Anda di halaman 1dari 2

Perokok hubungannya dengan penyakit periodontal

Periodontitis pada perokok ditandai dengan ciri-ciri spesifik berupa, adanya


karakteristik gingiva fibrotik disertai kemerahan gingiva, saku yang lebih dalam pada
anterior dan lingual mandibula, dan resesi gingiva. Hal ini merupakan parameter
klinis bagi perokok terkena periodontitis yang lebih parah dan mempunyai
kecendrungan terpapar GUNA acute necrotizing ulcerative gingivitis! daripada
bukan perokok "ohnson, #$$%! .
&erokok dapat memberikan pengaruh langsung terhadap 'aringan periodontal
dan peluang lebih besar menderita penyakit periodontal seperti kehilangan tulang
alveolar, peningkatan kedalaman saku gigi serta kehilangan gigi, dibandingkan
dengan yang bukan perokok. (kor plak 'uga terbukti lebih tinggi pada perokok,
dibanding bukan perokok A)elsson, %**+!.
Panas yang ditimbulkan akibat pembakaran rokok, dapat mengiritasi mukosa
mulut secara langsung, menyebabkan perubahan vaskularisasi dan sekresi saliva.
,erdapat peningkatan la'u aliran saliva dan konsentrasi ion -alsium pada saliva,
selama proses merokok. (enya.a -alsium fosfatase yang ditemukan pada kalkulus
supragingiva, berasal dari saliva. Hal tersebut dapat di'adikan dasar, mengapa skor
kalkulus pada perokok lebih tinggi dibanding bukan perokok Pe'cic, #$$/!.
&erokok 'uga menyebabkan penurunan antibodi dalam saliva, yang berguna
untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut, sehingga ter'adi gangguan fungsi sel-
sel pertahanan tubuh. Potensial reduksi-oksidasi 0h! pada regio gingiva dan rongga
mulut menurun akibat merokok. Hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan
'umlah bakteri anaerob dalam rongga mulut. Penurunan fungsi antibodi saliva,
disertai dengan meningkatnya 'umlah bakteri anaerob rongga mulut, menimbulkan
rongga mulut rentan terserang infeksi. Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis
ANUG! merupakan salah satu lesi yang muncul akibat infeksi bakteri anaerob
Pe'cic, #$$/!.
&enurunnya kebersihan rongga mulut perokok disertai dengan peningkatkan
deposisi kalkulus, plak debris dan stain tembakau. Pinborg, dkk menyimpulkan
bah.a terdapat hubungan antara konsumsi tembakau terhadap deposisi kalkulus.
Analisa selan'utnya dengan data yang sama oleh -o.alski 'uga menun'ukkan bah.a
bukan perokok mempunyai kalkulus supragingiva 'auh lebih rendah dibandingkan
perokok.
Perokok lebih rentan terserang penyakit periodontal dibandingkan bukan
perokok. Apabila perokok dapat men'aga kebersihan rongga mulutnya dengan
optimal maka tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik antara
perokok dan bukan perokok pada kesehatan periodonsium Haesman, #$$1!.
DAFTAR PUSTAKA
Haesman 2, (tacey 3, Presha. P&, &c4racken G5, Hepburn (, Haesman PA. The
Effect of Smoking on Periodontal Treatment Response A Rivie! of "linical
Evidence# " 4lin Periodontol #$$16 778 #9%-:7.

"ohnson G- and (lach AN. $mpact of To%acco on Periodontal Status#
" ;entaled #$$%87%7-#%.
A)elsson P., Paulander ". and 2indhe ". <elationship bet.een smoking and dental
status in 7:-:*, 1:-/: years old individuals. " 4lin Periodontal %**+. #: 8 #*/-
7$:.
Pe'cic A., =bradovic <., -esic 2., and -o'ovic ;. (moking and periodontal
disease8 A revie.. &edicine and 'iolog( #$$/. %9#!8 :7 > *

Anda mungkin juga menyukai