Anda di halaman 1dari 47

SKRIPSI 2014

PREVALENSI KATARAK PADA PASIEN DIABETES


MELITUS TIPE 2 YANG DIRAWAT DI POLIKLINIK MATA
RSUD LABUANG BAJI, MAKASSAR PERIODE JANUARI
2013 - DESEMBER 2013
OLEH:
ANDI BESSE FATRYANI
111 0! 3"1
PEMBIMBING:
D#$ %#$ SRI RAMADHANY, M$KES
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
PADA BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN ILMU
KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1
1$1 L&'&# B()&*&+,
Jumlah orang yang menderita diabetes semakin meningkat seiring dengan
pertumbuhan penduduk, faktor penuaan, urbanisasi, obesitas dan aktifitas yang
inaktif. Menurut World Health Organisation (WHO), diabetes melitus dapat
didefinisikan sebagai suatu penyakit metabolik kronik, baik disebabkan oleh
pankreas yang tidak boleh menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh
tidak boleh menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah
hormon yang mengatur kadar gula darah. Hiperglikemia, atau peningkatan gula
darah adalah efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol dan dari aktu ke
aktu, boleh menyebabkan kerusakan !angka pan!ang terutama pada mata,
!antung, gin!al, saraf, dan pembuluh darah.
(")
#ada tahun $%%&, WHO menyatakan baha, pada tahun $%%', terdapat
lebih dari $%% !uta orang dengan diabetes di dunia dan angka ini akan bertambah
men!adi ''' !uta orang di tahun $%$(. )iperkirakan baha !umlah penderita
diabetes di seluruh dunia akan meningkat dari "*" !uta pada tahun $%%% men!adi
'++ !uta tahun $%'%. ,elain itu, pre-elensi diabetes disemua umur diseluruh dunia
diperkirakan $../ pada tahun $%%% dan &.&/ pada tahun $%'%. Walaupun
diabetes diderita lebih banyak oleh anita namun pre-elensinya lebih tinggi pada
pria. )iabetes dikatakan akan men!adi penyebab kematian yang ke0* pada tahun
$%'%.
Menurut International )iabetes 1ederation (I)1), lebih dari $.( !uta orang
menderita diabetes melitus di seluruh dunia dan angka ini di!angkau meningkat
men!adi &'2 !uta pada tahun $%'%. 3egara berkembang seperti Indonesia
merupakan negara yang paling banyak terkena dalam abad ke0$" ini. Indonesia
merupakan negara ke0& dengan !umlah diabetes terbanyak di dunia. Jumlah
penderita diabetes melitus di Indonesia terus meningkat dimana saat ini
diperkirakan sekitar ( !uta lebih penduduk Indonesia menderita diabetes.
)iabetes Melitus terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama )M yang
disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan gaya hidup. ,ecara umum,
hampir .% / pre-alensi diabetes melitus adalah )M tipe $ dan di Indonesia
2
sendiri, )M tipe " sangat !arang di!umpai mungkin karena terletak di katulistia
atau faktor genetiknya tidak menyokong.
($)
4atarak yang merupakan salah satu komplikasi )M merupakan penyebab
utama kebutaan di seluruh dunia, yaitu menyumbang sekitar &$/ dari semua
kebutaan. 5ebih dari "* !uta orang buta karena katarak, dan $.%%% kasus baru
dilaporkan setiap hari di seluruh dunia. ,ekitar $(/ dari populasi berumur lebih
dari +( tahun dan sekitar (%/ berumur lebih dari .% tahun memiliki gangguan
penglihatan yang serius karena katarak.
(')
4atarak merupakan setiap keadaan
kekeruhan lensa mata yang dapat ter!adi akibat penambahan cairan lensa,
pemecahan protein lensa atau keduanya, dan dapat menimbulkan gangguan
penglihatan !ika terbentuk pada aksis penglihatan. Meskipun perkembangan
katarak yang perlahan dan progresif sehingga aalnya pasien kadang tidak
menyadari penyakitnya, tetapi katarak dapat menimbulkan gangguan penglihatan
yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
,ebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pa!anan terus
menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok,
radiasi sinar ultra-iolet, dan peningkatan kadar gula darah.
(&)
Menurut WHO,
sebanyak $( !uta penduduk buta karena katarak. )iperkirakan !umlah penderita
buta akibat katarak didunia saat ini mencapai "* !uta orang. 6ntuk itu, WHO
dengan -isi $%$% beker!a keras untuk menurunkan angka kebutaan dan
menghindari ancaman kebutaan yang dikhaatirkan dapat mencapai angka .% !uta
pada tahun $%$%. 4atarak men!adi penyebab utama kebutaan di Indonesia.
#ada saat ini terdapat sekitar ",* orang menderita katarak dan setiap tahun
terdapat sekitar $%%.%%% penderita baru katarak. #atogenesis ter!adinya katarak
belum sepenuhnya dimengerti. 3amun, berdasarkan suatu studi penelitian,
ditekankan proses polyol sebagai peran utama ter!adinya katarak di mata.
(()
#ada
lensa katarak, di!umpai agregat 0 agregat protein yang akan menghalang
tembusnya cahaya dan mengurangi transparansinya. #erubahan protein lainnya
akan mengakibatkan perubahan arna lensa yang !ernih men!adi kuning atau
coklat. Ini nantinya akan mengganggu penglihatan dan !ika tidak di raat boleh
menyebabkan kebutaan.
(+)
4atarak tidak dapat dicegah kecuali pada kebutaannya
yaitu dengan tindakan operasi.
3
Operasi katarak merupakan operasi yang mudah dan aman bagi
kebanyakan orang. 3amun, sama seperti operasi lain, operasi katarak dapat
menimbulkan komplikasi seperti pendarahan dan kerusakan pada kornea atau
retina yang memerlukan pembedahan lebih lan!ut.
(()
7erdasarkan latar belakang
tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan antara
faktor resiko katarak dengan ke!adian diabetes mellitus tipe $ dalam !udul
8#re-alensi 4atarak #ada #asien )iabetes Melitus 9ipe $ :ang )iru!uk )i
#oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar periode Januari $%"' 0 )esember
$%"'<.
1$2 R-.-/&+ M&/&)&0
)engan memperhatikan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di
atas, maka beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 87erapakah
pre-alensi katarak pada pasien diabetes melitus tipe $ yang diru!uk ke poliklinik
mata ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar periode Januari $%"' = )esember $%"'<.
1$3 T-1-&+ P(+()2'2&+
1$3$1 T-1-&+ U.-.
#enelitian ini bertu!uan untuk mengetahui pre-alensi katarak pada pasien
diabetes melitus tipe $ yang diraat di poliklinik mata ;,6) 5abuang 7a!i,
Makassar periode Januari $%"' = )esember $%"'.
1$3$2 T-1-&+ K0-/-/
:ang men!adi tu!uan khusus dalam penelitian ini adalah >
4
". Mengetahui angka ke!adian katarak disebabkan diabetes di #oliklinik Mata
;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
$. Mengetahui gambaran katarak berdasarkan umur pada pasien diabetes di
#oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
'. Mengetahui gambaran katarak berdasarkan !enis kelamin pada pasien
diabetes di #oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
&. Mengetahui gambaran katarak pada pasien diabetes berdasarkan durasi di
#oliklinik Mata di #oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
(. Mengetahui gambaran katarak pada pasien diabetes yang merokok di
#oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
+. Mengetahui angka ke!adian stadium katarak yang terbentuk pada pasien
diabetes di #oliklinik Mata ;,6) 5abuang 7a!i Makassar.
1$4 M&+3&&' P(+()2'2&+
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk >
". #eneliti yaitu menambah pengetahuan peneliti terhadap diabetes melitus
tipe $ sebagai salah satu faktor resiko ter!adinya katarak dan menambah
aasan peneliti mengenai pre-alensi ke!adian diabetes melitus tipe $ di
;,6) 5abuang 7a!i
$. ;,6) 5abuang 7a!i untuk memberikan informasi dalam mengetahui
pre-alensi ter!adinya diabetes melitus tipe $ dalam periode satu tahun
terakhir sebagai bahan e-aluasi dalam penanggulangan ter!adinya penyakit
diabetes melitus tipe $ di masyarakat.
'. 1akultas 4edokteran 6ni-ersitas Hasanuddin, Makassar sebagai data dasar
diabetes melitus tipe $ untuk penelitian selan!utnya
5
&. Masyarakat yaitu memberikan informasi yang !elas mengenai katarak dan
diabetes melitus tipe $ sehingga men!adi pengetahuan bagi masyarakat dan
membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
6
2$1$ D2&4('(/ M()2'-/
$.".". D(32+2/2
)iabetes berasal dari kata :unani yang berarti mengalirkan atau
mengalihkan (siphon), manakala Melitus berasal dari kata 5atin yaitu madu atau
gula. )iabetes Melitus ()M) atau kencing gula adalah penyakit metabolik kronik
yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi), baik
disebabkan oleh pankreas yang tidak boleh menghasilkan insulin yang cukup atau
ketika tubuh tidak boleh menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif.
Insulin adalah hormon yang dikeluarkan untuk mengatur kadar gula darah di
mana ia berperan dalam proses penyerapan glukosa ke dalam sel tubuh. WHO
sebelumnya telah merumuskan baha diabetes melitus merupakan sesuatu yang
tidak dapat dituangkan dalam satu !aaban yang !elas dan singkat tetapi secara
umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiai
akibat dari se!umlah faktor dimana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif
dan gangguan fungsi insulin.
(*)
?lukosa diatur oleh insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas,
sehingga kadar gula di dalam darah selalu dalam batas aman, baik pada keadaan
puasa maupun setelah makan yaitu sekitar *%0"&%mg@d5. #ada keadaan )M,
tubuh relatif kekurangan insulin sehingga pengaturan kadar glukosa darah
men!adi kacau. Walaupun kadar glukosa darah sudah tinggi, pemecahan lemak
dan protein men!adi glukosa tidak dapat dihambat, sehingga kadar glukosa darah
tetap semakin meningkat.
(.)

