Anda di halaman 1dari 5

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 2 1

AbstrakPecobaan gejala transien RLC ini merupakan


percobaan yang bertujuan untuk menunjukkan bentuk keluaran
tegangan terhadap waktu, menunjukan tetapan waktu pada
sinyal keluaran rangkaian RL seri dan rangkaian RC seri, dan
menampilkan bentuk sinyal pada osiloskop. Pada rangkaian
yang berisi tahanan 100 , kapasitor 33 F dan induktor 10 mH
dengan digunakan generator function dan osiloskop . percobaan
ini menggunakan variasi frekuensi dari Generator berupa 200
Hz, 400 Hz, dan 600 Hz dan Vrms sebesar 2 V. Dalam percobaan
ini ada tiga rangkaian seri yakni rangkaian RL seri, rangkaian
RC seri dan rangkaian RLC seri. Setiap variasi frekuensi
dilakukan 5 kali pengulangan. Dari percobaan didapat data pada
osiloskop berupa frekuensi, Vmax dan Vmin. Dari Perhitungan
didapat nilai 0.01 s untuk rangkaian RL dan 0.0033 s untuk
RC. Dan terlihat gambar sinyal pada Osiloskop berupa
gelombang sinusoida berberntuk kotak dan gergaji.

Kata Kuncigejala transien, tahanan, kapasitor, induktor.
I. PENDAHULUAN
ejala transien merupakan gejala yang timbul dalam
selang waktu yang pendek pada saat rangkaian yang
berisi tahan, resistor, kapasitor serta inductor diputus dan
disambung dengan sumber tegangan. Gejala transien atau
peralihan merupakan perubahan nilai tegangan atau arus
maupun keduanya baik sesaat maupun dalam jangka waktu
tertentu(dalam orde mikro detik) dari kondisi tunaknya (steady
satate). Selain dari pemutus dan penyambungan saklar, gejal
transien juga disebabkan oleh gangguan eksternal seperti petir.
Rangkaian RLC merupakan rangkaian yang teridiri dari
kapasitor, indoktor, dan Resistor baik dirangkai seri maupun
dirangkai secara parallel. Arus AC merupakan arus yang
berubah tanda (polaritas) pada selang waktu tertentu. Arus
bolak balik dapat berupa sinyal periodic, sinyal yang bersifat
berulang untuk selang waktu yang sama (periode) yang
biasanya dinyatakan dalam fungsi sinusoidal. Untuk melihat
gejala sinyal dari listrik dapat ditampilakn dalam osisloskop.
Osiloskop (Oscilloscope) merupakan alat ukur elektronik.
Dengan menggunakan alat ukur Oscilloscope ini, kita dapat
mengukur frekwensi, periode dan melihat bentuk-bentuk
gelombang seperti bentuk gelombang sinyal audio, sinyal
video, dan bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak
Balik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal
dari catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan
kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan
sinyal keluaran. Display menyerupai tampilan layar pada
televisi. Display pada osiloskop berfungsi sebagai tempat
tampilan sinyal uji. Pada display osiloskop terdapat garis-garis
melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk
kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal
mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu
tegangan.
[1]
Pada rangkaian, transien merupakan suatu karakteristik
respon alami tegangan atau arus dari sistem yang terdiri dari
komponen resistif (R), induktif (L) dan kapasitif (C). Ada 3
respon yang dikenal yakni respon alami kurang teredam
(underdamped), teredam kritis (critically damped) dan sangat
teredam (overdamped). Sehingga responnya adalah respon
arus. Sehingga rangkaian yang digunakan adalah rangkaian
seri
[2]
.
Untuk mendapatkan nilai i(t) pada rangkaian RL seri dapat
dipergunakan persamaan:
di R
dt
i L
(2.1)
Dapat diperoleh nilai i sebagai fungsi t dengan cara
mengintegralkan persamaan diatas
( )
( )
i t t
i to to
dx R
dy
x L


(2.2)

( )
ln
(0)
i t R
t
i L
(2.3)
Berdasarkan definisi logaritma natural, maka diperoleh

( / )
( ) (0)
R L t
i t i e

(2.4)
Perubahan arus yang instan tidak dapat terjadi pada induktor,
sehingga didapat

( / )
0
( ) , 0
R L t
i t I e t

(2.5)
Diketahui bahwa nilai tegangan merupakan perkalian antara
arus dan hambatan, maka diperoleh
( / )
0
, 0
R L t
v iR I Re t

(2.6)
Pada persamaan (2.5) dan (2.6) terdapat bentuk
( / ) R L t
e

.
Koefisien tersebut menunjukkan nilai saat dimana arus atau
tegangan mendekati nol. Rasio diatas disebut tetapan waktu,
tetapan waktu pada rangkaian RL seri yang dapat dituliskan

L
R
(2.7)
Mencari nilai i(t) pada rangkaian respon natural RC seri:
0
dv v
C
dt R

(2.8)

Dengan membandingkan persamaan (2.8) dan persamaan (2.1)
sehingga diperoleh
(1/ )
( ) (0) , 0
RC
v t v e t



(2.9)
Diketahui bahwa besar tegangan kapasitor sama dengan
tegangan sumber. Tetapan waktu pada rangkaian RC seri sama
dengan besar resistansi dan kapasitansi atau dapat dituliskan
[2]
RC

(2.10)
Gejala Transien RLC (D5)
RijaluFikri, Ayu Jati
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: fikrijalul@Gmail.com
G
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 2 2

II. METODE
Percobaan ini terdiri dari 3 jenis, yaitu menggunakan
rangkaian yang berkomponen RL, Rangkaian yang
berkomponen RC, dan Rangkaian yang berkomponen RLC.
Bahan yang digunakan resistor 100 ohm, Induktor 10 mH, dan
Kapasitor 33F serta Generator function, project board, kabel
penghubung, Osiloskop dan Sumber Arus. Berikut gambar
Rangkaian percobaan :

Gambar 1. Rangkaian RL seri.

