Anda di halaman 1dari 19

Proyek Perencanaan BPAL

Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-1

BAB V
DED PENGOLAHAN TAHAP I (FISIK)


Primary treatment ini terdiri dari beberapa bangunan pengolahan fisik, antara lain:
1. Sumur Pengumpul
2. Pompa
3. Bar Screen
4. Grit Chamber
5. Bak Pengendap I
Berikut ini merupakan perhitungan untuk masing-masing unit selengkapnya.

5.1. Sumur Pengumpul dan Pompa
Sumur pengumpul berfungsi untuk menampung air limbah dari saluran pembawa
dan menstabilkan variasi debit air limbah yang akan diolah. Pompa dalam air limbah
berfungsi untuk menaikkan air limbah dari sumur pengumpul menuju instalasi pengolahan
selanjutnya. Dalam perencanaan ini digunakan adalah screw pump dimana batang besi yang
berputar, disesuaikan dengan satu, dua, atau lebih helical blade yang berputar dengan
kemiringan tertentu yang akan mendorong air limbah naik ke atas. Pompa ini dapat
beroperasi pada kecepatan yang konstan dengan variasi debit yang besar dan memiliki
efisiensi yang cukup baik. Pompa yang digunakan sebanyak 2 buah, 1 untuk operasi dan 1
sebagai cadangan. Desain sumur pengumpul direncanakan sebagai berikut.
- Berbentuk segi empat
- Jumlah sumur pengumpul 1 buah
- Waktu detensi 5 menit, untuk menghindari terjadinya pengendapan lumpur.
- Q ave = 0,335 m
3
/detik
- Jarak antar pompa 0,9 m
- Kedalaman = 5 m

Berikut adalah perhitungan sumur pengumpul dan pompa:
- Volume sumur pengumpul
= Qave td (asumsi awal)
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-2

= 0,335 m
3
/detik 300 detik
= 100,5 m
3

- Dimensi sumur pengumpul
As = vol / h
As = 100,5/5
As = 20,1 m
2

Karena diasumsikan p = l , maka bisa ditentukan
As = L
2

L = A = 4,5 m
P = 4,5 m
Free board = 0,3 m
- Cek waktu detensi
detik 300
/detik m 335 , 0
m 5 5 , 4 5 , 4
Q
volume
td
3
3
= = =
x x
(OK, kriteria desain 10 menit)
Kriteria desain screw pump (Metcalf & Eddy, 1981):
Diameter screw (m) = 0,3 3, dipilih 0,9 m
Kapasitas debit (m/detik) = 0,01 3,2
Sudut kemiringan () () = 30-38, dipilih 30
Head total (m) = 9

- Kedalaman air di sumur pengumpul:
h
1
= m 49 , 0 30 Cos x m) (0,9 x
4
3
Cos x D x
4
3
0
= = o
- Kedalaman air di discharge :
m 0,19
4
m 0,75

4
D
h = = = A
- Total head pompa :
H = Hstatis + A h h
1
= 5 m + 0,19 m 0,49 m = 4,7 m
Power pompa pada efisiensi 70 % :
P = )
efisiensi
Q
x Hs x g x (
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-3

P = Kwh 22,06 Wh 22.065,5
7 , 0
/s m 0,335 x m 4,7 x m/s 9,81 x kg/m 1000
3 3
= =

5.2. Bar Screen
Screen berfungsi untuk menyaring benda-benda padat dan kasar yang terbawa oleh
saluran. Prinsip yang digunakan adalah menghilangkan bahan padat kasar dengan
menggunakan sederet bahan baja dan diletakkan berdekatan dengan melintang arah aliran.
Kecepatan aliran harus lebih besar dari 0,3 m/detik agar bahan padat yang telah tertahan
didepan saringan tidak terjepit dan menghalangi aliran air. Bar screen yang digunakan adalah
tipe pembersih manual. Diketahui:
- Q ave = 0,335 m
3
/detik
- Kecepatan aliran (m/s) = 0,3 0,6 dipilih 0,5 m/s
- Slope batang dari vertikal () = 45 60 dipilih 60
- Jarak antar batang (b) (mm) = 25 50dipilih 30 mm
- Diameter batang (w) = 0,02 m
- Faktor bentuk batang (circular) () = 1,79
Perhitungan bar screen adalah sebagai berikut.
- A cross =

