Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

PEMERIKSAAN KESALAHAN-KESALAHAN









Oleh :
Dwinda Safitri
1308105038
VI B



JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2013
Pemeriksaan Kesalahan-Kesalahan
Dwinda Safitri
1308105038
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
2014

Abstrak

Percobaaan ini bertujuan untuk memeriksa kesalahan-kesalahan untuk menunjukkan kemampuan
masing-masing alat sehubungan dengan ketepatan pengukuran serta melatih kemampuan untuk
menentukan kesalahan, baik dalam praktek maupun dalam tahap perhitungan. Kalibrasi merupakan proses
verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan
membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-
bahan acuan tersertifikasi. Dalam percobaan disiapkan alat-alat: Gelas Erlenmeyer, diambil yang bersih
dan keringkan, kemudian beratnya ditimbang. masing-masing alat kelompok A (gelas ukur 50 mL)
kelompok B (gelas ukur 250 mL), kelompok C (buret 10 mL), dan kelompok D (pipet volume 25 mL)
digunakan untuk mengukur air sebanyak 25 ml dan 20 mL. setelah itu air dipindahkan kedalam gelas
Erlenmeyer yang telah ditimbang lalu ditimbang kembali dan diulang sampai 15x. Setelah dilakukan
perhitungan, didapatkan hasil alat yang memberikan ketidakpastian terkecil adalah gelas ukur 50 mL
dengan simpangan rata-rata sebesar 0,037 dan alat yang memberikan kesalahan kalibrasi terkecil yaitu
gelas ukur 50mL dengan kesalahan kalibrasi sebesar 0,21.

Kata kunci: kalibrasi, ketepatan, ketelitian

PENDAHULUAN

Dalam pengamatan eksperimen secara
umum, hasil yang diperoleh pasti tidak dapat
terlepas dari faktor kesalahan. Ketepatan alat
sangat mempengaruhi hasil percobaan. Dalam
melakukan pengukuran fisik, tujuan utamanya
adalah memperoleh suatu nilai yang terdiri dari
satuan yang diplih dan besarannya yang akan
menyatakan besar kuantitas fisik yang diukur,
menunjukkan kemampuan masing-masing alat
sehubungan dengan ketepatan pengukuran dan
melatih kemampuan untuk menentukan
kesalahan baik dalam praktek maupun
perhitungan (Alan, 2001). Kalibrasi adalah suatu
kegiatan untuk menentukan kebenaran
konvensional nilai penunjukan alat inspeksi, alat
pengukuran dan alat pengujian. Kalibrasi
umumnya dilakukan sesuai dengan kecermatan
alat ukur yang bersangkutan dengan alat ukur
lain yang satu atau beberapa tingkat kecermatan
dan kebenaran skalanya (Rochim dan
Wirjomartono, 1985). Terkait dengan
pelaksanaan aktivitas laboratorium kimia, sering
dijumpai penggunaan alat ukur volumetrik
seperti gelas ukur, buret, pipet volume, gelas
ukur dan sebagainya. Pembacaan skala pada alat
ukur tersebut harus benar-benar diperhatikan,
dalam hal melihat skala, kedudukan badan, jenis
alat maupun jenis larutan dengan
memperhatikan angka signifikan, toleransi
pembacaan skala, dan sifat ketelitian alat.
Kalibrasi dilakukan agar hasil pengukuran selalu
sesuai dengan alat ukur standar atau alat ukur
yang sudah ditera.
Hasil penetapan dikatakan teliti bila
hasil yang didapatkan dari serangkaian
penetapan ini penyebarannya kecil. Ada tiga
macam ukuran penyebaran, yaitu kisaran
(range), penyimpangan rata-rata (mean
deviation) dan simpangan baku (standart
deviation).
Oleh sebab itu, dilakukan percobaan
penentuan kesalahan-kesalahan yang bertujuan
untuk menunjukkan kemampuan masing-
masing alat sehubungan dengan ketepatan
pengukuran dan melatih kemampuan untuk
menentukan kesalahan, baik dalam praktek
maupun dalam tahap perhitungan.

MATERI DAN METODE
Alat dan bahan
Pada percobaan kali ini digunakan alat-
alat sebagai berikut untuk memeriksa/
menentukan kesalahan-kesalahan yaitu
diantaranya gelas ukur 50 mL, gelas ukur 250
mL, buret 10 mL, pipet volume 25 mL dan
gelas erlenmeyer dengan alat bantu neraca
analitik. Bahan-bahan yang digunakan hanya
aquades (air suling).

