Anda di halaman 1dari 10

A.

PENDAHULUAN
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti
atau makna pada setiap perkataan yang di ucapkan. Semantik merupakan salah
satu cabang ilmu yang dipelaari dalam studi linguistik yang membicakan makna
yaitu makna kata dan makna kalimat.
Bahasa merupakan sistem komunikasi yang amat penting bagi manusia.
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti atau
makna pada setiap perkataan yang di ucapkan. Sebagai suatu unsur yang dinamik!
bahasa senantiasa di analisis dan dikai dengan menggunakan berbagai
pendekatan untuk mengkainya. Antara lain pendekatan yang dapat digunakan
untuk mengkai bahasa ialah pendekatan semantik.
Semantik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan dalam bidang
ilmu kebahasaan. Semantik merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkai
makna. Semantik merupakan satu cabang kaian "alsa"ah yang kemudiannya
diangkat oleh disiplin linguistik sebagai salah satu dari pada komponen bahasa
yang utama selain sintaksis! mor"ologi dan "onologi. Ada yang merasakan bah#a
kaian semantik seharusnya menadi "okus utama dalam linguistik karena peranan
utama bahasa adalah untuk mengungkapkan sesuatu yang bermakna.
Dalam ilmu linguistik! terdapat beberapa pendekatan dalam kaian
semantik seperti semantik struktural! semantik berasaskan kebenaran! semantik
"ormal dan uga semantik kogniti".
Setiap pendekatan mempunyai beberapa teori. Secara umum! semantik
struktural mengkai makna sebagai satu sistem dalam bahasa. Semantik
bersyaratkan kebenaran $truth%conditional semantics& mengaitkan makna dengan
suatu kebenaran sesuatu proposisi semantik berasaskan kebenaran sering
dikaitkan dengan sematik "ormal yang mengambil pendekatan menguraikan
makna secara "ormal dan logikal dengan menggunakan perlambangan operasi
matematikal. Semantik kogniti" menguraikan makna dengan berpandukan kepada
sistem kogniti" dan menyamakan makna dengan konsep.
Semantik mengandung pengertian studi tentang makna dengan anggapan
bah#a makna menadi bagian dari bahasa! maka semantic merupakan bagian dari
linguistik.
'
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Semantik
Pandangan yang bermacam%macam dari para ahli menadikan para
ahli memiliki perbedaan dalam mengartikan semantik. Pengertian semantik
yang berbeda%beda tersebut ustru diharapkan dapat mengembangkan disiplin
ilmu linguistik yang amat luas cakupan nya! diantaranya adalah(
a. )harles *orrist
*engemukakan bah#a semantik menelaah +hubungan%hubungan!
tanda%tanda dengan obek%obek yang merupakan #adah penerapan tanda%
tanda tersebut,.
b. -...* /erhaar
*engemukakan bah#a semantik $inggris( semantic& berarti teori
makna atau teori arti! yakni cabang sistematik bahasa yang menyelidiki
makna atau arti.
c. Lehrer
Semantik adalah studi tentang makna. Bagi Lehrer! semantik
merupakan bidang kaian yang sangat luas! karena turut menyinggung
aspek%aspek struktur dan "ungsi bahasa sehingga dapat duhubungkan
dengan psikologi! "ilsa"at dan antropologi.
d. 0ambartel
Semantik mengasumsikan bah#a bahasa terdiri dari struktur yang