=


= 1,12 m
Asumsi tinggi : lebar = 2: 1
Lebar saluran =

= 0,75 m
- Jumlah batang
L = (n 1).b + n . w
0,75 = (n 1).0,03 + n.0,02
0,75 = 0,05n - 0,03
n = 14
- Jumlah bukaan antar batang (S)
S = n + 1
= 14 + 1 = 15 buah celah
- Lebar bukaan antar batang total (Wc)
Wc = L - n.w
= 0,75 - (14 . 0,02)
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-4

= 0,41 m = 41 cm
- Panjang kisi kisi yang terendam (Hs)
Lebar saluran = 0,75 m
Tinggi saluran = 0,75 x 2 = 1,5 m
Hs = H air peak / sin
= 1,5 / sin 60 = 1,7 m
- Kecepatan aliran melalui kisi
o Dalam keadaan tidak tersumbat
V = Qave / (Wc x Hs) = 0,335 / (0,41 x 1,7) = 1,39 m/detik
o Dalam keadaan clogging (50% tersumbat)
Dimana Wc = 0,5 Wc
= 0,5 x 0,41 = 0,21 m
V = 2 x V = 2 x 1,39= 2,78 m/detik
- Kehilangan Tekanan (Hf)
o Dalam keadaan tidak tersumbat
hv = (V)
2
/ 2g = 1,39
2
/ (2 . 9,81) = 0,09 m
Hf =

hv . sin
Hf = 1,79
3 / 4
03 , 0
02 , 0
(

x 0,09 x sin 60 = 0,08 m


o Dalam keadaan clogging
7 , 0
1
2
] . [ ] ' [
2 2
x
g
pembawa sal V V
Hf

=
7 , 0
1
81 , 9 . 2
] 3 , 0 [ ] 78 , 2 [
2 2
x

= = 0,57 m

Saluran Pembawa
Merupakan saluran pembawa dari sumur pengumpul menuju grit chamber agar debit
terbagi dengan baik antar dua grit chamber.
Perhitungan :
Direncanakan :
- Saluran segiempat dibuat dari beton (n = 0,015)
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-5

- Q saluran = Qave = 0,335 m
3
/dtk
- Q tiap grit chamber = 0,168 m
3
/dtk
- Panjang saluran (L) = 2 m
- Kecepatan (v) = 0,5 m/det
Perhitungan :
- Dimensi Saluran Pembawa :
A =
V
Q
=
5 , 0
168 , 0
= 0,336 m
2

A = L x h = 2h x h
0,336 = 2h
2

h = 0,4 m
Jadi dimensi saluran pembawa :
Panjang (L) = 2 m
Lebar (B) = 0,75 m
Kedalaman (h) = 0,4 m + 0,3 m (fb) = 0,7 m
- Headloss di saluran :
Mayor Losses
V =
2
1
3
2
2
1
(

+ L
hf
h b
h x b
n

0,5 =
2
1
3
2
2 ) 7 , 0 2 ( 75 , 0
7 , 0 75 , 0
015 , 0
1
(

+
hf
x
x

Hf = 0,0072 m
Slope
= hf/L = 0,0072 m / 2 m
= 0,0036
Head kecepatan (hv) :
hv
g
V
2
2
=
) 81 , 9 ( 2
5 , 0
2
= = 0,012 m
Headloss total saluran :
= hf + hv
= 0,0072 m + 0,012 m
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-6

= 0,0192 m
Berikut ini merupakan sketsa dari sumur pengumpul, pompa, dan bar screen.
sumur pengumpul saluran pembawa



4,5 m

Bar screen
4,5 m
screw pump
Gambar 5.1. Sketsa Sumur Pengumpul


Screw pump
sumur pengumpul 60

Saluran Pembawa



Gambar 5.2. Tampak Samping Denah Sumur Pengumpul

5.3. Grit Chamber
Grit chamber berfungsi untuk mengendapkan grit atau padatan tersuspensi yang
terbawa air buangan agar tidak mengganggu pengolahan selanjutnya. Grit merupakan fraksi
organik berat dari bahan padat air limbah termasuk butiran kasar dari jalan, kulit telur, abu,
arang, gelas dan pecahan logam. Terbawanya grit dalam proses akan mengganggu efisiensi
pengolahan terutama pada pengolahan lumpur karena grit tidak dapat diuraikan.


