Anda di halaman 1dari 23

Lesson plan 10

1. Cari energi untuk membentuk fraksi-fraksi pengukuran dengan Spektrometri massa


(untuk memutuskan ikatan/energi ikatan C-C = 83 kcal/mol; C=C =; Crangkap3C
=; C-H =; C-O =; C=O =; Crangkap3N =; C=N =; C-N =?
H - O : 111 kkal.mol-1
C - H : 99 kkal.mol-1
C - O : 85 kkal.mol-1
C = O : 173 kkal.mol-1
O = O : 119 Kkal.mol-1
















(http://www.scribd.com/doc/24313224/kimia-dasar)

Rananda: C-H = 413 kcal/mol, C-O = 358 kcal/mol (dari buku sudarmo, 2004: 48
Kimia SMA Kelas XI)
Ria Sita : C-C = 83 kcal/mol, C=C = 614 kcal/mol, CC = 839 kcal/mol, C=O = 799
kcal/mol, CN = 891 kcal/mol. (dari buku sudarmo, 2004: 48 Kimia SMA Kelas XI)
Qonita: C-H = 99 kcal/mol, C-O = 356 kJ/mol atau 85,44 kcal/mol
Utarie : C=N = 619 kJ/mol atau 148,56 kcal/mol, C-N = 293 kJ/mol atau 70,32
kcal/mol (dari buku sudarmo, 2004: 48 Kimia SMA Kelas XI)
Ade Putri : C=N = 226 kcal/mol (dari buku sudarmo, 2004: 48 Kimia SMA Kelas XI)

2. Hitung panjang gelombang energi electron Spektrometri Massa jika energi
electronnya adalah 83 kcal/mol?

3. Bagaimana Fraksi/Gugus atom dapat menyerap energi Sinar dari sumber sinar?
Bagaimana fraksi dapat terbentuk?
Fraksi gugus atom dapat menyerap energi sinar dari sumber sinar tersebut ditentukan
pada panjang gelombang tertentu dan tergantung pada sifat unsurnya. Misal natrium
menyerap pada 589 nm, uranium 385,5 nm sedangkan kalium pada 766,5 nm

4. Apa kegunaan Spektrometri Massa?
Mengetahui komposisi unsur dari bahan yang dianalisa sehingga diketahui
berat dan rumus molekulnya
Mengetahui unsur senyawa baik senyawa organic maupun anorganik
Untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif suatu kompleks
Untuk penentuan struktur dari komponen permukaan padatan
Untuk menentukan perbandingan isotop atom dalam suatu sampel.
(http://floweriza.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html)

Untuk menentukan berat molekul dengan sangat teliti sampai 4 angka dibelakang
desimal.
Spektoskopi massa dapat digunakan untuk mengetahui rumus molekul tanpa melalui
analisis unsur.
(http://eriyatibudhiprajanti.students-blog.undip.ac.id/2009/10/29/spektrometer-massa-untuk-
menentukan-massa-inti-atom/)






Lesson plan 11
LESSON PLAN 11

Kelompok : 2
Nama Anggota :
1. Fika Tivany (06091410001)
2. Sarinarulita (06091410002)
Program Studi : Pendidikan Kimia

1. Apa beda prinsip kerja peralatan UV/T dengan spektometri massa?
Jawab: beda kerja peralatan UV/T dengan spektometri massa:
Spektrofotometer UV-sinar tampak (visible) adalah analisa kuantitatif dan kualitatif
spesies kimia dengan pengukuran absorbansi atau transmittansi dalam spektroskopi,
sedangkan untuk mengukur massa inti dengan ketelitian tinggi digunakan
spektrometer massa.
Sampel dalam spektrofotometer massa adalah gas sedangkan UV/Vis ialah larutan.
Dalam spektrofotometer massa terdapat tahap ionisasi ialah sampel dalam bentuk
gas mula-mula ditembaki dengan berkas elektron berenergi tinggi. Pelakuan ini
menyebabkan atom atau molekul sampel mengalami ionisasi (melepas elektron
sehingga menjadi ion positif). Sedangkan dalam UV/Vis digunakan monokromator
untuk mengolah sumber sinar yang polikromatis menjadi monokromatis yang
kemudian menuju sampel.

