Anda di halaman 1dari 6

Nama : MFathur Rozi

Kelas : XI IIS 1
No : 24

ARTI SEBUAH TANGGUNG JAWAB
Hore aku mendapat rangking satu respon saat melihat rapot
Momen ini sangat didambakan, karena baru pertama kali mendapat peringkat
sebagus itu. Hasil demikian bisa dia raih berkat rido dari Tuhan dan juga
bimbingan dari bu Sartika. Jadi sebagai rasa terimakasih, ia ingin mengajak bu
Sartika beserta kedua orangtua untuk makan malam.
Ketika mereka duduk sembari menikmati hidangan di atas meja, bu guru
sangat tersanjung karena baru pertama kali dia mengijakkan kaki di restoran
mewah.
Pak, bu, Salman terimakasih banyak atas ajakan makan malam ini ucapan
sambil menyantap udang goreng
Tidak.. tidak seharusnya kamilah yang berterimakasih, sebab atas bimbingan ibu
nan luar biasa Salman bisa menjadi juara kelas kata pak Toni seraya merangkul
pundak sang juara kelas
Ah biasa saja saya cuma mengarahkan sedikit, tapi karena kepandaian anak
bapak dibarengin usaha keras maka iapun dapat meraih peringkat terbaik di
kelas tegas bu Sartika
Sejak saat itulah mereka tidak lagi bertemu selama dua minggu disebabkan oleh
libur semester.
Tak terasa liburan semester sudah berakhir, maka sekolah kembali dibuka
untuk para siswa yang akan menimba ilmu. Menyadari hal tersebut Salman
berangkat dari rumah menuju sekolah dengan semangat baru mempertahankan
rengking satu.
Ketika sudah sampai di sekolah ia sambut oleh Karin sang kekasih.
Dengan mata nan berbinar-binar mereka pun bergandengan tangan menuju
kelas. Saat sudah berada di dalam kelas, tampa disangka-sangka kepala sekolah
datang bersama seorang laki-laki muda nan berpakaian seragam sekolah.
Melihat itu, Salman menganggap sebelah sebab siswa baru tersebut mempunyai
tampang bloon dan juga sangar.
Seketika waktu berlalu kian cepat, sedikit demi sedikit tingkah laku anak
pindahan mulai terlihat, seperti malas belajar dan sering kabur ketika jam
sekolah dan lain lain, karena masalah kedisplinan ia sering dipanggil ke ruang
guru. Jadi karena demikianlah bu Sartika merasakan kasihan kepada Anjas, maka
ia pun berkeinginan untuk mengarahkan siswa nakal itu kepada jalan yang benar,
dengan cara memberikan pelajaran khusus secara privat dan memberikan
memotivasi agar dapat kembali ke jalan yang lurus. Awalnya bu Sartika sangat
kesusahan sekali ketika beliau ingin mengajak Anjas untuk dapat memasukki
metode ini karena dia sering mengidahkan tawaran sang guru.
Seperti pada suatu hari, pas jam istirahat bu Sartika mencari anak baru itu
supaya dapat berbicara dengan dia, tapi saat ia berjalan tanpa sengaja melihat
Anjas sedang mer*kok di koridor sekolah. Menanggapi perilaku itu beliau merasa
perihatin sebab jika dia sering mengkonsumsi rok*k secara berlebihan nanti
jantung akan rusak.
Nak, rok*k ini tidak bagus untuk proses pertumbuhanmu! teguran bu Sartika
dengan nada lemah lembut
Ah, aku yang merasakan akibat, lagian juga tugas ibu di sini cuma memberikan
pelajaran bagi saya, maka hal ini bukan urusanmu tegasnya sambil mendorong
pahlawan tampa tanda jasa
Melihat kejadian tidak pantas itu, sebagian siswa-siswi yang lalu-lalang di
sepanjang koridor merasa perihatin, sebab mereka mengangap hal demikian
tidak etis, termasuk Salman yang sigap membantu membangkitkan sang guru
seraya berkata
Kamu anak baru sudah sok-sokan di sini! sampai melawan ibu guru,
kalau ingin jadi preman ayo hajar dulu aku! ucapan dengan membusungkan
dada
Udah-udah jangan berantam di sini ibu guru melerai
Dengan rasa tidak puas Salman pergi bersama bu Sartika sembari mengancam-
ancam.
Hari ini bu Sartika tidak berhasil membujuk si anak nakal untuk belajar
secara privat, tetapi walaupun begitu beliau tidak patah semangat, malah ia
semakin terpacu untuk mengajaknya kepada jalan yang benar, meski tanggapan
serupa yang di dapat saat mencoba mengarahkan. Sampai suatu ketika dengan
sangat terpasang Anjas menerima ajakan sang pejuang tanpa tanda jasa itu
dikarenakan sudah jengkel mendengar ceramah.
