Anda di halaman 1dari 27

TUGAS BAHASA INDONESIA

KARYA ILMIAH
Bahaya Flu Burung Dalam Kehidupan Manusia





Disusun Oleh:
Haris Rizaldi
J1A113062
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014


Kata Pengantar:
Puji syukur kehadirat allah swt. Karena saya telah mnyelesaikan tugas bahasa Indonesia
yaitu karya ilmiah tentang flu burung. Semenjak tahun 2004, mendadak dunia kesehatan
Indonesia digemparkanoleh serangan flu burung atau avian influenza (AI). Meski sejarah
panjang penyakit flu sejenis ini sudah terjadi sejak tahun 1918 di Spanyol dan menewaskan
puluhan juta orang, tetap saja kehadirannya kembali menggemparkan negara-negara di
dunia. Itu karena bnyak orang dibingungkan oleh penyebabnya yang tampaknya tidak jelas.
Namun sebenarnya ada satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah luasnya
wabah penyakit ini. Penyebaran informasi aktual,tepat,dan mudah dipahami oleh berbagai
tingkatan masyarakat. Hal ini secara khusus penting bagi masyarakat di negara-negara
berkembang karena di negara-negara inilah lingkungan hidup yang kurang higienis masih
kerap dijumjpai. Pentingnya penyebaran informasi terkini itulah yang menjadi alasan
mengapa karya ilmiah ini di tulis. Karya ilmiah ini di maksudkan untuk membantu
masyarakat memahami secara lebih rinci dan runtut tentang apa itu flu burung dan cara-
cara sederhana yang dapat diterapkan secara pribadi untuk mencegahnya.
Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja terutama yang menbacanya.
Akhir kata, kami sangat menantikan respons dari anda,para pembaca,atas kehadiran karya
ilmiah ini.



Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Batasan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Manfaat Penelitian
Bab 2.
2.1 Landasan Teor
2.2. Pembahasan
Bab 3. Penutup
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
Daftar Pustaka



Bab 1.
Pendahuluan
1.1 Latar belakang masalah
Penyakit influenza sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Karena penyakit ini
sangat mudah menyebar, telah terjadi beberapakali pandemi influenza dengan
penyebab virus influenza A yang berbeda subtipenya, yaitu spanish flu yang terjadi pada
tahun 1918 dimana penyababnya adalah virus influenza A subtipe H1N1 dan
menewaskan 40-50 juta orang. Asian flu yang di sebabkan oleh virus influenza A subtipe
H2N2 terjadi pada tahun 1957 juga menelan banyak korban. Kemudian pada tahun 1968
timbul pandemi influenza yang disebabkan oleh H3N2 dengan jumlah kematian sekitar
satu juta orang.
Wabah flu burung yang di sebabkan oleh virus influenza A subtipe H5N1 mulai
dikenal pada tahun 1997 di Hongkong, dengan sumber penularan dan penyebaran yang
berasal dari peternakan unggas. Selanjutnya dengan begitu cepat menyebar keseluruh
dunia sehingga menjadi masalah global. Perkemnbangan flu burung yang terjadi di
Indonesia juga sangat cepat sejak ditemukannya virus ini pada tahun 2004, yakni pada
unggas yang kemudian menyebar dengan cepatnya pada manusia.
Dengan tingginya angka kematian akibat flu burung, kita perlu waspada agar
penyakit ini tidak berkembang menjadi pandemi. Untuk itu, perlu diambil sejumlah
langkah mencegah secara perorangan maupun lingkungan.


1.2. Perumusan masalah
1.2.1. Apa yang menyebabkan flu burung?
1.2.2. Bagaimana sifat viruz flu burung (H5N1)?
1.2.3. Apakah unggas liar menyebarkan penyakit flu burung?
1.2.4. Bagaimana cara penularan flu burung?
1.2.5. Siapa saja yang beresiko tinggi tertular flu burung?
1.2.6. Apakah virus H5N1 mudah menyebar dari unggas kemanusia?
1.2.7. Apa saja gejala flu burung pada unggas dan manusia?
1.2.8. Apakah pandemi influenza itu?
1.2.9. Bagaimana cara mencegah flu burung?
1.3. Batasan masalah
Dalam karya ilmiah ini saya memberikan batasan dalam membahas suatu masalah. Saya
hanya membahas yang sudah terdapat atau yang sesuai pada rumusan masalah.
1.4. Tujuan penelitian
1.4.1. Dapat mengetahui apa itu flu burung?
1.4.2. Dapat mengetahui sifat flu burung.
1.4.3. Dapat mengetahui bagaimana manusia dapat tertular flu burung?
1.4.4. Dapat mngetahui penyebab flu burung.
1.4.5. Dapat mengetahui cara mencegah flu burung.
1.4.6. Dapat mengetahui gejala flu burung pada unggas dan manusia.
1.4.7. Dapat mengetahui pandemi fluenza.
1.4.8. Dapat mengetahui resiko tertinggi tertular flu burung.
1.4.9. Dapat mengetahui apakah virus H5N1 mudah menyebar?
1.4.10. Dapat mengetahui apakah unggas liar menyabarkan virus flu burung?

