Anda di halaman 1dari 28

FISIKA

CYNTHIA DWI LESTARI


FADHILA KHAIRUNNISA
MAHARANI KINANTI DJUANITA
PRASASTI ANUGHRAHINI DEWI S
SEPTYARA NIRMA SAPUTRI
VELLA RATNASARI
Benda tegar dikatakan berada
dalam kesetimbangan statik jika
jumlah gaya yang bekerja pada
benda itu sama dengan nol dan
jumlah torsi terhadap sembarang
titik pada benda tegar itu sama
dengan nol.
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Benda tegar yaitu benda yang jika
dikenai gaya dan kemudian gayanya
dihilangkan bentuk dan ukurannya
tidak berubah. Tentu saja gaya yang
bekerja pada benda tersebut besarnya
dalam batas kewajaran sehingga
pengaruh gaya tersebut tidak
mengakibatkan kerusakan pada benda
yang dikenainya, dan perlu untuk
diingat bahwa benda itu sendiri
tersusun atas partikel-partikel kecil.

Partikel yaitu ukuran atau bentuk
kecil dari benda, misalkan saja
partikel itu kita gambarkan berupa
benda titik.
Partikel dikatakan setimbang jika
jumlah gaya yang bekerja pada
partikel sama dengan nol, dan jika
ditulis dalam bentuk persamaan
akan didapat seperti di bawah.
( Hkm I Newton )
0 F

Jika jumlah gaya yang bekerja pada


partikel sama dengan nol maka
partikel itu kemungkinan yaitu :
1. Benda dalam keadaan diam.
2. Benda bergerak lurus beraturan
(glb)
Persamaan di atas dapat diuraikan
menjadi tiga komponen gaya yaitu
terhadap sumbu x, sumbu y dan sumbu
z , dimana komponen terhadap masing-
masing sumbu yaitu :
1.Terhadap sumbu x ditulis menjadi


2.Terhadap sumbu y ditulis menjadi


3. Terhadap sumbu z ditulis menjadi

0 F x

0 F y

0 F z

demikian halnya seorang peloncat indah yang sedang


terjun ke kolam renang. dia melakukan gerak berputar
saat terjun. sebagaimana tongkat pada contoh di atas,
peloncat indah itu juga menjalani gerak parabola yang
bisa dilihat dari lintasan titik beratnya. perhatikan gambar
berikut ini.
seorang yang meloncat
ke air dengan berputar
Jadi, lintasan gerak
translasi dari benda tegar
dapat ditinjau sebagai
lintasan dari letak titik
berat benda tersebut. Dari
peristiwa ini tampak
bahwa peranan titik berat
begitu penting dalam
menggambarkan gerak
benda tegar.
Orang ini berada dalam
keseimbangan. Di sisi lain
untuk benda-benda yang
mempunyai bentuk sembarang
letak titik berat dicari dengan
perhitungan. Perhitungan
didasarkan pada asumsi bahwa
kita dapat mengambil beberapa
titik dari benda yang ingin
dihitung titik beratnya dikalikan
dengan berat di masing-
masing titik kemudian
dijumlahkan dan dibagi dengan
jumlah berat pada tiap-tiap titik.
dikatakan titik berat juga
merupakan pusat massa di
dekat permukaan bumi, namun
untuk tempat yang
ketinggiannya tertentu di atas
bumi titik berat dan pusat
massa harus dibedakan.

Kesetimbangan statik dapat
dibedakan menjadi tiga, yatu sebagai
berikut.

Kesetimbangan Stabil
Kesetimbangan stabil ditandai
dengan naiknya letak titik berat
benda jika dberi gaya pengganggu.
Setelah gaya pengganggunya hilang,
benda akan kembali pada keadaan
semula. Contoh benda yang memiliki
ketimbangan stabil itu adalah kursi
malas.
Kesetimbangan Labil
Kesetimbangan labil ditandai dengan
turunnya letak titik berat benda jika
dberi gaya pengganggu. Biasanya,
setelah gaya pengganggunya hilang,
benda tidak kembali pada kedudukan
semula. Contoh benda yang memiliki
ketimbangan labil adalah sebuah
batang kayu yang berdiri tegak.


Kesetimbangan Indiferen (Netral)
Kesetimbangan netral ditandai dengan
tidak berubahnya posisi titik berat
benda sebelum dan sesudah diberi
gaya pengganggu. Biasanya, setelah
gaya pengganggunya hilang, benda
tidak kembali pada kedudukan semula.
Contoh benda yang memiliki
ketimbangan netral adalah sebuah
silinder yang diletakkan di lanta datar.
Contoh Soal
1. Tentukan tegangan tali pengikat beban di bawah

30
0
60
0

T
2
T
1







8 kg







Jawab.
Nilai tegangan tali T
1
= ? Nilai tegangan tali T2 = ?