Dalam proses membimbing, bu Sartika sangat kewalahan karena
terkadang ia harus sabar ketika menghadapi sikap malas anak tersebut. Hari
demi hari dilalui tetapi beliau belum bisa mengubah anak nakal itu, tapi pada
suatu hari Anjas bersemangat untuk belajar. Maka dengan sendiri ia langsung
menjemput bu Sartika dari ruang guru ketika jam bel pulang berbunyi.
Bu bu ayo kita belajar saya tidak sabar lagi! ajakannya sambil menarik tangan
kanan pejuang tampa jasa itu
Merasakan perubahan, bu Sartika terharu dan semakin terpacu untuk memberi
pelajar pada Anjas.
Ketika sampai di sebuah danau yang mempunyai pemandangan indah, bu
Sartika sangat terpesona jadi beliau pun memutuskan untuk melakukan kegiatan
belajar mengajar di tempat tersebut. Saat mengeluarkan berbagai pelengkapan
seperti papan tulis mini, spidol, penghapus dan lain lain, tanpa disangka-sangka
Anjas sudah siap dengan peralatan belajar. Melihat si anak nakal mulai ada
tanda-tanda ingin belajar bu Sartika pun berdoa
Ya Tuhanku jadikanlah anak muridku ini menjadi orang yang berguna bagi
bangsanya, dan jangan jadikan ia sebagai sampah masyarakat nan terusik jikalau
keberadaannya harapan sang guru sambil berlinang air mata bahagia
Menyadari ada setetes air jatuh dari katup mata, Anjas dengan sigap menghapus
kesedihan itu.
Kenapa ibu bersedih? tanyanya dengan sopan
Tidak ada, ayo kita mulai pelajaran ucapan menyembunyikan kebahagiaan
Sejak saat itulah bu Sartika mengajar lebih intensif sehingga Anjas pun semakin
terpacu untuk giat belajar.
Seiring waktu berlajan, Anjas berkembang menjadi anak pintar dan
cerdas berkat bimbingan serta arah dari bu Sartika. Kepandaian itu terbukti
ketika proses pembelajaran di dalam kelas. Karena hari demi hari Anjas semaking
mendominasi pembelajaran, Salman pun merasa iri, disebabkan oleh ketakutan
pada tersingkirnya ia dari rengking satu ketika penerimaan rapot. Maka demi
mempertahankan rangking satu ia semakin giat lagi agar ketakutannya tidak
menjadi kenyataan.
Siang malam ia membasahan pelajaran hingga tidak memperdulikan
perut yang sudah keoncongan. Menyadari ada ketidak wajaran pada anaknya
ibunda Salman merasa khawatir sebab setiap kali makan mereka tidak bersama-
sama lagi dalam satu meja. Maka untuk itulah beliau mendatangi kamar sang
buah hati sebelum melaksanakan makan malam.
Man Man makan yuk ibu sudah siapkan rendang makanan kesukaanmu
perkataan sembari berjalan
Ketika sampai depan ruangan pribadi Salman, ia melihat di sudut-sudut ranjang
tidur sudah bertumpukan-tumpukan puluhan buku pelajaran. Mencermati
keadaan nan dilihat oleh matanya, wanita yang sudah berkepala empat itu pun
menegur Salman yang sedang serius membahas soal-soal pelajaran.
Nak nak mengapa kamar kamu berantakan sekali seperti kadang ayam,
padahal kemarin-kemarin ruangan ini rapi dan harum? tanya sang ibu
Maafkan ibu, saya berubah menjadi begini guna mempertahankan rangking
satu harapan Salman sambil menatap orang tua
Oh seperti itu yang kamu lakukan, tetapi walaupun begitu jangalah kamu lupa
makan nanti akan sakit lho perhatian dari sang orangtua
Ya sebentar lagi mama berkata sambil membaca buku
Janji ditunggu di bawah ya mengigatkan si anak sembari melangkahkan kakinya
ke ruang makan
Iya mamaku sayang sahutan
Malam pun semaking larut tetapi Salman belum menyelesaikan pekerjaan hingga
ia kelelahan dan lalu tertidur pada meja belajar.
Sang mentari pun terbit dari timur, serta burung-burung sudah
berterbangan ke sana-ke mari seakan-akan inilah hari ceria. Meskipun begitu
Salman tampak sedikit murung dikarenakan uang saku ketinggalan di rumah,
tetapi hal tersebut tidak menulunturkan semangat untuk bersekolah terlebih lagi
mempertahankan rangking satu.
Saat proses pembelajar di mulai tampa disangka-sangka Karin duduk di
sebelah Anjas. Maka Salman pun geram karena si anak baru itu telah mengambil
semua yang sudah milik selama ini, mulai dari bintang kelas hingga sekarang
pacar, padahal maksud sang kekasih itu hanyalah ingin meminjam pulpen.
Karena Salman tidak kuat lagi menahankan kesabaran, ia pun tanpa berpikir
panjang memukul meja dengan kuat.
Owh lo jangan macam-macam di sini, nanti gue habisin lo tegasnya dengan
tatapantajam
Maaf ya aku enggak tahu yang kamu maksudkan itu ucapan menggunakan
nada rendah
Alah jangan sok-sok enggak tahu kata sambil meninju muka dengan penuh
amarah
Karena Salman tidak sanggup menahan emosi, Anjas pun babak berur hingga tak
sadarkan diri. Melihat hal ini pak guru yang baru masuk sehabis pergantian jam
belajar, merasa perihatin terhadap kondisi anak didik tersebut, maka beliau
langsung membawa ke UKS. Selama perjalanan darah terus saja menetes. Ketika
berada di ruangan kesehatan para dokter kecil melakukan tindakkan yang akan
membatu proses penyembuhan luka memar. Sementara di sisi lain si pelaku
sedang diintrogerasi oleh guru BK.
Nak di sini ibu mau minta kejujuran kamu tentang penyebab kamu menghajar
Anjas? pertanyaan kepada sang murid
Saat mendengar hal tersebut, Salmanpun baru sadar terhadap tindakkanya yang
sudah keterlaluan. Maka karena itulah ia menjelaskan pokok persalahan
Jadi bu, kejadian ini terjadi karena dasar kecemburuan terhadap Anjas yang
telah merebut kesempatan saya untuk mempertahankan renking satu semester
ini, dan juga ia telah merebut pacar saya pengutaraan sambil menyesali
perbuatan
Oh begitu pokok permasalahan, ibu dapat memaklumi tetapi janganlah
bertindakkan demikian, karena kita kan sebagai makhluk hidup yang paling
sempuna di anugerahi akal pikran nan berguna sebagai filter, maka sudah wajib
semua tingkah laku kita harus dipikirkan dengan matang ucapan sang guru
dengan harapan bisa membuka mata hati si palaku
Mendengar itu, Salman terdiam sejenak sembari berpikir jenih menyikapi
nasehat tersebut, lalu ketika sudah paham apa maksud perkataan itu. Ibu guru
BK pun menyuruh untuk meminta maaf kepada Anjas. Karena perintah itulah
Salman keluar dari ruangan BK dengan rasa lega oleh sebab permasalahan ini
tidak sampai tercampuri kedua orangtuanya.
Ketika ia berada di koridor sekolah, dia dengan meneruskan perjalan
menuju ruang UKS untuk meminta maaf. Saat sesampai di depan ruangan
kesehatan lelaki itu melihat bu Sartika sedang merawat Anjas dengan penuh
kasih sayang. Menyadari perilaku tersebut Salman merasa iri sebab selama ini bu
guru tidak pernah lagi menyedikan waktu untuknya. Pada saat ia melangkahkan
kaki menuju ruangan tersebut, ia menepuk pundak ibu guru lalu berkata.
Oh ini yang ibu lakukan, sehingga tidak ada waktu untuk mengajari Salman lagi
ucap dengan nada marah
Bukan begitu tetapi ibu melakukan ini karena saya kasihan melihat Anjas seperti
ini tegasnya
Alah jangan berbohong deh bu, mulai sekarang aku tidak mau lihat muka ibu
batahan sembari berjalan
Ketika meninggalkan ruangan tersebut ia manangis sampai akhirnya dia duduk
tertunduk di sebuah bukit kecil di belakang sekolah.

Setelah beberapa menit ia bersedih, tiba-tiba datanglah bu Sartika
Bolehkah ibu duduk di sampingmu? pertanyaan dengan lemah lembut
Boleh bu jawaban lesu
Kenapa jadi begini?, apakah karena kamu cemburu? tanya dengan lemah
lembut
Ya bu keluahan Salman
Oh itu permasalahannya ibu paham, tetapi walaupun begitu kamu janganlah
merubah tingkah lakumu sampai mencederai kawanmu karena hal tersebut
adalah perilaku setan. Sebenarnya ibu selama ini tidak menyediakan waktu untuk
kamu, oleh sebab saya perihatin terhadap tingkah laku Anjas dulu yang suka
kabur ketika jam sekolah di mulai dan tidak semangat belajar, tetapi semenjak ia
belajar bersama ibu dia berubah menjadi anak nan rajin serta giat, lagipula ini
salah saya juga maka tolonglah maafkan, dan saya janji kepada kamu untuk
membagi waktu antara kamu dengan Anjas pengutaraan sang guru
Ya bu saya maafkan, tetapi ibu janji ya ingin membagi waktu saya dengan Anjas
jawaban sang murid
Ya pasti akan ditepati, maka marilah sekarang kamu ikut ibu ke ruangan UKS
untuk meminta maaf kepada Anjas ajakan untuk mendamaikan
Maka karena itulah mereka menuju ruangan UKS. Sesampainya di sana Salman
langsung meminta maaf kepada Anjas, dan semenjak peristiwa itulah hubungan
mereka membaik dan juga dua anak itu menjadi panutan di sekolah.