Anda di halaman 1dari 9

NIA VARDINI

1210423001
Fotosintesis
Nia Vardini
Teten Febriawan, Wika Mardiyah, Khairani Harva Dita, Mitha roza

Kelompok IV
Laboratorium pendidikan IV Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Andalas , Padang 2014, kimi_nia@yahoo.co.id

Abstrak
Tujuan dilakukanya praktikum ini untuk melihta pengauh panjang
gelombang terhadap aktifitas fotosintesis dan menentukan kadar krolofil
yang terdapat pada daun serta menentukan komponen apa saja yang ada
pada daun dan mengetahui metode kromatografi .Metode yang digunakan
yaitu metode kromatografi. Pada perlakuan pertama yaitu percobaan yang
mengunakan Hydrilla ferticilata untuk mengukur panjang gelombang, untuk
plastik merah di peroleh volume O
2
paling besar yaitu 1 ml. Volume O
2

paling rendah pada plastik warna biru dan hijau. Pada percobaan kedua
yaitu kadar klorofil pada tumbuhan, hasil yang di dapatkannya yaitu kadar
Klorofil b lebih banyak dari pada kadar klorofil a pada tumbuhan. Untuk
percobaan terakhir yaitu melihat senyawa senyawa apa saja penyusun
daun, di dapatkan hasil, bahwa terdapat klorofil a , klorofil b, santofil dan
betakarotain. Jadi pada percobaan pertama yang dapat disimpulkan bahwa
Panjang gelombang terhadap efektifitas fotosintesis Hydrilla verticilata lebih
stabil jika dauan menyerap panajng gelombang yang dipantulkan dalam
spectrum warna hijau. Pada percobaan kedua dapat disimpulkan bahwa
kadar klorofil paling banyak yaitu klorofil b dengan jumlah 12,679. Pada
percobaan terakhir nilai RF paling tinggi terdapat pada pigmen santofil
dengan nilai RF 0,567. Sedangkan nilai RF terkecil pada klorofil b dengan
nilai RF 0,027.

Keyword : Klorofil, Santofil, Fotosintesis, Kromatografi, Betakarotain.

I. PENDAHULUAN
Fotosintesis berasal dari kata foton
yang berarti cahaya, dan sintesis yang
berarti menyusun. Jadi fotosintesis
dapat diartikan sebagai suatu
penyusunan senyawa kimia kompleks
yang memerlukan energi cahaya.
Sumber energi cahaya alami adalah
matahari. Proses ini dapat
berlangsung karena adanya suatu
pigmen tertentu dengan bahan CO
2

