Anda di halaman 1dari 9

Modul III

Rangkaian Catu Daya



Nama : Mulya Diana Murti
NIM : 10212003
E-mail : mulyadiana13@gmail.com
Shift/Minggu : Jumat/III
Asisten : Elvina Ayu Ratnasari (10211033)
Nanda P.H Tumangger (10210064)
Rachman B Putra (10211071)
Thebe Alfarisi (10210071)
Tanggal Praktikum : 4 Oktober 2013
Tanggal Pengumpulan : 10 Oktober 2013

Abstrak
Percobaan pada modul ini mengenai diode dan rangkaian catu daya.Tujuannya untuk
menentukan kurva serta karakteristik dari diode yang digunakan , menganalisis hasil pengukuran
tegangan arus bolak balik dengan multimeter dan osiloskop , menentukan besar dari tegangan
ripple dan kualitas dari rangkaian penyearah , serta menganalisis gelombang keluaran rangkaian
penyearah dengan menggunakan diode zener.Pertama membuat rangkaian diode dengan arah
diode panjar maju dan mundur dan dialirkan tegangan tertentu untuk menentukan arus yang
melewati diode.Data akan digunakan untuk membuat kurva karakteristik diode.Selanjutnya
membuat rangkaian penyearah setengah dan penuh gelombang , untuk dianalisis bentuk gelombang
keluarannya.Pada rangkaian penyearah gelombang penuh akan divariasikan dengan penambahan
kapasitor atau diode zener pada rangkaian.

Kata Kunci : Dioda , diode zener , penyearah , tegangan ripple
1. Tujuan
1.Menentukan karakteristik suatu diode.
2.Menganalisis hasil pengukuran
tegangan arus bolak-balik dengan
multimeter dan osiloskop.
3.Menentukan besar dari tegangan ripple
dan kualitas rangkaian penyearah .
4.Menganalisis gelombang keluaran
rangkaian penyearah dengan
menggunakan diode zener.
2. Teori Dasar
2.1. Dioda
Dioda merupakan suatu bahan
semikonduktor berbahan silicon atau
germanium yang dapat melewatkan arus pada
satu arah saja.Salah satu jenis diode adalah
diode jenis p-n yang terdiri dari
semikonduktor jenis p dan n.Jika diode jenis
ini diberi tegangan panjar maju maka akan
ada arus yang mengalir , sedangkan jika
diberi tegangan panjar mundur maka
menyebabkan tidak adanya arus yang
mengalir.

Gambar 1.Kurva karakteristik diode
Kurva karakteristik diode merupakan
hubungan antara arus diode dan beda
tegangan antara kedua ujung diode.Tegangan
dimana arus mulai naik disebut tegangan
potong.Saat diberi panjar mundur , arus yang
mengalir sangat kecil dan sampai batas
tertentu tidak bergantung pada tegangan
diode.Arus ini disebut arus penjenuhan ,
peristiwa terjadinya arus penjenuhan disebut
kedadalan (breakdown).

Gambar 2.Skema rangkaian untuk menentukan
karakteristik dioda
Berdasarkan gambar 2 , kurva karakteristik
diode dapat diperoleh dengan mengukur
tegangan diode (Vab) dan arus yang melalui
diode (I
D
).Dari gambar 2 , akan diperoleh
persamaan :
V
cc
= V
ab
+ V
bc
+ (I
D
x R
L
) ...(1)
I
D
=

(2)
2.2.Catu Daya (Rangkaian Penyearah)
2.2.1.Penyearah setengan gelombang

Gambar 3.Skema penyearah setengah gelombang
2.2.2.Penyearah gelombang penuh

Gambar 4.Skema penyearah gelombang penuh
2.2.3.Penyearah dengan tapis

Gambar 5.Skema penyearah dengan tapis
Rangkaian penyearah dengan tapis digunakan
agar tegangan DC yang dihasilkan lebih
rata.Dengan adanya pemasangan sebuah
kapasitor , tegangan keluaran tidak akan
segera turun walaupun tegangan masukan
sudah turun.Hal ini disebabkan karena
kapasitor memerlukan waktu untuk
mengosongkan muatannya.Tegangan yang
terjadi disebut tegangan riak (ripple voltage).
Kualitas rangkaian penyearah dengan tapis
dinyatakan oleh nisbah riak puncak ke puncak
(peak to peak ripple ratio/pprr).


...(3)

....(4)
Untuk setengah gelombang :

(5)
Untuk gelombang penuh :

......................................(6)

Gambar 6.Rangkaian catu daya dengan regulator
zener
Penggunaan diode zener dapat mencegah
terjadinya penurunan tegangan keluaran
dalam batas-batas tertentu dari penyearah
yang dibebani.
3. Data
3.1.Percobaan 1 : Karakteristik Dioda
R
L
= 815
Polaritas anoda-katoda (panjar maju).
Tabel 1.Data pengukuran disaat diode panjar maju
V
CC
(V) Vab (V) Vbc (V)
0.109 0.109 0
0.219 0.268 0.0009
0.428 0.423 0.0365
0.635 0.484 0.1497
0.808 0.522 0.3149
1.02 0.544 0.481
1.212 0.56 0.666
1.42 0.573 0.847
1.6 0.58 1.004
1.82 0.59 1.2
2.074 0.598 1.471
2.23 0.603 1.541
2.4 0.61 1.916
2.62 0.614 2.022
2.809 0.618 2.192
3.013 0.622 2.393
3.2 0.626 2.565
3.4 0.63 2.75
3.6 0.633 2.958
3.82 0.637 3.161
4.04 0.639 3.387
4.24 0.643 3.585
4.42 0.644 3.78
4.6 0.646 3.99
4.82 0.649 4.19
5.1 0.65 4.41

Polaritas katoda-anoda (panjar mundur).
Tabel 2.Data pengukuran disaat diode panjar mundur
V
CC
(V) Vab (V) Vbc (V)
0 0 0
0.243 0.243 0
0.49 0.494 0
0.639 0.639 0
0.897 0.897 0
1.025 1.025 0
1.23 1.23 0
1.414 1.415 0
1.694 1.534 0
1.872 1.867 0
2.035 2.034 0
2.29 2.28 0
2.43 2.42 0
2.65 2.65 0
2.87 2.87 0
3.067 3.064 0
3.251 3.24 0
3.4 3.405 0
3.687 3.68 0
3.86 3.86 0
4.02 4.02 0
4.23 4.23 0
4.42 4.42 0
4.6 4.61 0
4.85 4.85 0
5.01 5.01 0

3.2.Percobaan 2 : Penyearah Setengah
Gelombang
Tabel 3.Data penyearah setengah gelombang
V
AC

Input
(V)
Vbc
V
AC
Multimeter
(V)
V
AC

Osiloskop
(V)
1 0.27 0.39
2 0.72 0.9
3 1.158 1.42


Gambar 7.Bentuk gelombang keluaran penyearah
setengah gelombang


Gambar 8.Bentuk gelombang keluaran penyearah
setengah gelombang dengan diode dibalikkan
3.3.Percobaan 3 : Pembebanan pada Catu
Daya Penyearah Gelombang Penuh
Tabel 4.Data pembebanan pada catu daya
penyearah gelombang penuh tanpa kapasitor
R (k) Va (V) Vb (V) Vc (V)
0.74578 5 5 2.7
1.8782 8 8 6.8
2.381 10 10 8.62

Gambar 9.Bentuk gelombang keluaran penyearah
gelombang penuh tanpa kapasitor

Tabel 5.Data pembebanan pada catu daya
penyearah gelombang penuh dengan kapasitor
R (k) Va
(V)
Vb
(V)
Vc
(V)
C
(F)
2.381 10 10 13.5 100


Gambar 10.Bentuk gelombang keluaran
penyearah gelombang penuh dengan kapasitor
3.4.Percobaan 4 : Catu Daya dengan
Regulator Zener
Tabel 6.Data catu daya dengan regulator zener
R() 100
Izd (A) 0.00166
V
13
(V) 7.65
V
12
(V) 7.52
Vz (V) 0.1781
V
23
V 0.1785
Rv () 0.0671
RL Tidak diketahui


Gambar 11.Bentuk keluaran titik a pada
percobaan catu daya dengan regulator zener

Gambar 12.Bentuk keluaran titik b pada
percobaan catu daya dengan regulator zener


Gambar 13.Bentuk keluaran titik c pada
percobaan catu daya dengan regulator zener

