Anda di halaman 1dari 30

Unsur Kimia Golongan 14 Konsep

Oleh
Puspita Diah P. (125090207111029)
Feni Andriani (125090207111033)
Arya Budi Setyadi (135090209111006)

GOLONGAN 14
C, Si, Ge, Sn, Pb
Sejarah
Sumber
Struktur
Sifat
Senyawa
Nama karbon berasal dari bahasa latin carbo yang
berarti coal (charcoal) yang artinya arang.
Antonie Laurent Lavoiser tahun 1789 menyatakan
karbon sebagai unsur yang dapat teroksidsi dan dapat
diasamkan
karbon terjadi secara alami dalam beberapa jenis
alotrop : grafit, berlian/ intan & karbon amorf
Sejarah Karbon
karbon di atmosfer: gas karbondioksida (CO2), gas
metana, CFC dll
Karbon di biosfer: struktur, biokimia dan nutrisi pada
semua sel mahluk hidup
Karbon di laut: ion bikarbonat, karbon anorganik
Karbon di alam: dalam keadaan bebas (intan & grafit).
Dalam keadaan ikatan, ex: bahan bakar mineral, batu
bara, minyak tanah dll
Sumber dan kelimpahan Karbon
karbon ditemukan dalam 3 bentuk alotropinya :
Grafit : grafit lebih reaktif dibadingkan karbon, tidak
bereaksi dengan asam encer atau basa dan dapat
dioksidasi oleh asam kromat menjadi CO2.
Amorf (karbon aktif): tidak memiliki struktur kristalin,
dapat diperoleh dari senyawa karbon yang telah
terdekomposisi.
Berlian (terdiri dari karbon): terdapat di dalam kerak bumi,
setiap karbon dalam intan dikelilingi oleh 4 atom karbon
lainnya dalam struktur tetrahedral sperti piramida
Flureren: memiliki bentuk seperti grafit
Struktur dan Bentuk Karbon
Karbon, tidak bersifat toksit dan merupakan unsur
yang sangat tidak reaktif
Karbon sangat tak reaktif pada suhu biasa. apabila
karbon bereaksi, tidak ada kecenderungan dari atom-
atom karbon untuk kehilangan elektron-elektron
terluar dan membentuk kation sederhana seperti C
4+
.
Ion ini akan mempunyai rapatan-rapatan muatan
begitu tinggi sehingga eksistensinya tidaklah mungkin
Sifat Kimia Karbon
Karbon Monoksida CO
2
+ C 2CO
Karbondioksida
karbonat dan bikarbonat
BaCO
3
+ 2HBr BaBr
2
+ H
2
O + CO
2

Senyawaan dengan Ikatan-Ikatan C-N
Senyawaan dengan ikatan-ikatan C S

Senyawa-Senyawa Karbon
Sifat
Kepriodikan
C Si Ge Sn Pb
Nomor Atom 6 14 32 50 82
Konfigurasi
electron valensi
[He] 2s
2
2p
2
[Ne] 3s
2
3p
2
[Ar] 3d
10
4s
2

4p
2

[Kr] 4d
10
5s
2

5p
2

[Xe] 4f
14
5d
10

6s
2
6p
2

Jenis Non logam metaloid metaloid logam Logam
Wujud (25C) padatan padatan padatan padatan Padatan
Densitas (g/cm
3
)
pada 20C
2,62
(grafit)
3,21 (intan)
2,33 5,32 5,77 ( abu-
abu)
7,29 (, putih)
11,34
Titik Leleh (C) 3.827 1.412 938 232 327
Titik Didih (C) 4.197 3.267 2.834 2.623 1.751
Jari-jari atom
(pm)
77 117 128 141 175
Jari-jari Ion (pm) 260 (-4)
16 (+4)
272 (-4)
42 (+4)
272 (-4)
53 (+4)
93 (+2)
71 (+4)
118(+2)
84(+4)
Sifat fisik unsur golongan 14
Energi ionisasi
(Kj/mol)
1.086 786,5 762 709 716
Elektronegativitas 2,5 1,8 2,01 1,8 1,8
Potensial Reduksi
[M
2+
(aq)
+ 2e
-
M
(s)
] - - - -0,137 -0,125
[M
4+
(aq)
+ 2e
-
M
2+

(aq)
]
- - - +0,154 +1,5
Kekerasan 10 (intan) - - 1,6 1,5
Keterangan :
Diukur
berdasarkan skala
Mohs: talck = 0 dan
intan =10
Pada tahun 1789, kimiawan Perancis Antoine Laurent
Lavoisier mengusulkan bahwa kuarsa (kristal silikon
dioksida) yang mungkin menjadi oksida dari elemen
yang sangat umum, namun belum teridentifikasi atau
terisolasi. Ada kemungkinan bahwa di Inggris pada
tahun 1808 Humphry Davy berhasil mengisolasi silikon
sebagian murni untuk pertama kalinya, namun dia
tidak menyadarinya.
Sejarah Silikon
Silikon paling banyak terdistribusi
pada debu, pasir, planetoid, dan planet dalam
berbagai bentuk seperti silikon dioksida atau silikat.
Lebih dari 90% kerak bumi terdiri dari mineral silikat,
menjadikan silikon sebagai unsur kedua paling
melimpah di kerak bumi (sekitar 28% massa)
setelah oksigen
Sumber dan Kelimpahan Silikon
Struktur tetrahedral unit silika (SiO4), blok bangunan
dasar dari kaca paling ideal.