menampakan makna apabila dihubungkan dengan obek dalam
pengalaman dunia manusia.
e. Ensiklopedia britanika
Semantik adalah studi tentang hubungan antara suatu pembeda
linguistik dengan hubungan proses mental atau simbol dalam akti"itas
bicara.
". Dr. *ansoer Pateda
Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna.
g. Abdul )haer
1
Semantik adalah ilmu tentang makna atau tentang arti! yaitu salah
satu dari 2 $tiga& tataran analisis bahasa $"onologi! gramatikal! dan
semantik&.
Semantik mengandung pengertian studi tentang makna dengan
anggapan bah#a makna menadi bagian dari bahasa! makna semantik
merupakan bagian dari linguistik.
Semantik sebenarnya merupakan ilmu tentang makna! dalam
bahasa inggris disebut meaning. 0ata semantik sendiri berasal dari bahasa
yunani yaitu sema $kata benda& yang berarti +menandai, atau +lambang,.
0ata keranya adalah semaino yang berarti +menandai, atau
+melambangkan,. 0emudian semantik disepakati sebagai istilah yang
digunakan dalam bidang linguistik untuk mempelaari hubungan antara
tanda%tanda linguistik dengan sesuatu yang ditandainya.
2. Teori medan makna
Banyak teori yang dikembangkan oleh pakar linguistik tentang kaian
semantik! namun pada makalah ini hanya membahas teori medan makna dan
analisisnya.
Pembahasan mengenai medan makna meliputi beberapa substansi
yakni pengertian medan makna! "ungsi teori medan makna! hubungan
sintagmatik! hubungan paradigmatik! identi"ikasi kata berada pada satu bedan
makna! dan kelebihan serta kelemahan teori medan makna. Penelasan
mengenai substansi%substansi medan makna sebagai berikut(
a. Pengertian Medan Makna
*edan makna merupakan salah satu metode atau pendekatan untuk
menganalisa makna yang terdapat pada kata atau unsur leksikal. 3eori ini
dikemukakan oleh trier dan pakar%pakar linguistik lainnya dengan sebutan
yang berbeda%beda. )haer menyatakan bah#a medan makna $semantic
"ield! domain& adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang
menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam
semesta tertentu yang direalisasikan seperangkat unsur leksikal yang
maknanya berhubungan.
'
*enurut Umar! medan makna $al%ha4lu ad%dillali& merupakan
seperangkat atau kumpulan kata yang maknanya saling berkaitan.
1
'
Abdul )haer! Pengantar Semantik Bahasa Indonesia! $-akarta( 5ineka )ipta! '667&. h. ''2
1
Ahmad *ukhtar Umar! Ilmu dalalah! $0airo( Alam al%0utub! '662&. h. 86
2
3eori ini menegaskan bah#a agar kita memahami makna suatu kata!
maka kita harus memahami pula kesimpulan kosa kata yang maknanya
berhubungan. Berdasarkan pada penelasan di atas kita dapat mengambil
contoh nama #arna%#arna! nam%nama perabot! atau nama%nama istilah
pelayaran yang dapat membentuk medan makna tertentu.
Dalam kaitannya dengan medan makna ini! para pencetus teori ini!
lyon misalnya berpendapat bah#a(
'& Setiap butir leksikal hanya ada pada satu medan makna
1& 3idak ada butir leksikal yang tidak menadi anggota pada medan
makna tertentu
2& 3idak ada alasan untuk mengabaikan konteks
9& 0etidak mungkinan kaian terhadap kosa kata terlepas dari
struktur.
2
Dalam bahasa arab! kata