0,9 m
30
o

Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-7



Tabel 5.1 Kriteria Desain Grit Chamber
No Parameter Simbol Satuan
Besaran
Range Tipikal
1 Waktu detensi td detik 45 - 90 60
2 Kecepatan horisontal vh m/s 0,25 - 0,4 0,3
3 Kecepatan pengendapan vs m/menit
- 65 mesh material (d = 0,21mm) 1,0 - 1,3 1,15
- 100 mesh material (d = 0,15 mm) 0,6 - 0,9 0,75
4 Perbandingan headloss pada - % 30 - 40 36
daerah kontrol dengan kedalaman
Saluran
5 Panjang saluran L M 10 - 20 -
6 Volume pasir Vp m
3
/1000 0,03 -
7 Penambahan panjang bak yang diijinkan
untuk turbulensi (aktual) L % 25 - 50 50
Sumber : Metcalf & Eddy, 1991
Direncanakan menggunakan horisontal flow grit chamber sebanyak 2 bak grit
chamber.
Diketahui :
- Q = 0,335 m
3
/dt
- Waktu detensi (td) = 45 detik
- Partikel terkecil yang diendapkan (d) = 65 mesh = 0,21 mm
- Kecepatan pengendapan (Vs) = 1 m/menit = 0,017 m/detik
- Kecepatan horisontal (Vh) = 0,25 m/detik
Direncanakan :
- Jumlah bak = 2 buah
- Q tiap bak = 0,335 m
3
/detik / 2 = 0,168 m
3
/detik
- Kedalaman bak (h) = td x vs = 45 x 0,017 m/detik = 0,75 m
Perhitungan :
- A cross bak (Ac)
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-8

=
Vh
bak tiap Q
=
ik m
ik m
det / 25 , 0
det / 168 , 0
3

= 0,672 m
2

- Volume bak
= Q tiap bak x td
= 0,168 m
3
/detik x 45 detik
= 7,56 m
3

- A surface
= Vol / h = 7,56 m
3
/ 0,75 m
= 10,08 m
2

- Lebar
L =

= 1,6 m
- Panjang
P = 4 x L = 4 x 1,6 = 6,4 m
- Dimensi masing masing bak Grit Chamber :
Panjang (P) = 6,4 m
Lebar (L) = 1,6 m
Kedalaman pengendapan (H) = 0,75 m + 0,3 m (fb) = 1,05 m
- Headloss =
g H L
Q
2
1
2

|
|
.
|

\
|


=
81 , 9 2
1
05 , 1 6 , 1 8 , 0
168 , 0
2

|
.
|

\
|


= 0,25 m = 25 cm

Zona Inlet
SALURAN PEMBAGI
- Dimensi Saluran Pembagi :
A =
V
Q
=
3 , 0
168 , 0
= 0,56 m
2

A = B x H = 2H x H
0,56 = 2H
2

Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-9

H = 0,53 m
B = 2 x 0,79 = 1,06 m
Jadi dimensi saluran :
Panjang (L) = 3 m
Lebar (B) = 1,06 m
Kedalaman (h) = 0,53 m + 0,3 m (fb) = 0,83 m
- Headloss di saluran :
Mayor Losses
V =
2
1
3
2
2
1
(

+ L
hf
h b
h x b
n

0,3 =
2
1
3
2
3 ) 83 , 0 2 ( 06 , 1
83 , 0 06 , 1
015 , 0
1
(

+
hf
x
x

hf = 0,0018 m
Slope
= hf/L = 0,0018 m / 3 m
= 0,0006
Head kecepatan (hv)
hv
g
V
2
2
=
) 81 , 9 ( 2
3 , 0
2
= = 0,004 m
Headloss total saluran :
= hf + hv
= 0,0018 m + 0,004 m
= 0,0058 m