1.5. Manfaat penelitian
1.5.1. Sebagai informasi
1.5.2. Sebagai sarana pembelajaran
1.5.3. Sebagai panduan







Bab 2
Isi
2.1. Landasan teori
Penyakit flu burung atau unggas (bird flu atau avian influenza) adalah suatu
penyakit yang disebabkan oleh unggas, dalam hal ini ayam,bebek,burung,angsa,kalkun atau
unggas sejenis. Sebenarnya penyakit flu burung adalah penyakit pada hewan (zoonosis).
Akan tetapi, dalam perkembangannya virus penyebab penyakit ini mengalami perubahan
pada struktur genetisnya (mutasi) yang mengakibatkan virus ini dapat di tularkan kepada
manusia. Flu burung dapat nenyerang seluruh bangsa atau benua dan menimbulkan
pandemi dalam waktu 2-3 tahun. Pada unggas ternak atau piaraan, infeksi oleh virus flu
burung menyebabkan timbulnya dua penyakit, yaitu bentuk yang berpatogenesis rendah
atau kurang ganas (Low Pathogenic) dan bentuk yang sangat patogen/ganas (High
Pathogenic). Bentuk penyakit yang berpatogenesis rendah atau kurang ganas dan tidak
mematikan sering di sebut dengan Low Pathogenic Avian Ifluenza Virus/LPAIV,yang hanya
menyebabkan gejala ringan dan biasanya tidak terinfeksi. Penyakit ini di tularkan dari
unggas pembawa virus flu burung ke unggas yang rentan. Sementara itu, bentuk yang
sangat ganas/mematikan dikenal dengan Highly Pathogenic Avian Influenza Viruses/HPAIV
menimbulkan gejala yang sangat hebat, mudah menular, dan menyebabkan penyakit pada
organ-organ tubuh unggas. Tinggkat kematian mencapai 100% hanya dalam kurun wakatu
48 jam (pada unggas). Contoh virus yang termasuk dalam HPAIV adalah H5N1.


2.2. Pembahasan
2.2.1. Penyebab flu burung
Penyebab flu burung adalah virus influenza A subtipe H5N1. Virus influenza termasuk
dalam familia Orthomyxoviridae yang terdiri dari tiga tipe virus influenza yang patogen bagi
manusai, yaitu tipe A,B, dan C. Virus influenza A berbentuk spiral simetris dan memiliki
selubung yang membungkus materi genetisnya yang berupa RNA (Ribonucleic Acid) rantai
tunggal berpolaritas negatif. Virus ini mempunyai dua macaqm tonjolan, yaitu hemaglutinin
(H) neuraminidase (N). Galur (strain) tipe A selanjutnya diberi kode menurut sifat-sifat anti
genetik dari hemaglutinin (H) dan neuranimidasi (N), seperti terlihata pada contoh berikut:
H1N1,H2N2,H3N2, atau H5N1. Dan, terdapat 16 subtipe H (H1-H16) dan 9 subtipe N (N1-
N9). Di dalam virus influenza A dapat terjadi perubahan besar pada komposisi
antigenetiknya yang disebut sebagai antigenic drift. Perubahan-perubahan inilah yang
memicu timbulnya epidemi atau bahkan pandemi.gelombang pandemi oleh karena virus
influenza A berlangsung secara periodik tiap 2-3 tahun. Sedangkan periode terjadinya
inbterepidemi untuk influenza B adalah lebih lama yaitu 3-6 tahun. Setiap 10-40 tahun,
apabila muncul subtipe virus influenza A yang baru, akan timbul suatu pandemi seprti yang
terjadi pada tahun 1918 (H1N1),1957 (H2N2), dan 1968 (H3N2). Pada tahun 1997 telah
muncul subtipe baru H5N1 meskipun sampai saat ini belum mengakibatkan pandemi. Pada
manusia hanya terdapat virus influeza A dari subtipe H1N1,H2N2,H3N3,H5N1,H9N2,H1N2,
danb H7N7, sampai N9. Dari semua subtipe tersebut, hanya virus influenza A subtipe H5 dan
H7 yang telah diketahui sangat ganas. Meski demikian tidak semua virus influenza subtipe
H5 dan H7 bersifat ganas, dan juga tidak semuanya menyebabkan penyakit pada unggas.

