Anda di halaman 1dari 3

Media Komunikasi Internal

Media Komunikasi Internal adalah semua sarana penyampaian dan penerimaan


informasi di kalangan publik internal perusahaan, dan biasanya bersifat non
komersial.
Baik penerima maupun pengirim informasi adalah orang dalam atau publik internal,
terdiri atas pimpinan, anggota, pegawai maupun unit-unit kerja di dalam perusahaan
tersebut.
Contoh-contoh Media Komunikasi internal
Peta Pengetahuan adalah piranti untuk mengidentifikasikan dan menemukan
sumber-sumber pengetahuan organisasi, dan bisa menunjuk kepada sekumpulan
orang sebagai sumber-sumber pengetahuan seperti halnya dokumen atau database.
Intranet dapat menjadi fondasi untuk lingkungan pengetahuan enterprise dimana
informasi dari beragam sumber atau media, termasuk teks, suara, video, dan bahkan
slide digital, bisa dibagi pakai, ditampilkan, dan diakses di lintas perusahaan melalui
antarmuka. Intranet komprehensif ini bisa mentransformasi proses lama, sehingga
orang-orang bisa meninventarisasi dan menyebarkan informasi.
Prosedur adalah kelompok pekerjaan pencatatan yang erat sekali hubungannya yang
meliputi suatu sub fungsi daripada suatu fungsi tertentu. Kemudian prosedur juga
dapat diartikan suatu urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa
orang dalam suatu perlakuan yang seragam terhadap transaksi perusahaan yang
terjadi secara berulang-ulang. Prosedur digunakan untuk media komunikasi internal
dalam perusahaan, yang selanjutnya dapat diinformasikan keluar lingkungan
perusahaan.
Macam-macam Komunikasi Internal
Komunikasi ke bawah
Komunikasi ke atas
Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah terjadi jika pimpinan melakukan kegiatan alih pesan kepada
bawahan secara terstruktur dan tidak insidental. Tujuannya adalah membantu
mengurangi terjadinya komunikasi desas-desus (rumor) agar dapat menumbuhkan
suasan kerja yang menyenangkan, dan secara tidak langsung meningkatkan
produktivitas dan keuntungan perusahaan. Jika komunikasi ke bawah berjalan
lancar, biasanya motivasi bawahan untuk bekerja menjadi lebih baik dan efisien.
Disinilah peran komunikasi dari atasan ke bawahan sangat penting bukan hanya
dalam kegiatan menyampaikan persoalan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan
tetapi juga tentang keberhasilan usaha yang terkait dengan prestasi dan
kontribusibawahan dalam perusahaan.
Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah komunikasi dari bawahan ke atasan. Komunikasi tipe ini
umumnya bertujuan untuk melakukan kegiatan prosedural yang sudah merupakan
bagian dari struktur organisasi atau perusahaan. Bentuknya antara lain dalam
pelaporan kegiatan, penyampaian gagasan, dan penyampaian informasi yang
menyangkut masalah-masalah pekerjaan. Bisa dilakukan secara langsung dan tak
langsung atau secara tertulis. Dalam organisasi pembelajaran, model komunikasi ini
sudah biasa dilakukan. Kepada semua karyawan didorong untuk tidak segan-segan
menyampaikan hal apapun kepada atasan sejauh dalam kerangka pengembangan
perusahaan.
Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan
pemahaman antara orang yang terlibat dalam kegiatan komunikas. Kesamaan
pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku
komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi
biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan)
yang memungkinkan terjadinya penerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara empiris, pemahaman orang perihal suatu hal akan lebih mudah diserap dan
dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding hanya diperdengarkan atau
dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan
tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.


Kelompok 2 :
Alfi najahi
Febrian priandana putra
Ilham ardiansyah
Ivan irawan
Jodi H. Suprayitno
Josua partogi
Rahmat widodo
Wiwit widyantoro