Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR-DASAR EKOLOGI


ACARA V
Pengenalan Ekosistem


disusun oleh:
Nama : Awanis Aslama
NIM : 13/350268/PN/13399
Kelompok : 5
Golongan : A4
Asisten : Inarotul Uyyun
Nurutami D
Nadia Ayu P

LABORATORIUM EKOLOGI TANAMAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

ACARA V
PENGENALAN EKOSISTEM SUNGAI

I. TUJUAN
1. Mempelajari macam-macam ekosistem sungai.
2. Mengetahui struktur dan komponen pembentuk ekosistem sungai.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Ekosistem merupakan tingkat organisme yang lebih tinggi daripada komunitas atau
merupakan kesatuan dari komunitas dengan lingkungannya dimana terjadi hubungan antar
komponen didalamnya. Di dalam ekosistem setiap spesises mempunyai suatu niche atau
relung ekologi yang khas. Setiap spesies juga hidup di tempat dengan faktor-faktor
lingkungan yang khas yaitu di suatu habitat tertentu. Sehingga ekosistem seperti halnya
dengan komunitas, tidak mempunyai batas-batas ruang dan waktu (Odum, 1971).
Ekosistem terbentuk dari komponen biotik dan komponen abiotik. Abiotik atau
komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat
tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen
abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik,
senyawa anorganik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, yaitu suhu, air,
garam, cahaya matahari, tanah, dan batu, serta iklim. Biotik adalah istilah yang biasanya
digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu
komponen yang menyusun suatu ekosistrem selain komponen abiotik (Foote, 1987).
Di dalam ekosistem air tawar, bila dilihat secara keseluruha terdapat 3 komponen
penting yakni produsen, konsumen, dan pengurai. Produsen utama pada sungai adalah
ganggang, sedangkan spermathophyta akuatik berada pada produsen kke-2. Untuk konsumen,
ada 4 kelompok yang menyusun sebagian besar bioma dari kebanyakan ekosistem air tawar
diantaranya yaitu moluska, serangga air, udang-udangan, dan ikan. Bakteri air dan jamur air
tampaknya sma penting dalam penampilannya sebagai pegawai vital bahan organik menjadi
bahan anorganik yang dapat digunakan kembali oleh produsen (Odum, 1993).
Berdasakan intensitaas cahaya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu
(Rukayah, 2012) :
a. Daerah litoral, derah litoral adalah daerah air dangkal, sinar matahari dapat menembus
sampai dasar perairan organisme daerah litoral adalah tumbuhan yang berakar, udang,
cacing, dan fitoplankton.
b. Daerah limnetik, daerah limnetik adalah daerah terbuka yang masih dapat ditembus
oleh cahaya matahari. Organisme daerah ini adalah plankton, neston, dan nekton.
c. Daerah profundal, daerah profundal adalah daerah dasar perairan tawar yang dalam
sehingga sinar matahari tidak dapat menembusnya. Produsen sudah tidak ditemukan
lagi.
Suatu ekosistem tersusun dari organisme hidup di dalam suatu area ditambah dengan
keadaan fisik yang saling berinteraksi. Karena tidak ada perbedaan yang tegas antara
ekosistem, maka objek pengkajian harus dibalas atas daerah, dan unsur penyusun. Saling
keterkaitan antara satu dengan hal yang lain, saling ketergantungan, dan hubungan sebab
akibat yang semuanya itu membentuk satu rantai kehidupan yang berkesinambungan
(clapham, 1973).
Proses-proses arus energi dan kimia menunjang organisme ekosistem dan
bertanggung jawab terhadap identitas fungsional dan ekosistem tersebut. Di dalam tiap
ekosistem akan terjadi interaksi antara organisme yang akan mengubah dan mentransfer
energi serta zat-zat kimia. Sumber utama adalah sinar matahari, foton-foton tertentu dari
matahari akan digunakan untuk energi kimia melalui proses fotosintesis. Produsen primer
adalah organisme-organisme yang berperan sebagai sumber energi pertama dengan
mengubah sinar menjadi energi kimia. Tanaman hijau merupakan produsen primer utama
baik di darat maupun di sungai (Pringgoseputro, 1998).





III. METODOLOGI
Praktikum Dasar-Dasar Ekologi acara V mengenai Pengenalan Ekosistem ini
dilaksanakan di Kali Bedog, daerah Bolawen, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada hari
Sabtu tanggal 29 Maret 2014. Alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini antara
lain adalah botol Aqua bekas, plastik dan alat tulis.
Seluruh tumbuhan yang ada dalam ekosistem yang diamati, masing-masing spesies
tumbuhan tersebut diidentifikasi. Hewan yang juga dapat ditemukan dalam ekosistem
tersebut diamati dan diidentifikasi. Sampel air diambil yang kemudian ditutup plaastik untuk
dianalisis kandungan DO dan BOD nya.
