2.2.2. Sifat virus flu burung (H5N1)
Penting kiranya kita nengetahui sifat-sifat virus flu burung (H5N1). Karena dengan
demikian kita dapat mengetahui cara virus H5N1 ditularkan dengan cara memcegah cara
penularannya.
Adapun sifat-sifat flu burung (H5N1)
1. Mudah berubah bentukdan mutasi
2. Bertahan hidup didalam air sampai bempat hari pada suhu 22C dan lebih dari 30
hari pada suhu 0C.
3. Bertahan hidup lebih lama didalam tinja atau tubuh unggas yang sakit.
4. Mati pada pemanasan 80C selama satu menit, degan suhu 60C selama 30 menit
dan pada suhu 56C selama tiga jam.
5. Mati dengan detergen disifektan (seperti formalin) cairan yang mengandung iodin
(seperti betadine) serta natrium kalium hipoklorit (contohnya pemutih baju)
2.2.3. Unggas lair menyebarkan flu burung
Penyebaran virus flu burung (H5N1) melalui unggas yang sedang bermigrasi belun
sepenuhnya dipahami. Hanya saja, unggas air liar, seperti bebek dan angsa yang merupakan
anggota Ordo anseriformes serta burung camar dan burung laut dari Ordo Charadiriiformes
adalah pembawa (carrier) influenza A subtipe H5 dan H7. Firus yang dibawa oleh unggas ini
umumnya bersifat kurang ganas (LPAIV). Unggas air liar ini juga menjadi reservoir alami
untuk semua virus influenza A. Sementara itu, spesies unggas yang sensitif atau rentan
terinfeksi virus H5 atau H7 adalah jenis-jenis unggas ternak, seperti ayam, kalkun,burung
puyuh,unggas guinea,dan burung kuwau. Sebagai pembawa virus flu burung subtipe H5 atau
H7, unggas air liar tersebut tidak menunjukan tanda-tanda sakit. Hal ini disebabkan virus H5
dan H7 yang terdapat didalam unggas tersebut bersifat kurang gans dan berpothogenisitas
rendah sehingga disebut dengan LPAIV. Virus jenis ini hanya menyebabkan pemurunan
produksi telur, bulu-bulu mengerut,atau berat badan ayam pedaging tidak naik-naik. Setalah
masuk dan bersirkulasi didalam tubuh unggas ternak, virus influenza A akan beradaptasi dan
bermutasi menjadi bentuk yang ganas, yaitu HPAIV dalam waktu beberapa bulan saja. Inilah
yang harus kita perhatikan, yakni mengapa adanya virus H5 atu H7 pada unggas ternak perlu
diwaspadai. Juga, karena virus ini dapat hidup didalam tubuh manusia dan mamalia, seperti
babi,kucing,dan kuda.