dan H
2
o. Cahaya matahari terdiri atas
beberapa spektrum, masing-masing
spektrum mempunyai panjang
gelombang berbeda, sehingga
pengaruhnya terhadap proses
fotosintesis juga berbeda. Untuk
mengetahui ada atau tidaknya amilum
yang terdapat dalam proses
NIA VARDINI
1210423001
fotosintesis dapat dilakukan dengan
berbagai percobaan, diantaranya
dengan memberi perlakuan variasi
cahaya matahari yang berbeda pada
daun tumbuhan dan mengujinya
dengan larutan JKJ untuk
memperoleh hasil dan data yang
bervariasi antara daun tumbuhan
sampel. Organisasi dan fungsi suatu
sel hidup bergantung pada persediaan
energi yang tak henti-hentinya.
Sumber energi ini tersimpan dalam
molekul-molekul organik seperti
karbohidrat. Organisme heterotrofik,
seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan
tumbuh dengan memasukan molekul-
molekul organik ke dalam sel-selnya
(Lakitan, 2007).
Fotosintesis merupakan suatu
proses biologi yang kompleks, proses
ini menggunakan energi dan cahaya
matahari yang dapat dimanfaatkan
oleh klorofil yang terdapat dalam
kloroplas. Seperti halnya mitokondria,
kloroplas mempunyai membran luar
dan membran dalam. Membran dalam
mengelilingi suatu stroma yang
mengandung enzim-enzim yang larut
dalam struktur membran yang disebut
tilakoid. Proses fotosintesis
dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain air (H
2
O), konsentrasi CO
2
,
suhu, umur daun, translokasi
karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang
menjadi faktor utama fotosintesis agar
dapat berlangsung adalah cahaya, air,
dan karbondioksida (Kimball, 1992).
Fotosintesis merupakan
proses internal yang hanya terjadi
pada tumbuhan yang memiliki klorofil
dan bakteri fotosintetik, dimana dalam
prosesnya, energi matahari dalam
bentuk foton ditangkan dan diubah
menjadi energi kimia (ATP dan
NADPH). Energi kimia ini akan
digunakan untuk fotosintesa
karbohidrat dari air dan karbon
dioksida. Jadi, seluruh molekul
organik lainnya dari tanaman disintesa
dari energi dan adanya organisme
hidup lainnya tergantung pada
kemampuan tumbuhan atau bakteri
fotosintetik untuk berfotosintesis
(Devlin, 1975).
Laju fotosintesis berbagai
spesies tumbuhan yang tumbuh pada
berbagai daerah yang berbeda seperti
gurun kering, puncak gunung, dan
hutan hujan tropika, sangat berbeda.
Perbedaan ini sebagian disebabkan
oleh adanya keragaman cahaya,
suhu, dan ketersediaan air, tapi tiap
spesies menunjukkan perbedaan
yang besar pada kondisi khusus yang
optimum bagi mereka. Spesies yang
tumbuh pada lingkungan yang kaya
sumberdaya mempunyai kapasitas
fotosintesis yang jauh lebih tinggi
daripada spesies yang tumbuh pada
lingkungan dengan persediaan air,
NIA VARDINI
1210423001
hara, dan cahaya yang terbatas. Laju
fotosintesis ditingkatkan tidak hanya
oleh naiknya tingkat radiasi, tapi juga
oleh konsentrasi CO
2
yang lebih
tinggi, khususnya bila stomata tertutup
sebagian karena kekeringan
(Salisbury dan Ross, 1995).
Klorofil merupakan pigmen
hijau tumbuhan dan merupakan
pigmen yang paling penting dalam
proses fotosintesis. Sekarang ini,
klorofil dapat dibedakan dalam 9 tipe :
klorofil a, b, c, d, dan e. Bakteri klorofil
a dan b, klorofil chlorobium 650 dan
660. klorofil a biasanya untuk sinar
hijau biru. Sementara klorofil b untuk
sinar kuning dan hijau. Klorofil lain (c,
d, e) ditemukan hanya pada alga dan
dikombinasikan dengan klorofil a.
bakteri klorofil a dan b dan klorofil
