Anda di halaman 1dari 29

1

PENGELOLAAN SUMBERDAYA
MINERAL DAN BATUBARA

PENUTUPAN TAMBANG


MEIRY FRID DWI YANSI, ST
E-mail:meiryfrid@yahoo.co.id
Nama Program Studi - UPNVY 2
Deskripsi
Kewajiban bagi pengelola pertambangan
adalah melalukan penutupan tambang.
Rencana penutupan tambang dan biaya
harus disiapkan sebelum kegiatan
penambangan berlangsung.
Penutupan dilakukan agar masyarakat
tetap aman dalam lingkungan yang baik
maupun sosial ekonomi
3
Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Tujuan materi yang akan diajarkan: Agar
mahasiswa mengetahui bahwa pengelola
sumberdaya mineral dan batubara tetap
bertanggungjawab terhadap masyarakat
walaupun bahan galian sudah habis
4
PENGERTIAN
SUATU PROSES PENGHENTIAN KEGIATAN
USAHA PERTAMBANGAN KARENA TELAH
HABIS CADANGAN BAHAN GALIAN
ATAU BERHENTI KARENA ALASAN KE
EKONOMIAN
KARENA DESAKAN PEMERINTAH,
MASYARAKAT
KARENA HUKUM, GEOLOGI
5
KRITERIA PENUTUPAN
TAMBANG
MELINDUNGI KESELAMATAN DAN
KESEHATAN MASYARAKAT UMUM
TANAH BEKAS TAMBANG MASIH DAPAT
DIMANFAATKAN SE EFFEKTIF MUNGKIN
MEMINIMKAN RESIKO LINGKUNGAN BAIK
JANGKA PENDEK MAUPUN JANGKA
PANJANG
6
LANJUTAN KRITERIA
PENUTUPAN TAMBANG
MEMINIMALKAN DAMPAK SOSIAL MAUPUN
EKONOMI
MENCIPTAKAN KONDISI YANG MAPAN/
STABIL, BAIK SECARA FISIK,MAUPUN
KIMIAWI
MENGURANGI ATAU MENGHILANGKAN
DAMPAK LINGKUNGAN YANG TERJADI
SEWAKTU TAMBANG BEROPERASI
7
DASAR HUKUM
UU 11/67 : KETENTUAN POKOK PERTAM BANGAN ( PS.30 :
APABILA SELESAI MELAKUKAN PENAMBANGAN BG PEME-
GANG KP DIWAJIBKAN MENGEMBALIKAN TANAH
SEDEMIKIAN RUPA , SEHINGGA TDK MENIMBULKAN
BAHAYA PENYAKIT ATAU BAHAYA LAIN BAGI MASYARAKAT.
PP 37/69 : PELAKSANAAN UU No. 11 TAHUN 1967
DIGANTI PP 75/01 (PS 48 (4) : SEBELUMMENINGGALKAN
BEKAS WILAYAH KP KARENA PEMBATALAN MAUPUN
KARENA HAL LAIN , PEMEGANG KP HARUS TERLEBIH
DAHULU MELAKUKAN USAHA-2 PENGAMANAN THD BENDA-
2 MAUPUN BANGUNAN-2 DAN KEADAAN TANAH DISEKITAR
YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN KEADAAN UMUM
8
LANJUTAN DASAR HUKUM
KEPMEN PE 1211.K/008/M.PE/1995 ;
PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN PERUSAKAN
DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA
KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM
PS.26. PENGUSAHA PERTAMBANGAN WAJIB
MENYAMPAIKAN LAPORAN SECARA TERTULIS
KEPADA DIREKTUR JENDRAL MENGENAI
RENCANA PENUTUPAN TAMBANG SELAMBAT-2
NYA 1 (SATU) TAHUN SEBELUM BERAKHIRNYA
OPERASI PENAMBANGAN
9
PERENCANAAN PENUTUPAN
TAMBANG
RENCANA PENUTUPAN
TAMBANG
KEBIJAKAN
KRITERIA
PENUTUPAN
DESAIN
PENUTUPAN TAMBANG
REHABILITASI/ PERBAIKAN
PEMANTAUAN PASCA TAMBANG
PELEPASAN WILAYAH
PENELITIAN
SYARAT
PENUTUPAN
10
PERENCANAAN PENUTUPAN TAMBANG
PADA TAMBANG TERBUKA
SASARAN : MEMBATASI POTENSI BAHAYA, MENJAGA
KESELAMATAN UMUM DAN MENGEMBALIKAN TAPAK KE KEADAAN
PENGGUNAAN LAHAN YANG SESUAI
FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN
a. Dimensi Lubang Buka
b. Karakteristik dinding lubang tambang
c. Akses publik ke lubang bekas tambang
d. Topografi daerah sekitar, penggunaan lahan dan kedekatan
dengan pemukiman
e. Timbunan Batuan penutup
f. Ketinggian dan karakteristik air tanah