2.2.4. Cara penularan flu burung
Penyakit flu burung menular dari unggas ke unggas, dari unggas ke manusia meskipun
belum ada sampai sekarang melalui kontak langsung dan mungkin kontak tidak langsung
dengan air liyur, lendir dari hidung, dan kotoran unggas yang sakit.
PENULARAN ANTARUNGGAS
Penyakit flu burung dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang
breasal dari kotoran unggas yang sakit. Penularan juga bisa terjadi melalui air minum dan
pasokan makanan yang telah terkontaminasi oleh kotoran yang terinfeksi flu burung.
Dipeternakan unggas, penularan dapat terjadi secara mekanis melalui peralatan, kandang,
pakaiyan, ataupun sepatu yang telah terpapar pada virus flu burung (H5N1) juga pekerja
peternakan sendiri. Jalur penularan antarunggas dipeternakan, secara berurutan dari yang
kurang beresiko sampai yang paling beresiko, adalah melalui :
Pergerakan unggas yang terifeksi (1%)
Kontak langsung selama perjalanan unggas ketempat pemotongan (8,5%)
Lingkungan sekitar (tetangga) dalam radius 1 km (26,2%)
Kereta atau lori yang digunakan untukmengangkut makanan, minuman unggas, dll.
(21,3%)
Kontak tidak langsung saat pertukaran pekerja dan alat-alat kerja (9,6%)
PENULARAN UNGGAS KE MANUSIA
Penularan virus flu burung dari unggas kemanusia dapat terjadi ketika manusia
bersinggungan langsung dengan unggas yang terifeksi flu burung, atau dengan permukaan
atau benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran unggas sakit yang mengandung virus
H5N1. Sampai saat ini khusus flu burung pada manusia lebih bnyak terjadi didaerah
pedesaan atau perkampungan atau dipinggiran kota y6ang padat penduduknya. Didaerah-
daerah semacam ini, kebanyakan unggas yang dipelihara dilepas begitu saja atau tidak
dimasukan dalam kandang, bahkan terkadang menyatu dengan rumah. Banyak pula yang
kandangnya berada ditempat dimana anak-anak bisa bermain dengan kondisi seperti ini
sangat mungkin terjadi penularan dari unggas sakit kemanusia, karena didalam kotoran
unggas yang sakit terkandung banyak sekali virus H5N1.
PENULARAN ANTARMANUSIA
Smpai saat ini, penularan flu burung (H5N1) dari manusia kemanusia belum terjadi.
Model penularan ini sangst mungkin terjadi meskipun sudah efesien, karena semua virus
influenza mempunyai kemampuan untuk berubah-ubah secara generatis. Penularan virus
influenza A (H5N1) antarmausia ditandai dengan terenfeksinya orang-orang dalam suatu
kelompok, seperti tinggal dalam satu keluarga atau rumah melalui kontak yang sangat
dekat, seperti ibu ke anak yang tidak melakukan tindakan pencegahan yang semestinya.
Penularan ynag terjadi dalam lingkungan atau kelas atau suatu kantor juga disebut dengan
cluster. Para ilmuwan sadar bahwa suatu saat virus H5N1 dapat menyebar dengan
mudahnya dari orang keorang. Apabila terjadi penyebaran antarmanusia, pandemi flu
burung dapat terjadi. Tidak ada yang dapat memperkirakan kapan pandemian akan muncul.
Untuk para ahli dari seluruh dunia, pemerintah dari lima benua, dan Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) pengganti perkembangan H5N1 dengan cermat dan melakukan berbagai
persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi.
PENGARUH DARI LINGKUNGAN KEMANUSIA
Secara teoritis,model penularan ini dapat terjadi oleh karena ketahanan virus H5N1 di
alam atau lingkungan. Penularan tarjadi karena air yang terkontiminasi masuk kedalam
mulut selama berenang (didanau atau sungai) atau melalui penularan lamgsung kemata
atau lubang hidung akibat terpapar air yang tarkontiminasioleh kotoran unggas yang
terinfeksi kotoran H5N1. Kotoran unggas biasanya kotoran ayam yang digunakan sebagai
pupuk, menjadi salah satu faktor resiko penyebaran flu burung.
PENULARAN KE MAMALIA LAIN
Virus flu Burung (H5N1) dapat menyebar secara langsungpada beberapa mamalia
yang berbeda, yaitu babi, kuda, mamalia yanghidup dilaut, familia Felidae (singa, harimau,
kucing) serta musang (stone marten). Menurut penelitian yang telah di lakukan, babi tidak
berperan penting pada wabah flu burungyang disebabkan oleh virus H5N1 di asia.
2.2.5. Yang Beresiko Tinggi Tertular Flu Burung
Pekerja di peternakan ayam
Pemotongan ayam
Orang yang berkontak langsung dengan unggas hidup yang sakit atau terinfeksi flu
burung
Orang yang menyentuh produk unggas yang terinfeksi virus flu burung
Lingkungan sekitar dalam radius 1 km dari lokasi terjadinya kematian unggas akibat
flu burung
2.2.6. Apakah Virus H5N1 Mudah Menyebar Dari Unggas Kemanusia
Virus H5N1 tidak mudah menyebar dari unggas ke manusia atau pun dari manusia ke
manusia. Jumlah kasus infeksi flu burung pada manusia bila dibandingkan dengan jumlah
burung ataupun ayam ternakyang terinfeksi sangatlah kecil. Infeksi pada manusia
berkkaitan dengan peluang paparan, khususnya di daerah dimana unggas dipelihara,
seperti dikebun atau halaman rumah. Aktifitas yang termasuk dalam paparan beresiko
adalah bagian dari kegiatanpemotongan ayam, pembersihan bulu, penjualan unggas
ternak/ telur, dan penyajian makanan yangmengandung ayam/telur.