3amun, menurut ,oegondo ($%%&), diabetes dapat ditandai dengan
keluhan khas berupa poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan dan
kadar gula darah seaktu atau postprandial A $%%mg@d5 atau kadar gula darah
puasa A "$+mg@d5. #eningkatan kadar gula darah (hiperglikemi) yang tidak
terkontrol dapat mengakibatkan ter!adinya berbagai komplikasi seperti penyakit
serebro0-askular, penyakit !antung koroner, penyakit pembuluh darah, penyulit
pada mata, gin!al dan saraf.
(")
2$1$2$ E52%(.26)6,2 K&'&#&* D2&4('2*
7
7eberapa penelitian klinis telah menun!ukan bahaa pembentukan katarak
lebih sering ter!adi pada pasien diabetik daripada pasien non diabetik terutama
pada usia muda. )ata dari 1ramingham dan studi mata yang lain menyatakan
peningkatan tiga hingga empat kali lipat pre-elensi katarak pada pasien diabetes
dibaah usia +( tahun dan pre-elensi selebihnya dua kali lipat pada pasien diatas
usia +( tahun. #eningkatan risiko adalah pada pasien dengan durasi diabetes yang
pan!ang dan memiliki tahap metabolism yang !elek. #enyakit katarak banyak
ter!adi di negara tropis seperti di Indonesia. Menurut WHO, katarak merupakan
penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Bsia dan menyebabkan
*%/ kasus kebutaan di Indonesia. 4atarak sangat umum mempengaruhi sekitar
+%/ orang berusia di atas +% tahun.
(2)
7erdasarkan studi 7ea-er )am Cye, yaitu suatu penelitian pada populasi
yang dilakukan pada akhir "2.%an, dikatakan sebanyak '.,./ lelaki dan &(,2/
anita diatas usia *& tahun memiliki katarak yang signifikan. 4emudian
dilakukan penelitian kohort pada tahun "22'0"22( untuk memperkirakan ke!adian
katarak nuklear, katarak kortikal dan katarak subkapsular posterior dan didapati
sebanyak "',"/ insidensi katarak nuklear, .,$/ katarak kortikal dan ',&/
katarak subkapsular posterior. 1aktor risiko perkembangan katarak tidak konsisten
pada semua penelitian. 3amun, katarak kortikal dikatakan lebih sering pada orang
berkulit hitam. Insidensi katarak nuklear lebih tinggi pada kaum anita dan
perokok lebih sering membentuk opasitas katarak nuklear. ,elain usia, !enis
kelamin dan ras, faktor lain yang mempengaruhi katarak adalah pa!anan terhadap
sinar matahari, status nutrisi, obesitas, merokok, konsumsi alkohol dan status
pendidikan.
("%)
2$1$3$ E'26)6,2 %&+ K)&/232*&/2
".
)iabetes 9ipe " (destruksi sel beta, umumnya men!urus ke defisiensi
insulin absolut)
("")
B. Melalui proses imunologik
8
7. Idiopatik
$.
)iabetes 9ipe $ (ber-ariasi mulai yang predominan resistensi insulin
disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan
sekresi insulin bersama resistensi insulin)
("")
'.
)iabetes Melitus 9ipe lain
("")
B. D(3(* 3-+,/2 /() 7 ,(+('28
D 4romosome "$, H310"E (MO):')
D 4romosome *, glukokinase (MO):$)
D 4romosome $%, H310&E (MO):")
D 4romosome "', faktor promoter insulin0" (I#10"F MO):&)
D 4romosome "*, H310"G (MO):()
D 4romosome $, NeuroD1(MO):+)
D )3B Mitochondria dan lain0lain.
7. D(3(* ,(+('2* *(#1& 2+/-)2+
". Insulin resistensi tipe B
$. 5eprechaunism
'. ,indroma ;abson0Mendenhall
&. 5ipoatropik )iabetes dan lain0lain.
H. I+3(*/2
D ;ubella 4ongenital
D Hytomegalo-irus dan lain0lain.
). P(+9&*2' 5&%& (*/6*#2+ 5&+*#(&/
". #ankreatitis
$. 9rauma@pankreatecktomi
'. 3eoplasia
&. Hysticfibrosis
(. Hemokromatosis
+$ #ankreatopati fibro kalkulus dan lain0lain.
C. E+%6*#2+65&'2
D Bkromegali
D ,indroma Hushing
D ?lukagonoma
9
D 1eokromositoma
D Hipertirodisme
D ,omatostatinoma
D Bldosteronoma dan lain0lain.
1. O4&': 4&0&+ *2.2& 9&+, .(+,2+%-*/2
D Iacor
D #entamidine
D Bsam 3ikotinik
D ?lukokortikoid
D Hormon 9iroid
D )iaJoKid
D G0adrenergic agonists
D 9iaJid dan lain0lain
&.
)iabetes Melitus ?estational (4ehamilan)
("")
10
T&4)( 2$1$ K&#&*'(#2/'2* U.-. T25( 1 %&+ 2 D2&4('(/ M()2'-/ ,umber>
9he Merck ManualF (4ishore, $%"$)
K&#&*'(#2/'2* T25( 1 T25( 2
Onset 7iasanya umur L '%
tahun
7iasanya umur M '%
tahun
7erkaitan obese Jarang ,angat sering
Men!urus pada
ketoasidosis
:a 9idak
4adar insulin endogen
)alam plasma
,angat rendah@ tidak
terdeteksi
;endah, normal atau
tinggi, tergantung dera!at
resistensi insulin dan
destruksi sekretorik
insulin
4onkodansi 4embar N (%/ M 2%/
7erkaitan dengan antigen
spesifik H5B0)
:a 9idak
Bntibodi sel islet pada
diagnose
Bda, tapi boleh !uga
tidak di!umpai sama
sekali
9idak ada
#atologi islet Insulitis, hilangnya sel
beta selektif
5ebih kecilF kelihatan
normal, deposisi amiloid
sering ter!adi
#enyebab komplikasi
(retinopathy,
nephropathy, neuropathy,
atherosclerotic
cardio-ascular disease)
:a :a
;espon hiperglikemia
pada pemberian obat oral
antihiperglikemia
9idak :a, tahap aal pada
pasien
2$1$4$ P&'632/26)6,2 D2&4('(/ M())2-/
11
,ecara garis besar, diabetes dapat dibagikan men!adi dua kategori utama
berdasarkan sekresi insulin endogen, yaitu (a) Insulin Dependent Diabetes
Melitus (I))M) atau )iabetes Melitus 9ipe " dan (b) Non Insulin Dependent
Diabetes Melitus (3I))M) atau )iabetes Melitus 9ipe $. Insulin adalah hormon
yang disekresi oleh pankreas, yaitu sebuah kelen!ar yang secara anatominya
terletak di belakang lambung. )i dalam kelen!ar pankreas terdapat kumpulan sel
yang berbentuk seperti pulau yang disebut pulau0pulau 5angerhans yang berisi sel
beta yang mengeluarkan hormon insulin. ,ecara fisiologis, hormon insulin
dikeluarkan sebagai respon terhadap peningkatan kadar gula dalam darah. Insulin
diibarat anak kunci yang dapat membuka pintu masuknya glukosa dalam sel, yang
kemudian akan dimetabolisme men!adi tenaga. Insulin !uga berperan
mengkon-ersi glukosa men!adi glikogen sebagai cadangan di sel otot dan hepar.
)engan ini, kadar gula darah tetap dalam keadaan normal.
($)