2. Prediksilah gugus dari data spectrum!


Jawaban :
Garis paling tinggi dalam diagram spktrum adalah pada m/z = 57 dan disebut puncak
dasar. Yang menyebabkan garis pada m/z = 57 adalah penentuan perkalian atom C
dengan atom C pada diagram spectrum (12 atom C) maka :
m/z = 57
4 x 12 = 48
Sisa 9 untuk mencapai 57. Maka ditentukanlah 9 atom H untuk melengkapinya.
Penulisannya adalah C
4
H
9
+
dapat juga ditulis [CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
]
+
, dan ini dapat
dihasilkan melalui fragmentasi berikut:

m/z = 29
2 x 12 = 24
C
2
H
5
+
(etil)
m/z = 43
3 x 12 = 36
C
3
H
7
+
(propil)
m/z = 71
5 x 12 = 60
C
5
H
11
+
(amil/pentil)
m/z = 85
6 x 12 = 72
C
6
H
13
+
(heksil)
Maka ada lima spektrum dodekana C
12
H
26
yang terdeteksi, yaitu :
C
2
, C
3
, C
4
, C
5
dan C
6

Yang paling banyak komposisinya adalah spektrum yang memiliki puncak
tertinggi yaitu C
4
H
9
+


(online, http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-15266-1408201202-Presentation2.pdf)

3. Buatlah bagan kotak peralatan spektrometer massa! Apa bedanya dengan bagan
Spektrometer UV/T?
Jawab: Spektrometer massa





Spektrometer UV/Vis


Perbedaan :
Pada spektrometer massa terdapat ruang hampa atau vakum sedangkan UV/Vis tidak ada.
Terdapat ruang ionisasi dan analyzer dalam spektrometer massa sedangkan UV/Vis tidak
ada
Terdapat monokromator dalam UV/Vis sedangkan massa tidak ada.
Tempat sampel pada UV/Vis dalam kuvet sedangkan massa pada vakum.

4. Berikan contoh lain spektrum spektrometri massa!
Jawab:


Novriyani: sprektrum bromine, pada bromin mempunyai dua isotop yaitu 79 br dan 81 br dengan
perkiraan perbandingan 1 : 1. Itu artinya bahwa suatu senyawa mengandung satu atom bromine
akan mempunyai dua puncak dalam daerah ion molekuler tergantung pada isotop bromine mana
yang terdapat pada ion molekuler.

Utarie: spektometri massa pada atom klorin 1,2-dikloroetana, mempunyai 3 garis pada daerah ion
molekuler dengan jarak masing-masing dua unit m/z dan dengan perbandingan tinggi puncak 9 : 6 :
1 maka senyawa tersebut mengandung dua atom klorida.

Putri: pada spektrum massa metilen klorida, puncak ion molekul metilen klorida terjadi pada m/z =
88

Ria: metilen klorida pada spektrum massa metilen klorida, puncak ion molekul metilen klorida terjadi
pada m/z = 88
Puncak ion molekul terdapat pada kumpulan puncak paling kanan di dalam spektrum massa
(Sumber: internet dalam bentuk PDF dari Anna Permatasari)

Dili: puncak dasar adalah puncak yang paling tinggi karena menunjukkan ion fragmen yang paling
banyak terbentuk karena adanya beberapa cara di mana ia dapat dihasilkan dari ion induk atau
karena ia merupakan ion yang stabil. (Sumber: internet wikipedia)












LESSON PLAN 12
Soal Allah
Kuas
a
1. Gambarkan bagan kotak peralatan NMR?
Jawaban :

Keterangan ;
1. Pemancar frekuensi radio
2. Medan magnet
3. Tabung cuplikan
4. Penerima frekuensi radio dan detektor
5. Rekorder

2. Apa beda prinsip kerja peralatan UV/T dengan NMR?
Jawaban :
Perbedaan :
- Alat UV/Vis menggunakan sinar dengan panjang gelombang 400 nm sampai 800 nm,
sedangkan alat NMR menggunakan sumber energi panjang gelombang radio.
- Pada alat NMR larutan cuplikan diletakkan dalam tabung berputar yang disinarkan dengan
energi sinar frekuensi radio sedangkan alat UV/Vis menggunakan sinar monokromatis
dengan frekuensi panjang gelombang 400 nm sampai 800 nm.
- Pada alat NMR terdapat penerima frekuensi radio dan detektor sedangkan pada alat
UV/Vis hanya terdapat detektor.