2.2.7. Gejala Flu Burung Pada Unggas Dan Manusia
GEJALA PADA UNGGAS
Jengger dan pial brwarna biru
Perdarahan merata pada kaki yang berupa bintik-bintik merah atau sering terdapat
borok di kaki yang sering di sebut dengan kaki kerokan
Adanya cairan pada mata dan hidung sehingga terjadi gangguan pernafasan
Keluar cairan jernih sampai kental dari rongga mulut
Diare
Haus berlebihan dan cangkang telur lembek
Kematian mendadak dan sangat tinggi jumlahnya mendekati 100% dalam waktu
dua hari, maksimal satu minggu
Masa inkubasi sekitar dua minggu
GEJALA PADA MAMUSIA
Didahului dengan masa inkubasi (masa masuknya virus sampai dengan timbulnya
gejala sakit) yang berlangsung beberapa hari, umumnya 1-3 hari, pada anak-anak
bisa sampai 21 hari. Awalnya pasien menunjukan gejala demam (suhu badan diatas
38C) dan gejala mirip influenza (flu-like syndome), sepertisakit kepala, batuk, pilek,
nyeri otot, dan sakit tenggorokan.terkadang ditemukan gejala diare, muntah, nyeri
perut, nyeri dada, dan mimisan atau perdarahan pada gusi. Pada anak-anak sering di
jumpai otitis media (infeksi telinga bagian tengah)
Beberapa hari kemudian timbul sesak nafas, yang merupakan salah satu tanda
terjadinya infeksi di paru-paru (pneumonia).
Komplikasi akan terjadi bila pasien terlambat dibawa kerumah sakit untuk
mendapatkan perawatan. Adapun komplikasinya adalah gagal nafas dan gagal
multiorganyang di tandai dengan gejala tidak berfungsinya ginjal dan jantung,sampai
dengan sepsis dan bahan kematian.
2.2.8. Pandemi Fluenza
Pandemi fluenza adalah suatu wabah penyakit influenza di seluruh dunia yang
disebabkan suatu virusinfluenza subtipe baru yang menyebabkan penyakit serius dan
menyebar dengan mudahnya dari manusia ke manusia. Virus H5N1 menjadi ancaman
terjadinya pandemi influenza karena virus ini adalah virus baru bagi umat manusia yang
belum pernah ada sebelumnya dan telah menginfeksi lebih dari 100 manusia dan tidak
terdapat kekebalan/imunitas terhadap virus influenza H5N1 bagin umat manusia. Terdapat
beberapa parameter epidemiologi yang paling baik bagi suatu wabah influenza, yaitu
mortalitas (kematian) yang berlebihan setiap minggunya, yang terjadi sebagai akibat
pneumonia (infeksi pada paru-paru) dan gejala influenza diatas rata-rata mingguan yang
diharapkan dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Parameter tambahan lainnya
peningkatan jumlah orang yang tidak msuk kerja/sekolah serta jumlah pasien yang datang
menemui dokter atau pergi ke rumah sakitkarena adanya keluhan penyakit saluran nafas.
2.2.9. Mencegah Flu Burung
Pencegahan penyebaran penyakit flu burung dapat dilakukan dengan menerapkan
tindakan preventif/pencegahan terhadap unggas itu sendiri maupun manusia.
UNGGAS
Prinsip dasar tindakan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan flu burung
pada unggas adadlah dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut:
Mencegah kontak antara unggas yang rentan dengan virus H5N1
Menghilangkan virus H5N1 dengan dekontaminasi/disinfektan
Meningkatkan kekekelan tubuh dengan vaksinasi
Meningkatkan kesadaran masyarakat (public awareness) akan tetapi pentingnya
hidup sehat dan bersih dan keperdulian adanya penyakit flu burung disekitar kita
Tindakan pelaksanaan yang dapat di lakukan adalah:
1. Meningkatkan biosekuriti, suatu tindakan pengawasan dan pengamanan yang ketat
terhadap unggas piraan dan ternak yung terifeksi flu burung
2. Vaksinsi bagi unggas sehat dengan vaksin prodiksi lokal dan impor yang telah
mendapat nomor registrasi dari Depertem3n pertanian
3. Depop ulasi/pemusahan unggas di atau hewan pembawa virus H5N1 dalam radius
tiga kilometer. Pemerintah memilih langkang perumusan selektif dan terbatas
didaerah yang tertular oleh karena keterbatasan dana.
4. Penegdalian lalu lintas keluar masuk ternak dan produnk unggas
5. Pengawasan (surveillance) kasus flu burung
6. Pengisiian kandang kembali (restocking)
7. Pemusnahan secara menyeluruh (stamping out) bagi semua unggasa di daerah
tertular baru
8. Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness)
9. Pemantauan dan evaluasi
Hal-hal yang harus di lakukan bagi peternakan unggas (terutama yang bersekala kecil)
saat tidak terjadi wabah flu burung:
Menjagaternak unggas dalam kondisi baik dengan cara memunyai akses air bersih,
makanan yang memadai dan bebas cacing, serta meberikan vaksinasi
Menjaga kebersihan dan kesehatan kandang ternak unggas atau piaraan dengan
selalu membersihkan kandang dari kotoran dengan disinfektan yang mengandung
kalor, seperti cairan pemutih baju
Memeriksa barang-barang yang masuk kedalam peternakan agar terbebes dari virus
H5N1
Hal-hal yang harus dilakukan untuk melindungi peternakan unggas (khususnya yang
bersekala kecil) pada saat terjadi wabah flu burung disekitar peternakan:
Unggas yang terifeksi virus H5N1 harus dimusnahkan dengan cara dibakar kemudian
dikubur dalam lubang galian yang telah ditaburi batu kapur/gamping, agar virus yang