#ada )M tipe ", pankreas tidak dapat memproduksi insulin atau insulin
yang diproduksi sangat sedikit. Hal ini karena, pada !enis ini, timbul reaksi
otoimun yang disebabkan adanya peradangan pada sel beta. Bntibodi yang timbul
yaitu Islet Cell Antibody (IH,) akan bereaksi dengan antigen (sel beta)
menyebabkan hancurnya sel beta itu sendiri. Oleh itu, kadar glukosa darah
men!adi sangat tinggi dan tidak dapat digunakan secara optimal untuk
pembentukan energi. Maka, energi nantinya diperoleh dari peningkatan
katabolisme lipid dan protein.
("$)
#ada )M tipe $, berlaku resistensi insulin, dimana sel0sel tubuh tidak
merespon tepat ketika adanya insulin dan !uga penurunan kemampuan sel beta
pankreas untuk mensekresi insulin sebagai respon terhadap beban glukosa. #ada
tipe ini, !umlah insulin normal, malah mungkin lebih banyak tetapi !umlah
reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel berkurang. Jadi, glukosa akan
menumpuk di dalam darah. ,el beta akan terus memproduksi insulin sehingga
pada suatu saat menyebabkan hiperinsulinemia. 4ondisi ini akan mengakibatkan
desensitisasi reseptor insulin pada tahap postreceptor, yaitu penurunan akti-itas
kinase receptor, translokasi glucose transport dan akti-asi glycogen synthase. Ini
12
akan menyebabkan resistensi insulin yang membaa kepada keadaan
hiperglikemi. 4adar glukosa darah yang tinggi meningkatkan akti-itas pankreas
menghasilkan insulin sehingga pada suatu saat ker!a pankreas mulai lemah dan
akhirnya membaa akibat pada defisiensi insulin.
("$)
2$1$;$ K6.5)2*&/2 D2&4('(/ M()2'-/
)iabetes Melitus boleh menyebabkan berbagai kompliksai baik yang
bersifat akut maupun yang kronik. 4eadaan yang termasuk dalam komplikasi akut
)M adalah ketoasidosis diabetik (4B)) dan ,tatus Hiperglikemi Hiperosmolar
(,HH). #ada keadaan ini kadar glukosa darah sangat tinggi (pada 4B) '%%0+%%
mg@d5, pada ,HH +%%0"$%% mg@d5), dan pasien biasanya tidak sadarkan diri.
,elain itu, keadaan hipoglikemi !uga termasuk komplikasi akut )M, di mana
kadar glukosa darahnya L+%mg@d5 karena faktor pengambilan obat
antihiperglikemia dan insulin yang terlalu banyak.
("')

)alam !angka aktu yang pan!ang, penyakit )M yang tidak terkontrol
dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh terutama pada !antung, pembuluh
darah, saraf, mata dan gin!al. #ada !antung, berbagai masalah kardio-askular,
termasuk penyakit arteri koroner, serangan !antung, stroke, penyempitan arteri
(aterosklerosis) dan tekanan darah tinggi dapat ter!adi. 4erusakan saraf
(neuropati) boleh menyebabkan kehilangan rasa pada semua tungkai yang terkena.
,elain itu, pada gin!al (nefropati), gula darah yang tidak terkontrol dapat
merusakan pembuluh darah kecil sehingga dapat mengakibatkan gagal gin!al atau
penyakit stadium akhir yang irre-ersible, yang memerlukan dialisis atau
transplantasi gin!al. #ada mata, )M merusakan pembuluh darah retina (retina
diabetik) dan berpotensi menyebabkan kebutaan. #enumpukan sorbitol karena
peningkatan gula darah dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang serius
seperti katarak.
("&)
13
2$2$ K&'&#&*
2$2$1$ D(32+2/2
4atarak berasal dari bahasa :unani yang berarti OkatarraktesO yaitu air
ter!un karena pada aalnya katarak dipikirkan sebagai cairan yang mengalir dari
otak ke depan lensa. Menurut WHO, katarak adalah kekeruhan yang ter!adi pada
lensa mata, yang menghalangi sinar masuk ke dalam mata sehingga menyebabkan
penurunan atau gangguan penglihatan.
(+)
5ensa mata merupakan bagian !ernih dari mata yang berfungsi untuk
menangkap cahaya. ;etina pula merupakan !aringan yang berada di bagian
belakang mata dan bersifat sensitif terhadap cahaya. #ada keadaan normal, cahaya
atau gambar yang masuk akan diterima oleh lensa mata, kemudian akan
diteruskan ke retina. ;angsangan cahaya tersebut selan!utnya akan diubah
men!adi sinyal atau impuls yang diteruskan ke otak. )i otak, ime! tersebut akan
diter!emahkan dan dapat dilihat oleh mata.
(+)
2$2$2 A+&'6.2 %&+ F2/26)6,2 L(+/&
5ensa normal pada manusia adalah !ernih dan bikon-eks. 5ensa tidak
mengandungi pembuluh darah setelah perkembangan fetus dan bergantung
sepenuhnya kepada cairan akuous untuk kebutuhan metaboliknya. ,ebuah lensa
mempunyai diameter 2 mm dan ketebalan sekitar (mm. 5ensa terdiri dari kapsul,
epitel lensa, korteks dan nukleus. 7agian depan lensa berhubungan dengan cairan
bilik dan bagian belakang lensa berhubungan dengan badan kaca. 7agian
belakang iris, lensa digantung pada prosesus siliaris oleh Ponula Pinn
(ligamentum suspensorium lentis), yang melekat pada ekuator lensa, serta
menghubungkannya dengan korpus siliaris.
(+)
Ponula Pinni berasal dari lamina basal epitel tidak berpigmen prosesus
siliaris. Ponula Pinni melekat pada bagian ekuator kapsul lensa, dengan ukuran
sekitar ",(mm pada bagian anterior dan ",$( pada bagian posterior. #ermukaan
lensa pada bagian posterior lebih cembung daripada permukaan anterior. )i
sebelah anterior lensa terdapat humor akuous dan disebelah posteriornya korpus
14
-itreus. 5ensa diliputi oleh kapsular lentis, yang beker!a sebagai membran semi
permeabel, yang melalukan air dan elektrolit untuk makanannya. )i bagian
anterior terdapat epitel subkapsuler sampai ekuator.
("()
)i kapsul anterior depan terdapat selapis epitel subkapsular. Cpitel ini
berperan dalam proses metabolism dan men!aga sistem normal dari akti-itas sel
termasuk ;3B, protein dan lipid. 3ukleus lensa lebih keras daripada korteksnya.
,esuai dengan pertambahan usia, serat0serat lamella terus diproduksi, sehingga
lens alma0kelamaan men!adi lebih besar dan kurang elastik. 3ukleus dan korteks
terbentuk dari lamella konsentris yang pan!ang. 9iap serat mengandung inti, yang
pipih dan terdapat di bagian pinggir lensa dekat ekuator, yang berhubungan
dengan epitel subkapsular. ,erat0serat ini saling berhubungan di bagian anterior.
("+)