chlorobium ditemukan pada bakteri
fotosintesis (Devlin, 1975).
Klorofil adalah pigmen hijau
fotosintetis yang berada terdapat
dalam tanaman, fungsi krolofil pada
tanaman adalah menyerap energi dari
sinar matahari untuk digunakan dalam
proses fotosintetis yaitu suatu proses
biokimia dimana tanaman mensintesis
karbohidrat (gula menjadi pati), dari
gas karbon dioksida dan air dengan
bantuan sinar matahari (Santoso,
2004)
Klorofil adalah zat yang sangat
penting bagi tumbuhan. Klorofil
terbagi menjadi klorofil b dan a. Dari
kedua klorofil itu mempunyai struktur
yang berbeda. Perbedaannya terletak
pada sel keduanya yang terikat pada
protein. Sedangkan perbedaan utama
antar klorofil dan hemoglobin ialah
karena adanya atom magnesium
(sebagai pengganti besi) di tengahnya
terdapat cincin profirin (Santoso,
2004).
Kloroplas berasal dari
proplastid kecil (plastid yang belum
dewasa, kecil dan hampir tak
berwarna, dengan sedikit atau tanpa
membran dalam). Pada umumnya
proplastid berasal hanya dari sel telur
yang tak terbuahi, sperma tak
berperan disini. Proplastid membelah
pada saat embrio berkembang, dan
berkembang menjadi kloroplas ketika
daun dan batang terbentuk. Kloroplas
muda juga aktif membelah. Jadi, tiap
sel daun dewasa sering mengandung
beberapa ratus kloroplas. Sebagian
besar kloroplas mudah dilihat dengan
mikroskop cahaya, tapi struktur
rincinya hanya bisa dilihat dengan
mikroskop elektron (Salisbury dan
Ross, 1995).
Struktur klorofil berbeda-beda
berdasarkan struktur karotenoid,
masing-masing terdapat penataan
selang-seling ikatan kovalen tunggal
dan ganda. Pada klorofil, sistem
ikatan yang berseling mengitari cincin
NIA VARDINI
1210423001
porfirin, sedangkan pada karotoid
terdapat sepasang rantai hidrokarbon
yang menghubungkan struktur cincin
terminal. Sifat inilah yang
memungkinkan molekul-molekul
menyerap cahaya tampak demikian
kuatnya, yakni bertindak sebagai
pigmen. Sifat ini pulalah yang
memungkinkan molekul-molekul
menyerap energi cahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan
fotosintesis. Persamaan antara
spektrum tindakan fotosintesis dan
spektrum absorbsi klorofil
menunjukkan bahwa dalam proses itu
pigmen yang paling penting ialah
klorofil. Akan tetapi kedua spektrum
itu tidak sama. Energi diserap oleh
karotenoid diteruskan klorofil a, disini
energi digunakan dalam fotosintesis.
Klorofil b mempunyai fungsi yang
sama (Santoso, 2004).
Klorofil akan memperlihatkan
fluoresensi, berwarna merah yang
berarti warna larutan tersebut tidak
hijau pada cahaya yang diluruskan
dan akan merah tua pada cahaya
yang dipantulkan. Warna daun
berasal dari klorofil, pigmen warna
hijau yang terdapat di dalam
kloroplas. Energi cahaya yang diserap
klorofil inilah yang menggerakkan
sitesis molekul makanan dalam
kloroplas. Kloroplas ditemukan
terutama dalam sel mesofil, yaitu
jaringan yang terdapat di bagian
dalam daun. Karbon dioksida masuk
ke dalam daun, dan oksigen keluar,
melalui pori mikroskopik yang di sebut
stomata (Campbell dan Reece, 2002).
Faktor-faktor yang berpenga-
ruh terhadap pembentukan klorofil
antara lain gen, bila gen untuk klorofil
tidak ada maka tanaman tidak akan
memiliki klorofil. Cahaya, beberapa
tanaman dalam pembentukan klorofil
memerlukan cahaya, tanaman lain
tidak memerlukan cahaya. Unsur N,
Mg, Fe merupakan unsur-unsur
pembentuk dan katalis dalam sintesis
klorofil (Dwijoseputro, 1994).