terdapat dalam tubuh unggas tidak terserap oleh tanah
Memelihara ternak unggas ditempat yang terlindungi, seperti dalam kandang yang
tertpisah dari rumah, tidak membiarkan unggas tersebut berkeliaran di lingkungan
rumah atau pekarangan
Membatasi orang-orang yang masuk kepeternakan
Selalu membersihkan kandang, peralatan (tempat minum/makan, lori, sepatu
pekerja, dll.), dan kendaraan pengangkut dengan menggunakan disenfektan secara
berkala. Membersihkan pula pekarangan dengan cara menyapu.
Menyimpan pupuk kandang jauh dari kolam, sumur, dll.
MASYARAKAT
Bagi kelompok beresiko tinggi (pekerja peternakan unggas, pedagang, atau yang
bersentuhan dengan produk unggas) diperlukan diperlukan tindakan-tindakan:
Selalu mencuci tangan dengan sabun atau disinfektan setelah bekerja serta sebelum
menyentuh makanan dan minuman
Mandi ditempat kerja setelah selesai bekerja
Menghidari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau terinfeksi flu burung.
Menggunakan alat pelindung, seperti masker, baju kerja, kacamata google, sepatu
boot,ataupun sarung tangan karet yang tebal
Meninggalkan baju kerja ditempat kerja
Imunisasi/vaksinasi
Bagi masyarakat pada umumnya, yang perlu dilakukan adalah menjaga higiene pribadi dan
lingkungan, serta memperoleh vaksinasi.
HIGIENE PRIBADI DAN LINGKUNGAN
Untuk menjaga higiene diri sendiri dan lingkungan, yang dapat dilakukan:
Tidak menyentuh unggas hidup atau kotorannya yang mungkin mengandung virus flu
burung H5N1
Selalu mencuci tangan:
Setelah kontak dengan unggas hidup atau ayam ternak potong/telur
Setelah mengolah unggas atau produknya, seperti telur
Mengelolah dan mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu:
Memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)
Memasak daging ayam/burung/bebek dan telur sampai benar-benar matang
Bila terdapat cairan kemerahan seperti darah yang mengalir dari daging
unggas yang dimasak atau pada bagian tengah sumsum tulang masih
berwarna merah, hyendaknya daging terseut dimasak kembali sampai mask
Kuning dan putih telur yang dimasak harus benar-benar matang (tdak ada
bagian yang baru setengah matang)
Apabila membeli ayam hidup, upayakan untuk tidak menyentuhnya
Bila membeli daging ayam/bebek, cucilah terlebih dahulu dengan air
mengalir sebelum disimpan di dalam lemari es. Setelah itu cucilah tangan
dengan dengan sabun.
Telur ayam/bebek yang baru dibeli harus dicuci dulu dengan air mengalir
untuk membersihkannya dari kotoran yang biasanya menempel pada kulit
telur. Kemudian telur itu dikeringkan dengan lap bersih atau tisu, baru
disimpan dalam lemari es. Setalah selesai cucilah tangan dengan sabun.
Menjaga daya tahan tubuh dengan hidup sehat, mengkonsumsi makanan bergizi dan
seimbang, cukup istirahat, olahraga teratur serta menghindari setres dan rokok
Bila sedang sakit yang harus kita lakukan:
Menghindari tempat-tempat yang penuh sesak dan yang berventilasi udara
buruk
Memakai masker untuk mencegah agar kita tidak tertular attaupun
menularkan penyakit yang sedang kita derita
Jangan pergi ketempat atau daerah yang sedang diserang wabah flu burung.
Contohnya, jamu kuat dengan telur setengah matang
Jangan mengkonsumsi produk yang mengendung telur mentah atau setengah
matang. Contohnya, jamu kuat dengan telur setengah matang.
Menjaga agar higiene perorangan dan lingkungan tetap terjaga baik dengan cara:
o Tetap menjaga agar tangan selalu bersih dan tidak lupa mencuci tangan
o Menutup hidung dan mulut bila sedang bersin atau batuk
o Bila ingin membuang dahak/riak, hendaknya membuangnya pada kertas tisu
terlebih dahulu sebelum dibuang kedalam tempat sampah
o Selalu mencuci tangan setelah bersin, batuk, atau menyentuh tisu
menampung dahak/riak
VAKSINASI
Sanpai saat ini belum ada vaksi yang mampu mencegah berkembangnya flu burung
pada manusia. Vaksin untuk influenza yang saat ini sudah beredar dimasyarakat adalah
untul penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H3N2, serta
virus influenza B yang lazim menyerang manusia. Vaksin ini efektif memberikan prlindungan
terhadap influenza biasa sampai 70-90% padaorang dewasa sehat. Sebaiknya pemberrian
vaksinasi influenza sesuai dengan tipe dan subtipe virus, karena itu vaksin ini tidak dapat
memberikan perlindungan atau kekebalan tubuh terhadap H5N1. Pemakain vaksinasi pada
manusia harus hati-hati untuk mencegah terjadinya mutasi virus. Meskipun demikian, vaksin
dapat membantu mengurangi komplikasi dan mendukung perawtan dirumah sakit.
Vaksinasi terhaddap influenza biasa dianjurkan bagi mereka yang lebih beresiko
terkena komplikasi dari influenza:
Usia lanjut (>50 tahun)
Anak-anak usia 6-24 bulan
Seseorang berusia >24 bulan yang mempunyai penyakit kronis, seperti asma,
kencing manis, penyakit paru kronis, dll.
Anak-anak dan dewasa muda yang mendapatkan terapi aspirin jangka lama dan
beresiko terkena sindrom Reye setelah influenza
Petugaz kesehatan
Wanita hamil (trimester II dan III)