?aris0garis persambungan yang terbentuk dengan persambungan lamella
ini u!ung0ke0u!ung terbentuk Q:R bila dilihat dengan slitlamp. 7entuk Q:R ini
tegak dianterior dan terbalik di posterior (huruf : yang terbalik). ,ebanyak +(/
bagian dari lensa terdiri dari air, sekitar '(/ protein(kandungan protein tertinggi
di antara !aringan0!aringan tubuh), dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di
!aringan tubuh lainnya. #rotein lensa terdiri dari ater soluble dan ater
insoluble. Water soluble merupakan protein intraseluler yang terdiri dari alfa (E),
beta (G) dan delta (S) kristalin, sedangkan yang termasuk dalam ater insoluble
adalah urea soluble dan urea insoluble. 4onsentrasi natrium dan kalium dalam
humor akuous dan humor -iterous berbeda dan ini diseimbangkan oleh
permeabilitas membran sel dan pompa 3a4B9#0ase yang meduduki lensa epitel
dan setiap serat lensa.
(')
15
G&.4&# 2$1 L(+/& M&'&
2$2$3$ E'26)6,2 %&+ P&'6,(+(/2/ K&'&#&* D2&4('2*
#eningkatan kadar glukosa dalam darah memainkan peran penting dalam
perkembangan katarak. Cfek patologi hiperglikemia dapat dilihat !elas pada
!aringan tubuh yang tidak bergantung pada insulin untuk kemasukan glukosa
dalam selnya, misalnya pada lensa mata dan gin!al, sehingga mereka tidak mampu
mengatur transportasi glukosa seiring dengan peningkatan konsentrasi gula di
ekstraselular. Menurut beberapa penelitian, !alur poliol dikatakan memainkan
peran dalam perkembangan katarak pada pasien diabetes. CnJim aldose reduktase
(B;) yang terdapat dalam lensa mengkatalisis reduksi glukosa men!adi sorbitol
melalui !alur poliol. Bkumulasi sorbitol intrasel menyebabkan perubahan osmotik
sehingga mengakibatkan serat lensa hidropik yang degenerasi dan menghasilkan
gula katarak.
(()
)alam lensa, sorbitol diproduksi lebih cepat daripada diubah men!adi
fruktosa oleh enJim sorbitol dehydrogenase (,)), dan sifat sorbitol yang sukar
keluar dari lensa melalui proses difusi menyebabkan peningkatan akumulasi
sorbitol. Ini menciptakan efek hiperosmotik yang nantinya menyebabkan infuse
16
cairan untuk menyeimbangkan gradien osmotik. 4eadaan ini menyebabkan
keruntuhan dan pencairan serat lensa yang akhirnya membentuk kekeruhan pada
lensa. ,elain itu, stres osmotik pada lensa yang disebabkan oleh akumulasi
sorbitol menginduksi apoptosis pada sel epitel lensa yang mengarah ke
pengembangan katarak.
(()
Jalur poliol telah digambarkan sebagai mediator utama diabetesinduced
o!idati"e stress pada lensa. ,tres osmotik yang disebabkan oleh akumulasi
sorbitol menginduksi stres dalam retikulum endoplasma (;C), situs utama sintesa
protein, yang akhirnya menyebabkan generasi radikal bebas. ;C stres !uga dapat
disebabkan dari fluktuasi kadar glukosa initiating an un#olded protein response
(6#;), yang menghasilkan reacti"e o!ygen species (;O,) dan menyebabkan
kerusakan stres oksidatif dengan serat lensa. Bda banyak publikasi terbaru yang
menggambarkan kerusakan stres oksidatif pada serat lensa oleh pemulung radikal
bebas pada penderita diabetes.
(()
3amun, tidak ada bukti baha radikal bebas memulai proses pembentukan
katarak melainkan mempercepat dan memperburuk perkembangannya. Hidrogen
peroksida (H$O$) meningkat pada aTueous humor dari penderita diabetes dan
menginduksi generasi radikal hidroksil (OH0) setelah memasuki lensa melalui
proses digambarkan sebagai reaksi 1enton. ;adikal bebas nitrat oksida (3O),
yaitu faktor lain yang meningkat dalam lensa diabetes dan dalam aTueous humor,
dapat mengakibatkan pembentukan peroKynitrite meningkat, yang pada nantinya
menyebabkan kerusakan sel karena sifat oksidasi.
(()
,elan!utnya, peningkatan kadar glukosa dalam humor akuous dapat
menyebabkan glikasi protein lensa, dimana proses tersebut akan menghasilkan
radikal superoksida (O$0) dan dalam pembentukan ad"anced glycation
endproducts (B?C). Interaksi B?C dengan reseptornya di permukaan sel akan
memproduksi O$0 dan H$O$. )engan peningkatan radikal bebas, lensa diabetes
sering menun!ukan gangguan pada kapasitas antioksidan dan kerentanan mereka
terhadap stres oksidatif. Hilangnya antioksidan diperparah oleh proses glikasi dan
inakti-asi enJim antioksidan seperti superoksida dismutase lensa.
(()
9embaga0Jink supero!ide dis$utase 1 (,O)") adalah superoksida
dismutase isoenJim yang paling dominan dalam lensa, dimana ia penting untuk
17
degradasi radikal superoksida (O$0) men!adi hidrogen peroksida (H$O$) dan
oksigen. 4esimpulannya, pembentukan katarak diabetes adalah hasil generasi
!alur poliol dari glukosa oleh B;, yang mengakibatkan peningkatan stres osmotik
dalam serat lensa dan mengarahkan ke pembengkakan dan perpecahan lensa.
(()
G&.4&# 2$2$ L(+/& N6#.&) %&+ L(+/& K&'&#&*
2$2$4$ K)&/232*&/2 %&+ S'&%2-.
4atarak pada diabetes biasanya terbagi kepada $ yang utama yaitu>
a. %rue diabetic cataract, atau sno&#lake cataract

)apat bilateral, onset ter!adi secara tiba0tiba dan menyebar sampai lensa
subkapsular

7iasanya ter!adi pada usia muda dengan diabetes melitus yang tidak
terkontrol.

#ada aalnya berlaku kekeruhan menyeluruh pada subkapsular seperti


tampilan kepingan sal!u di superfisial anterior dan korteks posterior lensa.

Iacuola muncul dalam kapsul lensa. #embengkakan dan kematangan


katarak kortikal ter!adi segera sesudahnya.
b. ,enescent cataract
4atarak 3uklear >

9ekanan yang dihasilkan dari serat lensa peripheral menyebabkan


pemadatan pada seluruh lensa, terutama nucleus. 3ukleus memberi arna
18
coklat kekuningan (brunescent nuclear cataract). Ini menyebabkan batas
tepi dari coklat kemerahan hingga mendekati perubahan arna hitam
diseluruh lensa (katarak hitam). 4arena mereka meningkatkan tenaga
refraksi lensa, katarak nuclear menyebabkan myopia lentikular dan
kadang0kadang menimbulkan fokal point kedua di dalam lensa yang
menyebabkan diplopia monocular.
4atarak 4ortikal >

9er!adi penyerapan air sehingga lensa men!adi cembung dan ter!adi


miopisasi akibat perubahan indeks refraksi lensa. #ada keadaan ini
penderita seakan0akan mendapatkan kekuatan baru untuk melihat dekat
pada usia yang bertambah.

7eberapa perubahan morfologi yang akan terlihat pada pemeriksaan slip


lamp dengan midriasis maksimum >
1. 'acuoles> akumulasi cairan akan terlihat sebagai bentuk -esicle cortical
sempit yang kecil.
(. Water #issure> pola rarial dari fissure yang terisi cairan yang akan terlihat
diantara fiber.
). 5amella yang terpisah> tidak sesering ater fissureI, ini berisi suatu Jona
cairan diantara lamella (biasanya antara lamella clear dan fiber kortikal).
*. Cunei#or$ cataract> ini sering ditemukan dengan opasitas radier dari lensa
peripheral seperti !ari0!ari roda.
4atarak ,ubkapsular #osterior >

9er!adinya kekeruhan di sisi belakang lensa.

Menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang serta


pandangan baca menurun.

7anyak ditemukan pada pasein diabetes, pasca radiasi, dan trauma.