4. Pengolahan Data
4.1.Karakteristik Dioda
Dengan menggunakan persamaan (2) kita
dapat mendapatkan besarnya I
D.

Tabel 7.Tabel karakteristik diode panjar maju
V
CC

(V)
Vab (V) Vbc (V) I
D
(A)
0.109 0.109 0 0
0.219 0.268 0.0009 1.10429x10
-6

0.428 0.423 0.0365 4.47853x10
-5

0.635 0.484 0.1497 0.000183681
0.808 0.522 0.3149 0.00038638
1.02 0.544 0.481 0.000590184
1.212 0.56 0.666 0.000817178
1.42 0.573 0.847 0.001072393
1.6 0.58 1.004 0.001231902
1.82 0.59 1.2 0.001472393
2.074 0.598 1.471 0.001890798
2.23 0.603 1.541 0.00235092
2.4 0.61 1.916 0.002480982
2.62 0.614 2.022 0.002689571
2.809 0.618 2.192 0.002689571
3.013 0.622 2.393 0.002936196
3.2 0.626 2.565 0.003147239
3.4 0.63 2.75 0.003374233
3.6 0.633 2.958 0.003629448
3.82 0.637 3.161 0.003878528
4.04 0.639 3.387 0.004155828
4.24 0.643 3.585 0.004398773
4.42 0.644 3.78 0.004638037
4.6 0.646 3.99 0.004895706
4.82 0.649 4.19 0.005141104
5.1 0.65 4.41 0.005411043

Tabel 8.Tabel karakteristik diode panjar mundur
V
CC
(V) Vab (V) Vbc (V) I
D
(A)
0 0 0 0
0.243 0.243 0 0
0.49 0.494 0 0
0.639 0.639 0 0
0.897 0.897 0 0
1.025 1.025 0 0
1.23 1.23 0 0
1.414 1.415 0 0
1.694 1.534 0 0
1.872 1.867 0 0
2.035 2.034 0 0
2.29 2.28 0 0
2.43 2.42 0 0
2.65 2.65 0 0
2.87 2.87 0 0
3.067 3.064 0 0
3.251 3.24 0 0
3.4 3.405 0 0
3.687 3.68 0 0
3.86 3.86 0 0
4.02 4.02 0 0
4.23 4.23 0 0
4.42 4.42 0 0
4.6 4.61 0 0
4.85 4.85 0 0
5.01 5.01 0 0

Dari data kita dapat membuatkan kurva
karakteristik dari diode.

Gambar 14.Kurva karakteristik diode panjar maju dan
panjar mundur
Titik kerja dari diode yang digunakan adalah
Q = (0.522 V, 0.00038638 A).
4.2.Penyearah Setengah Gelombang
Dari data pada table 3 , kita dapatkan nilai
rata-rata tegangan yang diukur dengan
multimeter adalah 0.716 V , sedangkan
tegangan rata-rata yang diukur menggunakan
osiloskop adalah 0.903 V.
Faktor koreksi antara hasil pengukuran
osiloskop dengan multimeter adalah 1.26
4.3.Pembebanan pada Catu Daya
Penyearah Gelombang Penuh
Dengan menggunakan persamamaan (3) ,
(4) , dan (6) , kita dapat menentukan nilai
Vrpp dan pprr .
f = 50 Hz
Tabel 9.Nilai Vrpp dan pprr
R
(k)
C
(F)
Vp
(V)
Vrpp pprr
2.381 100 13.5 0.566 0.13