3. Prediksi gugus dari data spektrum NMR berikut ?
Jawaban :







Dwi : gambar 1, dimana garis spektrum tertinggi memiliki 9 atom H. Dan berarti
tingginya 9x garis spektrom terendah memiliki 1 atom
Utari : Dari gambar,makin banyak atom H maka mendekati atom O. Sebaliknya
makin
sedikit atom H maka semakin menjauh.
Dita :pada gambar 2. Garis spektum tertinggi memiliki 6 atom H yang berarti tingginya
6x. Sedangkan spektrum terendah memiliki 1 atom H

4. Untuk apa NMR ?
Jawaban :
untuk mengidentifikasi struktur senyawa atau rumus bangun molekul senyawa organik.
Meskipun Spektroskopi Infra Merah juga dapat digunakan untuk tujuan tersebut, analisis
spektra NMR mampu memberikan informasi yang lebih lengkap.
Dampak spektroskopi NMR pada senyawa bahan alam sangat penting. Ini dapat digunakan
untuk mempelajari campuran analisis, untuk memahami efek dinamis seperti perubahan
pada suhu dan mekanisme reaksi, dan merupakan instrumen tak ternilai untuk memahami
struktur dan fungsi asam nukleat dan protein. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai
variasi sampel, dalam bentuk padat atau pun larutan.

5. Memberikan contoh lain spektrum spektrometri NMR!
Jawaban :



















LESSON PLAN 13
NO Pertanyaan Jawaban
1. Gambarkan
bagan kotak
peralatan
Spektrometri
Emisi Energi
Thermal,
Turbidimeter
atau
Nefalometri?
1. Nefalometri

o Sebagian besar aplikasi klinis, sumber cahayayang digunakan adalah lampu
tungsten, dimana tungsten memberikan cahaya dalam daerah visible
o Untuk snsitivitas yang lebih tinggi dan untuk aplikasi penentuan ukuran dan
jumlah partikel dalam suspense, digunakan laser light nephelometer
o Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi zat yang tidak diketahui
dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti :
- Penetuan immunoglobulin (total, IgG, IgE, IgM, IgA) di dalam serum dan cairan
bilogi lainnya
o 1-antitrypsin, albumin (dengan menggunakan antibody spesifik untuk
setiap protein)Penentuan konsntrasi serum protein individu; Hb,
Haptoglobin, Transferring, c-reaktif protein,
- Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser nephelometer)

..............................(Bahan Ajar online,
http://chemedu09.blogspot.com/2011/05/metode-nefelometri-dan-turbidimetri.html
DAN
http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/



2. Turbidimeter

Keterangan :
o Sejumlah cahaya ditembakkan dari sebuah sumber cahaya menuju
monokromator
o Monokromator akan menguraikan cahaya dan meneruskannya menuju cuvet
yang berisikan suspensi sel
o Ketika cahaya melewati cuvet, maka terjadi tiga kemungkinan
1. Cahaya akan diserap sebagian oleh partikel tersuspensi
2. Sebagian cahaya diteruskan
3. dan sebagian lagi menyebar ke segala arah
o Jumlah cahaya yang diserap akan sebanding dengan jumlah partikel tersuspensi
(konsentrasi sampel).
o Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometr (detektor)