mempunyai sederetan kata


yang maknanya berhubungan! yaitu

+merah,!

Biru

kuning

hi!u"

%u&ih' (i&! ug!


)*ng*n!+ i,&i+!h k*k*r!-!&!n %!.! -!h!,! in./n*,i!0
misalnya !n!k0 1u1u0 1i1i&0 %ui&0 -!%!k2!3!h0 i-u0 k!k*k0
n*n*k0 )/3!ng0 -u3u&0 %!)!n0 -i-i0 ,!u.!r!0 k!k!k0
!.ik0 ,*%u%u0 k*)!n!k!n0 i,&ri0 ,u!)i0 i%!r0 )*r&u!0
)*n!n&u0 .!n -*,!n'
B*-*r!%! 1/n&/h i.*n&i4k!,i )*.!n )!kn!
.!+!) -!h!,! !r!- 3!ng .ik*)uk!k!n 5)!r6
7 ''''' 8$ 9:; <=> # ? @= ? # ? A# BC#D '
E ? ? @FCG '
AHC
I JK$ ? @CLM N @O; ? @H '
P
b. Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik
0ata%kata yang berada dalam satu lingkup medan makna memiliki
sebuah hubungan. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan sintagmatik
ataupun hubungan paragmatik. Hubungan sintagmatik uga dapat disebut
dengan hubungan kolokasi. 0olokasi sendiri berasal dari bahasa latin
colloco yang berarti ada ditempat sama. Hubungan makna ini uga disebut
hubungan in parasentia. *isalkan saa! kata%kata dokter! pera#at! arum
2
Ahmad *ukhtar Umar, ibid. h. :7
9
Ahmad *ukhtar Umar, ibid. h. :8
9
suntik! dan bangsal. 0ata%kata tersebut berada dalam satu kolokasi atau satu
ruang lingkup yaitu pembicaraan mengenai rumah sakit. )ontoh lain! kata%
kata dosen! mahasis#a! kampus! dan mata kuliah berkolokasi dalam
pembicaraan mengenai perkuliahan.
;
Dalam pembagian mengenai enis makna uga terdapat enis makna
kolokasi. *akna kolokasi ini adalah makna kata dalam kaitannya dengan
kata lain yang mempunyai tempat yang sama dalam sebuah kontruksi atau
lingkungan kebahsaan. )ontohnya cantik dan tampan. 0eduanya adalah dua
kata yang berada dalam satu lingkup bahasa karena sama%sama
menunukkan keindahan. Namun! dua kata tersebut tidak bisa digabungkan
dengan msing%masing pasangan dari dua kata tersebut. Pasangan cantik
adalah perempuan sedangkan tampan adalah pasangan laki%laki. *aka tidak
bisa dikatakan laki%laki cantik dan perempuan tampan.
Berkaitan dengan hubungan sintagmatik ini! Umar memberikan
contoh%contoh sebagai berikut(
'. QCRS ? T:U P VCWG '
E' X#; ? Y> Z WD N D '
I' [ ? 8\> ] ^#_ N `M '
]
c. Identifikasi Kata Berada Pada Satu Medan Makna
)ara mengidenti"ikasi makna menggunakan teori medan makna
sebagai berikut(
'& 3entukan kata yang akan di identi"ikasi! misalnya surat
1& Hubungan dengan kata%kata yang lain! misalnya tukang pos!
prangko! dan #esel
2& Simpulkan medan makna! misalnya pembicaraan kantor pos.
*aka kita dapat mengambil kesimpulan bah#a kata surat! tukang pos!
prangko! dan #esel berada pada satu medan makna yaitu pembicaraan
mengenai kantor pos.
d. Keebi!an "an Keema!an Serta #ungsi Teori Makna
Umar menyatakan agar kita dapat memahami makna suatu kata!
maka kita harus memahami pula sekumpulan kosa kata yang maknanya
berhubungan. <leh karena itu teori medan makna tidak hanya membantu
kita untuk memahami makna suatu kata! namun uga memahami kata%kata
;
*och Ainin Dan =mam Asrori! Semantik Bahasa Arab! &*alang( >S U*. 177:$. h. '76
?
Ahmad *ukhtar Umar, Op Cit! h. :'
;
lain yang berhubungan dengan kata tersebut. *aka kata pemahaman kita
mengenai katakata tersebut lebih luas.
Namun teori medan uga memilki kelemahan karena tidak adanya
upaya bagaimana mengidenti"ikasi ciri atau si"at yang lebih terperinci
mengenai suatu kata. 3eori medan makna hanya sebatas membantu kita
untuk menggolongkan kata tersebut sehingga mengerti ruang lingkupnya.
$. %uang &ingku' "iaa!
*enurut Ahmad *uhammad @adur! 5uang lingkup ilmu
dalalahASimantik adalah studi makna yang meliputi kosa kata dan tarkib.
*eskipun demikian pemahaman utamanya adalah pengkhususan lapangan
ilmu simantik pada studi tentang kosa kata serta semua masalah yang berkaitan
dengannya.
8