11
LANJUTAN
REHABILITASI
a. Penimbunan kembali (back filling)
b. Pelandaian
c. Pemagaran batu, membatasi lalu lintas
kendaraan
d. Pemagaran dan rambu-2 serta alat-2
lain untuk membatasi agar orang/ hewan
tidak terperosok
12
Perencanaan penutupan Tambang
tambang bawah Tanah
SASARAN
Membatasi potensi bahaya , menjaga
keselamatan umum dan mengembalikan
tapak ke keadaan penggunaan lahan yang
sesuai serta pencegahan akses ke lubang
bukaan
FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN
a. Akses permukaan, lokasi dan dimensi
13
LANJUTAN
Karakteristik batuan dan stabilitasnya
Akses publik ke daerah permukaan
Topografi daerah sekitar, penggunaan
lahan dan kedekatan dengan pemukiman
Timbunan batuan/ tanah galian dari
lubang tambang
Ketinggian dan karakteristik air tanah
14
RANCANGAN KEPUTUSAN PRESIDEN
TENTANG PENUTUPAN TAMBANG
A. PRINSIP PENUTUPAN TAMBANG
1. LINGKUNGAN HIDUP
2. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
3. KONSERVASI BAHAN GALIAN (PELAKSANAAN PENUTUPAN
TAMBANG, PEMANTAUAN, ORGANISASI DAN FINANSIAL)
4. RENCANA PENUTUPAN TAMBANG (RPT) DISAMPAIKAN KEPADA
MENTERI, GUBERNUR, BUPATI/ WALIKOTA SESUAI
KEWENANGANNYA
5. MENTERI, GUBERNUR, BUPATI/WALIKOTA MEMBERIKAN
PENILAIAN DAN PERSETUJUAN DALAM JANGKA WAKTU 90 HARI
(TIDAK TERMASUK HARI YANG DIPERLUKAN UNTUK
PENYEMPURNAAN RPT)

15
LANJUTAN
6. PERUSAHAAN WAJIB MELAKUKAN PERUBAHAN
RPT, APBILA TERJADI HAL HAL SBB :
A. PERUBAHAN SISTEM PENAMBANGAN
B. PERUBAHAN WILAYAH PENAMBANGAN
C. PERUBAHAN UMUR TAMBANG
D. PERUBAHAN PERUNTUKAN LAHAN PASCA TAMBANG
E. PENGHENTIAN KEGIATAN LEBIH DARI 1 TAHUN
7. PENGAJUAN PERUBAHAN RPT HANYA DAPAT DILAKUKAN
PALING LAMA 2 TAHUN SEBELUM PENUTUPAN TAMBANG