http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/
2. Apa beda
prinsip kerja
peralatan UV/T
dengan
Spektrometri
Emisi Energi
Thermal,
Turbidimeter
a. Uv/T
Sumber sinar polikromatis masuk kedalam monokromator, yang keluar sinar
monokromatis dalam hal ini sinar akan diserap dan diteruskan oleh sampel
dimana yang diteruskan sampai kedektektor dan kemudian dapat dibaca oleh
read out berupa transmitan atau adsorbansi.
b. Spektrometri Emisi Energy Termal
Turbidimetri
Prinsip kerja :
atau
Nefalometri?
Menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (dan mengkalkulasi jumlah
cahaya yang diabsorbsi) oleh partikel dalam suspense untuk menentukan
konsentrasi substansi yang ingin dicari.
Nefelometri
Prinsip kerja :
Nephelometry menitik beratkan pengukuran pada jumlah cahaya yang
disebarkan (scaterred) dari kuvet yang mengandung suspense partikel
dalam suatu cairan (solution)
Komponen-komponen dari nefelometer itu sama dengan komponen
yang terdapat pada spectrometer cahaya kecuali pada detector yang
ditempatkan pada sudut yangkhusus dari sumber cahaya.
Detector merupakan sabuah tube fotomultiplier yang ditempatkan pada
suatu posisi untuk mendeteksi cahaya yang tersebar. Detektor bisa
ditempatkan pada sudut 90
o
, 70
o
or 37
o
tergantung pada sudut mana
paling banyak ditemukan cahaya yang disebarkan
Karena jumlah cahaya yang disebarkan jauh lebih besar daripada yang
diteruskandalam suspensi turbid, maka nefelometri memiliki tingkat
sensitifitas yang lebih tinggi daripada turbidimetri
Jumlah cahaya yang disebarkan, bergantung pada jumlah dan ukuran
partikel yang tersuspensi

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/
3. Apa beda
Turbidimeter
dengan
Nefalometri?
Turbidimetri :
1. Menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (diabsorbsi)
2. Jumlah cahaya yang diabsorbsi bergantung pada jumlah dan jumlah
partikel
3. Detector merupakan spectrometer cahaya
4. Memiliki tingkat sensitifitas yang lebih rendah dari nefelometri


Nefelometri :
1. Menghitung jumlah cahaya yang disebarkan
2. Jumlah cahaya yang disebarkan bergantung pada jumlah dan ukuran
partikel
3. Detector merupaka sebuah tube fotomultiplier
4. Memiliki tingkat sensitifitas yang lebih tinggi dari pada turbidimetri.

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/
4. Untuk apa
Spektrometri
Emisi Energi
Thermal,
Turbidimeter
atau
Nefalometri?
Fungsi turbidimiter:
Untuk pengukuran optik dari hamburan sinar yang dihasilkan. Hamburan sinar
terjadi karena interaksi antara sinar yang diberikan dengan partikel suspensi yang
terdispersi dalam larutan. Partikel-partikel suspensi tersebut dapat berupa
lempung alga, material organik, mikroorganisme, material koloid dan bahkan
molekul besar sekalipun seperti tannin dan lignin
(Forum UPI)
Penentuan konsentrasi total protein dalam cairan biologis seperti urin dan
CSF yang mengandung sedikit protein (mg/L kuantitas) menggunakan Asam
Trikoloroasetat.
Penentuan aktivitas amilase menggunakan pati sebagai substrat. Penurunan
kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas amilase.
Penentuan aktivitas enzim lipase menggunakan trigliserida sebagai substrat.
Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas enzim lipase.

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/

Fungsi Nefalometri:
- Untuk mengukur tingkat kekeruhan suatu campuran atau larutan.
(Repository USU) Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi
zat yang tidak diketahui dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti :
- Penetuan immunoglobulin (total, IgG, IgE, IgM, IgA) di dalam serum dan
cairan bilogi lainnya
- Penentuan konsntrasi serum protein individu; Hb, Haptoglobin, 1-
antitrypsin, albumin (denganTransferring, c-reaktif protein,
menggunakan antibody spesifik untuk setiap protein)
- Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser nephelometer)

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/

























LESSON PLAN 14
Kegiatan Dosen Perkiraan Respon Mahasiswa
1. Jelaskan manfaat
Fluorisensi, Fosforisensi,
pH Meter?
Fluorisensi: Untuk menganalisis molekul organik maupun
anorganik atau mengetahui konsentrasi suatu senyawa berdasarkan
intensitas pendar-flour yang ditimbulkan suatu unsure atau
senyawa pada saat dikenai cahaya atau radiasi elektromagnetik.

Fosforisensi: untuk menganalisis molekul organik maupun
anorganik atau mengetahui konsentrasi suatu senyawa berdasarkan
intensitas pendar-fosfor yang ditimbulkan suatu unsur atau
senyawa pada saat dikenai cahaya atau radiasi elektromagnetik
dengan waktu hidup pendar yang lebih panjang yaitu 10
-4
detik.

pH meter: untuk mengukur derajat keasaman suatu larutan atau
penentu konsentrasi ion H
+
pada suatu larutan asam.