("+)
19
T&4() 2$2$ Grading of the Three Common Types of Cataract
,umber> Optometric Hlinical #ractice ?uidelineF (Murrill, $%%&).
&'&#&8'
T95(
G#&%( 1 G#&%( 2 G#&%( 3 G#&%( 4
N-8)(&#
yelloing and
sclerosis of the
lens nuclear
Mild Moderate #ronounced ,e-ere
6#'28&)
Measured as
aggregate
percentage of
the
intrapupillary
space
occupied by
the opacity
Obscure "%/
of
intrapupillay
space
Obscure "%/0
(%/ of
intrapupillary
space
Obscure (%/0
2%/ of
intrapupillary
space
Obscure more
than 2%/ of
intrapupillary
space
P6/'(#26#
/-48&5/-)&#
Measured as
aggregate
percentage of
the posterior
capsular area
occupied by
the opacity
Obscures '/
of the area of
the posterior
capsule
Obscures '%/
of the area of
the posterior
capsule
Obscures
'%/0(%/ of
the area of the
posterior
capsule
Obscures more
than (%/ of
the area of the
posterior
capsule
20
G&.4&# 2$3$ K&'&#&* S-4*&5/-)&# P6/'(#26#
G&.4&# 2$4$ K&'&#&* K6#'2*&)
G&.4&# 2$;$ K&'&#&* N-*)(&#
21
7erdasarkan stadium, katarak dibagi atas & stadium
(+)
>
a. 4atarak insipien

4ekeruhan lensa tidak teratur. 9erbentuk bercak0bercak yang membentuk


gerigi dasar di perifer dan daerah !ernih diantaranya. 4ekeruhan terletak di
daerah korteks anterior dan posterior dan hanya tampak bila pupil
dilebarkan. 4ekeruhan ini boleh menimbulkan poliopia oleh karena indeks
refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa.
b. 4atarak Imatur

4ekeruhan yang lebih tebal tetapi belum mengenai semua lensa sehingga
masih terdapat bagian yang !ernih pada lensa. #ada stadium ini ter!adi
hidrasi korteks yang mengakibatkan lensa men!adi bertambah cembung.
#encembungan lensa ini akan memberikan refraksi dimana mata akan
men!adi miopik. 6!i bayangan iris pada keadaan ini positif.
c. 4atarak Matur

4ekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. 7ila proses degenerasi


terus berlaku, maka akan ter!adi pengeluaran air bersama0sama hasil
disintegrasi melalui kapsul. 5ensa berukuran normal dan iris tidak
terdorong ke depan. #ada stadium ini, terdapat deposit kalsium dan u!i
bayangan iris negatif.
d. 4atarak Hipermatur

Merupakan proses degenerasi lan!ut lensa sehingga korteks mengkerut dan


berarna kunung. #engeriputan lensa dan mencairnya korteks, nukleus
lensa tenggelam ke arah baah (4atarak Morgagni). 6!i bayangan iris
memberikan gambaran pseudopositif.
2$2$;$ M&+23(/'&/2 K)2+2/
". ?e!ala sub!ektif dari pasien dengan katarak antara lain
(+)
>
a. #enurunan ta!am penglihatan dan silau serta gangguan fungsional akibat
kehilangan penglihatan.
22
b. ,ilau pada malam hari.
$. ?e!ala ob!ektif biasanya meliputi
(+)
>
a. #engembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina #tak
akan tampak dengan oftalmoskop. 4etika lensa sudah men!adi opak,
cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan ta!am
men!adi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan
men!adi kabur atau redup.
b. #upil yang normalnya hitam akan tampak abu0abu atau putih.
#englihatan seakan0akan melihat asap dan pupil mata seakan akan
bertambah putih.
c. #ada akhirnya apabila katarak telah matang pupil akan tampak benar0
benar putih ,sehingga refleks cahaya pada mata men!adi negatif.
'. ?e!ala umum gangguan katarak meliputi
(+)
>
a. #englihatan tidak !elas, seperti terdapat kabut menghalangi ob!ek.
b. ?angguan penglihatan bisa berupa >
i. #eka terhadap sinar atau cahaya.
ii. )apat melihat dobel pada satu mata (diplopia).
iii. Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.
i-. 5ensa mata berubah men!adi buram seperti kaca susu.
-. 4esulitan melihat pada malam hari
-i.Melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa
menyilaukan mata
-ii. #enurunan keta!aman penglihatan (bahkan pada siang hari)

&. ?e!ala lainya adalah >
a. ,ering berganti kaca mata
b. #englihatan sering pada salah satu mata.
c. 4adang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan
tekanan di dalam mata (glukoma) yang bisa menimbulkan rasa nyeri.
("*)

23
2$2$"$ D2&,+6/2/
4atarak biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan rutin mata. ,ebagian
besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat aam sampai men!adi cukup
padat (matur atau hipermatur) dan menimbulkan kebutaan. 3amun, katarak, pada
stadium perkembangannya yang paling dini, dapat diketahui melalui pupil yang
didilatasi maksimum dengan ophtalmoskop, kaca pembesar, atau slitlamp. 1undus
okuli men!adi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya kekeruhan
lensa, sampai reaksi fundus sama sekali hilang. #ada stadium ini katarak biasanya
telah matang dan pupil mungkin tampak putih.
(".)
#emeriksaan yang dilakukan pada pasien katarak adalah pemeriksaan sinar
celah (slit0lamp), funduskopi pada kedua mata bila mungkin, tonometer selain
daripada pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya seperti adanya infeksi
pada kelopak mata, kon!ungti-a, karena dapat penyulit yang berat berupa
panoftalmitis pasca bedah dan fisik umum. #ada pasien diabetes, diperiksa !uga
kadar glukosa darahnya.
(".)

2$2$<$ P(+&'&)&*/&+&&+
4atarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Bkan tetapi !ika
ge!ala katarak tidak mengganggu, tindakan operasi tidak diperlukan. 4adang kala
cukup dengan mengganti kacamata. ,e!auh ini tidak ada obat0obatan yang dapat
men!ernihkan lensa yang keruh. 3amun, aldose reductase inhibitor, diketahui
dapat menghambat kon-ersi glukosa men!adi sorbitol, sudah memperlihatkan
hasil yang men!an!ikan dalam pencegahan katarak gula pada hean. Obat anti
katarak lainnya sedang diteliti termasuk diantaranya agen yang menurunkan kadar
sorbitol, aspirin, agen glutathione0raising, dan antioksidan -itamin H dan C.
(')

#enatalaksanaan definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa.
5ebih dari bertahun0tahun, tehnik bedah yang ber-ariasi sudah berkembang dari
metode yang kuno hingga tehnik hari ini phacoemulsifikasi. Hampir bersamaan
24
dengan e-olusi IO5 yang digunakan, yang ber-ariasi dengan lokasi, material, dan
bahan implantasi. 7ergantung pada integritas kapsul lensa posterior, ada $ tipe bedah
lensa yaitu intra capsuler cataract e!traction (IHHC) dan e!tra capsuler cataract
e!traction (CHHC).
(".)
25
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
3$1 K(#&+,*& K6+/(5
7erdasarkan tu!uan penelitian di atas, maka kerangka konsep dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut >
?ambar '.". 4erangka konsep penelitian
26
Durasi
Merokok
Stadium
Katarak
Jenis Kelamin
Umur
Katarak yan
dise!a!kan
ole" Dia!etes
Melitus #i$e 2
3$2 D(32+2/2 O5(#&/26+&)
Iariable yang akan di teliti adalah semua penderita )M yang menderita penyakit
katarak.
a. )iabetes Melitus

suatu kumpulan ge!ala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh
karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin
baik absolut maupun relati-e.
($)

b. 4atarak

merupakan setiap keadaan kekeruhan lensa mata yang dapat ter!adi akibat
penambahan cairan lensa, pemecahan protein lensa atau keduanya, dan
dapat menimbulkan gangguan penglihatan !ika terbentuk pada aksis
penglihatan.
("2)
Merupakan salah satu komplikasi pada )M.
c. #re-alensi

