivitas, keterangan tersebut diperoleh dengan data yang mempertimbangkan level
industri. Sebagian besar R&D berfokus pada pengembangan produk dan penyeselaian masalah
lingkungan dibandingkan produktivitas.
4. Kapasitas Utilisasi
Kapasitas utilisasi (yaitu pada waktu pabrik beroperasi) dan produktivitas pekerja memiliki
hubungan yang dekat. Pada grafik 2.18 dapat dilihat bahwa kenaikan dan penurunan persentase
penggunaan kapasitas seiring dengan jumlah index output per man hour pada tahun 1967.
5. Peraturan Pemerintah
Peraturan ditujukan untuk memberikan keseimbangan antara progress industri dan nilai social
yang diinginkan, seperti keamanan tempat kerja tidak mempertimbangkan ketidak-produktifan
yang akan terjadi. Namun peraturan yang berlebihan dapat mengakibatkan kesulitan pencapaian
kriteria pengembalian investasi dan dapat diperburuk dengan keberadaan inflasi (Ramo, 1981).
6. Umur Pabrik dan Peralatan
Penurunan umur pabrik dan peralatan mengakibatkan penurunan produktivitas. Pada tahun 1975
dilakukan pembaharuan atau moderenisasi terhadap beberapa pabrik dimana terjadi peningkatan
produktivitas.
7. Biaya Energi
Biaya bahan bakar sebagai sumber energi tidak dapat diprediksikan, terlepas dari peningkatan
produktivitas parsial tenaga kerja, jika input energi naik lebih cepat, maka akan mengakibatkan
kenaikan biaya produk secara keseluruhan
8. Pengkombinasian tenaga kerja
Kesamaan pelatihan skill tidak berarti memiliki kecepatan kerja yang sama, hal tersebut dapat
berpengaruh terhadap output per jam yang dihasilkan.
9. Etos Kerja
Etos kerja mempengaruhi bagaimana seorang pekerja melakukan pekerjaannya sesuai dengan
berapa jumlah jam yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja berdasarkan gaji yang diterima.
Namun seringkali terjadi kehilangan etos kerja dimana pekerja melakukan pekerjaan kurang dari
jam kerja yang ditetapkan.
10. Ketakutan pekerja tentang pemecatan
Produktivitas yang lebih tinggi akan menjadikan pekerja mampu memperoleh lebih banyak
pekerjaan sehingga menekan kekhawatiran akan terjadinya pemecatan. Keberadaan teknologi
memunculkan pikiran akan terjadi pemecatan masal terhadap para pekerja, namun kenyataannya
justru terjadi perekrutan tenaga kerja yang lebih besar.
11. Pengaruh perserikatan
Keberadaan perserikatan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas, ketidakluwesan
peraturan kerja, penurunan loyalitas perusahaan dan kenaikan harga produk. Namun Jepang
dapat mempertahankan pertumbuhan produktivitas dengan cara mengkoordinasikan manajemen
dan pekerja dengan baik.
12. Management
Pola manajerial merupakan factor penting dalam produktivitas. Kualitas dan produktivitas harus
berjalan secara bersamaan. Pekerja merupakan asset yang tidak boleh diabaikan, dimana
gebrakan terhadap kecanggihan dan teknologi seharusnya dapat memberikan kepuasan secara
menyeluruh serta kebahagiaan di tempat kerja.


3

Kesadaran akan Produktivitas di Amerika
Pada kisaran tahun 1970 sampai 1976 Amerika mulai memikirkan produktivitas pekerja dan laju
pertumbuhan. Berdasarkan artikel, paper penelitian, seminar, konferensi, pidato politik, berita dan
lain-lain. Produktivitas menjadi pembicaraan umum selama beberapa waktu. Banyak jejak pendapat
dan survey yang menyebabkan dalam 7 tahun terakhir membuat presepsi penting terhadap kondisi
produktivitas di Amerika.
Di awal tahun 1980 survey utama melaporkan tentang kesadaran produktivitas pada pengukuran
formal dan peningkatan hasil.
Sumanth dan Einspruch berusaha untuk untuk mengidentifikasi lingkungan dan lingkup dari
pengukuran produktifitas dan peningkatan hasil pada suatu perusahaan industri dan jasa di Amerika.
Lee dan Packer medukung hasil survey tersebut dapat meningkatkan produktivitas di perusahaan di
Amerika. Pada tahun 1981 Institute of Industrial Engineer mengadakan survey untuk
menggambarkan status produktivitas dari sudut pandang industrial engineer dimana mereka
merupakan ahli dalam mengkombinasikan peningkatan produktivitas di tempat kerja dan
dibandingkan dengan pendapat ekonomi dan produktivitas.
Survey kesadaran produktivitas ini memiliki keterkaitan antara seluruh stake holder dari organisasi
perusahaan baik pekerja, eksekutif, serikat pekerja dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu untuk
meningkatkan pentingnya laju pertumbuhan produktivitas pekerja dibutuhkan pengajaran mengenai
hal tersebut bagi organisasi.