2. Apa perbedaan dan
persamaan Fluorisensi dan
Fosforisensi
Perbedaan :
Fluorisensi deaktifasi dengan pancaran sinar segera dengan
waktu hidup pendar yang singkat yaitu kurang dari 10
-6
detik
jika sinar pengaktif lepas atau radisai dihentikan.

Fosforisensi deaktifasi dengan pancaran sinar tidak segera
dengan waktu hidup pendar yang lebih lama yaitu 10
-4
detik.
Jika sumber sinar dilepas pancaran sinar masih ada.
3. Berikan contoh sel
elektrokimia Sel Volta
Zn//Cu, Zn//H
2
!

Zn
(s)
/ Zn
2+
(aq)
Cu
2+
(aq)
/Cu
(s)



Penjelasan :
potensial reduksi logam seng lebih negatif dari potensial reduksi
logam tembaga, sehingga logam seng bertindak sebagai anoda dan
logam tembaga bertindak sebagai katoda.
4. Jelaskan prinsip kerja
sel Volta/Galvani!
Prinsip kerja :
Terdiri atas elektroda dan elektrolit yang dihubungkan
dengan sebuah jembatan garam.
Pada anoda terjadi reaksi oksidasi dan pada katoda terjadi
reaksi reduksi.
Arus elektron mengalir dari katode ke anode.
Arus listrik mengalir dari katode ke anode.
Adanya jembatan garam untuk menyetimbangkan ion-ion
dalam larutan.
Terjadi perubahan energi: energi kimia menjadi energi
listrik

Pada saat elektroda dimaksukkan kedalam larutan garam, pada
anoda terjasi reaksi oksidasi secara spontan. Electron yang
dilepaskan mengalir melalaui rangkaian kawat menuju katoda.
Electron berpindah dari katoda ke zat dalam elektrolit. Zat yang
menerima electron mengalami reduksi. Atau electron mengalir
dari elektroda negative ke elektroda positif. Alira electron dari
anoda ke katoda ini berjalan terus-menerus dengan lancer karena
adanya jembatan garam. Aliran electron inilah yang menimbulkan
arus listrik.

5. Jelaskan persamaan
Nernst sebagai dasar pH
meter!
Persamaan Nernst :
Aa + Bb yY + zZ

E
sel
=E
0
-



Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial relatif
suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai
dalam larutan. Dengan pengukuran pengukuran potensial
reversibel suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas atau
konsentrasi suatu komponen dapat dilakukan. Hal inilah yang
menjadi dasar pH meter

6. Berikan contoh gambar
pH meter dan skema ISE!
Gambar pH meter





Skema ISE

7. Jelaskan prinsip kerja
Ion Selektif Elektroda!
Elektroda ion selektif terdiri atas membran yang responsif secara
selektif terhadap suatu spesies ion tertentu dan mengadakankontak
bagian luarnya dengan larutan yang akan ditentukan. Sedang
bagian dalam berisi larutan yang mempunyai aktifitas tertentu
yang mengadakan kontak dengan elektroda pembanding.
Membran yang digunakan dapat berupa polimer ataupun membran
cair yangterdiri atas pelarut yang tidak bercampur dengan air dan
suatu reagen yang bersifat sebagai pengekstraksi melalui
mekanisme chelat. Jika membran cair tersebut memisahkan dua
larutan, selektivitas ion tercapai terlebih dahulu melaluiselektif ion
tertentu melalui fase membran dan juga melalui perbedaan
mobilitasion dalam membran.

Ion selektif electrode termasuk yang paling umum digunakan
(pHelectrode) bekerja dengan prinsip dasar dari sel galvanic.
Dengan mengukur potensial listrik yang dihasilkan oleh
membrane pada ion tertentu dandibandingkan dengan reference
electrode. Kekuatan beda potensial yangdihasilkan sebanding
dengan konsentrasi dari ion yang terukur (selektif).