4.4.Catu Daya dengan Regulator Zener
I
12
=

...............................................(7)
I
23
=

.(8)
I
13
=

...(9)
Dari persamaan diatas dan data pada table
6 , maka dapat dicari nilai dari :
I
12
= 0.11 mA
I
23
= -
I
13
= 0.076 A
5. Analisis
Pada percobaan karakterisitik diode
kita dapat mengetahui dimana titik kerja ,
nilai dari tegangan (V
D
) dan arus dari
diode (I
D
) yang digunakan.Berdasarkan
kurva karakteristik yang didapat , arus
mulai meningkat tajam saat tegangan
bernilai 0.522 V.Berarti , diode yang
digunakan memiliki tegangan potong
sekitar 0.522 V.
Nilai tegangan keluaran antara
multimeter dengan osiloskop berbeda.Hal
ini terjadi karena nilai tegangan pada
osiloskop merupkan nilai V puncak ,
sedangkan pada multimeter masih dalam
rms (root mean square) .Faktor
koreksinya sebesar 1.26 (menurut teori :
=1.4)
Peristiwa setengah gelombang terjadi
karena pada setengah siklus diode
mengalami prategangan balik , sehingga
arus pada beban menjadi nol.Hal inilah
yang membuat tegangan menjadi nol pada
saat -2.Apabila arah diode dibalik,maka
arus yang mengalir adalah negatif
0
0.001
0.002
0.003
0.004
0.005
0.006
-6 -4 -2 0 2
VD (V)
Q
Dari gambar 9 , bentuk keluaran
gelombang penuh tanpa kapasitor
mempunyai perbedaan tiap gelombangnya
sebesar .Sedangkan pada gambar 10 ,
bentuk gelombang keluaran penuh dengan
menggunakan kapasitor atau dengan tapis
berupa garis lurus.Jika nilai Vrpp yang
didapatkan adalah 0.566 , gambar
gelombang tegangan keluaran yang
didapatkan harusnya tidaklah berupa
garis lurus , namun berupa riak.Karena ,
ketika rangkaian dipasangkan kapasitor ,
maka kapasitor akan menyimpan energy
listrik yang akan didischarge ke beban
ketika tegangan turun.Sehingga tegangan
yang terukur di keluarn tidak langsung
turun ke nol.Gelombang yang dihasilkan
akan berbentuk riak yang disebut
tegangan riak.Semakin kecil tegangan riak
maka tegangan keluarannya semakin
halus.
Penyearah gelombang yang
menggunakan regulator zener gambar
tegangan keluarannya lebih stabil
dibanding tamnpa menggunakan diode
zener.
Pada percobaan rangkaian penyearah
dengan menggunakan regulator zener ,
I13 = I12 + Izd dan V13 = V12 + Vz .Hal
ini karena nilai arus yang mengalir pada
diode zener berbeda dengan arus yang
mengalir kehambatan beban.Nilai
hambatan beban harus bernilai besar agar
zener nya berfungsi.Kita tahu kalau arus
akan mengalir ke hambatannya yang lebih
kecil.
RL pada setiap rangkaian mempunyai
fungsi yang berbeda.Pada rangkaian
penyearah dengan kapasitor , RL
mempuat tegangan keluaran bernilai lebih
besar dari tegangan input.Pada rangkaian
penyearah gelombang penuh tanpa
kapasitor , maka RL membuat tegangan
keluaran bernilai lebih kecil dari tegangan
input.Sedangkan pada rangkaian
penyearah dengan regulator zener, RL
yang harus bernilai lebih besar
mengakibatkan arus yang mengalir pada
rangkaian lebih menuju ke zener.
6. Kesimpulan
a.Kurva karakteristik diode dapat dibuat
dengan mengukur tegangan yang melewati
diode dan mencari nilai arus yang melewati
diode tersebut.Setelah dibuat grafik I diode
terhadap V diode , maka kita bisa
mendapakan nilai tegangan potongnya.
b.Pengukuran tegangan antara multimeter dan
osiloskop berbeda , hal ini karena nilai
tegangan yang terukur pada osiloskop
merupakan tegangan maksimum ,
sedangkan tegangan yang terukur pada
multimeter merupakan tegangan
efektif.Sehinnga menghitung nilai Vpuncak
dengan multimeter harus dikali factor
koreksi.
c.Penyearah setengah gelombang
memunculkan keluaran setengah tegangan
hal ini disebabkan pada setengah siklus
diode mengalami prategangan
balik,sehingga arus beban menjadi nol.
d.Besar nilai tegangan ripple dan kualitas
rangkaian penyearah bisa ditentukan
menggunakan persamaan 3,4,5,6.Dari
percobaan kualitas rangkaian penyearahnya
sebesar 0.13.
e.Dengan menambahkan kapasitor pada
rangkaian penyearah gelombang,maka
gelombang keluaran yang dibentuk dapat
diperhalus (lebih rata).
f.Dengan menambahkan diode zener pada
rangkaian penyearah,maka tegangan
keluaran dapat lebih stabil meskipun
tegangan masukan yang diberikan berubah-
ubah.
7. Referensi
[1]Malvino,Albert.1998.Electronic
Principles 7
th
Edition.McGraw-Hill
Education : India.
[2]Surjono , Herman
Dwi.2007.Elektronika:Teori dan
Penerapan.Cerdas Ulet Kreatif :Jawa
Timur.
[3]Sutrisno.ELEKTRONIKA Teori dan
Penerapan 1.Institut Teknologi
Bandung :Bandung.
[4]Hanafi Gunawan
(Penterjemah).1990.Prinsip-prinsip
Elektronik.Erlangga : Jakarta.