II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan temat
Praktikum fisiologi tumbuhan tentang
hubungan tanaman dengan air dan
evaporasi dan transpirasi ini
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal
5 Maret 2014 di laboratorium teaching
IV tumbuhan Universitas Andalas.
2.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk pratikum
ini adalah tabung reaksi, bekker glass,
spidol, pipet, gelas ukur 5 ml, plastik
transparan warna merah, kuning, hijau
dan biru, Spektronic 20 Bausch and
Lomb, lumpang porselin, sentrifuge,
gelas ukur 100 ml atau 50 ml, kuvet,
aluminium foil, tabung sentrifuge,
timbangan elektrik, dan botol, alat
NIA VARDINI
1210423001
kromatografi, pisau, koin, gelas ukur
100 ml. Sedangkan bahan yang
digunakan adalah tumbuhan Hydrilla
verticilata, daun Colocasia esculata,
larutan NaHCO
3
0,5 %, larutan Aceton
80 %, larutan kromatografi petroleum
dan aseton (9:1), kertas kromatografi
dan benang.
2.3 Cara Kerja
2.3.1 Efek Panjang Gelombang
Terhadap Efektivitas Fotosintesis
Hydrilla sp. dimasukkan ke dalam
tabung reaksi sebanyak 4 tangkai
(satu tangkai setiap tabung) dengan
tangkai ke arah bawah tabung. Diisi
tabung dengan NaHCO
3
0,5 %
sampai penuh, lalu diletakkan terbalik
di dalam gelas piala, diusahakan tidak
terbentuk ruang udara. Gelas piala
dibungkus dengan kertas berwarna
dan diletakkan di bawah sinar
matahari selama 2-3 jam. Setelah 2-3
jam, dinding tabung dipukul-pukul
agar gelembung terlepas dari
tanaman, lalu ditandai ruang udara
yang terbentuk dengan spidol.
Dikeluarkan isi tabung, dikeringkan,
dan diisi dengan air dengan pipet
sampai batas yang telah ditandai.
Volume air ini sama dengan volume
oksigen yang terbentuk selama
fotosintesis. Terakhir dibandingkan
pengaruh warna terhadap reaksi ini.
2.3.2 Penentuan Kadar Klorofil
Dengan Spektrofotometer
Ditimbang daun segar sebanyak 0,2
gram. Dirajang kecil-kecil lalu digerus
dengan aseton 80 % sebanyak 50 ml
sampai ampas putih. Ekstrak
dimasukkan ke dalam gelas ukur dan
dicukupkan 20 ml dengan
penambahan aseton 80 %. Larutan
disentrifuge selama 15 menit dan
supernatan dipindahkan ke dalam
kuvet. Dilakukan pengukuran nilai
absorban dengan spektrofotometer 20
Bausch and Lomb dengan panjang
gelombang 645 nm dan 663 nm.
Dihitung kandungan klorofil dengan
menggunakan persamaan :
Klorofil total = [20,2 (D645)
+ 8,02 (D663)]
x W 1000
V
x
Klorofil a = [12,7 (D663)
2,69 (D645)]
x W 1000
V
x
Klorofil b = [22,9 (D645)
4,68 (D663)]
x W 1000
V
x
2.3.3 Pemisahan Pigmen pigmen
pada fotosintesis metoda
kromatografi kertas
Disiapkan kertas saring ukuran 2 x 17
cm dengan 1 cm di bagian bawah
dibuat meruncing dan diujung atasnya
dieri benang dan diberi garis batas
pelarut naik maksimal 15 cm dari
batas ujung bawah yang runcing.
Digosokkan permukaan daun ke
permukaan kertas saring dengan
NIA VARDINI
1210423001
menggunakan koin sehingga pigmen
warna daun pindah ke kertas saring
tersebut sebanyak 15 kali.
Ditempatkan kertas saring pada alat
kromatografi yang teah diisi larutan
kromatografi. Dibiarkan larutan naik
sampai mencapai batas atas kertas.
Kemudian kertas saring diangkat dan
dikeringanginkan. Diamati warna yang
terbentuk setelah kertas saring
tersebut benar-benar kering. Diukur Rf
dari masing-masing pigmen warna
yang dihasilkan dengan persamaan :
Rf
pelarut uh Jarak temp
pigmen uh Jarak temp