IV. HASIL PENGAMATAN
Pada hasil pengamatan yang dilakukan pada ekosistem sungai ini, didapat 2
komponen penyusun ekosistem sungai tersebut. Yaitu komponen abiotik dan juga biotik.
Komponen abiotik yang dapat ditemukan antara lain cahaya matahari, air, iklim, udara, suhu,
batu, tanah, dedaunan yang telah gugur, dan ranting pohon. Sedangkan komponen biotiknya
yang ditemukan antara lain semut (Oechophyllya smaragdina), ketam air tawar ( Pharathelphusa
convexa), siput sedut, belalang, kupu-kupu, semak-semak, pohon bambu, lumut, jamur air, bunga
wedelia (Wedelia trilobata), Anggang-anggang (Lymnoganus sp), dan katak.













Keterangan: Daur Materi
Arus Energi

Gambar 1. Diagram Daur Materi dan Arus Energi Ekosistem Sungai

PRODUSEN
Fitoplankton
KONSUMEN 1
Zooplankton
KONSUMEN 2
Ikan
Sampah organik dari Tumbuhan,
Hewan, dan Ikan mati
Pembusukan oleh Mikroba
(Dekomposer)
Mineralisasi menjadi bahan
mineral
Bahan
Mineral
V. PEMBAHASAN
Ekosistem merupakan tingkat organisme yang lebih tinggi daripada komunitas atau
merupakan kesatuan dari komunitas dengan lingkungannya dimana terjadi hubungan antar
komponen didalamnya. Di dalam ekosistem setiap spesises mempunyai suatu niche atau
relung ekologi yang khas. Setiap spesies juga hidup di tempat dengan faktor-faktor
lingkungan yang khas yaitu di suatu habitat tertentu.
Sungai dapat dikategorikan sebagai suatu ekosistem karna memiliki komponen biotik
dan abiotik yang saling berinteraksi untuk membuat daur materi dan aliran energi.
Daur/siklus materi adalah proses atau siklus yang menyebabkan suatu unsur dapat digunakan
secara berulang ulang. Contohnya adalah siklus carbon-hidrogen-oksigen, siklus air, siklus
nitrogen dan lain lain. Aliran energi adalah sebuah aliran antar organisme yang hidup di
dalamnya guna keberlanjutan suatu ekosistem.
Faktor abiotik yang ada di ekosistem sungai tersebut meliputi cahaya matahari, air,
iklim, udara, suhu, batu, tanah, dedaunan yang telah gugur, dan ranting pohon. Faktor biotik
yang terdapat disana adalah semut (Oechophyllya smaragdina), ketam air tawar (
Pharathelphusa convexa), siput sedut, belalang, kupu-kupu, semak-semak, pohon bambu,
lumut, jamur air, bunga wedelia (Wedelia trilobata), Anggang-anggang (Lymnoganus sp),
dan katak. Dari faktor abiotik dan biotik yang hidup berdampingan terciptalah rantai
makanan yang mengaitkan satu sama lain. Pada hubungan nutrisional, organisme meliputi
semua makhluk hidup baik yang bersifat autotrof dan heterotror.
Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat makanannya ssendiri
dengan merubah zat anorganik menjadi organik sebagai nutrisinya sendiri. Organisme
autotrof dibagi menjadi fotoautotrof, yaitu organisme autotrof yang mengubah senyawa
anorganik menjadi organik dengan bantuan sinar matahari sebagai sumber energi, dan
kemoautotrof, yaitu organisme yang mengubah zat anorganik menjadi organik dengan
menggunakan senyaswa kimi asebagai sumber energinya.
Organisme heterotrof adalah organisme yang mendapatkan sumber nutrisi dari
organisme lain atau organisme yang tidak bisa memnuat makanannya sendiri. Organisme
heterotrof di bagi menjadi empat. Saprofit, adalah organisme yang menyerap senyawa
organik dari organisme yang telah mati, Herbivora, adalah organisme pemakan tumbuhan,
Karnivora, yaitu organisme pemakan daging, dan Omnivora, organisme pamakan segala.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan
jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara
konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis
lintang. Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir
deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan
terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman
berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Rantai makanan adalah lintasan konsumsi makanan, biasanya dimulai dengan
organisme autrotofik yaitu organisme yang melakukan fotosistesis seperti tumbuhan hijau.
Organisme ini disebut produsen karena dapat membuat makanan dari bahan mentah
anorganik. Setiap konsumen yang memakan langsung tumbuhan disebut herbivor atau
konsumen primer seperti sapi dan belalang. Karnivor yang memakan herbivor disebut
karnivor sekunder. Karnivor yang memakan karnivor sekunder disebut karnivor tersier, dan
seterusnya. Setiap tingkatan konsumen dalam satu rantai makanan disebut tingkatan trofik.