GRIT STORAGE
Dari hasil analisa laboratorium didapatkan :
- Ss pasir = 2.65
- Dari hasil analisa pengendapan sampel limbah di laboratorium didapatkan kandungan
pasir air limbah (Vp) = 30 m
3
pasir / 10
6
m
3
air limbah = 0,00003 m
3
/ m
3

- Pembersihan dilakukan secara manual setiap 2 hari sekali.
Direncanakan :
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-10

- Grit storage berbentuk trapesium
Perhitungan :
- Volume Grit storage :
= Vp x Q
= 0,00003 m
3
/m
3
x 0,168 m
3
/dt x 86400 dt/hr x 2
= 0,87 m
3

- Dimensi grit storage :
Asumsi :
P = (60% dari panjang grit) = 3,84 m
L = (60% dari lebar grit) = 0,96 m
sehingga :
A = 3,84x 0,96 = 3,68 m
2

( ) t A A A A Vp + + = ' '
2
1

tinggi = ( ) 68 , 3 08 , 10 68 , 3 08 , 10
2 87 , 0
3
+ +

hari
m
= 0,1 m

Gambar 5.3. Sketsa Grit Storage
Keterangan : a ~ panjang grit chamber bagian atas = 6,4 m
b ~ lebar grit chamber bagian atas = 1,6 m
c ~ Panjang grit chamber bagian bawah = 3,84 m
d ~ lebar grit chamber bagian bawah = 0,96 m
t ~ kedalaman lumpur (m) = 0,1 m
Sehingga tinggi Grit Chamber total :
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-11

= Kedalaman pengendapan + tinggi Grit storage + fb
= 0,75 m + 0,1 m + 0,3 m
= 1,15 m

5.4. Bak Pengendap I
Prinsip dalam bak sedimentasi pertama ini adalah memisahkan padatan tersuspensi
dalam air dengan cara gravitasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur kecepatan
horisontal partikel agar tidak lebih besar dari kecepatan mengendapnya. Berdasarkan
karakteristik aliran dan fungsinya didalam BP I, maka terdapat empat zona, yaitu :
1) zona inlet, yaitu untuk memeperluas aliran transisi dari influen ke aliran steady uniform
di zona pengendapan agar proses pengendapan di zona pengendapan tidak terganggu
2) zona pengendapan, yaitu tempat berlangsungnya proses pengendapan (pemisahan)
partikel dari air limbah
3) zona lumpur, yaitu untuk menampung matrial yang diendapkan berupa lumpur endapan
4) zona outlet, yaitu untuk memperluas aliran transisi dari zona pengendapan ke efluen.
Berikut ini merupakan kriteria desain BP I.
Tabel 5.2. Kriteria Desain Bak Pengendap I
Parameter Nilai Range Nilai Tipikal
BP I yang diikuti secondary
treatment:
1. Waktu detensi, jam
2.Over fllow rate , m
3
/m
2
.d
- Average flow
- Peak hourly flow
3. Weir loading, m
2
/m.d


1.5 - 2.5

30 - 45
80 - 120
125 - 500


2

-
100
250
Bentuk rectangular (segi
empat):
- Kedalaman, m
- Panjang, m
- Lebar, m
- Flight speed, m/min


3,0 4,5
15 - 90
3,0 - 20
0,6 1,2


3,5
20 - 40
5 - 10
0,9
Sumber : Metcalf and Eddy, 1991
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-12

Berikut ini merupakan perhitungan Bak Pengendap I selengkapnya.

Saluran Pembawa
Direncanakan :
- Q ave = 0,335 m
3
/detik
- V rencana = 0,3 m/detik
- W (lebar) : H (kedalaman) = 1 : 1
- Slope = 0,0001
- Panjang (L) = 2 m
- Koef. Gesek (n) = 0,015
Perhitungan :
- Kedalaman (H) = m
S
n Q
71 , 0
8
3
2
1
0001 , 0 2
015 , 0 335 , 0 5874 , 1
8
3
2
1
2
5874 , 1
=


|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
.
|

\
|

- W = H = 0,71 m
- Freeboard = 0,3 m
- Kedalaman total = 1,01 m
- Headloss di saluran pembawa :
o Mayor Losses (hm) :
2
1
3
2
2
1
L
Hf
x
H W
WxH
n
v
+
=
2
1
2
3
2
) 71 , 0 ( 2 71 , 0
71 , 0 71 , 0
015 , 0
1
3 , 0
Hf
x
x
+
=
Hf = 0,045

o Headloss Kecepatan (Hv) =
81 , 9 2
2
3 , 0
2
2
x g
v
=
= 0,0046 m
o Headloss total = Hf + Hv
= 0,045 + 0,0046
= 0,0496 m