Upaya Produktivitas : Swasta dan Pemerintah
Ledakan ekonomi pada tahun 1950 sampai 1960 di Amerika membuahkan kepuasan dari sikap
manajemen perusahaan. Bagian ini membandingkan kemajuan perusahaan otomotif pada negara
Jepang, Jerman Barat dan Amerika karena industri otomotif Amerika memandang bahwa import
mobil pada negara Jepang dan Jerman Barat lebih berkualitas, harga sesuai dan biaya produksi lebih
rendah. Berdasarkan fakta yang sudah diperoleh dapat dilihat bahwa Jepang memiliki pangsa pasar
yang lebih besar daripada Amerika. Sampai hari ini banyak orang yang menghabiskan miliaran dollar
untuk mempelajari bisnis organisasi Jepang hanya untuk membuktikan kenyataan tersebut

Upaya Federasi Pemerintah
Berikut merupakan kegiatan dari upaya pemerintah terhadap isu produktivitas di Amerika
Bulan Tahun Kegiatan utama
Juli 1970 Komisi Nasional Produktivitas dibentuk
1974 Kantor dari produktivitas mengambil bagian di komisi
Juni 1974 Pergantian nama menjadi Komisi Nasional Produktivitas dan Kualitas Kerja
Nov 1975 National Center for Productivity and Quality of Working Life (NCPQWL) didirikan
oleh perusahaan hukum publik
Sept 1978 NCPQWL ditutup sebagai hasil keputusuan administrasi Carter
Oct 1978 National Productivity Council mendirikan Executive Order of President Carter
1980 Kantor Produktivitas Teknologi dan Innovasi dibentuk oleh Departemen
Perdagangan
1980 Oct 6-12 dideklarasikan sebagai minggu Produktivitas Nasional oleh Senat
Amerika.

Upaya Swasta
Dalam upaya untuk mencapai kesadaran produktivitas industri di Amerika terdapat beberapa
organisasi dan institusi yang didirikan secara swasta, antara lain:
AIIE : American Institute of Industrial Engineer. Merupakan perusahaan non-profit yang memberikan
pendidikan mengenai krisis produktivitas pada masyarakat Amerika
4

APC : American Productivity Center. Perusahaan non-profit yang memberikan seminar dan workshop
yang berkaitan dengan produktivitas dan dipulikasikan melalui koran dan paper.
MPC : Manufacturing Productivity Center. Sebuah organisasi non-profit yang mengumulkan artikel
penelitian yang berkaitan dengan produktivitas dan menjadi sponsor seminar produktivitas.
SME : Society for Manufacturing Engineers. Organisasi non-profit yang membantu peningkatan
produktivitas dengan memberikan pengajaran dasar dikurikulum manufacturing engineer di
beberapa universitas Amerika.
Work in America Institute, institusi ini mempublikasikan informasi penting mengenai produktivitas
kerja.

Model Keuntungan Produktivitas
Secara tradisional pekerja dan serikat pekerja mencurigai manajemen yang memperhatikan
produktivitas dimana dalam pandangan mereka dapat memuncukan banyak konsekuensi yang tidak
menyenangkan dalam pekerjaan. Banyak perusahaan berusaha untuk mencapai produktivitas tidak
dengan cara menambah tenaga kerja baru.
Beberapa kasus menggambarkan bahwa peningkatan produktivitas berfokus pada manajemen,
termasuk industrial engineers, dimana dapat memiliki peluang untuk meningkatkan material, modal,
energy dan hal-hal lain yang mempengaruhi produktivitas.
Pada dasarnya Harga produk mempengaruhi keuntungan dan total produktivitas, dimana total
produktivitas saling mempengaruhi dengan pendapatan pekerja. Selain itu total produktivitas
berpengaruh terhadap biaya produksi serta profit yang diperoleh.

Sembari mencapai peningkatan produktivitas, perusahaan menggunakan kecangkihan teknologi
yang dapat menekan biaya produksi.
Model berikut :
Harga/unit=cost/unit+profit margin / unit
Memunculkan pandangan bahwa management dapat mengurangi profit margin/ unit untuk tetap
bertahan pada kompetisi atau mengalami pengurangan market share dengan mempertahankan
profit margin.
Berikut ini merupakan strategi management yang disukai untuk meningkatkan total produktivitas :
1. Mengurangi harga jual produk atau servis tanpa mengorbankan profit margin selanjutnya
2. Menaikkan profit margin tanpa mengurangi harga jual
Jika strategi 1 diterapkan maka hasilnya terhadap peningkatan produktivitas :
a. Konsumen dapat membayar dengan harga yang lebih rendah untuk kualitas produk atau jasa
yang sama atau bahkan lebih baik
b. Perusahaan mungkin lebih menyukai perolehan keuntungan yang dari market share dan
mungkin terjadi saatnya dimana dapat meperoleh revenue yang lebih baik untuk mengambil
keuntungan skala ekonomi
c. Pekerja dari perusahaan dapat memperoleh keuntungan dalam upah yang jelas.

Jika strategi 2 diterapkan maka hasil yang diperoleh adalah
Shareholder atau pemilik perusahaan dapat memperoleh keuntungan besar dari pembagian saham.
Selain itu perusahaan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menginvestasikan keuntungan
dalam produk baru, jasa dan lain sebagainya.
Contoh perhitungan :
Total cost unit = selling price/unit-profit margin/unit
Total profit for model (this year) = profit margin/unit x jumlah produk

Total cost unit (untuk tahun berikutnya)= cost/unit tahun sebeumnya- reduce cost/unit
Selling price (tahun berikutnya) = total cost unit (tahun berikutnya)+profit margin/unit