Dilihat dari perspekti" metode linguistic historis dan deskripti"! Bilm al%
dilalah dibagi menadi dua yaitu Bilm al%dilalah al%tarikhi dan $simantik
historis& dan Bilm al%dilalah al%#as"i $simantik deskripti"&. Cang pertama
mempelaari perobahan makna dari masa ke masa! sedangkan yang ke dua
mempelaari makna pada kurun #aktu tertentu dalam searah suatu bahasa.
>erdinan De Sausure menyebut yang pertama dengan studi diaktorik yang
menkai tentang perohan%perobahan makna $makna yang berobah&! sedangkan
yang ke dua disebut sinkronik yang mengkai tentang hubungan%hubungan
makna $makna yang tetap& dari suatu bahasa dalam kurun #aktu tertentu.
Adapun ruang lingkup kaian Bilm al%dilalah berkisar pada(
1. Bahasa
2. 0ata dan makna $ad%daal #a ad%madluul&
$. Perkembangan makna! sebab dan kaidahnya! hubungan kontekstual dan
sutuasional dalam kehidupan! ilmu dan seni 0iasan $maaD&
Semantic dapat mencakup bidang yang lebih luas! baik dari segi struktur dan
"ungsi bahasa maupun dari segi interdisiplin bidang ilmu. Akan tetapi ruang
lingkup semantic berkisar pada hubungan ilmu makna itu sendiri pada linguistic!
#alaupun "actor nonlinguistic mempengaruhi berbagai "ungsi bahasa $emoti" dan
a"ekti"&
8
Ahmad *uhammad @adur! Mabaadi al- Lisaaniyat, $Bairut( Dar al%>ikr al% *aDhir! '66?&.
h.
?
*akna dapat diteliti melalui "ungsi ! dalam pemahaman "ungsi hubungan
antar unsure $ struktur hubungan antar unsur strukturalisme de Saussure&. Dengan
demikian! dapat dapat mengenal berbagai makna! antara lain makna leksikal dan
makna gramatikal serta makna kata! "rasa! klausa! kalimat! dan #acana sehingga
ruang lingkup semantic meliputi semua tataran bahasa! yaitu "onologi! mor"ologi!
sintaksis dan #acana.
Berikut ruang lingkup kaian semantic sebagai sebuah disiplin ilmu antara
lain (
:
'. Pengertian semantic
1. -enis semantic
2. 0edudukan semantic dalam semiotika
9. Hubungan semantic dengan disiplin ilmu lain
;. Pengertian makna
?. -enis%enis makna
8. Perubahan makna
:. Hubungan makna dalam gaya bahasa! peribahasa! dan ungkapan
6. Hal%hal yang berkaitan dengan relasi makna! seperti antonym! hiponim!
homonym! polisemi! sinonim! dan medan maknaE dan
'7. )ara menganalisis makna.
Berikut adalah penelasan ruang lingkup semantic yang telah disebutkan
diatas.
a. Pengertian Makna
0ata +meaning sesuai dengan Ferba +mean merupakan istilah yang paling
banyak dipermasalahkan dalam bahasa =nggris! dan tampaknya pengertian
daripada makna itu sendiri sangat membingungkan para ahli semantik.
:
http(AApoetrirahayoe.blogspot!"om#$%&'#%&#semantik!html# diunduh sabtuA1? <ktober 17'2
8
0ata makna sebagai istilahmengacu pada pengertian yang sangat luas.
Sebagian orang menganggap bah#a makna seaar dengan istilah arti! gagasan!
konsep! pernyataan! pesan! in"ormasi! maksud dan lain sebagainya.
Ada tiga hal yang dicoba elaskan oleh "ilusu" dan linguis sehubungan dengan
usaha menelaskan istilah makna. 3iga hal tersebut antara lain menelaskan makna
secara alamiah! mendeskripsikan kalimat secara alamiah dan menelaskan makna
dalam proses komunikasi $0empson '688&. 0empson berpendapat untuk
menelaskan istilah makna harus dilihat dari segi kata! kalimat dan apa yang
dibutuhkan dalam berkomunikasi. Selain itu! Grice $'6;8 dalam Bollinger '6:'&
menyatakan bah#a makna ialah hubungan bahasa dan dunia luar yang telah
disepakati bersama oleh para pemakai bahasa sehingga dapat saling mengerti.
Untuk memahami apa yang disebut makna atau arti. Dapat pula mengikuti
pandangan menurut >erdinand de Saussure! yang merupakan bapak linguistic
modern dengan teori tanda linguistiknya. *enurut de Saussure setiap tanda
linguistic atau tanda bahasa terdiri dari du komponen yaitu komponen signi"ian
atau +yang mengartikan, ! dan komponen signi"ie atau +yang diartikan, yang
