Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS KODE ETIK GURU INDONESIA

1. Dasar Kode Etik


Dalam Kode Etik Guru Indonesia secara tidak langsung
disebutkan pada bagian tiga pasal 6, bahwa dasar kode etik guru
ditetapkan berdasarkan pada UUD 194, UU !entang "istem
#endidikan $asional, Undang%Undang !entang Guru dan Dosen, dan
ketentuan #erundang%Undang lainn&a'
Dasar kode etik ini dirasakan sudah cukup sesuai dan berkaitan
dengan kode etik guru &ang telah ditetapkan karena dasar kode etik
tersebut secara khusus membahas mengenai hal%hal &ang berkaitan
dengan pendidikan' "elain itu dasar kode etik tersebut merupakan
peraturan perundang%undangan &ang si(atn&a legal dan )alid &ang
ditetapkan oleh pemerintah'
2. Kode Etik Guru Indonesia mengatur tentang:
#engertian, !u*uan, dan +ungsi Kode Etik
asa! 1: #ada a&at , disebutkan bahwa kode etik guru
merupakan pedoman sikap pergaulan sehari%hari
di dalam dan !uar seko!a"' -engatur perilaku
guru di luar sekolah merupakan hal &ang cukup
sulit direalisasikan' .ingkungan luar sekolah
merupakan lingkungan tak terbatas atau bersi(at
bebas' "aat di luar sekolah, tidak ada pihak &ang
benar%benar mampu mengontrol perilaku guru
sehingga sulit menentukan apakah tindakan &ang
dilakukann&a sesuai atau tidak sesuai dengan
norma perilaku guru seharusn&a' /aikn&a, hal ini
dikembalikan lagi kepada norma%norma &ang
berlaku di mas&arakat, terkait apakah perilaku
guru tersebut sudah sesuai dengan norma atau
belum tergantung pada pribadi guru masing%
masing' "ehingga nantin&a, karena norma &ang
berlaku merupakan norma &ang sudah ada di
mas&arakat, maka sangsi terhadap norma tersebut
pun dilakukan oleh mas&arakat'
"umpah01an*i Guru Indonesia
$ilai%$ilai Dasar dan 2perasional
asa! #: #ada a&at , disebutkan bahwa Kode Etik Guru
Indonesia bersumber dari ni!ai$ni!ai kom%etensi
%edagogik' 3al ini perlu mendapat perhatian
lebih, karena (aktan&a saat ini pro(esi guru *uga
diisi oleh lulusan%lulusan non%kependidikan, &ang
artin&a, bagaimana dapat mengerti kode etik guru
&ang bersumber dari nilai nilai kompetensi
pedagogik, *ika ilmu kependidikan pun belum
paham'
asa! &: #ada pasal 6 a&at 1 point + disebutkan bahwa
guru menghindarkan diri dari tindak kekerasan
'sik (ang di !uar )atas kaida" %endidikan.
#erlu rincian lebih lan*ut mengenai bentuk
kekerasan 4sik di luar batas kaidah pendidikan'
Karena mungkin pada beberapa guru, melakukan
kontak 4sik merupakan salah satu strategi guru
dalam menga*ar agar siswa dapat lebih (ocus pada
pela*aran' "elain itu kontak 4sik *uga terkadang
dilakukan di sekolah dengan siswa &ang cenderung
bertindak di luar batas kewa*aran' "ehingga
diharapkan dengan adan&a rincian lebih lan*ut
sangsi &ang diberikanpun men*adi lebih *elas dan
tegas'
asa! &: #ada pasal 6 a&at 1 point # disebutkan bahwa
guru tidak )o!e" menggunakan "u)ungan
dan tindakan %ro*essiona! dengan peserta
didikn&a untuk mem%ero!e" keuntungan$
keuntungan %ri)adi. 1uga pada a&at , poin G
disebutkan bahwa guru tidak )o!e"
menggunakan "u)ungan dan tindakan
%ro*essiona! dengan orangtua0wali siswa untuk
mem%ero!e" keuntungan$keuntungan
%ri)adi. .alu pada a&at point G disebutkan
bahwa guru tidak )o!e" menerima +an+i,
%em)erian dan %u+ian &ang dapat
mempengaruhi keputusan atau tindakan%tindakan
proesionaln&a' +aktan&a, hal%hal tersebut %&ang
*uga merupakan salah satu bentuk nepotisme%
sudah merupakan rahasia umum &ang telah
mengakar di mas&arakat' Untuk mencegah hal ini
tentun&a diperlukan peraturan &ang lebih tegas
agar sangsi terhadap pelanggaran kode etik ini
dapat ditindak secara tegas'
#elaksanaan, #elanggaran, dan "anksi
asa! -: #ada a&at , dan 5 disebutkan bahwa guru &ang
melanggar Kode Etik Guru dikenakan sanksi dan