III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari praktikum yang telah dilakukan,
didapatkan hasil pengamatan sebagai
berikut :
3.1 Efek Panjang Gelombang
Terhadap Efektivitas Fotosintesis
Tabel1. Pengaruh Panjang
Gelombang Pada Fotosntesis
No.
Jenis
Perlakuan
Volume O
2
yang
terbentuk (ml)
Kelompok A
1. Kontrol 1
2.
Ditutupi
plastik
merah
1
3.
Ditutupi
plastik
kuning
0,5
4.
Ditutupi
plastik hijau
0,4
5.
Ditutupi
plastik biru
0,4


Gambar : Hydrilla yang di tutup plastik
berwarna

Pada data yang telah di dapatkan
dilihat bahwa volume O
2
yang
terbentuk iu paling banyak terdapat
pada perlakuan kontrol dan Hydrilla
ferticullata yang di tutupi plastik merah
yaitu 1 ml sedangkan yang paling
sedikit yaitu yang Hydrilla ferticulata
yang ditutupi plastik hijau dan plastik
biru.
Hydrilla yang ditutup dengan
kertas biru menghasilkan volume O
2

yang paling sedikit. Ini terjadi karena
Hydrilla yang ditutup dengan kertas
biru hanya akan menyerap warna
selain dari warna biru padahal energi
yang paling tinggi terdapat pada
warna biru oleh karena warna biru
memiliki panjang gelombang lebih
pendek daripada warna merah dan
kuning (Guttmond dan Hopkins,
1983).
Menurut Campbell, Reece dan
Michell (2002), bahwa dari cahaya
warna kuning memiliki panjang
gelombang lebih pendek dari merah
NIA VARDINI
1210423001
dan memiliki energi yang lebih besar.
Hydrilla yang ditutup dengan kertas
merah tentu akan menyerap semua
warna selain merah, termasuk warna
kuning dan biru yang memiliki energi
lebih tinggi.
3.2 Penentuan Kadar Klorofil Dengan
Spektrofotometer
Tabel 2. Kandungan Klorofil Daun
Tanaman Psidium aquatika
(Terpapar)
Jenis
Tumbuh
an
Panjang
Gelomba
ng
Kadar Klorofil
64
5
nm
66
3
nm
Tota
l
A B
Psissidi
um
aquatika
0,5
6
0,6
2
11,5
6
7,8
2
12,6
8
Tabel 3. Kandungan Klorofil Daun
Tanaman Psidium aquatika
(Ternaungi )

Jenis
Tumbuh
an
Panjang
Gelomba
ng
Kadar Klorofil
64
5
nm
66
3
nm
Total A B
Psissidi
um
aquatik
a
0,5
6
0,6
2
1974
,2
56,
2
99
8

Dari praktikum diatas dapat dilihat
bahwa kadar klorofil yang paling
banyak yaitu pada klolofil B dengan
nilai 12,68 dan yang paling sedikit
yaitu terdapat pada klorofil A dengan
nilai 7,82. Ini terjadi pada daun
tumbuhan Psidium aquatika yang
terpapar.
Pada kandungan klorofil daun
Psidium aquatika yang ternaungi
dapat dilihat pada tabel bahwa klorofil
paling banyak yaiu klorofil B yaitu 998
dan klorofil paling sedikit yaitu kadar
klorofil A yaitu 56,2 .
Menurut Dwijoseputro (1994)
semua tanaman hijau mengandung
klorofil a dan krolofil b. Krolofil a
terdapat sekitar 75 % dari total klorofil.
Kandungan klorofil pada tanaman
adalah sekitar 1% basis kering.
Sedangkan kandungan klorofil a yang
didapat tidak sama dengan literatur.
Kesalahan dalam percobaan ini salah
satunya disebabkan karena pada
waktu menggosokkan permukaan
daun dengan koin pada kertas saring,
penggosokan dilakukan berulang-
ulang yang semestinya menurut
penuntun praktikum hanya dilakukan
15 kali gosokan. Selain itu
kemungkinan kesalahan terjadi
karena kurang telitinya dalam melihat
hasil dari alat spektrofotometer.
3.3 Pemisahan Pigmen Fotosintesis
Metoda Kromatografi Kertas
Tabel 4. Pigmen Fotosintetik Daun
Tanaman Psidium aquatika
(Terpapar)
No. Pigmen
Jarak
tempuh
pelarut
Jarak
tempuh
pigmen
Rf
NIA VARDINI
1210423001
1. Klorofil a 15 cm 1cm 0,067
2. Klorofil b 15 cm 0,4 cm 0,027
3. Xantofil 15 cm 8,5 cm 0,567
4.
Beta
karoten
15 cm 4,3 cm 0,287
Tabel 5. Pigmen Fotosintetik Daun
Tanaman Psidium aquatika
(Ternaungi)
No. Pigmen
Jarak
tempuh
pelarut
Jarak
tempuh
pigmen
Rf
1.
Klorofil
a
15 cm 3,4cm 0,22
2.
Klorofil
b
15 cm 1,8 cm 0,12
3. Xantofil 15 cm 8,4 cm 0,56
4.
Beta
karoten
15 cm
0,78
cm
0,78