#uudnya berupa pengertian atau konsep $yang dimiliki signi"ian&. -adi dengan
kata lainstiap tanda linguistic teridiri atas unsure bunyi dan unsur makna. Dengan
demikian! menurut teori yang dikembangkan dari pandangan de Saussure bah#a
makna adalah +pengertian, atau +konsep, yang dimiliki atau terdapat pada sebuah
tanda linguistic.
b. (enis)*enis Makna
Palmer $'68?(29& mengemukakan enis%enis makna antara lain makna
kogniti"! makna ideasional! makna denotasi! dan makna proposisi. Sedangkan
Shipley! Ed $'6?1(1?'%1?1& berpendapat bah#a enis%enis makna yaitu makna
emoti"! makna kogniti" atau makna deskripti"! makna re"erensial! makna kamus!
makna samping dan makna inti.
/erhaar $'6:2( ';'& mengemukakan istilah makna gramatikal dan makna
leksikal. Sedangkan Bloom"ield $'622(';'& mengemukakan istilah makna sempit
dan makna luas. 0emudian Leech $'68?& menyebutkan tuuh tipe makna! antara
lain makna konseptual ! makna konotati"! makna stilistika! makna a"ekti"! makna
re"lekti"! makna kolokati" dan makna tematik.
:
-enis dan tipe makna dapat dibedakan berdasarkan beberapa criteria dan sudut
pandan. Berdasarkan enis semantiknya dapat dibedakan antara lain makna
leksikal dan grmatikal! berdasarkan ada tidaknya re"eren pada sebuah kata atau
leksem dapat dibedakan adanya makna re"erensial dan non re"erensial!
berdasarkan ada tidaknya nilai rasa pada sebuah kata atau leksem dapat dibedakan
adanya makna denotati" dan konotati"! berdasarkan ketetapan maknanya dikenal
adanya makna kata dan makna makna istilah atau makna khusus dan makna
umum.
c. Peruba!an Makna
Perubahan makna meliputi pelemahan! pembatasan! penggantian!
penggeseran! perluasan dan uga kekaburan makna. Perubahan kata dapat teradi
karena beberapa hal! antara lain perubahan kata drai bahasa lain! akibat pertukaran
tanggapan alat indera! akibat perubahan lingkungan. Perubahan makna dapat
teradi karena gabungan leksem! akibat tanggapan pemakai bahasa! dan perubahan
makna akibat asosiasi pemakai bahasa terhadap sesuatu. >actor yang
memudahkan perubahan makna dapat teradi yaitu karena kebutulan $makna yang
teradi karena kebetulan&! kebutuhan baru! tabu $ kata itu tabu dikatakan karena
makna yang terkandung pada kata itu tidak begitu saa dila"alkan atau
mengakibatkan malapetaka ika dila"alkan&.
*enurut Ullmann $'681('61%'68& ada "actor yang memudahkan perubahan
makna antara lain yaitu bahasa yang berkembang! makna kata itu esndiri kabur
atau samar%samar maknanya! kehilangan motiFasi! adanya kata%kata bermakna
ganda! dalam konteks yang membingungkan serta struktur kosa kata.
+. KESIMP,&AN
5uang lingkup ilmu dalalahASimantik adalah studi makna yang meliputi
kosa kata dan tarkib. *eskipun demikian pemahaman utamanya adalah
pengkhususan lapangan ilmu simantik pada studi tentang kosa kata serta semua
masalah yang berkaitan dengannya.
Dilihat dari perspekti" metode linguistic historis dan deskripti"! Bilm al%
dilalah dibagi menadi dua yaitu Bilm al%dilalah al%tarikhi dan $simantik historis&
dan Bilm al%dilalah al%#as"i $simantik deskripti"&. Cang pertama mempelaari
6
perobahan makna dari masa ke masa atau studi diaktorik yang menkai tentang
perohan%perobahan makna $makna yang berobah&
Sedangkan yang ke dua mempelaari makna pada kurun #aktu tertentu
dalam searah suatu bahasa atau disebut sinkronik yang mengkai tentang
hubungan%hubungan makna $makna yang tetap& dari suatu bahasa dalam kurun
#aktu tertentu.
"A#TA% KEP,STAKAAN
Ainin! *och Dan Asrori! =mam! Semantik Bahasa Arab. *alang( >S U*.
177:.
)haer! Abdul! Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. -akarta( 5ineka )ipta.
'667.
*ukhtar Umar! Ahmad! Ilmu dalalah! kairo! alam al%kutub! '662.
*uhammad! Ahmad @adur! Mabaadi al- Lisaaniyat, Bairut( Dar al%>ikr al%
*aDhir! '66?.
http(AApoetrirahayoe.blogspot!"om#$%&'#%&#semantik!html# sabtuA1? <ktober
17'2

'7