Anda di halaman 1dari 5

Geologi Bumiayu & Sangiran

Posted on July 15, 2011 | Leave a comment


I. Bumi Ayu
1.1 Sejarah penemuan fosil
Fosil vertebrata pertama kali ditemukan disekitar Kali (=sungai) Glagah 9 km utara Bumi Ayu (Jawa
tengah) oleh H.De Zwaan (Zwierzycki, 1926). Kebanyakan dari fosil-fosil tersebut bersifat surface find
terutamanya dari dasar kali Glagah, Kali Biuk dan Ci Saat.

Pada tahun 1925-1930 kawasan tersebut mulai dipetakan oleh Ter Haar dan beberapa penggalian dilakukan
oleh Geological Survey terutama di Kali Glagah beds (=Fm. Kali Glagah) (Ter Haar, 1934).
Fosil-fosil yang diperoleh dari ekskavasi kemudian dipelajari oleh Van Der Maarel (1932) dan
Koenigswald (1933/34). Nama yang pertama mempelajari proboscideans & hippos dan yang kedua:
deer, hippo, probiscidean, carnivore & bovids. Sayangnya Koenigswald tidak menjelaskan dari level
mana fosil vertebrata tsb berasal. Dia mengelompokan semua fosil yang berasal dari Fm. Kali Glagah ke
dalam Fauna Untere Wirbeltierschichten (lower vertebrate horizon)
Urutan lapisan batuan di kawasan Kali Glagah adalah (dari tua ke muda):
(1) Fm.Kali Biuk: Pliosen bawah
(2) Fm.Kali Glagah (Kali Glagah serie): Pliosen atas
(3) Mengger horizont: Plestosen
(3) Fm.Gintung: Plestosen
1.2 Fm. Kali Glagah (Kali Glagah serie): Pliosen atas
Fm. Kali Glagah terletak selaras di atas lapisan Turritella yang merupakan lapisan teratas dari Formasi
Kalibiuk (Kalibiuk serie). Secara umum litologi Fm. Kali Glagah dicirikan oleh: batupasir andesitik
(dengan struktur silang-siur), konglomerat, napal hijau dan lempung hitam (Ter Haar, 1934). Pada
batupasir terdapat struktur cross-bedded
Beberapa fosil vertebrate dan non vertebrate dijumpai di dalam Fm. Kali Glagah al: Stegodon, moluska:
Unio, Melania, Corbicula dan Viviparus dan fosil tumbuhan. Oleh Koenigswald semua fosil vertebrata dari
Fm.Kali Glagah dikelompokan ke dalam Fauna Untere Wirbeltierschichten (lower vertebrate horizon)
Di atas Fm.Kali Glagah terdapat Mengger horizont yang tdd: tuff abu-abu, batupasir tufaan, lapisan tufa
dan konglomerat. Lapisan di atas Mengger horizont adalah Fm.Gintung yang didalamnya terdapat fosil
vertebrata dan fosil kayu. Oleh Koenigswald semua fosil vertebrata dari Fm.Gintung dikelompokan ke
dalam Fauna Obere Wirbeltierschichten (upper vertebrate horizon)
1.3 Fauna pada Fm. Kali Glagah
Untere Wirbeltierschichten (lower vertebrate horizon)
Menurut Sondaar (1984), pada Untere Wirbeltierschichten (lower vertebrate horizon) terdapat campuran
fosil-fosil vertebrata yang berasal dari Fm. Kali Glagah bagian atas dan bawah.
Kumpulan fosil dalam Untere Wirbeltierschichten (lower vertebrate horizon) al: Mastodon bumiajuensis,
Stegodon trigonocephalus, Hexaprotodon simplex, Hexaprotodon sivalensis, Sus stremmi, Cervus
problematicus, Cervus stehlini, Cervus zwaani, Antilope gracilicornis, Antilope saatensis, Bubalus sp,
Lutra robusta, Panthera.sp
Menurut Koenigswald (1935) fosil-fosil anggota Untere Wirbeltierschichten yang tua diwakili oleh
Mastodon bumiajuensis, Hexaprotodon simplex, Cervus sp dan Geochelone. Sedangkan yang lebih muda
al: Stegodon trigonocephalus, Hexaprotodon sivalensis, Sus stremmi, Antilope, Bubalus, cervids dan
felids.
Dikemudian hari Koenigswald dan Ter Haar sadar bahwa Kali Glagah serie bagian atas dan bawah
mempunyai kumpulan fauna yang berbeda.
Berdasarkan keadaan ini Sondaar (1984) membagi kumpulan fauna pada Fm. Kali Glagah menjadi dua
yaitu (tua ke muda): Fauna Satir dan Fauna Ci Saat.
Fauna Satir
Ciri dari fauna ini adalah miskin akan species. Jenis hewan yang dominan terdapat di dalam fauna ini al:
Mastodon, Hexaprotodon (simplex) dan cervid.
Mengenai Mastodon dan Hexaprotodon (simplex), hingga sampai saat ini masih merupakan problem
terutama mengenai bagaimana hubungan evolusi antara kedua jenis hewan tersebut dan tingkat ke-
endemic-kannya (Sondaar, 1984; pp.226).
Sondaar (1977) mengatakan jika suatu kumpulan fauna terdapat banyak jenis cervid, proboscideans dan
hippos maka hal ini mencirikan kondisi isolated island. Keadaan ini belaku untuk Fauna Satir.
Fauna Ci Saat
Jenis hewan yang umum terdapat di dalam fauna ini adalah Stegodon, Hexaprotodon (sivalensis), cervid