Gambar : Kertas Kromatografi
pemisahan pigmen
Dalam praktikum ini dapat dilihat
bahwa pada daun terdapat beberapa
pigmen yaitu klorofil a , klorofil b,
Xantofil dan Beta karotain. Dari
pigmen pigmen itu memiliki RF
paling besar pada xantofil yaitu 0,567.
Sedangkan pada pingmen Klorofil b
mendapatkan nilai RF terendah yaitu
0,027. Peristiwa ini terjadi pada daun
Psidium aquatika yang terpapar.
Pada daun Psidium aquatika
yang ternaungi nilai RF yang paling
tertinggi yaitu pada pigmen beta
karotain dengan nilai RF 0,78. Nilai
RF yang paling rendah yaitu pada
pigmen Klorofil b dengan nilai RF
0,12.
Klorofil b mempunyai jarak
tempuh yang paling dekat, dibanding
dengan klorofil a, xantofil dan beta
karoten. Jarak yang dtempuh oleh
pigmen klorofil ini tergantung dari
berat molekul klorofil tersebut. Jika
berat molekulnya rendah atau ringan,
maka pigmen fotosintesis akan
terbawa larutan kromatografi lebih
jauh. Sebaliknya, jika berat molekul
pigmen besar, maka pigmennya pun
akan terbawa lebih dekat. Menurut
literatur, rumus empiris klorofil adalah
C
55
H
72
O
5
N
4
Mg (klorofil a) dan
C
55
H
70
O
6
N
4
Mg (klorofil b). Dari rumus
empiris tersebut, dapat diketahui berat
molekul klorofil a yaitu 892 dan berat
molekul klorofil b adalah 906. Disini
dapat dilihat bahwa pigmen klorofil b
mempunyai berat molekul yang lebih
rendah dibanding berat molekul
pigmen klorofil a (Dwijoseputro, 1994).

IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang di dapatkan dari
hasil praktikum ini adalah :
NIA VARDINI
1210423001
1. Hydrilla yang di tutup dengan
plastik warna merah dan yang
tidak di tutup dengan plastik
menghasilkan volume O
2
paling
banyak.
2. Pada daun Psidium aquatika
kadar klorofil paling banyak yaitu
Klorofil b.
3. Pingmen pada daun Psidium
aquatika yaitu klorofil a, klorofil b,
xantofil dan Betakarotain.
4.2 Saran
Dari Praktikum ini disarankan agar
praktikan menjalankan penelitiannya
dengan sebaik-baiknya agar hasil
yang didapatkan bisa maksimal dan
banyak bertanya kepada asisten
pendamping sehingga percobaannya
benar

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A. 2002. Biologi Jilid I.
Erlangga. Jakarta.
Devlin, R.M. 1975. Plant Phsiology.
Third Edition. D. Van Nostrand,
Company. New York.
Dwijoseputro. 1994. Pengantar
Fisiologi Tanaman. Gramedia.
Jakarta.
Guttman, Burton S. dan John, W.H.
1983. Understanding Biology.
Harcourt Brace Jovanovich, Inc.
New York.
Kimball, John. W. 1992. Biologi Edisi
Kelima Jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar
Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury, J.W. dan Ross. 1995.
Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. ITB.
Bandung.
Salisbury, J.W. dan Ross. 1995.
Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB.
Bandung.
Santoso. 2004. Fisiologi Tumbuhan.
Universitas Muhammadiyah
Bengkulu. Bengkulu.