1
cos
sin ( )
W
T

1
8.10 cos30
sin ( 30 60)
T

1
1
80 . 3
2
1
T
1
40 3 T
2
1
80.
2
1
T
2
cos
sin ( )
W
T

2
80 cos 60
sin (30 60)
T

2
40 T N
2. Tentukan besar gaya F agar sistem setimbang




300
600



F 60 kg
CONTOH SOAL: UAN 2005
PERHATIKAN GAMBAR BERIKUT:

Jika panjang batang AB = 80 cm, AQ=QB, AP=PQ, massa
batang AB diabaikan, dan sistem dalam keadaan
setimbang harga penunjukkan neraca pegas I dan II
masing-masing adalah .
A. 10 N dan 3 N
B. 9 N dan 4 N
C. 8N dan 5 N
D. 7 N dan 6 N
E. 6 N dan 7 N

PENYELESAIAN:
UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH DI ATAS KITA GAMBARKAN
DIAGRAM GAYANYA SEPERTI BERIKUT:

Untuk menentukan tegangan neraca pegas I maka pusat
momen dipilih di B, sehingga:
?F
2
= 0
T
1
. (AB) w
1
.(PB) w
2
. (QB) =0
T
1
x 0,8 10 x 0,6 3 x 0,4 =0
0,8.T
1
= 6+1,2


Untuk menentukan tegangan neraca pegas II maka pusat
momen dipilih di A, sehingga:

?F
1
= 0
T
2
. (AB) w
1
.(AP) w
2
. (AQ) =0
T
1
x 0,8 10 x 0,2 3 x 0,4 =0
0,8.T
1
= 2+1,2


Sebuah roda mamiliki massa 13 kg dan jari
jari 1 m. bertumpu dilantai dan bersandar
pada anak tangga yang tingginya 0,6 m dari
lantai seperti pada gambar. Tentukan gaya
mendatar F minimum untuk mengungkit roda
jika g = 10 m/s
2
!


Diketahui : m = 13 kg g = 10 m/s
2

R = 1m
h = 0,6 m
ditanyakan : F min..?
jawab : W = m .g
= 13.10
= 130 N
l
1
= R- h
= 1 0,6
= 0,4



l
2
= (R
2
l
1
2
)
= (1
2
0,4
2
)
= (1 0,16)
= 0,84
tS = 0
t
1
+ t
2
= 0
F . l
1
W . l
2
= 0
F . 0,4 130 . 0,84 =
0
F = (1300,84)/0,4
= 3250,84 N
Suatu batang pemikul AB panjangnya 90 cm (berat diabaikan) dipakai
untuk memikul beban A dan B masing masing beratnya 48 N dan 42
N. supaya batang setimbang, orang harus memikul (menumpu) di C.
maka tentukan jarak AC!

Diketahui : batang pemikul AB = 90 cm
F
A
= 48 N
F
B
= 48 N
Ditanyakan : Jarak AC?
Jawaban : misal jarak AC adalah x maka BC adalah 90 x
tS = 0
t
A
+ t
B
= 0
-W
A
. l
A
+ W
B
. l
B
= 0
-48x + 42 (90 x) = 0
-48x + 3780 42x = 0
-90x = 3780
x = 3780/90 = 42 cm

SEORANG ANAK BERMASSA 50 KG BERDIRI DIATAS TONG 50 KG DIATAS
SEBUAH PAPAN KAYU BERMASSA 200 KG YANG BERTUMPU PADA TONGGAK
A DAN C.

Jika jarak anak dari titik A adalah 1 meter dan panjang
papan kayu AC adalah 4 m, tentukan :
a) Gaya yang dialami tonggak A
b) Gaya yang dialami tonggak C

PEMBAHASAN KESEIMBANGAN
BERIKUT ILUSTRASI GAMBAR PENGURAIAN GAYA-GAYA DARI SOAL DI ATAS :

W
B
= W
anak
+ W
tong
= 1000 N

a) Mencari gaya yang dialami tonggak A, titik C
jadikan poros







b) Mencari gaya yang dialami tonggak C, titik A
jadikan poros





SEORANG ANAK BERMASSA 100 KG BERADA DIATAS JEMBATAN PAPAN KAYU
BERMASSA 100 KG YANG DILETAKKAN DI ATAS DUA TONGGAK A DAN C TANPA
DIPAKU. SEBUAH TONG BERISI AIR BERMASSA TOTAL 50 KG DILETAKKAN DI TITIK B.


Jika jarak AB = 2 m, BC = 3 m dan AD = 8 m, berapa
jarak terjauh anak dapat melangkah dari titik C agar
papan kayu tidak terbalik?
PEMBAHASAN KESEIMBANGAN
ILUSTRASI GAYA-GAYA :



Titik C jadikan poros, saat papan tepat
akan terbalik N
A
= 0


SEBUAH TANGGA SEBERAT 500 N DI LETAKKAN PADA DINDING SELASAR
SEBUAH HOTEL SEPERTI GAMBAR DI BAWAH INI!



Jika dinding selasar licin, lantai diujung lain tangga kasar dan
tangga tepat akan tergelincir, tentukan koefisien gesekan antara
lantai dan tangga!


Pembahasan Keseimbangan
Cara pertama :

=
1
/
[2tan ]
=
1
/
[2(8/6)]
=
6
/
[2(8)]
=
3
/
8


Cara kedua :

Ilustrasi gaya- gaya pada soal di atas dan
jarak-jarak yang diperlukan :


Urutan yang paling mudah jika dimulai dengan F
Y
kemudian
B
terakhir F
X
.
(Catatan :
A
tak perlu diikutkan!)

Jumlah gaya pada sumbu Y (garis vertikal) harus nol :





Jumlah torsi di B juga harus nol :





Jumlah gaya sumbu X (garis horizontal) juga nol :


Tentukan besar gaya F agar sistem
setimbang


300 600



F 60 kg