Anda di halaman 1dari 2

1

Uraian Singkat

PAMDes adalah organisasi dari suatu gerakan publik yang tumbuh berkembang sebagai bentuk
usaha mandiri dari masyarakat desa, yang bertujuan memenuhi kebutuhan pokok hidupnya yang
berupa air bersih terutama untuk air minum dan rumah tangga. Dalam hal ini diperlukan peran aktif
dari berbagai pihak, sebagai promotor sekaligus fasilitator dari gerakan tersebut sehingga
harapannya gerakan ini dapat membantu pencapaian target MDGs dibidang air minum pedesaan.
Sebagai usaha Pemberdayaan Masyarakat, peran kerjasama antar berbagai unsur menjadi sangat
strategis dan selama 2.5 tahun telah berhasil mengembangkan PAMDes dengan PAM-MASKARTA-
nya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai sebuah kekuatan atau modal social yang sangat efektif,
organisasi ini telah memberikan rasa percaya diri bagi masyarakatnya. Dengan jumlah PAMDes yang
mencapai lebih dari 400 buah dan terorganisasi secara terstruktur terkendali disetiap kabupaten,
diharapkan akan berkembang dan membuka banyak peluang usaha untuk menunjang peningkatan
kesejahteraan masyarakatnya dengan tetap mengetengahkan kelestarian lingkungan, keadilan dan
nilai ekonominya.
Konsep kerjanya bertumpu pada pendidikan masyarakat yang mampu membangun kecerdasan,
kepedulian dan kearifan kolektif dalam usaha menciptakan perilaku hidup harmonis dengan
lingkungannya. Sebagai substansi pendidikannya meliputi pendekatan teknis, entrepreneurship dan
usaha yang mengedepankan efektifitas dan efisiensi kerja dalam memanfaatkan sumberdaya
setempat.
Sebagai suatu model sekaligus strategi jitu dalam pencapaian target Nasional MDGs, konsep
PAMDes dengan PAM-MASKARTA-nya dapat dikembangkan dilain tempat diseluruh pelosok
pedesaan di Indonesia. Untuk itu ditawarkan suatu proses pembelajaran untuk pengembangannya
dengan kaum muda setempat yang berpendidikan berperan sebagai agent of change-nya
sekaligus sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat dan demi mengukuhkan
keberadaannya sebagai pemilik masa depan. Untuk itu disarankan agar sebagai gerakan public yang
bersinergi dengan program pemerintah dapat saling mendukung, sehingga dapat menjadi trobosan
didalam mengejar capaian target MDGs.
I. Latar Belakang
I.1 Pendahuluan
Motto : Air merupakan urusan bersama dan untuk semuanya
Pada tgl. 17 Agustus 1945 kondisi Indonesia dan Jepang adalah sama-sama
terpuruknya, yang mana Indonesia baru saja bebas secara politik dari penjajahan, sedangkan
Jepang baru saja kalah perang. Keadaan tersebut ditandai dengan kondisi kesejahteraan
masyarakat yang didalamnya termasuk pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar yang
memprihatinkan. Adapun salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah air minum bagi
masyarakatnya.
Pada tahun 2011 atau setelah lebih dari 65 tahun kemudian, kalau dibandingkan
didalam hal pelayanan air minum diantara masyarakat Indonesia dan Jepang, maka dapat
dirasakan ada perbedaan yang cukup berarti dan mencolok. Kondisi di Jepang sekarang ini
pelayanan air minum ditandai dengan sistem jaringan perpipaan yang hampir menjangkau
2

seluruh pelosok negaranya dengan kualitas pelayanan yang cukup memuaskan. Adapun di
Indonesia kondisi pelayanan air minumnya dengan sistem jaringan perpipaan dikembangkan