dan felid, sementara bovid tidak begitu banyak.
Stegodon, Hexaprotodon (sivalensis) dan felid dianggap sebagai pendatang baru yang mana menurut
Sondaar (1984) kedatangan mereka itu menyebabkan kepunahan Mastodon dan Geochelone dari Fauna
Satir.
Berdasarkan asosiasi faunanya Fauna Ci Saat masih dalam kondisi isolated island tetapi sudah
menampakan hubungan dengan mainland dengan terdapatnya fosil field.
Oberer Wirbeltierschichten (upper vertebrate horizon)
Fosil Elephas yang ditemui oleh Stehlin (1925) mungkin berasal dari Mengger atau Fm.Gintung
1.4 Mengger Horizon: Plestosen
Mengger Horizon terletak di atas Fm. Kali Glagah. Litologinya dicirikan oleh tufa abu-abu, batupasir
tufaan, lempung tufaan dan konglomerat. Ketebalan Mengger Horizon kira-kira 150 meter.
1.5 Gintung series: Plestosen
Fm. Gintung terletak selaras di atas Mengger Horizon, dengan ketebalan sekitar 200 m. Litologinya
dicirikan oleh: konglomerat andesitik, batupasir dan lempung hitam. Fm. Gintung juga mengandung fosil
vertebrata yang dikelompokan kedalam Fauna Obere Wirbeltierschichten (upper vertebrate horizon).
II. Sangiran
2.1 Pendahuluan
Fosil vertebrate di Sangiran dijumpai pada lapisan-lapisan (dari tua ke muda): Black clay/Fm. Pucangan
(Fm.Sangiran), Grenzbank (calcified conglomerat) dan Fm.Kabuh (Bapang).
Para peneliti terdahulu sering mengkorelasikan formasi batuan di Sangiran dengan formasi batuan di Jawa
timur, misalnya antara Black clay (Fm.Sangiran) dengan Fm.Pucangan dan antara Grenzbank dan
Fm.Kabuh (Bapang) dengan Fm.Kabuh.
Di wilayah Jawa timur, lokasi tipe dari Formasi Pucangan adalah di desa Pucangan, 20 km utara Jombang
dan lokasi tipe Formasi Kabuh adalah di desa Kabuh.
Secara stratigrafi Fm.Pucangan terletak di bawah Fm.Kabuh. Menurut Sondaar (1984; pp.230) secara
litologi kedua formasi (Pucangan dan Kabuh) tersebut sulit untuk dibedakan.
Menurut Sondaar (1984; pp.230) peng-korelasi-an tersebut tidak dibenarkan karena masing-masing
formasi batuan tersebut mengandung fauna yang berbeda.
Black Clay/Fm.Pucangan bagian bawah mengandung Fauna Satir yang berumur Pliosen atas, dan
Fm.Pucangan mengandung fosil vertebrata yang dinamakan sebagai Fauna Kd.Brubus yang berumur
Plestosen tengah (Sondaar dkk, 1983).
Berdasarkan hal itu maka Jawa timur muncul lebih belakangan dari Sangiran (Jawa tengah) yaitu pada
Plestosen tengah.
2.2 Temuan fosil vertebrate di Black Clay/Fm.Pucangan (Fm.Sangiran)
Tim Indonesia-Jepang (1979) mengatakan bahwa Black Clay bagian bawah (Pondok dan Bukuran)
mempunyai kandungan fauna yang miskin. Umumnya fauna didominasi oleh jenis rusa dan
Hippopotamus. Sedangkan di bagian atasnya (Cengklik) didominasi oleh Bubalus palaeokerabau dan
Bibos palaeosondaicus.
Secara umum fauna dalam Black clay bagian bawah mempunyai kemiripan dengan Fauna Satir yang
berumur Pliosen atas dan fauna dalam Black clay bagian atas mirip dengan Fauna Ci Saat (Sondaar, 1984;
pp.232)
2.3 Temuan fosil vertebrate di Grenzbank
Fosil vertebrate di Grenzbank lebih bervariasi dibandingkan Black Clay, antaralain: carnivora, Stegodon,
rhino, Sus dan Duboisia.
Secara umum fauna dalam Grenzbank mempunyai kemiripan dengan Fauna Trinil HK (Sondaar, 1984;
pp.232).
2.4 Temuan fosil vertebrate di Fm.Kabuh (Bapang)
Temuan yang khas adalah Elephas (yang mempunyai mahkota gigi yang tinggi)
Secara umum fauna dalam Fm.Kabuh (Bapang) mempunyai kemiripan dengan Fauna Kd.Brubus yang
berumur Plestosen tengah (Sondaar, 1984; pp.232)
2.5 Kehadiran manusia awal di P.Jawa
Berdasarkan kepada analisis fluorine dating oleh Matsuura (1982) bukti awal kehadiran manusia purba
(H.erectus) di P.Jawa terdapat pada bagian atas Black clay atau pada Grenzbank (yaitu S.1, 4 & 5)
Paleo-Info 3[2], 28 Maret 2003
About these ads
Like
Be the first to like this.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.
LEAVE A REPLY

SEARCH IT!
Search for:
Search

RECENT ENTRIES
Turner 1987
Environmental Scie
12 falsafah hidup org Jawa
Diamond
14 kriteria orang miskin
Scott & Turner
Sejarah Kebud Sunda
Ibnu Katsir
Jaman logam awal & budaya Dongson
Budaya Yangshao & Longshan
LINKS
WordPress.com
WordPress.org