*enis pelanggaran meliputi %e!anggaran ringan,
sedang, dan )erat. 1enis pelanggaran &ang
dikategorikan perlu rincian lebih lan*ut sebagai
acuan atau rambu%rambu bagi guru dalam
bertindak' "elain itu, sanksi dapat diberikan apabila
ter*adi pelanggaran pun perlu perincian lebih lan*ut
agar nantin&a sanksi &ang diberikan merupakan
sanksi &ang tepat dan la&ak, sesuai dengan
pelanggaran &ang dilakukan'
Ketentuan !ambahan
asa! 1.: #ada pasal 16 disebutkan bahwa tenaga ker*a
asing &ang dipeker*akan sebagai guru /a+i)
mematu"i Kode Etik Guru Indonesia' -ungkin
diperlukan ketentuan tambahan berupa s&arat%
s&arat men*adi tenaga pendidik di Indonesia agar
ter*adi kesamaan pola pikir tentang bagaimana
cara mendidik siswa di Indonesia &ang tentun&a
berkaitan dengan perilaku guru &ang diatur dalam
Kode Etik'
0. Kesesuaian Kode Etik 1erkaitan dengan 2ungsi
Kode Etik Guru Indonesia sudah sesuai dengan (ungsi atau peran
guru &ang diatur dalam pasal 6 a&at 1%6' 3al ini dapat terlihat dari7
8&at 1 point 8
Guru berperilaku secara pro(esional dalam melaksanakan tugas
didik, menga+ar, mem)im)ing, mengara"kan, me!ati",
meni!ai, dan menge3a!uasi %roses dan "asi!
%em)e!a+aran'
8&at 1 point E
Guru secara perseorangan atau bersama%sama secara terus%
menerus berusaha men4i%takan, meme!i"ara, dan
mengem)angkan suasana seko!a" (ang men(enangkan
se)agai !ingkungan )e!a+ar (ang e*ekti* dan e'sien bagi
peserta didik'
8&at , point 8
Guru berusaha mem)ina "u)ungan ker+asama (ang e*ekti*
dan e'sien dengan Orangtua56a!i sis/a dalam
melaksannakan proses pedidikan'
8&at , point E
Guru )erkomunikasi se4ara )aik dengan orangtua5/a!i
sis/a mengenai kondisi dan kema+uan %eserta didik dan
proses kependidikan pada umumn&a
8&at 5 point 8
Guru men+a!in komunikasi dan ker+asama (ang "armonis,
e*ekti* dan e'sien dengan mas(arakat untuk mema*ukan
dan mengembangkan pendidikan'
8&at 5 point /
Guru mengakomodasikan as%irasi mas(arakat da!am
mengem)angkan dan meningkatkan kua!itas %endidikan
dan %em)e!a+aran.
8&at 4 point 8
Guru memelihara dan meningkatkan kiner+a, %restasi, dan
re%utasi seko!a"'
8&at 4 point 1
Guru mem)asiskan diri %ada ni!ai$ni!ai agama, mora!, dan
kemanusiaan dalam setiap tindakan pro(esional dengan
se*awat'
8&at point /
Guru berusaha mengem)angkan dan mema+ukan disi%!in
i!mu %endidikan dan )idang studi (ang dia+arkan
8&at point 9
Guru terus menerus meningkatkan kom%etensin(a.
7. Sanksi Ter"ada% e!anggaran Kode Etik 89ukum dan
:as(arakat;
"eperti &ang sudah disebutkan di bagian dua, pada pasal , a&at
6 point + dan #, diperlukan sanksi &ang lebih tegas &ang mengatur
tentang pelanggaran terhadap kode etik &ang telah ditetapkan' 3al ini
tentun&a diperlukan agar guru dapat lebih berhati%hati dalam bertindak
dan *uga membuat *era pihak &ang melanggar'
"anksi &ang berlaku bukan han&a sanksi tertulis &ang ditetapkan
oleh pihak%pihak &ang berkepentingan namun *uga berupa sanksi &ang
diberikan oleh mas&arakat, seperti pengucilan atau kesan negati)e
&ang terbentuk' Ini tentun&a sangat diperlukan agar guru dapat
bertindak sesuai perilaku &ang seharusn&a tidak han&a di dalam
lingkungan sekolah namun *uga di lingkungan luar sekolah &akni di
mas&arakat'
#. ertim)angan Kode Etik (ang Ingin Ditam)a"kan
/eberapa pertimbangan kode etik &ang ingin ditambahkan
&akni7
Kode Etik da!am 1er%enam%i!an
-engatur tentang cara berpakain &ang rapi dan sopan
sesuai dengan kaidah agama &ang dianut dan norma mas&arakat
&ang berlaku
Kode Etik da!am eri!aku Umum di Seko!a"
-engatur tentang perilaku%perilaku &ang umum dilakukan
di lingkungan luar sekolah, namun tidak untuk di lingkungan
sekolah' "eperti7 .arangan merokok bagi guru di lingkungan
sekolah dan bagaimana menanamkan *iwa disiplin oleh guru di
sekolah'