Struktur Silikon
Silikon, kurang reaktif dibandingkan karbon. Silikon
bersifat non toksit. Silikon bereaksi dalam media
alkali membentuk H
2(g)
dan SiO
4
4-
(aq).
Silikon abu-abu
yang berkilat dan seperti logam yang kurang reaktif
akan bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi
menghasilkan silokon dioksida dan hidrogen.
Si + 2H
2
O SiO
2
+ 2H
2

Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan
cukup kuat
Si + O
2
SiO
2

Sifat Kimia Silikon
magnesium silisida, Mg
2
Si
Silikon karbida, SiC (karborundum)
Silana, SiH
4
Disilena, senyawa yang berisi ikatan rangkap dua silikon-
silikon (mirip alkena) dan secara umum sangat reaktif
Tetrahalida, SiX
4
Silikon dioksida
asam disilikat (H
6
Si
2
O
7
)
asam polisilikat {Si
x
(OH)
42x
}
n


Senyawa- senyawa Silikon
Germanium berasal dari bahasa Latin: Germania, Jerman.
Germanium ditemukan sekitar 100 tahun yang lalu oleh ahli
kimia Rusia, Mendeleev Omitri pada tahun 1871.
Keberadaan unsur germanium telah ditemukan sekitar 100
tahun yang lalu oleh ahli kimia Rusia, Mendeleev Omitri.
Sementara pada tahun 1886, seorang kimiawan Jerman,
Clemens Winkler, membuat analisis kimia bijih argyrodite,
melihat pada penyelesaian analisisnya bahwa jumlah
semua bahan tidak menambahkan ke jumlah sebelumnya.
Sejarah Germanium
Logam ini dapat ditemukan:
Argirodite, sulfide germanium dan perak
Germanite, yang mengandung 8% unsure ini
Biji seng
Batu bara
Mineral-mineral lainnya

Sumber dan Kelimpahan Germanium
Struktur Germanium
Struktur kristal Ge oksida.
(a) HP-SrGeO3 dengan tipe
kubus perovskit
(b) AP-SrGeO3 komposisi
isolasi cincin
(c) AP-GeO2 tipe struktur
complex -quartz
(d) HP-GeO2 komposisis
bentuk rutil of GeO6
octahedra


Germanium bersifat toksik ringan.
Germanium bersifat lebih reaktif dari pada silicon
dalam H
2
SO
4
dan HNO
3
pekat.
Sifat Kimia Germanium
Germinates
Germanium dioksida (Germania)
monoksida germanium GEO
Germanium klorida
bismuth germanae
tetra ethil germane
tetra metal germane
Senyawa-senyawa Germanium
Timah (Sn) adalah sebuah unsur kimia yang memiliki
symbol Sn dan nomor atom 50. Timah dalam bahasa
Inggris disebut sebagai Tin. Kata Tin diambil dari
nama Dewa bangsa Etruscan Tinia. Nama latin dari
timah adalah Stannum dimana kata ini
berhubungan dengan kata Stagnum yang dalam
bahasa Inggris bersinonim dengan kata dripping
yang artinya menjadi cair/basah, penggunaan kata ini
dihubungkan dengan logam timah yang mudah
mencair
Sejarah Timah
Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi
akan tetapi diperoleh dari senyawaanya. Timah pada
saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau
tinstone. Cassiterite merupakan mineral oksida dari
timah SnO
2

Sumber dan Kelimpahan Timah
Timah memiliki tiga bentuk alotrop, yaitu timah abu-
abu, timah putih, dan timah rombik. Pada suhu ruang,
timah lebih stabil sebagi logam timah putih dalam
bentuk tertragonal. Sedangkan pada suhu rendah,
timah putih berubah menjadi timah abu-abu
berbentuk intan kubik berupa non logam.
Struktur Timah
Timah(II) merupakan agen pereduksi yang baik.
Timah(IV) merupakan keadaan oksidasi timah yang
lebih stabil dibandingkan timah(II). Ion timah(II)
mereduksi ion besi(III) menjadi ion besi(II). Ion
timah(II) mudah dioksidasi oleh agen pengoksidasi
yang sangat kuat seperti larutan kalium permanganat
dalam kondisi asam. Timah bersifat nontoksik



Sifat Kimia Timah
Timah Oksida SnO
2
stanat Na
2
SnO
3
Timah (II) Klorida

SnCl
2
Timah (IV) Klorida SnCl
4
Timah Sulfida SnS
Timah Hidrida SnH
4




Senyawa-senyawa Timah
Timbal dalam bahasa Inggris disebut sebagai Lead
dengan simbol kimia Pb. Simbol ini berasal dari nama
latin timbal yaitu Plumbum yang artinya logam lunak.
Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak
ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan
logam timbal terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu
timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini
telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para
alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur
tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturnus.

Sejarah Timbal
Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi
biasanya ditemukan sebagai biji mineral bersama
dengan logam lain misalnya seng, perak, dan
tembaga. Sumber mineral timbal yang utama adalah
Galena (PbS) yang mengandung 86,6% Pb dengan
proses pemanggangan, Cerussite (PbCO
3
), dan
Anglesite (PbSO
4
).

Sumber dan Kelimpahan Timbal
Timbal memiliki bentuk kubut pusat muka.
Struktur Timbal
Timbal(II) lebih stabil daripada timbal(IV). Timbal(IV)
mempunyai kecenderungan yang kuat untuk bereaksi
dan menghasilkan senyawa timbal(II).Timbal bersifat
toksik

Sifat Kimia Timbal
timbal azida PbN
6
,
timbal bromat Pb(BrO
3
)
2
.2H
2
O,
timbal klorida PbCl
2
,
timbal (II) oksida PbO,
timbal(II) Nitrat Pb(NO
3
)
2
,
timbale tetroksida Pb
3
O
4
,
Senyawa-senyawa Timbal