Cara Pengerjaan
Persiapan alat
Percobaan ini dilakukan dengan
menyiapkan alat-alat yang akan diuji lalu alat-
alat tersebut kemudian dicuci dengan air
mengalir dan dikeringkan. Selanjutnya, gelas
erlenmeyer yang sudah bersih diambil, lalu
ditimbang beratnya. Gelas ukur 50 mL diambil
dan 20 mL air diukur dengan alat tersebut. Air
yang sudah diukur kemudian dimasukkan ke
dalam gelas erlenmeyer yang sudah disiapkan
sebelumnya, kemudian gelas erlenmeyer yang
sudah berisi air ditimbang sehingga berat dari
air yang diukur tersebut diketahui. Cara ini
dilakukan berulang kali, yakni dengan
mengukur 20 mL air pada gelas ukur 50mL dan
buret 10mL (air dimasukkan dua kali), dan
25mL air untuk gelas ukur 250mL dan pipet
volume 25mL. Lalu menimbangnya hingga 15
kali pengukuran tiap satu alat. Demikian pula
dilakukan untuk alat-alat lainnya.

Analisis Kesalahan
Analisis kesalahan dari suatu percobaan
dapat diketahui dengan menghitung simpangan
dari hasil yang didapat pada percobaan. Mula-
mula volume air dihitung dengan mengalikan
berat jenis air, yaitu 1,000

dengan volume
air yang diukur. Kemudian dihitung volume
rata-rata, yaitu jumlah seluruh volume air dari
pengujian ketepatan satu alat dibagi N kali
pengamatan.
Simpangan masing-masing percobaan
dapat dihitung dengan volume tiap percobaan
dikurangi volume rata-rata :
|

|
Keterangan:
d = Simpangan
V = Volume/berat tiap pengamatan

= Volume rata-rata (mL)


Lalu dihitung simpangan rata-rata
dengan rumus :


Keterangan:

= Simpangan rata-rata
= Jumlah total simpangan
N = Jumlah pengukuran

Setelah didapatkan simpangan rata-rata,
dihitung kesalahan kalibrasi dengan mengurangi
volume rata-rata dengan volume air yang diukur.

=
|

|

Keterangan:

= volume rata-rata pengukuran


V
seharusya
= volume aquades seharusnya
Dengan menggunakan persamaan diatas,
dilakukan perhitungan pada tiap kelompok.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini dilakukan
penentuan kesalahan-kesalahan pada alat ukur
kuantitatif, dimana percobaan ini bertujuan
untuk menunjukkan kemampuan masing-
masing alat sehubungan dengan ketepatan
pengukuran dan melatih kemampuan untuk
menentukan kesalahan, baik dalam praktek
maupun dalam tahap perhitungan.
Percobaan ini dilakukan dengan
menyiapkan alat-alat yang akan diuji lalu alat-
alat tersebut kemudian dicuci dengan air
mengalir dan dikeringkan. Selanjutnya, gelas
erlenmeyer yang sudah bersih diambil, lalu
ditimbang beratnya. Gelas ukur 50 mL diambil
dan 20 mL air diukur dengan alat tersebut. Air
yang sudah diukur kemudian dimasukkan ke
dalam gelas erlenmeyer yang sudah disiapkan
sebelumnya, kemudian gelas erlenmeyer yang
sudah berisi air ditimbang sehingga berat dari
air yang diukur tersebut diketahui. Cara ini
dilakukan berulang kali, untuk alat yang sama
dan ditimbang sebanyak 15 kali, lalu data yang
didapatkan dicatat.
Dari percobaan ini akan diketahui berat
air dari masing-masing alat yang nilainya sama
dengan volumenya karena berat jenis air adalah
1,000