Vaksin tidak boleh diberikan pada penderita demam akut, ibu hamil pada trimester
I, dan bayi usia 0-6 bulan. Untuk memperoleh nasehat medis apakah seseorang
menbutuhkan vaksinasi, masyarakat harus pergi menemui dokter.vaksin yang
melavan virtus HJ5N1 sedang diteliti di beberapa negara dan belum ada faksin yang
siap diprodoksi secara komersial dalam waktu dekat ini. Saat ini vaksinasi
diperutukan bagi unggas. Indonesia sudah mampu membuat vaksin flu burung untuk
unggas yang di beri nama bird close yang dibuat oleh institut pertaniand bogor (IPB)
bekerja sama dengan sebuah perusahaah dari jepang diharapkan vaksijdapat efektif
mencegah penyebaran penyakit flu burung, karena pembuatannya menggunakan
virus H5N1 dari galur indonesia.
CUCI TANGAN
Kita harus mencuci tangan :
Sebelum menyentuh mulut, mata, dan hidung.
Apabila merasa tangan terkontiminasi oleh kotoran dari saluran pernafasan seperti
setelah bersin atau batuk
Ketika hendak makan
Setelah menggunakan fasilitas umum, seperti pegangan eskalator dan pegangan
pintu
Setelah dari toilet
CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR
Bilaslah air dengan air mengalir (dari keran)
Gunakan sabun cair, bukannya sabun batang
Terapkan langkah-langkah seperti berikut selama paling sedikit 20 detik kemudian
basuhlah dengan air mengalir:
Menggosokan kedua telapak tangan
Menggosokan telapak tangan kanan pada punggung tangan kiri (dengan
jemari kanan berada disela-sela jemari kiri), dan sebaliknya
Menggosokan jemari tangan denfgan jari saling silang
Menggosok dengan posisi tangan saling mengunci dengan punggung jemari
kanan diatas telapak tangan kiri, dan sebaliknya
Menggenggam dan menggosok ibu jari kanan dengan tangan kiri,dan
sebaliknya
Dalam gerakan melingkar, menggosok telapak tangan kiri dengan ujung-
ujung jemarari tangan kanan yang dirapatkan, dan sebaliknya
Selain itu,keringkan tangan dengan handuk yang bersih dan kering, kertas tisu,
ataupun dengan mesin pengering tangan (hand dryer)
Tangan yang sudah bersih sebaiknya tidak menyentuh tutup kran secara langsung.
Peganglah tutup keran dengan handuk atau tisu yang tadi digunakan
Hand sanitizer dapat digunakan untuk mencuci tangan karena kandungannya bisa
membunuh sbagian besar mikroorgamism. Meskipun demikian, prodok ini memiliki
kelemahan, yakni tidak dapat menghilangkan kotoran yang menempel pada tangan
MASKER
Menggunakan masker pada saat:
Ketika sedang sakit dengan gejala demam, batuk, ataupun pilek.
Ketika pergi keklinik atau rumah sakit
Ketika sedang merawat seorang pasien dengan demam dan/atau ada gejala pada
saluran pernafasan, batuk, atau pilek agar tidak tertular
Cara memakai masker yang baik:
Sebelum dan sesudah menggunakan masker, tangan harus dicuci terlebih dahulu.
Cara pakai yang benar:
o Sisi masker yang berwarna dengan setrip metalik (untuk masker N95 dan
nanomasker) harus berada pada sisi luar.
o Tali atau pita plastik harus berada pada tempatnya dan terkait dengan
baiksehingga masker tideak tergeser-geser.
o Masler harus menutupi seluruh hidung , mlut, dan dagu.
o Setrip metalik harus berada tepat pada tulang hidung sehingga masker
menutupi wajah dengan baik.
Jangan memegang masker yang sudah terpasang, karena dapat mengurangi
fungsinya untuk memberikan perlindungan. Bila ingin memegang masker, sebaiknya
cucilah tangan terlebih dahulu. Begitu pula setelah menyentuh masker.
Setelah masker dilepas, hindari menyentuh bagian dalam masker karena
mengandung bananyak mikroorganisme, seperti bakteri dan virus.
Masker sebaiknya dimasukan kedalam kantong plastik atau kertas sebelum dibuang
ke tempaty sampah.
Masker bedah harus diganti setiap hari dan gantilah segera apabila masker rusak dan
sobek.
NASEHAT TATKALA BEPERGIAN
WHO memberikan petunjuk untuk bepergian sesuai skala waspada pandemi yang
saat ini berada pada posisi ketiga. Petunjuk ini akan berubah sesuain perkembangan flu
burung di dunia, yakni pada fase mana kita berada.
Dalam hal ini WHO menyatakan:
Kunjungan kedaerah wabah flu burung tidak dibatasi.
Pemindaian (screening) rutin terhadap para pelancong yang datang dari daerah
terinfeksiH5N1 untuk saat ini belum di perlukan.
Para pelancong hendaknya menghindari kontak dengan lingkungan beresiko tinggi di
negara yang sedang duilanda wbah flu burung. Artinya, jangan pergi ke wilayah yang
sedang mengalami wabah flu burung.
Bila harus berpergiaan kedaerah yang sedang terkena wabah flu burung, sebaiknya:
Menghindari kontak dengan semua jenis unggas (burung, ayam, bebek,
kalkun, angsa) yang hidup ataupun mati.
Tidak berpergian ketaman burung
Apabila ingin makan unggas dan produkjnya, hendaknya yang bernar-benar
matang.
Bila dalam perjalanan merasa kurang sehat, hendaknya menggunakan
masker dan pergi kedokter setempat. Juga, bila setelah kembali dari
negara/daerah dengan wabah flu burung, pakailah masker dan segara pergi
menemui dokterr untuk di periksa, jangan lupa memberi tahu dokter tentang
riwayat perjalanan anda.