Saluran Pembagi
Direncanakan :
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-13

- Q ave = 0,335 m
3
/detik
- Jumlah saluran pembagi = 2 buah
- V rencana = 0,3 m/detik
- W (lebar) : H (kedalaman)= 1 : 1
- Slope = 0,0001
- Panjang saluran pembagi (L) = 4 m
- Koef. Gesek (n) = 0,015

Perhitungan :
- Qtiap saluran = dt m
n
Qave
/
3
168 , 0
2
335 , 0
= =
- Kedalaman (H) = m
S
n Q
55 , 0
8
3
2
1
0001 , 0 2
015 , 0 168 , 0 5874 , 1
8
3
2
1
2
5874 , 1
=


|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
.
|

\
|

- W = H = 0,55 m
- Freeboard = 0,3 m
- Headloss di saluran pembagi :
o Mayor Losses (hm) saluran pembagi :
2
1
3
2
2
1
L
Hf
x
H W
WxH
n
v
+
=
2
1
4
3
2
) 55 , 0 ( 2 55 , 0
55 , 0 55 , 0
015 , 0
1
3 , 0
Hf
x
x
+
=
Hf = 0,0001
o Headloss Kecepatan (Hv) =
81 , 9 2
2
3 , 0
2
2
x g
v
=
= 0,0046 m
o Headloss total saluran pembagi = Hf + Hv
= 0,0001 + 0,0046
= 0,00047 m
Settling Zone
- Partikel yang diendapkan :
o Spesific gravity (Sg) = 1,05 gr/cm
3

Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-14

- Suhu air baku = 25
0
C ,sehingga :
o Viskositas kinematis (u ) = 0,000000895 m
2
/detik
o Viskositas absolut ( ) = 0,000895 kg/m. detik
o Densitas ( ) = 997,07 kg/m
3
= 0,99707 gr/cm
3

Direncanakan :
- Jumlah bak pengendap I = 2 buah
- Q ave = 0,335 m
3
/ detik
- Waktu detensi (td) = 2 jam = 7200 detik
- OFR = 81,4 m
3
/m
2
.hari (typical)
- Kedalaman (H) = 3,5 m
- Perbandingan P : L = 1,5 : 1
- Spesific gravity (Sg) = 1,05 gr/cm
3


Perhitungan :
Dimensi Bak Pengendap I
- Debit tiap bak = 0,335 : 2 = 0,168 m
3
/detik
- Volume bak (V) = Qtiap bak x td
= 0,168 m
3
/detik x 7200 detik = 1.209,6 m
3

- Luas Permukaan (As) = (Q/OFR)*86400
= (0,168/81,4)*86400
= 178,3 m
2

- Perbandingan panjang dan lebar adalah 1,5 : 1
- Lebar bak (L) =


- Panjang bak (P) = 1,5 x L = 16,35 m
- Dimensi bak Pengendap I :
o Kedalaman (h) = 3,5 m
o Lebar bak = 10,9 m
o Panjang bak = 16,35 m
o Freeboard = 0,5 m
- Headloss =
g H L
Q
2
1
2

|
|
.
|

\
|


=
81 , 9 2
1
4 9 , 10 8 , 0
168 , 0
2

|
.
|

\
|


m
H x
As
9 , 10
5 , 1
3 , 178
= =

Proyek Perencanaan BPAL


Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-15

= 0,12 m = 12 cm

weir


Pintu Air
Saluran Pembagi
Saluran Pembawa
Perforated baffle

Gambar 5.4. Denah Bak Pengendap I

Control Scouring
- Kecepatan pengendapan (Vs) = Q/As
= 0,168 m
3
/ detik : 178,3 m
2

= 0,0009 m/ detik
- Diameter partikel (dp) =
2
1
2
1
)) 1 ( (
) 18 (
Sg gx
x xv
s
v