Widelia Kupu-kupu

Belalang Katak


Pohon bambu

Lumut Ikan



Fitoplankton Zooplankton Jentik nyamuk Anggang-anggang


Gambar 2. Rantai Makanan Ekosistem Sungai

Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling
berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan di sungai
dimulai dari fitoplankton, yang berupa lumut, tanaman widelia, pohon bambu. Tanaman
widelia dimangsa oelh kupu-kupu dan belalang. Lumut dimangsa oleh ikan, sedanglan pohon
bambu dimangsa oleh belalang. Fitoplankton-fitoplankton tersebut dimangsa oleh
zooplankton. Zooplankton dimangsa oleh jentik-jentik nyamuk maupun ikan. Namun, ikan
juga memangsa jentik-jentik nyamuk, karena jentik-jentik nyamuk dimangsa oleh ikan,
anggang-anggang, dan katak. Katak memangsa belalang, jentik-jentik nyamuk, dan anggang-
anggang. Jadi satu pemangsa bisa memangsa beberapa mangsa dalam satu-satu jaring-jaring
makanan.
Sinar matahari digunakan oleh tanaman seperti lumut, pohon bambu, semak-semak,
dan bunga wedelia (Produsen) untuk melakukan proses fotosintesis. Hasil dari fotosintesis
berupa oksigen dan karbohidrat digunakan oleh makhluk air untuk bernapas. Kemudian
tumbuhan dan zooplankton dimakan oleh konsumen I kemudian dimangsa lagi oleh
konsumen II. Sisa dari bangkai ikan dan sisa dedaunan yang gugur kemudian diuraikan
menjadi bagian-bagian kecil oleh detrivor setelah itu akan diurai oleh pengurai dan
mengalami pembusukan oleh dekomposer . Hasil dari peguraian tersebut berubah menjadi
bahan organik, unsur hara yang bisa digunakan kembali oleh tumbuhan.
Perpindahan energi pada sebuah rantai makanan. Pada proses perpindahan selalu
terjadi pengurangan jumlah energi setiap melalui tingkat trofik makan-memakan. Energi
dapat berubah menjadi bentuk lain, seperti energy kimia, energi mekanik, energi listrik, dan
energi panas.
Materi memilki siklus yang berbeda dengan energi. Sunber materi yang utama adalah
bumi. Setelah diserap oleh tumbuhan, materi (air dan CO2) diubah menjadi karbohidrat yang
secara berturut-turut zat tersebut akan berpindah dari tubuh organisme satu ke organisme lain,
sesuai dengan rantai makanan yang terjadi. Ketika konsumen terakhir mati, jazadnya akan
diolah oleh dekomposer menjadi unsur unsur yang dapat diserap kembali oleh tumbuhan
untuk dijadikan karbohidrat lagi. Sehingga dapat digambarkan daur meteri seperti ini:
Produsen konsumen I (herbivora) konsumen II (karnivora)

Dekomposer
Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari
masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen (organisme fotoautotropik) yang diubah
menjadi energi kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir dari
produsen ke konsumen dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi
kimia tersebut digunakan organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kemampuan
organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan
produktivitas ekosistem.


















VI. KESIMPULAN
Ekosistem terdiri atas ekosistem daratan dan ekosistem akuatik, salah satu contoh
ekosistem akuatik adalah ekosistem sungai. Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke
satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.
Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komponen pembentuk ekosistem sungai ialah komponen abiotik yang terdiri atas, air,
tanah, cahaya matahari, pH, dedaunan gugur, batu, udara, iklim dan suhu. Serta komponen
biotik seperti produsen, konsumen, detritivor, dan pengurai.



















DAFTAR PUSTAKA

Clapham, W. B. 1973. Natural ecosystem. Macmillian Publishing Co., Inc., New York
London : VIII + 248p.

Foote, K. G. 1987. Fish target for use in echo integrator surveys. J. A. Coust Soe od America
(JASA). Page 981-987.

Odum, E. P. 1971. Fundamental of Ecology. Renhart and Whasington, New York.

Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi Edisi Ketiga. UGM Press, Yogyakarta.

Pringgoseputro, S. 1998. Ekologi Umum. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada Press.

Rukayah, S. 2012. Pengelolaan kualitas air dalam ekosistem (acuan : kultur ikan nila
oreochromis). Jurnal Fakultas Biologi Unsoed 23:12-18.