Anda di halaman 1dari 9

MANUSIA

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan


yang paling sempurna
AKAL
Ingin
mendapatkan
manfaat
Ingin tahu
EMPERISM
Dipelopori oleh Francis Bacon-Thomas Hobbes-John
Locke-David Hume (1561-1776)

Menurut Emperism, pengetahuan bermanfaat, pasti dan benar hanya dapat
diperoleh lewat indera
Menurut Hobbes, pengalaman indrawi sbg permulaan segala pengenalan.
Hanya sesuatu yg dapat ditangkap indera, yang merupakan kebenaran.
Pengetahuan intelektual (rasional) yang didapat secara deduktif hanya
merupakan penggabungan data indrawi belaka.
Menurut John Locke, semua pengetahuan berasal dari pengalaman. Akal
ibarat kertas putih yg ditulisi pengalaman lewat proses kerjasama antara
refleksi (pengenalan intuitif dari jiwa) dan sensasi (pengenalan yang
datang dari luar) lahir ide.

CRITISISM
Dipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804),
yang mengakui peran akal dan emperis. Bila
keduanya dipadukan dan difungsikan secara
benar, artinya emperis berfungsi menangkap
obyek dan akal berfungsi mengelola tangkapan
obyek secara benar maka diperoleh
pengetahuan yang benar dan akurat.


RASIONALISM
Dipelopori Thales (624-548 SM)

Mencari jawab rasa ingin tahu melalui
logika berpikir

Pucak keemasan pada zaman Socrates-Plato-
Aristoteles (469-322 SM) Socrates
terkenal dengan Logika-Dialektika
BAGAIMANA
ALUR PIKIR LOGIS, EMPERIS
DAN VERIFIKATIF
DIBANGUN?

Kegiatan Ilmiah dimulai??
Menurut Ritchie Calder
1. Minat atau perhatian terhadap suatu
obyek akan memunculkan pengamatan.
2. Pengamatan yang dilandasi oleh minat
atau perhatian serius akan memunculkan
kesukaran atau MASALAH
3. Secara naluriah manusia mempunyai
keinginan untuk memecahkan masalah.

Langkah Selanjutnya
1. Menyusun Kerangka Konseptual Penelitian
2. Menyusun Tujuan Khusus (dengan mengacu ke
Kerangka Konseptual)
3. Membuat Hipotesis
4. Mengemperikan variabel (peubah)
5. Melakukan uji Verifikatif, hipotesis diterima
atau ditolak
6. Membahas
7. Menyimpulkan dan menyarankan

FENOMENA
Gangguan
gastrointestinal di
Kehidupan kota sangat
tinggi
MASALAH
Sejauh ini peningkatan
gangguan
gastrointestinal di
kehidupan kota besar
belum dapat dijelaskan