Anda di halaman 1dari 3

23

BAB III
HAMBATAN DAN PEMECAHANNYA
A. IDENTIFIKASI HAMBATAN PPL
Dalam pelaksanaan pembelajaran, sebagai seorang guru harus bisa
mengatur serta mengelola kelas sebagai wadah proses pembimbingan serta
pembelajaran siswa. Tugas guru yang paling berat yaitu, membimbing siswa-
siswi dengan berbagai karakter, dengan pola pikir yang berbeda-beda, tingkat
kemampuan serta minat yang berbeda-beda pula. Di hadapkan dengan kondisi
tersebut sebagai seorang guru tentunya harus bisa memberikan solusi yang
tepat dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran dengan berbagai
pendekatan pemecahan masalah yang nantinya akan memberikan motivasi
baru dalam proses pelaksanaan pembelajaran.
Selama pelaksanaan PPL di SMA Negeri 3 Surakarta, praktikan
banyak menemui hambatan. Hambatan tesebut ada yang berasal dari siswa,
lingkungan sekolah dan dari praktikan sendiri. Hambatan yang berasal dari
siswa antara lain:
1) Sebagian besar siswa memiliki sifat individualis yang mengakibatkan
siswa kurang bisa bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
2) Sikap siswa terhadap PPL yang kurang mempercayai kemampuan PPL,
sehingga masih ditemukan siswa yang tidak memperhatikan saat
praktikan mengajar.
Hambatan yang datang dari siswa sering ditemukan saat praktikan
mengadakan praktikum materi laju reaksi di laboratorium. Praktikum diikuti
oleh semua siswa dari kelas XI IPA1 XI IPA7. Dalam praktikum ini,
praktikan menemui berbagai macam karakter dari banyak siswa. Hambatan
yang paling sering ditemui adalah, banyaknya siswa yang diam dan kurang
ingin bekerja sama dalam kelompoknya, sehingga yang dilakukan hanya
melihat teman-teman satu kelompoknya bekerja. Juga perhatian siswa yang
kurang pada saat pemimpin praktikum menerangkan petunjuk kerja di depan
kelas, sehingga siswa kurang memahami petunjuk kerja yang harus mereka
lakukan. Hal tersebut membuat siswa banyak yang bertanya dan praktikan
24

bekerja dua kali , yaitu menerangkan di depan kelas dan di masing-masing
meja siswa.
Hambatan yang berikutnya yaitu yang berasal dari lingkungan
sekolah. Hambatan yang berasal dari lingungan sekolah lebih ditekankan
pada sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Di SMA N 3 Surakarta
hampir tidak ada masalah dengan sarana dan prasarana di sekolah. Semua
sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mengajar sudah tersedia.
Hambatan yang terakhir yaitu hambatan dari praktikan sendiri.
Hambatan yang berasal dari praktikan yaitu:
1) Hambatan yang terjadi karena keterbatasan materi kesetimbangan, materi
yang sangat terbatas ini membuat praktikan sedikit kebingungan dalam
mencari waktu pelaksanaan ujian mengajar, oleh karena itu praktikan
menjadi sedikit terburu-buru untuk melaksanakan ujian praktek
mengajar.
2) Praktikan kurang tegas dalam menghadapi siswa saat mengajar, sehingga
ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan saat pelajaran.

B. PEMECAHAN HAMBATAN PPL
Dari beberapa hambatan yang tersebut, maka penulis mencari
pemecahan masalah dari hambatan yang dialami selama melaksanakan PPL.
Adapun pemecahan yang dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut:
1. Pemecahan untuk hambatan yang datang dari siswa :
a) Praktikan berusaha memberikan metode diskusi yang menarik dengan
mengelompokkan siswa secara heterogen, kemudian memberikan
kesempatan bagi siswa untuk berkompetisi dalam menjawab soal
diskusi dengan memberikan reward bagi pemenangnya.
b) Praktikan berusaha menarik perhatian siswa dengan suara yang
lantang, kemudian memberikan metode- metode pengajaran yang
menarik seperti memberikan video animasi dalam mengajar.
2. Pemecahan untuk hambatan yang dari praktikan sendiri:
a) Keterbatasan materi kesetimbangan dapat diantisipasi sesegera
mungkin oleh praktikan berkat bantuan guru pamong mata pelajaran
25

kimia yang terus membimbing praktikan. Praktikan melakukan
konsultasi , baik kepada guru pamong maupun dosen pembimbing.
Praktikan juga mencoba untuk mengotak-atik materi, supaya pada saat
pelaksanaan ujian, praktikan bisa menggunakan materi yang tepat.
b) Kekurang tegasan praktikan untuk memperingatkan siswa di depan
kelas, membuat praktikan kurang diperhatikan saat mengajar. Oleh
karena itu, untuk menangani hal tersebut, praktikan sesekali
mendatangi meja siswa untuk memperingatkan siswa tersebut dengan
halus, tanpa harus menegaskan dari depan kelas.
Beberapa hal tersebut merupakan upaya praktikan untuk memecahkan
permasalahan akibat hambatan-hambatan yang telah disebutkan. Baik
hambatan dari siswa, maupun dari praktikan sendiri. Sehingga pada akhirnya,
praktikan dapat melaksanakan kegiatan PPL ini dengan lancar sampai
pelaksanaan ujian akhir praktik mengajar.