=
( )
cm m 02 , 0 0002 , 0
1 05 , 1 81 , 9
18
1
000000895 , 0 0009 , 0
= =



- Kecepatan scouring (Vsc) dimana : k = 0,04 dan f = 0,03
- Kecepatan scouring (Vsc) =
2
1
) 1 ( 8
|
|
.
|

\
|
f
xgxd Sg kx

= dt m
x x x x
/ 028 , 0
2
1
03 , 0
0002 , 0 8 , 9 ) 1 05 , 1 ( 04 , 0 8
=

|
.
|

\
|

- Kecepatan horizontal (Vh) = dt m
x hxL
Qtiapbak
/ 0004 , 0
9 , 10 5 , 3
168 , 0
) (
= =
Vh < Vsc sehingga tidak akan terjadi penggerusan pada bak.


Control Reynold
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-16

- Jari-jari hidrolis (R) = m
x
x
H L
LxH
1 , 2
5 , 3 2 9 , 10
5 , 3 9 , 10
2
=
+
=
+

- Nre Partikel =
5 , 0 19 , 0
000000895 , 0
0002 , 0 0009 , 0
< = =
x xd
s
v
v
OK
- Nre Aliran = 2000 938
000000895 , 0
1 , 2 0004 , 0
< = =
x vhxR
v
OK
- Kontrol bilangan Froude (Nfr) =
5
10
9
77 , 7
1 , 2 8 , 9
2
0004 , 0
2

<

= =
x gxR
vh
Tidak OK
- Nfr aliran < 10
-5
akan menyebabkan aliran turbulen pada bak pengendap I sehingga
dapat mengganggu proses pengendapan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dibuatkan
perforated baffle.

Perforated Baffle
Direncanakan :
- Perforated baffle diletakan 2 m di depan inlet
- Diameter lubang= 50 cm = 0,5 m
- Panjang baffle = lebar bak = 10,9 m
- Tinggi baffle = 3 m
- Tebal baffle = 0,2 m
Perhitungan :
- A baffle = Panjang baffle x tinggi baffle
= 10,9 x 3 = 32,7 m
2

- Luas total lubang = 60% x A baffle = 60% x 32,7 = 19,62 m
2

- luas tiap lubang =
2
2 , 0
2
5 , 0 14 , 3
4
1
2
4
1
m x x xD x = = t
- jumlah lubang (n) = buah
ang A
total ang A
98
2 , 0 lub
_ lub 62 , 19
= =
- jarak antar lubang = m
n
Panjang
1 , 0
1 98 1
9 , 10
=
+
=
+

- Qlubang = dt m
n
Qbak
/
3
0001 , 0
98
168 , 0
= =
- jumlah lubang horizontal (nh) = buah
jarak D
jarak Panjang
18
0,1 0,5
1 , 0 9 , 10
=
+

=
+


- jumlah lubang vertikal (nv) = buah
jarak D
jarak tinggi
5
0,1 0,5
1 , 0 3
=
+

=
+


- Kontrol bilangan Froude (Nfr) =
5
10
5
10 6 , 2
) 5 , 0 14 , 3 ( 8 , 9
2
0004 , 0
2

>

= = x
x x gxR
vh
OK
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-17


Sludge Zone
Dalam menentukan besarnya ruang lumpur, terlebih dulu harus menghitung produksi
lumpur sebagai hasil removal TSS dan BOD
5
. Dari perhitungan efisiensi removal (R)
didapatkan:
% Removal BOD = 35 %
% Removal TSS = 60 %
- Kualitas influent.
BOD influent = 200 mg/L = 200 gr/m
3

TSS influent = 100 mg/L = 100 gr/m
3

- Kuantitas influent pada Inlet di Bak Pengendap I adalah sebagai berikut :
MBOD = 5.495,75 kg/hari (dari mass balance)
MTSS = 2.602,8 kg/hari (dari mass balance)
- Removal pada di Bak Pengendap menghasilkan efluen sebagai berikut :
M
BOD efluen
= 3.572,3 Kg/hari
M
TSS efluen
= 1.041,1 Kg/hari
- Konsentrasi TSS dalam lumpur sebanyak 6 %.
- Sg = 1,05
- air = 1 gr/cm
3

