Anda di halaman 1dari 8

Jenis-Jenis Puisi Lama

Nunung Kurniawan, S. Pd.



Materi Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas
XII
SMA N 1 Sukoharjo
PUISI LAMA
Puisi lama ialah puisi yang terikat oleh syarat-
syarat tertentu, diantaranya....
Jumlah larik setiap baitnya.
Jumlah perkataan atau suku kata pada setiap larik.
Susunan sajak pada akhir larik tiap satu bait.
Hubungan larik-lariknya.
Iramanya menurutkan pola tertentu.

Dengan demikian, puisi lama mempunyai bentuk
yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum isinya
dibeberkan. Hal itu berarti bahwa puisi lama lebih
mementingkan bentuk daripada isinya.

Jenis-Jenis Puisi Lama
1. Pantun
2. Bidal
3. Karmina
4. Talibun
5. Gurindam
6. Syair
7. Seloka
8. Mantra

Pantun adalah bentuk puisi yang terdiri
atas empat larik yang bersajak besilih dua-
dua (pola ab-ab), dan biasanya, tiap larik
terdiri atas empat perkataan. Dua larik
pertama disebut sampiran, sedangkan dua
larik berikutnya disebut isi pantun.
Ciri-ciri Pantun
Tiap bait terdiri 4 larik
Tiap-tiap larik terdiri atas 8 12 suku kata
Sajak silang / ab ab
Larik ke-1 dan ke-2 disebut sampiran, dan
tidak mempunyai hubungan logis dengan larik
ke-3 dan ke-4 yang menjadi isi pantun.
Menurut KBBI bidal adalah
peribahasa atau pepatah yang
mengandung nasihat, peringatan,
sindiran, dan sebagainya.
Karmina adalah pantun yang
terdiri atas dua larik. Larik pertama
merupakan sampiran dan larik
kedua adalah isi.
Ciri-ciri Karmina
Satu larik pertama berupa
sampiran
Jeda larik ditandai koma (,)
Sajak akhirnya lurus (a-a)
Larik kedua merupakan isi
Talibun adalah sejenis puisi
lama seperti pantun karena
mempunyai sampiran dan isi, tetapi
lebih dari 4 larik dan genap (mulai 6
larik hingga 20 larik). Separuh dari
jumlah larik bagian atas merupakan
sampiran, separuh bagian bawah
merupakan isi. Oleh karena itu,
talibun dapat dikatakan merupakan
perluasan dari pantun. Jika karmina
pantun singkat, maka talibun
disebut pantun panjang
Gurindam adalah satu
bentuk puisi lama yang terdiri
atas dua larik kalimat dengan
irama akhir yang sama, yang
merupakan satu kesatuan yang
utuh. Larik pertama berisikan
semacam soal / masalah dan
larik kedua berisikan jawabannya
atau akibat dari masalah pada
larik pertama tadi.
Syair berasal dari bahasa Arab
Syuur yang berarti pengikat hati,
yang memiliki ciri-ciri:
Terdiri 4 larik tiap bait
Setiap bait memberi arti sebagai
satu kesatuan
Seluruh larik merupakan isi
Sajak akhir tiap larik sama (aa-aa)
Jumlah suku kata 8 12 suku kata
Isi berupa nasihat, petuah, dongeng,
dan cerita.
Seloka merupakan
bentuk puisi yang telah tua,
yaitu sejak masuknya
pengaruh sastra Hindu ke Asia
Tenggara pada abad pertama.
Seloka merupakan puisi lama
yang berisi pepatah atau
perumpamaan yang
mengandung olok-olok atau
ejekan.
Mantra adalah kata-kata
seperti puisi yang dapat
menimbulkan kuasa gaib
apabila diucapkan.
PANTUN
Pantun adalah bentuk puisi yang
terdiri atas empat larik yang bersajak
besilih dua-dua (pola ab-ab), dan
biasanya, tiap larik terdiri atas empat
perkataan. Dua larik pertama disebut
sampiran, sedangkan dua larik
berikutnya disebut isi pantun.
Ciri-ciri Pantun
Tiap bait terdiri 4 larik
Tiap-tiap larik terdiri atas 8 12 suku kata
Sajak silang / ab ab
Larik ke-1 dan ke-2 disebut sampiran, dan tidak
mempunyai hubungan logis dengan larik ke-3 dan ke-4
yang menjadi isi pantun.
JENIS JENIS PANTUN
Pantun anak-anak
Pantun muda
Pantun jenaka
Pantun orang tua
Pantun anak anak
Pantun bersukacita
Elok rupanya kumbang jati
Dibawa ituk pulang petang
Tidak berkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
Pantun berdukacita
Besar buahnya pisang batu
Jatuh melayang selaranya
Saya ini anak piatu
Sanak saudara tiada punya
Pantun orang muda
1. P dagang
2. P Perhubungan

3. P jenaka
Orang Padang mandi ke gurun
Mandi berlimau bunga lada
Hari petang matahari turun
Dagang berurai airmata
a. Pantun perkenalan
Dari mana hendak ke mana
Dari udik hendak ke kota
Kalau boleh abang bertanya
Adik yang cantik siapa namanya
b. Pantun percintaan
Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang
c. Pantun perpisahan
Jauh berdagang ke tengah kota
Menjual dagangan berbagai benda
Abang pergi mencari harta
Buat meminang akan adinda
d. Pantun beriba hati
Bunga cina bunga karangan
Tanamlah rapat tepi perigi
Adik di mana abang gerangan
Bilalah dapat bertemu lagi
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh di dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Bila marah tertawa juga
Pantun orang tua
a. Pantun nasihat
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
Suatu jangan ketinggalan
b. Pantun agama
Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang selaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
c. Pantun adat
Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka.