Anda di halaman 1dari 7

PATOFISIOLOGI SINDROM NEFROTIK

Reaksi antara antigen-antibodi menyebabkan permeabilitas membran basalis glomerulus


meningkat dan diiukti kebocoran protein, khususnya akbumin. Akibatnya tubuh
kehilangan albumin lebih dari 3.5 gram/hari sehingga menyebabkan hipoalbuminemia,
yang diikuti gambaran klinis sindrom nefrotik seperti edema, hiperlipoproteinemia dan
lipiduria.
Patofisiologi beberapa gejala Sindroa Nefroti!
1. Proteinuria
Proteinuria yang teradi terutama proteinuria glomerular. Proteinuria tubulus hanya
sebagai pemberat deraat proteinuria pada sindrom nefrotik.
Peningkatan permeabilitas membran basalis kapiler-kapiler glomeruli dosertai
peningkatan filtrasi protein plasma dan akhirnya teradi proteinuria. !ekanisme
peningkatan permeabilitas kapiler-kapiler glomeruli tidak diketahui elas. "eberapa
faktor yang turut menentukan deraat proteinuria sangat kompleks, diantaranya#
konsentrasi plasma protein, berat molekul protein, muatan elektris protein, integritas
barier membran basalais, muatan elektris pada filtrasi barier, reasorbsi, sekresi dan
katabolisme sel tubulus serta degradasi intratubular dan urin.
$edua macam proteinuria %glomerular dan tubular& dapat diketahui hanya dengan
pemeriksaan elektroforesis proteinuria atau selekti'itas proteinuria. Proteinuria
tubular terdiri dari alfa dan beta globulin dan mempunyai berat molekul rendah.
Proteinuria tubular terutama berhubungan dengan penyakit aringan interstisial seperti
sindrom (anconi dan Pielonefritis.
). *ipoalbuminemia
Plasma protein terutama terdiri dari albumin, yang mempunyai berat molekul +,.---.
*epar memegang peranan penting untuk sintesis protein bila tubuh kehilangan
seumlah protein, baik renal maupun non-renal. !ekanisme kompensasi dari hepar
untuk meningkatkan sintesis albumin, terutama untuk mempertahankan komposisi
protein dalam ruang ekstra'askuler dan intra'askuler.
Pada sindrom nefrotik, selalu terdapat hipoalbuminemia meskipun sintesis albumin
meningkat di hepar. $eadaan hipoalbuminemia dapat disebabkan oleh beberapa
faktor.
- $ehilangan protein dari tubuh melalui urin dan usus
- $atabolisme albumin, pemasukan berkurang karena nafsu makan menurun dan
mual-mual
- /tilisasi asam amino yang menyertai penurunan faal ginal.
0ika kompensasi sintesis albumin dalam hepar tidak adekuat, plasma albumin
menurun, teradi keadaan hipoalbuminemia. *ipoalbuminemia akan diikuti oleh
hipo'olemia yang mungkin menyebabkan uremia prerenal dan tidak arang teradi
oliguric acute renal failure. Penurunan faal ginal akan mengurangi filtrasi 1atrium
dari glomerulus namun keadaan hipoalbuminemia akan mencegah resorpsi 1a ke
dalam kapiler peritubuler. Resorpsi 1a secara pasif sepanang 2oop of *enle
bersamaan dengan resorpsi ion 3l secara aktif sebagai akibat rangsangan dari keadaan
hipo'olemia. !ekanisme keadaan hipo'olemia yang merangsang resorpsi 3l dan 1a
tdak diketahui pasti. "eberapa macam diuretik seperti (urosemid yang bekera pada
loop of *enle sangat efektif menimbulkan natriuresis pada 41.
Retensi 1a dan air yang berhubungan dengan sistem renin-angiotensin-aldosteron
dapat teradi ika 41 telah memperlihatkan tanda-tanda aldosteronisme sekunder.
Retensi air dan natrium ini dapat dikeluarkan dari tubuh dengan pemberian takaran
tinggi diuretik yang mengandung antagononis aldosteron.
3. 5dema
6angguan pada membran basal glomerulus akan menyebabkan peningkatan
permeabilitas glomerulus terhadap protein dan teradi proteinuria, sehingga tubuh akan
kekurangan protein termasuk albumin dan imunoglobulin. 7leh karena itu tubuh akan
kekurangan albumin yang keluar melalui urine, dan kompensasi hati untuk mensintesis
albumin tidak cukup untuk menutup kekurangan tersebut sehingga teradi keadaan
hipoalbuminemia. $eadaan ini akan menyebabkan tekanan onkotik plasma menurun dan
tidak dapat mengimbangi tekanan hidrostatik plasma tersebut, sehingga tekanan
hidrostatik yang seolah-olah membesar tersebut akan mendorong cairan plasma keluar ke
ruang interstisial yang disebut dengan edema. $eadaan edema ini menyebabkan 'olume
intra'askular menurun dan menyebabkan tubuh berkompensasi dengan mengaktifkan
system renin-angiotensin-aldosteron dan A8* sehingga teradi retensi air dan natrium.