- Debit Lumpur =



- Direncanakan pengurasan dilakukan 4 hari sekali, maka volume ruang lumpur :
= Q lumpur x 4 hari
= 16,53 m
3
/hari x 4 hari
= 66,12 m
3


Dimensi ruang lumpur
Direncanakan :
- panjang ruang lumpur bagian atas (P1) : 5 m
- lebar ruang lumpur bagian atas (L1) : 10,9 m
- Panjang ruang lumpur bawah (P2) : 3 m
- Lebar ruang lumpur bawah (L2) : 6,9 m
Perhitungan :
A1 = panjang ruang lumpur atas x lebar ruang lumpur atas
= 5 m x 10,9 m
= 54,5 m
2

A2 = panjang ruang lumpur bawah x lebar ruang lumpur bawah
= 3 m x 6,9 m
1000 %solidx airx Sgx
Msolid

hari m
x x x
hari kg
/ 3 53 , 16
1000 % 6 1 05 , 1
/ 1 , 041 . 1
= =
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-18

= 20,7 m
2
( ) t A A A A Vp + + = ' '
2
1

Tinggi = (Volume zona lumpur x 2) / [A1 + A2 + (A1A2)
1/2
]
= (66,12 x 2) / [54,5 + 20,7 + (54,5 x 20,7)
1/2
]
= 0,5 m
Pompa Lumpur
Pompa lumpur direncanakan pipa suction dan pipa discharge 50 mm.
- Debit lumpur (Q) = 16,53 m
3
/hari = 0,00019 m
3
/detik
- V =
A
Q
=
2
) 05 , 0 ( 14 , 3 . 25 , 0
detik /
3
00019 , 0
m x
m

= 0,1 m/detik
- Head statis = 5 m
- Daya pompa yang dibutuhkan dapat digunakan persamaan berikut :
- Whp =
75
5 detik /
3
00019 , 0
3
/ 1000
75
. . m x m x m kg H Q
=


= 0,012 HP = 0,009 kW
- Apabila efisiensi pompa = 70% maka besarnya daya pompa yang dibutuhkan :
- Bhp =
7 , 0
009 , 0 kW Whp
=
q
= 0,013 kW = 13 W

Pipa Penguras Lumpur
Direncanakan :
- td = 50 menit
- V pipa = 1 m/detik
Perhitungan :
- Qtiap bak = det / 022 , 0 / 32 , 1
50
12 , 66
3 3
m menit m
td
Vlumpur
= = =
- A tiap pipa =
2
022 , 0
1
022 , 0 _
m
v
bak Qtiap
= =
-
Diameter pipa = mm m
A
150 167 , 0
14 , 3
022 , 0 . 4 . 4
2 / 1 2 / 1
~ =
(

=
(

t

Zona Outlet
Weir Loading Rate (WLR) atau beban pelimpah = 250 m/m.hari = 0,003 m/m.detik
Terdapat 5 buah gutter dengan lebar gutter = jarak antar gutter
Q tiap bak = 0,168 m
3
/detik
Proyek Perencanaan BPAL
Kota Probolinggo
Tahun 2014

Ariella Inca Amanda (3311100059) V-19

Panjang weir total (B) =
/m.detik
3
m
3
3.10
/detik
3
m 0,168
WLR
Q

=
= 56,33 m = 5633 cm
Tinggi air diatas pelimpah (H)
H =
3
2
tot
L 84 , 1
Q
|
|
.
|

\
|

=
3
2
33 , 56 84 , 1
168 , 0
|
.
|

\
|


= 0,014 m

Gambar 5.5 Gutter pada Bak Pengendap I

Jumlah weir
W = (6 x S) + (5 x S) + 10t,
dimana : W = lebar bak
S = lebar gutter
t = tebal weir (10 cm)
W = (6 x S) + (5 x S) + 10t
10,9 = 11 S + 1 m
S = 0,9 m = 90 cm

Panjang tiap gutter (L):
B = 10 L + (6 x S) + (5 x S)
5633 = 10 L + 1496
10 L = 4137 cm
L = 413,7 cm

10,9 m
0,9 m