)efinisi > #re-alensi adalah proporsi subyek yang sakit pada suatu aktu
tertentu (kasus lama dan baru).
($%)

d. 6mur
)efinisi > usia saat pertama kali penderita )M dengan penyakit katarak
datang berobat, sesuai dengan yang tercatat pada kartu status pasien.
D Hara ukur > Obser-asi rekam medik
D Blat ukur > ;ekam medik
D Hasil ukur > a. &% = &2 tahun
b. (% = (2 tahun
c. +% = +2 tahun
d. A *% tahun
,kala ukur > ,kala Inter-al
27
e. Jenis 4elamin
D )efinisi > !enis kelamin penderita )M dengan komplikasi sesuai dengan
yang tercatat pada kartu status pasien
D Hara ukur > Obser-asi rekam medik
D Blat ukur > ;ekam medik
D Hasil 6kur > a. #ria
b. Wanita
,kala ukur > 3ominal
f. )urasi menderita )M
)efinisi > rata0rata lamanya pasien menderita )M sehingga menyebabkan
komplikasi penyakit katarak, sesuai dengan yang tercatat pada kartu status
pasien.
D Hara ukur > Obser-asi rekam medik
D Blat ukur > ;ekam medik
D Hasil 6kur > a. % "% tahun
b. M"% tahun
D ,kala ukur > ,kala Inter-al
g. Merokok
)efinisi > kegiatan menghisap rokok. Jumlah perokok yang menderita
katarak diabetes, sesuai dengan yang tercatat pada kartu status pasien.
D Hara ukur > Obser-asi rekam medik
D Blat ukur > ;ekam medik
D Hasil ukur > a. :a
b. 9idak
D ,kala ukur > 3ominal
28
h. 4atarak
)efinisi > tingkat perkembangan kekeruhan pada lensa mata, sesuai dengan
yang tercatat pada kartu status pasien.
D Hara ukur > Obser-asi rekam medik
D Blat ukur > ;ekam medik
D Hasil ukur > a. Imatur
b. Matur
D ,kala ukur > 3ominal
29
BAB IV
METODE PENELITIAN
4$1 J(+2/ P(+()2'2&+
#enelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross
sectional dimana pada penelitian ini dilakukan obser-asi data untuk
menggambarkan tentang pre-alensi katarak pada pasien diabetes melitus tipe $
yang diraat di poliklinik mata ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar dan retrospektif
dikarenakan pengumpulan data berdasarkan data sekunder, yakni rekam medik
pasien.
4$2 W&*'- %&+ T(.5&' P(+()2'2&+
#enelitian ini dilaksanakan di ;umah ,akit 6mum )aerah 5abuang 7a!i,
Makassar.5okasi ini dipilih karena rumah sakit ini rumah sakit pusat ru!ukan
region gerbang ,elatan, mencakup 4abupaten ?oa, 4abupaten 9akalar,
4abupaten Jeneponto, termasuk untuk masyarakat yang berdomisili di sisi selatan
4ota Makassar. Waktu pengambilan dan pengumpulan data penelitian
dilaksanakan pada tanggal ( Mei $%"& = "+ Mei $%"&
30
4$3 P65-)&/2 %&+ S&.5()
#opulasi adalah keseluruhan subyek penelitian.
($")
#opulasi penelitian
adalah seluruh pasien dengan diagnosis katarak yang diraat di poliklinik mata
;umah ,akit 6mum )aerah 5abuang 7a!i, Makassar selama periode Januari $%"'
sampai )esember $%"'.
,ampel adalah bagian dari populasi yang meakili populasi yang akan
diambil.
($$)
7esar sampel yang digunakan ialah dengan metode total sa$pling,
dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua populasi yang
sesuai dengan kriteria penelitian.
4riteria inklusi dari penelitian ini adalah seluruh pasien katarak yang
tercatat dalam rekam medik, sementara kriteria eksklusi yang digunakan adalah
pasien yang tidak didapati riayat diabetes melitus tipe $ pada rekam medik.
4$4 T(*+2* P(+,-.5-)&+ D&'&
#engumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang
diperoleh dari rekam medik di ;umah ,akit 6mum )aerah 5abuang 7a!i,
Makassar. )ari data sekunder tersebut kemudian dilakukan obser-asi untuk
mengetahui sosiodemografi (umur, !enis kelamin), lamanya diabetes melitus tipe $
yang diderita, !enis katarak yang diderita oleh pasien tersebut serta riayat
merokok yang dimiliki oleh masing0masing pasien tersebut.
31
4$; P(+,6)&0&+ %&+ A+&)2/2/ D&'&
#engolahan dan analisa data dibagi dalam beberapa tahap, yaitu
pengumpulan data, pengolahan data, penya!ian data, analisis@interpretasi data dan
pengambilan kesimpulan.
($')
)alam penelitian ini, setelah data dikumpulkan dan
dicatat kemudian diolah menggunakan program ,#,, (+tatistical ,roduct and
+er"ice +olution).
32
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
;$1$ H&/2) P(+()2'2&+
#engambilan data penelitian telah dilaksanakan selama dua minggu yaitu
mulai ( Mei $%"& = "+ Mei $%"& di bagian rekam medik ;,6) 5abuang 7a!i,
Makassar. ,ampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosis
katarak yang diraat di poliklinik mata ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar selama
rentang aktu bulan Januari $%"' sampai )esember $%"'. )ari $'$ buah rekam
medik pasien dengan katarak yang diperiksa, ditemukan &* buah rekam medik
pasien dengan katarak dan diabetes melitus tipe $ yang memenuhi kriteria untuk
dimasukkan sebagai sampel. 7erdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data
rekam medik, maka dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut >
;$1$1$ D(/*#25/2 L6*&/2 P(+()2'2&+
#enelitian dilakukan di ;umah ,akit 6mum )aerah 5abuang ba!i,
Makassar yang terletak di bagian selatan 4ecamatan Mama!ang 4ota Makassar
tepatnya di Jalan )r.;atulangi 3o. ." Makassar.;umah ,akit ini !uga men!adi
rumah sakit 9ipe 7 dan !uga sebagai pusat ru!ukan region gerbang ,elatan,
mencakup 4abupaten ?oa, 4abupaten 9akalar, 4abupaten Jeneponto, termasuk
untuk masyarakat yang berdomisili di sisi selatan 4ota Makassar. )ikeluarkannya
#erda #emerintah )aerah #ro-insi ,ulaesi ,elatan 3omor + 9ahun $%%$ yang
33
merubah status dari ;,6) non pendidikan men!adi 7# ;,6) 5abuang 7a!i yang
berada dibaah dan bertanggung !aab langsung kepada ?ubernur ,ulaesi
,elatan, namun sebelumnya ;,6) 5abuang 7a!i telah 9erakreditasi dengan (
(lima) bidang pelayanan 4emudian dengan dikeluarkannya #eraturan )aerah
3omor 2 9ahun $%%. pada tanggal $" Juli $%%. dengan merubah struktur
organisasi ;,6) 5abuang 7a!i dari bentuk badan men!adi ;umah ,akit 6mum.
;$1$2$ D(/*#25/2 K&#&*'(#2/'2* S&.5()
;$1$2$1$ D2/'#24-/2 F#(*-(+/2 K&'&#&* B(#%&/&#*&+ J(+2/ K()&.2+
)ari hasil pengumpulan data didapatkan sebanyak &* pasien katarak yang
memenuhi kriteria men!adi sampel penelitian, terdiri dari "+ orang laki0laki dan
'" orang perempuan.
?ambar (." )istribusi 1rekuensi 4atarak 7erdasarkan Jenis 4elamin
;$1$2$2$ D2/'#24-/2 F#(*-(+/2 K&'&#&* B(#%&/&#*&+ K()6.56* U.-#
34
?ambar (.$ )istribusi 1rekuensi 4atarak 7erdasarkan 4elompok 6mur
)ari gambar (.$ diperoleh data pasien yang menderita katarak paling
banyak ter!adi pada kelompok usia +%0+2 tahun sebanyak $" orang (&(/), diikuti
dengan kelompok usia (%0(2 tahun sebanyak "( orang ('$/), kelompok usia A *%
tahun sebanyak 2 orang ("2/), dan paling sedikit yaitu pada kelompok usia &%0&2