LESSON PALN 15
Kegiatan Dosen Respon Mahasiswa
2.1 Jelaskan prinsip kerja
peralatan evaporator!

Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan
untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator
umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas,
bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan
pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam
kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa
padatan atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi
bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap).

Prinsip kerja peralatan evaporator vakum ini berdasarkan pada
kenyataan bahwa penurunan tekanan akan menyebabkan turunnya
titik didih cairan. Pada Anhydro laboratory Vacum Evaporator, keadaan
vakum tersebut terutama dihasilkan dari pompa air yang memindahkan
uap terkondensasi dan mendinginkan air dari kondensor.

2.2 Jelaskan manfaat
Evaporator!
Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri
makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin
jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator.
Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di
dalam evaporator.Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah
dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan
diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap
dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas).
Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum,
memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.
LESSON PLAN 16
Kegiatan Dosen Respon Mahasiswa
2.1 Jelaskan prinsip kerja Bom kalorimeter? Prinsip dari kalorimeter ini adalah bahan yang
digunakan untuk mengukur jumlah panas yang
terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan,
sehingga kalor yang diserap menyebabkan
perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan
perbedaan suhu pada keadaan tersebut kemudian
dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan
tersebut.

Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung
beroksigen yang tercelup dalam medium
penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan
terbakar oleh api listrik dari
kawat logam terpasang dalam tabung.


Kalorimeter bom adalah suatu jenis kalorimeter
untuk reaksi eksoterm yang berlangsung bila
didahului oleh pemanasan, misalnya pembakaran
kuat CH4(g) dengan gas oksigen. Alat ini terdiri
atas wadah baja yang kuat (bom) untuk
menempatkan pereaksi. Bom dibenamkan dalam
suatu penangas air yang terisolasi dan dilengkapi
dengan pengaduk serta termometer. Sebelum
reaksi dalam bom berlangsung, suhu awal
penangas air diukur. Kalor yang dibebaskan dalam
reaksi diserap oleh bom dan penangas air,
sehingga suhu alat keseluruhan merupakan
kapasitas kalor alat ukur. Sebelumnya kapasitas
kalor alat diukur dahulu dalam eksperimen
tersendiri.

2.2 Apa manfaat Bom Kalorimeter! Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor
(nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran
sempurna (dalam O
2
berlebih) suatu senyawa,
bahan makanan, bahan bakar.


Alat ini di pakai untuk mengukur Heating Value
suatu material, pada umumnya
Pabrik pulp mengunakan alat ini untuk mengukur
heating value;
1. Minyak Bakar
2. Minyak Solar
3. Kulit Kayu
4. Kayu
5. Lindi Hitam
2.3 Hitung kalori pembakaran tepung
jagung.!
qreaksi = (qair + qbom )

Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung
dengan rumus :
qair = m x c x DT
dengan :
m = massa air dalam kalorimeter ( g )
c = kalor jenis air dalam kalorimeter (J / g.oC ) atau
( J / g. K )
DT = perubahan suhu ( oC atau K )

Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat
dihitung dengan rumus :
qbom = Cbom x DT
dengan :
Cbom = kapasitas kalor bom ( J / oC ) atau ( J / K )
DT = perubahan suhu ( oC atau K )

Contoh soal :
Suatu kalorimeter bom berisi 250 mL air yang
suhunya 25
o
C, kemudian dibakar 200 mg tepung
jagung. Suhu tertinggi yang dicapai air dalam
kalorimeter = 35
o
C. Jika kapasitas kalor
kalorimeter = 75 J /
o
C dan kalor jenis air = 4,2 J /
g.
o
C, berapakah DHc tepung jagung?
Jawaban :
qair = m x c x DT
= ( 250 ) x ( 4,2 ) x ( 35 25 )
= 10.500 J
qbom = Cbom x DT
= ( 75 ) x ( 35 25 )
= 750 J
qreaksi = (qair + qbom )
qreaksi = - ( 10.500 J + 750 J )
= - 11.250 J = 11,25 kJ
200 mg tepung jagung = 0,2 g CH4 = ( 0,2 / 16 )
mol = 0,0125 mol
DHc tepung jagung = ( 11,25 kJ / 0,0125 mol ) = -
900 kJ / mol ( reaksi eksoterm )