$emampuan hepar dalam mengkompensasi sintesis albumin tidak mencukupi kebutuhan
albumin dalam tubuh. !aka keadaan berkurangnya intake protein oleh karena anoreksia
dan malnutrisi serta penyakit hepar akan memperburuk kekurangan albumin tersebut.
$eadaan hipoalbumin ini akan merangsang peningkatan sintesis 282 dan 9282,
menurunkan katabolisme lipoprotein, dan meningkatkan precursor kolesterol . 7leh
karena itu di dalam tubuh akan teradi peningkatan trigliserida, fosfolipid, dan uga
kolesterol sehingga tercapai keadaan hiperlipidemia. 2ipiduria uga teradi karena
manifestasi dari lipid casts dan free fat droplets yang menembus glomerulus ginal keluar
melalui urin.
6lobulin dalam plasma berikatan dengan 'itamin 8 %)5-hidro:ycalciferol& dan tiroksin.
Pada keadaan proteinuria globulin uga akan banyak keluar dari tubuh sehingga tubuh
akan kehilangan 'itamin 8 dan tiroksin yang aktif %konsentrasi 'itamin 8 dan tiroksin
bebas serta ;4* dalam plasma tetap&. $ehilangan 'itamin 8 aktif akan menyebabkan
penurunan absorpsi kalsium dari usus, sehingga akan teradi keadaan hipokalsemia, dan
akan teradi keadaan hiperparatiroidism, osteomalasia dan menurunnya kadar kalsium
yang terionisasi dalam plasma. $eadaan kadar tiroksin terikat globulin yang menurun
kadang-kadang akan menyebabkan keadaan hipotiroidism.
Pada sindroma nefrotik uga akan teradi peningkatan agregasi platelet, peningkatan
fibrinogen dan factor koagulasi, serta penurunan antitrombin, sehingga tubuh akan
mengalami hiperkoagulability. 7leh karena akti'itas koagulasi yang berlebih ini, maka
resiko teradinya tromboemboli akan meningkat.
*ipoalbumin menyebabkan penurunan tekanan onkotik dari kapiler-kapiler
glomeruli, diikuti langsung oleh difusi cairan ke aringan interstitial, klinis disebut
edema %sembab&. Penurunan tekanan onkotik mungkin disertai penurunan 'olume
plasma dan hipo'olemia. *ipo'olemiansi dapat menyebabkan retensi natrium dan air.
Proteinuria masih menyebabkan hipoalbuminemia dan penurunan tekanan onkotik
dari kapiler-kapiler glomeruli dan akhirnya teradi edem.
!ekanisme sembab dari sindrom nefrotik dapat melalui beberapa alur berikut ini.
a. 0alur langsung
Penurunan tekanan onkotik dari kapiler glomerulus dapat langsung menyebabkan
difusi cairan ke dalam aringan interstitial dan disebut sembab.
b. 0alur tidak langsung
Penurunan tekanan onkotik dari kapiler glomerulus dapat menyebabkan
penurunan 'olume darah efektif yang menimbulkan konsekuensi berikut.
Akti'asi sistem renin-angiotensin-aldosteron
$enaikan plasma renin dan angiotensin < rangsangan kelenar adrenal
<sekresi hormon aldosteron < sel-sel tubulus terangsang < absorpsi ion
1a < ekskresi 1a menurun.
$enaikan akti'asi saraf simpatetikdan circulating cathecolamines.
$enaikan akti'asi saraf simpatetik dan konsentrasi katekolamin
<resistensi 'askuler glomerulus meningkat. $enaikan ini dapat diperberat
oleh kenaikan plasma renin dan angiotensin. $enaikan resistensi'askuler
renal menyebabkan penurunan 2(6, ke naiakn desakan 4tarling kapiler
peritubular. $edua keadaan itu mempengaruhi ekskresi ion natrium yang
pada akhirnya menyebabkan kenaikan 'olume cairan ekstraseluler dan
akhirnya menyebabkan penurunan kardiak outpout, penurunan aliran
darah ke ginal serta penurunan filtrasi glomerulus.
=. *iperlipoproteinemia dan hiperfibrinogenemia
Pada sindroma nefrotik, semua fraksi lipoprotein kecuali *82 akan meninggi.
!ekanisme hiperlipoproteinmeia pada sindrom nefrotik tidak diketahui. 8iduga
berhubungan dengan mobilisasi lemak tubuh untuk sintesis protein setelah teradi
keseimbangan negatif protein. *iperkolesterolemia dapat merupakan indikator
hiperlipoproteinemia pada sindrom nefrotik.
5. $elainan tubulus ginal
Proteinuria masif sering diikuti oleh glikosuria, aminoasiduria dan fosfaturia
>alaupun tidak diumpai 8! atau nefropati paraprotein. *ipokalsiuria dapat
merupakan gambaran 41 >alaupun 2(6 masih normal.
$omponen ?mun
8eposit di 6lomerulus
Reaksi ?mun
Perubahan 4truktur dinding kapiler
Permeabilitas !eningkat
$ehilangan 4erum Protein !eningkat
Penurunan
;ekanan
7smotik
5dema
9olume sirklasi
darah menurun
Aldosteron @
$ecepatan (iltrasi A
1atriuretic peptide A
Retensi air dan 1a
Akti'itas li'er @
4intesis
2ipoprotein @
*iperlipidemia
Perubahan
$oagulasi
!alnutrisi
protein
*iperkoagulasi