tahun sebanyak $ orang (&/).
;$1$2$3$ D2/'#24-/2 F#(*-(+/2 K&'&#&* B(#%&/&#*&+ L&.&+9& M(+%(#2'& DM
T25( 2
35
?ambar (.' )istribusi 1rekuensi 4atarak 7erdasarkan 5amanya Menderita )M
9ipe $
)ari gambar (.', diperoleh pasien katarak yang paling banyak diderita
oleh penderita )iabetes Melitus tipe $ N "% tahun ialah sebanyak $+ orang (((/),
dan diikuti dengan penderita )iabetes Melitus tipe $ A "% tahun sebanyak $"
orang (&(/).
;$1$2$4$ D2/'#24-/2 F#(*-(+/2 K&'&#&* B(#%&/&#*&+ R2=&9&' M(#6*6*
36
?ambar (.(.)istribusi 1rekuensi 4atarak 7erdasarkan ;iayat Merokok
)ari gambar (.(, diperoleh pasien katarak dengan riayat merokok
sebanyak "( orang ('$/), dan pasien katarak tanpa riayat merokok sebanyak '$
orang (+. /).
;$1$2$;$ D2/'#24-/2 F#(*-(+/2 K&'&#&* B(#%&/&#*&+ J(+2/ K&'&#&*
37
?ambar (.( )istribusi 1rekuensi 4atarak 7erdasarkan Jenis 4atarak
)ari gambar (.(, diperoleh tipe katarak yang paling banyak diderita oleh
penderita )iabetes Melitus 9ipe $ ialah Imatur sebanyak '. orang (."/), tipe
katarak terbanyak pada penderita )iabetes Melitus 9ipe $ ialah Matur sebanyak +
orang ("'/) dan diikuti gabungan dari imatur dan matur sebanyak ' orang (+/).
;$1$3$ P#(>&)(+/2 K&'&#&* %(+,&+ D2&4('(/ M()2'-/ '25( 2
38
7erdasarkan hasil penelitian pada "(. rekam medis dengan diagnosis
katarak yang diraat di poliklinik mata ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar pada
tahun $%"' sebanyak &* orang sehingga pre-alensi katarak pada penderita
diabetes melitus tipe $ dapat dihitung sebagai berikut >
#re-alensi 4atarak pada )M tipe $
U
U K "%%/
U $2,*(/
;$2$ P(.4&0&/&+
#ada penelitian ini, melalui gambar (.", diperoleh hasil penelitian ini
menun!ukkan distribusi pasien terbanyak yang mengalami katarak diabetik
berdasarkan !enis kelamin adalah perempuan, yaitu sebanyak '" penderita (++/).
Menurut hasil penelitian ;aman, ;. et al pada tahun $%"% di India, didapatkan
penderita katarak diabetik terbanyak adalah perempuan sebanyak '%+ penderita
((".&/).
($&)
Menurut hasil penelitian 4im ,. dan 4im J. pada tahun $%%+ di 4orea,
didapatkan penderita katarak diabetik terbanyak adalah perempuan, yaitu
sebanyak $*% penderita (('."(/). 7erdasarkan teori 7aJiad ("22+), dikatakan
anita lebih cenderung mendapat penyakit setelah menopause karena lebih
dipengaruhi faktor hormonal estrogen.
($()
39
7erdasarkan gambar (.$, diperoleh hasil penelitian ini menun!ukkan
distribusi pasien terbanyak yang mengalami katarak diabetik berdasarkan umur
adalah kelompok dengan rentang umur +% = +2 tahun, yaitu sebanyak $" orang
(&(/). Menurut hasil penelitian ;otimi, H. et al pada tahun $%%' di Bfrika 7arat,
didapatkan sebanyak $+" ((%.&/) pasien dalam kelompok rentang umur &+ = +(
menderita katarak diabetik. )ata dari 1ramingham dan beberapa penelitian
menun!ukkan ter!adi peningkatan pre-alensi katarak sebesar tiga sampai empat
kali lipat pada penderita diabetes melitus yang berusia dibaah +( tahun dan
peningkatan sebesar dua kali lipat lebih pada penderita diabetes melitus yang
berusia di atas +( tahun. ,un!aya dalam penelitiannya pada tahun $%%2
menyatakan pembentukan katarak ter!adi seiring dengan peningkatan umur karena
proses penuaan dan diabetes melitus sebagai faktor risiko yang memicu
pembentukan katarak dengan cepat.
($+)
,ementara dari gambar (.', diperoleh hasil penelitian ini menun!ukkan
distribusi pasien terbanyak yang mengalami katarak diabetik berdasarkan durasi
adalah pada kelompok dengan durasi N "% tahun ((..+/). Menurut penelitian
;oaeld, ;.7 di 5ibya, sebanyak &+ orang ("$.(/) yang menderita diabetes
melitus tipe $ dengan durasi L * tahun. Menurut penelitian IaJ, 3.H et al pada
tahun $%"" di ?oa, India, sebanyak *" orang ($'.&/) yang menderita diabetes
melitus tipe $ dengan durasi N "% tahun.
($*)
7erdasarkan penelitian kohort oleh
;otimi H, et al. pada tahun $%%( di Bfrika 7arat dalam ;iJkaati ($%"$)
menyatakan bahaa ke!adian katarak pada penderita diabetes melitus lebih dari
dua kali lipat berisiko dibanding orang yang tidak menderita diabetes melitus. Hal
ini menun!ukkan bahaa diabetes melitus merupakan faktor risiko yang penting
40
dalam pembentukan katarak. 4adar gula darah yang tidak terkontrol !uga dapat
mempercepat pembentukan katarak pada pasien diabetes.
($.)
41
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
"$1$ K(/2.5-)&+
)ari hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan baha >
". )ari hasil penelitian ini, yaitu dari &* !umlah pasien yang menderita
katarak akibat )iabetes Melitus 9ipe $, didapatkan sebanyak "+ orang
('&/) adalah laki0laki dan sebanyak '" orang (++/) adalah
perempuan. )engan arti kata lain, !umlah perempuan lebih banyak
menderita katarak karena )iabetes Melitus 9ipe $.
$. 4arakteristik umur pasien terbanyak yang menderita 4atarak )iabetik
adalah pada kelompok umur +% = +2 tahun, yaitu sebanyak $" orang
(&&,*/) dari !umlah penderita 4atarak )iabetik.
'. 4ebanyakan pasien, yaitu sebanyak $+ orang (((.'/) yang menderita
4atarak )iabetik mempunyai riayat )iabetes Melitus dalam durasi N
"% tahun.
&. )ari !umlah &* orang yang menderita 4atarak )iabetik, didapatkan
pasien yang berada di stadium imatur adalah sebanyak &" orang
(.*,$/) dan pasien yang berada di stadium matur adalah sebanyak +
orang ("$,./). #asien di stadium imatur lebih banyak dari pasien di
stadium matur.
(. )ari penelitian ini, !uga didapatkan riayat pasien 4atarak )iabetik
yang merokok sebanyak "+ orang ('&/) dan '" orang (++/) tidak
mempunyai riayat merokok. )engan arti kata lain, !umlah pasien
yang mempunyai riayat merokok adalah kecil.
+. )ari penelitian ini, didapatkan pre-alensi katarak pada pasien diabetes
melitus tipe $ di ;,6) 5abuang 7a!i, Makassar sebesar $2,*(/
selama periode Januari = )esember $%"'.
42
"$2$ S&#&+
)ari seluruh proses penelitian yang telah di!alankan dalam
menyelesaikan penelitian ini, maka dapat diungkapkan beberapa saran
yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berperan
dalam penelitian ini, yaitu >
". 7agi pihak ;,6). 5abuang 7a!i Makassar disarankan agar pencatatan
status pasien pada rekam medis dilakukan dengan lebih teratur dan
lengkap untuk memudahkan peneliti yang akan melakukan penelitian
berdasarkan rekam medis.
$. )iharapkan kepada ;,6). 5abuang 7a!i Makassar, khususnya
subbagian Cndokrinologi #enyakit )alam, untuk memberi penanganan
dan edukasi kepada pasien )iabetes Melitus 9ipe $ secara menyeluruh
supaya dapat mencegah ter!adinya komplikasi dari penyakit ini.
'. #enyuluhan tentang kesehatan mata terhadap pasien diabetik serta