Bab 3
Penutup
3.1. Kesimpulan
Flu burung merupakan penyakit yang sedang menjadi sorotan dan telah menelan
cukup banyak korban jiwa. Serangan yang terjadi secara acak dan pemberitaan media yang
cukup gencar mungkin membuat kita gentar, karena kita tidak tahu cara melindungi diari
dan keluarga kita dari virus ini. Meski flu burung berpotensi besar menjadi pandemi karena
beberapa negara juga terserang jenis virus yang sama dalam waktu yang relatif bersamaan
sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya.
3.2. Saran
Virus flu burung sangat berbaya sekali, maka dari itu kita perlu melakukan
pencegahan sejak dini. Sebaiknya kandang-kandang hewan ternak khususnya unggas selalu
bersih dan terawat. Vasinasi juga harus dilakukan pada hewan yang mungkin tertular virus
flu burung.






Daftar Pustaka
World Health Organization (WHO).Then Things You Need to Know About
Pandemic Influenza.
http:www.ho.int/csr/disease/influenza/pandemic10things/en/index.html
Orthomyxoviruses (Influenza Viruses). Dalam brooks GF, Butel JS, Morse SA (ed).
Jawez Melnick & Adelbergs Medical Microbiology. Edisi 23. Mc Graw-
Hill.USA.2004; Bab 39: 536-549.
Harder CT, Warner O. Avian Influenza. Dalam Kamps BS, Hoffaman C, Preiser W
(ed). Influenza Report. http://www.influenzareport.com.
Departemen Pertanian. Pencegahan dan pengendalian Flu Burung (AI)-
Info.http://www.litbangdeptan.go.id./berita/one.221