. Setelah diketahui volumenya,


dihitung simpangan yang bisa didapatkan dari
pengurangan volume yang didapatkan dengan
volume rata-rata.
Pengukuran 20 mL air dengan
menggunakan gelas ukur 50 mL setelah
dilakukan pengukuran sebanyak 15 kali
didapatkan rata-rata sebesar 19,79 mL. setelah
dihitung simpangannya, didapatkan hasil
sebesar 0,040 sedangkan kesalahan kalibrasinya
sebesar 0,21 mL. Pengukuran kedua 25 mL air
dengan menggunakan gelas ukur 250 mL
diperoleh volume rata-rata 22,79 dengan
simpangan rata-rata 0,038 dan kesalahan
kalibrasi 2,21mL. Pengukuran 25 mL air
dengan menggunakan pipet volume 25 mL
diperoleh volume rata-rata 27,40 dengan
simpangan rata-rata 0,037 dan kesalahan
kalibrasi 2,4 mL. Pengukuran 20 mL air dengan
menggunakan buret 10 mL volume rata-rata
24,75 dengan simpangan rata-rata 0,041 dan
kesalahan kalibrasi 4,75 mL.
Dari data yang telah dihitung tersebut
terlihat bahwa alat yang memiliki simpangan
rata-rata terkecil adalah pipet volume 25 mL
yaitu 0,037, sedangkan alat yang memiliki
simpangan rata-rata terbesar adalah buret 10
mL yaitu 0,041. Dilihat dari kesalahan kalibrasi,
yang memiliki kesalahan kalibrasi terkecil yaitu
gelas ukur 50 mL yaitu sebesar 0,21 mL,
sedangkan yang memiliki kesalahan kalibrasi
yang terbesar yaitu buret 10mL, dimana
kesalahan kalibrasi ini salah satunya adalah
karena kesalahan praktikan, yang menggunakan
buret 10mL untuk mengisi 20mL air dengan
memasukkkan air 10mL sebanyak 2 kali ke
dalam buret.
Untuk mengetahui kebenaran perobaan
yang dilakukan maka dilakukan ralat untuk
perhitungan. Berdasarkan ralat, persentase
kebenaran untuk alat-lat seperti gelas ukur 50
mL, gelas ukur 250 mL, pipet volume 25mL
dan buret 10 mL tidak mencapai nilai 100%
menunjukkan bahwa terdapatnya kesalahan
pada percobaan kali ini, dimana disebabkan
karena kesalahan praktikan, kurang teliti dalam
membaca skala, adanya pegotor pada alat ukur
dan atau adanya air yang tersisa di dinding alat
ukur sehingga menyebabkan berkurangnya
berat air. Pengaruh udara juga dapat
mempengaruhi pada saat penimbangan berat
air.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang
dilakukan, maka dapat diketahui alat yang
memberikan ketidakpastian terkecil adalah gelas
ukur 50 mL dengan simpangan rata-rata sebesar
0,040. Serta alat yang memberikan kesalahan
kalibrasi terkecil adalah gelas ukur 50 mL
dengan kesalahan kalibrasi sebesar 0,21 mL.
Terdapatnya kesalahan kalibrasi pada praktikum
ini disebabkan karena human eror (kelalaian
praktikan), suhu, kelembaban, tekanan udara,
aliran udara, dan kedap getaran, dan alat yang
dikalibrasi dalam keadaan berfungsi baik atau
tidak rusak.

Saran
Perlu dilakukan percobaan pemeriksaan
kesalahan-kesalahan lebih lanjut dengan
memenuhi sertifikasi dari laboratorium yang
terakreditasi, ruangan/tempat kalibrasi yang
terkondisi.

UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terimakasih pada
staff laboratorium kimia fisika, asisten dosen
dan semua pihak yang telah membantu sehingga
bisa terselesaikannya laporan ini.

DAFTAR PUSTAKA
Morris, Alan S. 2001.Measurement and
Instrumentation Principles. Butterworth
Heinemann, ISBN 0-7506-5081-8.
Rivai, H. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia.
Universitas Indonesia Press : Jakarta.
Staff Lab Kimia Fisika. 2014. Bahan Ajar Kimia
Fisika I dan II. Jurusan Kimia F.MIPA.
Universitas Udayana: Bukit Jimbaran.
Tim Lab Kimia Fisika. 2014. Diktat Penuntun
Praktikum Kimia Fisika. Jurusan Kimia
F.MIPA. Universitas Udayana: Bukit Jimbaran.

LAMPIRAN :
Tabel 1. Data Pengamatan
Pengukuran
Berat air (gram)
Massa
Gelas
Kosong
Kelompok
A
Kelompok B
Kelompok
C
Kelompok
D
1 60,18 80,06 83,05 87,65 85,00
2 60,18 80,05 83,05 87,66 85,02
3 60,17 80,05 83,05 87,65 85,00
4 60,18 80,04 83,03 87,64 85,00
5 60,17 80,04 83,04 87,65 85,01
6 60,14 80,04 83,05 87,66 85,01
7 60,15 80,03 83,04 87,66 85,00
8 60,16 80,03 83,04 87,65 85,02
9 60,18 80,03 83,05 87,65 85,00
10 60,18 80,04 83,04 87,66 85,00
11 60,17 80,04 83,04 87,64 85,00
12 60,17 80,03 83,04 87,66 85,00
13 60,18 80,03 83,04 87,65 85,00
14 60,15 80,05 83,04 87,65 85,00
15 60,16 80,05 83,04 87,66 85,00

Diketahui :
berat jenis air = 1,000


Ditanya : V rata-rata ?
Jawab :
- Volume air pada kelompok A.
60,25 g 80,04 g = 19,79 g


= 19,79 mL






Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Tabel 2. Data Volume Air (mL)
pengukuran
Volume air (mL)
Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
1 19,88 22,87 27,47 24,82
2 19,86 22,86 27,47 24,83
3 19,85 22,85 27,45 24,80
4 19,83 22,82 27,43 24,79
5 19,82 22,82 27,43 24,79
6 19,81 22,82 27,43 24,78
7 19,79 22,80 27,42 24,76
8 19,78 22,79 27,40 24,77
9 19,77 22,79 27,39 24,74
10 19,77 22,77 27,39 24,73
11 19,76 22,76 27,36 24,72
12 19,74 22,75 27,37 24,71
13 19,73 22,74 27,35 24,70
14 19,74 22,73 27,34 24,69
15 19,73 22,72 27,34 24,68

Kedua, dilakukan perhitungan volume rata-rata air pada tiap kelompok.
- Volume rata-rata air pada kelompok A.




Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Kelompok Volume rata-rata air (mL)
A 19,79
B 22,79
C 27,40
D 24,75

Ketiga, dilakukan perhitungan simpangan pada setiap kelompok.
- Simpangan pada kelompok A.
| |
| |

Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Tabel 3. Data Simpangan Tiap Kelompok
Pengukuran
Volume air (mL)
Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
1 0,09 0,08 0,07 0,07
2 0,07 0,07 0,07 0,08
3 0,06 0,06 0,05 0,05
4 0,04 0,03 0,03 0,04
5 0,03 0,03 0,03 0,04
6 0,02 0,03 0,03 0,03
7 0,00 0,01 0,02 0,01
8 0,01 0,00 0,00 0,02
9 0,02 0,00 0,01 0,01
10 0,02 0,02 0,01 0,02
11 0,03 0,03 0,04 0,03
12 0,05 0,04 0,03 0,04
13 0,06 0,05 0,05 0,05
14 0,05 0,06 0,06 0,06
15 0,06 0,07 0,06 0,07

Keempat, dilakukan perhitungan simpangan rata-rata pada tiap Kelompok
- Simpangan rata-rata pada kelompok A.



Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Kelompok Simpangan rata-rata
A 0,040
B 0,038
C 0,037
D 0,041

Kelima, dilakukan perhitungan kesalahan kalibrasi pada tiap kelompok.
- Kesalahan kalibrasi pada kelompok A.
Kesalahan kalibrasi = |

|
= | |
= 0,21 mL
- Kesalahan kalibrasi pada kelompok B.
Kesalahan kalibrasi = |

|
= | |
= 2,21 mL
- Kesalahan kalibrasi pada kelompok C.
Kesalahan kalibrasi = |

|
= | |
= 2,4 mL
- Kesalahan kalibrasi pada kelompok D.
Kesalahan kalibrasi = |

|
= | |
= 4,75 mL



Dengan melakukan perhitungan menggunakan persamaan-persamaan diatas, didapatkan hasil
sebagai berikut :
Tabel 4. Data Hasil Perhitungan
Pengukuran
Volume air (mL) Simpangan (d)
Klp. A Klp. B Klp. C Klp. D Klp. A Klp. B Klp. C Klp. D
1 19,88 22,87 27,47 24,82 0,09 0,08 0,07 0,07
2 19,86 22,86 27,47 24,83 0,07 0,07 0,07 0,08
3 19,85 22,85 27,45 24,80 0,06 0,06 0,05 0,05
4 19,83 22,82 27,43 24,79 0,04 0,03 0,03 0,04
5 19,82 22,82 27,43 24,79 0,03 0,03 0,03 0,04
6 19,81 22,82 27,43 24,78 0,02 0,03 0,03 0,03
7 19,79 22,80 27,42 24,76 0,00 0,01 0,02 0,01
8 19,78 22,79 27,40 24,77 0,01 0,00 0,00 0,02
9 19,77 22,79 27,39 24,74 0,02 0,00 0,01 0,01
10 19,77 22,77 27,39 24,73 0,02 0,02 0,01 0,02
11 19,76 22,76 27,36 24,72 0,03 0,03 0,04 0,03
12 19,74 22,75 27,37 24,71 0,05 0,04 0,03 0,04
13 19,73 22,74 27,35 24,70 0,06 0,05 0,05 0,05
14 19,74 22,73 27,34 24,69 0,05 0,06 0,06 0,06
15 19,73 22,72 27,34 24,68 0,06 0,07 0,06 0,07
Jumlah 296,86 341,89 411,04 371,31 0.61 0.58 0.56 0.62
Rata-rata 19,79 22,79 27,40 24,75 0.040 0.038 0.037 0.041





Tabel 5. Data Hasil Perhitungan
Kelompok Alat Volume rata-rata Simpangan rata-rata
Kesalahan
kalibrasi
A Gelas ukur 50 mL
19,79 0,040
0,21
B Gelas ukur 250 mL
22,79 0,038
2,21
C Buret 10 mL
27,40 0,037
2,4
D Pipet volume 25 mL
24,75 0,041
4,75