16
B. PELAKSANAAN PENUTUPAN
TAMBANG
PENUTUPAN TAMBANG WAJIB DILAKSANAKAN
SESUAI RPT YANG TELAH DISETUJUI (RPT
PROGRESIF/ AKTIF) BENTUK KOMITE
PERUSAHAAN WAJIB MENGANGKAT PETUGAS
YANG BERTANGGUNGJAWAB MENGAWASI
PELAKSANAAN PENUTUPAN TAMBANG DAN
DIBANTU OLEH PETUGAS YANG MEMPUNYAI
KEAHLIAN DIBIDANGNYA.
PELAKSANAAN PENUTUPAN TAMBANG WAJIB
DILAPORKAN SECARA BERKALA SETIAP 3 BULAN
KEPADA MENTERI, GUBERNUR,
BUPATI/WALIKOTA SESUAI KEWENANGANNYA
17
C. TATA LAKSANA PENUTUPAN
TAMBANG
PENYUSUNAN RPT DILAKUKAN SEBELUM
MEMULAI KEGIATAN EKSPLOITASI DAN
MERUPAKAN BAGIAN DARI STUDI KELAYAKAN
PENYUSUNAN RPT HARUS MELIBATKAN PIHAK-
PIHAK YANG BERKEPENTINGAN, MELIPUTI :
A. LATAR BELAKANG
B. PROFIL WILAYAH
C. DISKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN
D. KONDISI PASCA TAMBANG YANG DIHARAP
E. KONSULTASI DENGAN PIHAK-2 YANG BERKE
PENTINGAN.
18
D. PENGAKHIRAN PENUTUPAN
TAMBANG
PELAKSANAAN PENUTUPAN TAMBANG
BERAKHIR SETELAH MEMENUHI PRINSIP
LINGKUNGAN HIDUP, K.3 DAN
KONSERVASI BAHAN GALIAN DAN
MENDAPAT PERSETUJUAN MENTERI,
GUBERNUR, BUPATI/ WALIKOTA SESUAI
KEWENANGANNYA
19
E. JAMINAN PENUTUPAN
TAMBANG
PERUSAHAAN WAJIB MENYEDIAKAN JAMINAN
PELAKSANAAN PENUTUPAN TAMBANG
JUMLAH JAMINAN PENUTUPAN TAMBANG
DIHITUNG BERDASARKAN : BIAYA PEMULIHAN,
PEMANTAUAN & PEMELIHARAAN WILAYAH SERTA
BIAYA PENANGANAN B.3
JAMINAN PENUTUPAN TAMBANG DITEMPATKAN
SECARA BERKALA SESUAI DENGAN UMUR
TAMBANG
SELURUH BIAYA PENUTUPAN TAMBANG MENJADI
BEBAN DAN TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN.
20
BENTUK JAMINAN
DAPAT BERUPA DEPOSITO BERJANGKA, JAMINAN PIHAK
KETIGA DAN ATAU CADANGAN AKUNTANSI (ACCOUNTING
RESERVE)
DIUSULKAN OLEH PERUSAHAAN DAN HARUS MENDAPAT
PERSETUJUAN MENTERI, GUBERNUR, BUPATI/ WALIKOTA
JAMINAN PENUTUPAN TAMBANG DITEMPATKAN SEJAK
TAHUN PERTAMA EKSPLOITASI/ OPERASI PRODUKSI
DEPOSITO BERJANGKA:
- DIHIMPUN SECARA BERKALA SETIAP TAHUN
- PENCAIRAN DEPOSITO BERJANGKA DILAKUKAN SECARA
BERTAHAP SESUAI RENCANA YANG TELAH DISETUJUI
21
LANJUTAN
JAMINAN PIHAK KETIHA/ BANK GARANSI : SERTIFIKAT
PENJAMINAN DITERBITKAN OLEH BANK PEMERINTAH ATAU
CABANG BANK ASING DI INDONESIA DAN ATAU LEMBAGA
PENJAMIN MILIK PEMERINTAH
CADANGAN AKUNTANSI : DAPAT DILAKUKAN APABILA
PERUSAHAAN MEMPUNYAI JUMLAH MODAL DISETOR
MINIMUM US $ 100.000.000,00 SEBAGAIMANA
TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH
DIAUDIT OLEH AKUNTAN PUBLIK
DALAM WAKTU PALING LAMBAT 2 TAHUN SEBELUM
PENUTUPAN TAMBANG , JAMINAN PENUTUPAN TAMBANG
WAJIB DALAM BENTUK DEPOSITO BERJANGKA DAN ATAU
JAMINAN PIHAK KETIGA.
22
MASA BERLAKU JAMINAN
DEPOSITO BERJANGKA DAN ATAU JAMINAN PIHAK KETIGA
BERLAKU SAMPAI DENGAN KEGIATAN PENUTUPAN
TAMBANG SEBAGAIMANA DITETAPKAN DALAM RPT,
DINYATAKAN SELESAI OLEH MENTERI, GUBERNUR,
BUPATI/ WALIKOTA SESUAI KEWENANGANNYA
PENCAIRAN DEPOSITO BERIKUT BUNGANYA DAN ATAU
PELEPASAN JAMINAN PIHAK KETIGA DILAKUKAN SETELAH
PELAKSANAAN PENUTUPAN TAMBANG SESUAI DENGAN
TAHAPAN PENYELESAIAN PEKERJAAN YANG TELAH
DILAKUKAN BERDASARKAN RPT.
23
CONTOH KEGIATAN MENJELANG
PENUTUPAN TAMBANG
BERKAITAN DENGAN LINGKUNGAN,
KADAR LIMBAH DIPANTAU TERUS DAN
DIUPAYAKAN JANGAN SAMPAI
MELAMPAUI AMBANG BATAS
PEMBUATAN PENUTUP STOCKPILE,
PEMBUNGKUSAN LIMBAH PENGHASIL
ASAM DLL.
SISTEM PENGELOLAAN AIR SECARA UTUH
24
LANJUTAN
REHABILITASI TANAH BEKAS TAMBANG
BERKAITAN DENGAN KESEHATAN DAN
KESELAMATAN KERJA, SELALU MELAPORKAN
INSIDEN, ANALISIS POTENSI BAHAYA, AUDIT
DAN INSPEKSI, KONTROL MANAJEMEN
PERUBAHAN, PELATIHAN MANAJEMEN
KESELAMATAN SERTA PENILAIAN DAN
PENGELOLAAN RESIKO SECARA BERTAHAP
KESELAMATAN DIFOKUSKAN PADA KEGIATAN
YANG BERESIKO TINGGI, SEPERTI
TRANSPORTASI HELIKOPTER, SPEEDBOAT,
GEOTEKNIK, CATERING DAN KONTRAKTOR
25
LANJUTAN
PEMERIKSAAN KESEHATAN SECARA PEREODIK
PROGRAM PENGURANGAN PEGAWAI, DILAKUKAN
KOORDINASI DENGAN SERIKAT PEGAWAI DAN
MELIHAT PEGAWAI YANG SANGAT POTENSIAL
DILAKUKAN PELATIHAN MELIPUTI : EKONOMI
RUMAH TANGGA, KETRAMPILAN (KOMPUTER,
OTO MEKANIK, REPARASI ELEKTRIK,
PENGELASAN, BENGKEL, MENJAHIT, AGRO
BISNIS, USAHA KECIL MENENGAH, PERTANIAN,
PERIKANAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN
26
27
Ringkasan Materi
Ada beberapa penyebab Tambang
dilakukan penutupan tambang
RPT harus progresif aktif, mengikuti
perkembangan, untuk itu perlu komite
yang terdiri dari berbagai stakeholder
28
Latihan Soal
Mengapa RPT dibuat sebelum kegiatan
penambangan.
Pada umumnya penutupan tambang
dilakukan secara progresif/ aktif, mengapa
demikian
Kegiatan apa saja yang dilakukan sebelum
kegiatan penutupan tambang
29
Referensi
Waterman.Dr, 2007, perencanaan Tambang,
Jurusan T. Pertambangan, Yogyakarta
Winanto, 2006, Reklamasi dan Penutupan
Tambang, Magister Teknik Pertambangan,
UPN Veteran Yogyakarta