pemeriksaan mata sebaiknya rutin dilakukan di #uskesmas, #uskesmas
#embantu, #osyandu dan tempat pelayanan kesehatan lainnya agar
mereka dapat mencegah ter!adinya pembentukan katarak.
&. #emberian edukasi kepada pasien diabetes yang lebih muda supaya
pemeriksaan mata di lakukan lebih sering dan seaal mungkin untuk
mencegah terbentuknya katarak.
(. #ada pasien diabetes, ditekankan tentang bahayanya merokok dan
efeknya pada pembentukan katarak.
43
DAFTAR PUSTAKA
". B)B (Bmerican )iabetes Bssociation) $%%&. Diagnosis and
Classi#ication o# DM. )iabetes Hare, -ol $*. B-ailable from> http>@@ care.
diabetes!ournals. org@ content@ $*@supplV"@s(.full.pdfWhtml X"2 Mei $%"&Y.
$. Bddison )., J.,Miguel 3. 7urnier, Jr., Hecil H. Cing ($%%+), Ian M.
Mac)onald, 7rent J. MacInnis, J. Hlement McHulloch ($%%*), et al $%%..
Canadian Ophthal$ological +ociety e"idencebased clinical practice
guidelines #or cataract surgery in the adult eye. Hanada> Hanadian Journal
of Ophthalmology (HJO). B-ailable from > http>@@ ++."&*.$&&.$&.@Z
cosscoca@ pcontent@uploads@$%"$@%2@HO,VHataractH#?sVOct%..pdf
XBccesed "2 Mei $%"&Y.
'. 4yselo-a, P., M. ,tefek, I. 7auer $%%&. ,har$acological pre"ention o#
diabetic cataract. ,lo-akia> Journal of )iabetes and Its Homplications.
B-ailable from > http>@@.uef.sa-.sk@4yselo-aVfiles@J)H0cataract
/$%re-ie.pdf XBccesed $% Bpril $%"&Y.
&. 4im, ,. II, 4im, ,. II $%%+. ,re"alence and -isk .actors #or Cataracts in
,erson &ith %ypes ( Diabetes Mellitus. 4orea> 4orean Journal of
Ophthalmology
(. #ollreisJ, B. and 6rsula ,chimidt0Crfurth $%"%. Diabetic Cataract
,athogenesis, /pide$iology and %reat$ent. Bustria > Hindai #ublishing
Horporation. B-ailable from > http>@@ . hindai. com@ !ournals@
!op@$%"%@+%.*("@ XBccesed ". Bpril $%"&Y.
+. Ilyas ,, "22*. Il$u ,enyakit Mata. 1akultas 4edokteran 6ni-ersitas
Indonesia, Jakarta
*. 7runner dan ,uddarth $%%". 0epera&atan Medikal 1edah 'ol.) /2C.
Jakarta> 4eperaatan 7edah Jilit '.
.. 7aJiad, B. "22+.%erapi Hor$onal3 Alternati# 1aru penanggulangan
$asalah $enopause dan ko$plikasinya dala$ ,akasi 4+. Menopause3
$asalah dan penanganannya. Jakarta> 7alai #eneribit 14 6I.
2. Hhristanty, 5. $%%.. ,erbedaan 'isual Outco$e ,ascaoperasi 0atarak
disertai ,enana$an Intraokular 4ensa antara penderita 0atarak +enilis
tanpa DM dengan DM non-etinopati. ,emarang> 1akultas 4edokteran
6ni-ersitas )iponegoro. B-ailable from>
http>@@eprints.undip.ac.id@$&&+%@"@5aura.pdf XBccessed $" Mei $%"&Y
"%. Hharan, ,.,., ,harma, ;.?. "2*%. -elationship bet&een lenticular and
blood calciu$ content in "arious types o# hu$an cataractous lenses. India>
Indian Journal of Ophthalmology. B-ailable from >
http>@@.i!o.in@teKt.asp["2*%@". XBccessed "* Mei $%"&Y.
"". )eepa. 4, 3andini. M, ,udhir $%"". O!idati"e stress and calciu$ le"els in
senile and type ( Diabetic Cataract ,atients. India> International Journal
of #harma and 7io ,ciences. B-ailable from > .i!pbs.net XBccessed '"
Mei $%"&Y.
"$. C-a, #., ;. and John #. Whitcher $%"%. 'aughan 5 Asbury O#tal$ologi
6$u$. Jakarta > #enerbit 7uku 4edokteran C?H.
44
"'. ?usta-iani, ;eno $%%+. Diagnosis dan 0lasi#ikasi Diabetes Melitus 1uku
A7ar Il$u ,enyakit Dala$ 8ilid II /disi *. Jakarta> #usat #enerbitan
)epartment Ilmu #enyakit )alam 146I.
"&. 3athan, )., M., "22'. 4ong%er$ Co$plications o# Diabetes Melitus. 9he
3e Cngland Journal of Medicine. B-ailable from> http>@@ . ne!m. org@
doi@ full@"%."%(+@3CJM"22'%+"%'$.$'%+ XBccesed $+ Bpril $%"&Y.
"(. InJucchi, ,., C. $%%(. %he Diabetes Melitus Manual3 A pri$ary care
co$panion to /llenberg and -i#kin9s +i!th /dition. 6,B > Mc ?ra Hill
Hompanies, Inc.
"+. Ja-adi, M., B., ,iamak Parei0?hana-ati, $%%.. Cataract in Diabetic ,atients3
A -e"ie& Article. Iran> Journal of Ophthalmic and Iission. B-ailable from>
http>@@.!o-r.ir@indeK.php@!o-r@article@-ie1ile@2@2 XBccesed $& Bpril
$%"&Y.
"*. 4handekar, ;., Mohammed, B.J. $%%2. 2ender ine:uality in "ision loss and
eye diseases> C-idence from the ,ultanate of Oman. India> Indian Journal of
Ophthalmology. B-ailable from >
http>@@.ncbi.nlm.nih.go-@pmc@articles@#MH$."$*+'@\]poU+*..(*"
XBccessed $% Mei $%"&Y.
".. Murrill, H., B., )a-id 5. ,tanfield, Michael ). Ian7rocklin, Ian 5. 7ailey,
7rian #. )en7este, ;alph H. )iIorio et al $%%&. 6+A Opto$etric Clinical
,ractice 2uideline Care o# the Adult ,atient &ith Cataract. 6,B> Bmerican
Optometric Bssociation Honsensus #anel. B-ailable from >
http>@@.aoa.org@documents@H#?0..pdf XBccesed $( Bpril $%"&Y.
"2. M-itu0Muaka, M., 5ongo0MbenJa, 7., 3kondi MB $%"". -elationship
bet&een Cataract and Metabolic +yndro$e a$ong A#rican %ype ( Diabetics.
,outh Bfrica> 6ni-ersity of 4inshasa.
$%. #utra, M. Bgung Cka $%"". ,re"alensi 0ebutaan Akibat 0atarak di ,oliklinik
Mata -+6, Ha7i Ada$ Malik. B-ailable from> repository. usu. ac.id@
bistream@ "$'&(+*.2@$&+('@'chapterIIpdf. XBccesed $% Bpril $%"&Y.
$". ;iJkaati $%"$. Hubungan Antara 0e7adian 0atarak Dengan Diabetes
Melitus Di ,oli Mata -u$ah +akit Dr. +oedarso ,ontianak. 4alimantan>
1akultas 4edokteran 6ni-ersitas 9an!ungpura, B-ailable from>
!urnal.untan.ac.id@indeK.php@!fk@article@...@$."2@$.'& XBccessed $+ Mei $%"&Y.
$$. ;egina $%"$. 0o$plikasi Diabetes Melitus. )iabetes Melitus.org #usat
Informasi #enyakit )M. B-ailable from> http>@@ diabetesmelitus. org@
komplikasi0diabetes0 melitus@ XBccesed $% Bpril $%"&Y.
$'. IaJ, 3.H, 1erreira BM, 4ulkarni, M3, IaJ, 1.,, #into, 3; $%"". ,re"alence
o# Diabetic Co$plications in -ural 2oa, India. India> Indian Journal of
Hommunity Medicine.
$&. ;aman ;., ,akshyar. ,.#., James ,.4.B., #adma!a 4.;. $%"%. ,re"alence
and -isk .actors #or Cataract in Diabetes3 +ankara Nethralaya Diabetic
-etinopathy /pider$iology and Molecular 2enetics +tudy. India> )epartment
of #re-enti-e Ophthalmology, ,ankara 3ethralaya.
$(. 7aJiad, B. "22+.%erapi Hor$onal3 Alternati# 1aru penanggulangan
$asalah $enopause dan ko$plikasinya dala$ ,akasi 4+. Menopause3
$asalah dan penanganannya. Jakarta> 7alai #eneribit 14 6I
$+. ;osenfeld, ,., I., Mark H. 7lecher, James H. 7obro, Hynthia B. 7radford,
$%%*. 4ens and Cataract. 6,B > Bmerican Bcademy of Ophthalmology.
45
$*. ;oaeld, ;.7, 4adiki, O.B $%%+. ,re"alence o# longter$ co$plications
a$ong %ype ( Diabetic patients in 1engha;i, 4ibya. 5ibya> Journal of
)iabetology in Bsia ,tudy ?roup. .
$.. ;otimi, H., )aniel, H., Hhen, ?., Opoku, I., )unston, ?., Hollins, 1. et al
$%%'. ,re"alence and Deter$inants o# Diabetic -etinopathy and Cataracts in
West A#rican %ype ( Diabetes ,atients. Bfrica> Cthnicity and )isease Iol "'
46
47