Gambar 2. Rangkaian RC seri.


Gambar 3. Rangkaian RLC seri.

Untuk percobaan pertama yaitu menggunakan tangkaian RL
seri, pertama alat dirangkai seperti pada gambar 1, Dengan
menggunakan signal generator, diatur variasi frekuensi 200,
400, 600 Hz dengan Vrms 2 Volt. Dihubungkan sinyal
masukan ke channel 1 dan sinyal keluaran ke channel 2
osiloskop. Diukur pembacaan Vmax dan Vmin pada
osiloskop. Diambil tampilan sinyal masukan dan keluaran
yang ada di osiloskop untuk 1 gelombang. Kemudian diukur
tetapan waktu sinyal keluaran .
Pada Pecobaan kedua dan ketiga mengguakan cara yang
sama dengan percobaan satu, hanya saja terdapat perbedaan
pada rangkaian dan komponen yang digunakan, rangkaian
yang digunakan seperti pada gambar 2 dan pada gambar 3.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan percobaan gejala transien RLC dengan
digunakan alat dan bahan yakni resistor 100, induktor 10mH,
kapasitor 33F, osiloskop, kabel penghubung, generator
function dan project board. Pada generator function,
amplitudo sebesar 5 volt. Didapatkan data-data sebagai
berikut:
a. Rangkaian RL seri
Berikut ini data hasil percobaan pada rangkaian RL seri
pada frekuensi 200 hz, 400 hz, dan 600 Hz dengan Vrms 2
volt

Tabel 1. Data percobaan dengan f = 200 Hz
pengulangan f Vmax(mV) Vmin(mV)
1 200 3400 -4200
2 198.4 3400 -3400
3 198.4 5800 -5400
4 198.4 3400 -2000
5 198.4 3400 -7600

Tabel 1 menjelaskan bahwa saat frekuensi pada generator
function sebesar 200 Hz didapatkan frekuensi pada osiloskop
yang hamper konstan sebesar 198.4 Hz. Didapatkan juga
Vmax konstan sebesar 3880 mV dan Vmin -4520mV.

Tabel 2. Data percobaan dengan f = 400 Hz
pengulangan f Vmax(mV) Vmin(mV)
1 403.2 9600 -7000
2 403.2 3600 -7600
3 403.2 9400 -3400
4 403.2 9200 -3400
5 403.2 9600 -3400

Tabel 2 menjelaskan bahwa dengan frekuensi 400 Hz pada
generator function didapatkan frekuensi 403.2 Hz. Didapatkan
juga Vmax rata rata .8280 mV. Vmin rata rata -4960mV .

Tabel 3. Data percobaan dengan f = 600 Hz
pengulangan f Vmax(mV) Vmin(mV)
1 609.8 6800 -5600
2 609.8 9600 -7000
3 609.8 9400 -7600
4 609.8 9200 -7600
5 609.82 9400 -6000

Tabel 3 menjelaskan bahwa frekuensi pada generator
function sebesar 600 Hz menghasilkan frekuensi 609.8 Hz.
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 2 3
Vmax yang dihasilkan rata rata 8880 mV. Vmin rata rata
6760mV
Dari percobaan gejala transien untuk rangkaian RC seri
didapatkan bentuk sinyal pada gambar 1 dibawah ini.


Gambar 1. Bentuk sinyal rangkaian RL seri pada osiloskop
Pada gambar 1 yang menampilkan sinyal pada rangkaian RL
Seri, disini dapat terlihat adanya gejala transien, dimana
gelombang kotak yang dihasilakan tidak sperti garis lurus,
melainkan adanya gelombang-gelombang kecil pada puncak
gelombang kotak dan adanya garis yang melewati puncak dari
gelombnag kotak.
Dari percobaan gejala transien untuk rangkaian RL seri,
dengan persamaan (2.7)
L
R


= 0.01 s
sehingga didapatkan tetapan waktu () sebesar 0.01s


b. Rangkaian RC seri
Tabel 4. Data percobaan dengan f = 200 Hz
Pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 200 5000 -4200
2 198.5 5000 -4200
3 198.4 5000 -4200
4 200 5000 -4200
5 198.4 5000 -4200
Tabel 4 menjelaskan bahwa pada saat frekuensi pada
generator function sebesar 200 Hz, menghasilkan frekuensi
(pada osiloskop) rata rata 198.72 Hz, yang kurang dari dan
lebih dari frekuensi generator. Vmax rata rata 3880mV dan
Vmin rata rata -4520mV

Tabel 5. Data percobaan dengan f = 400 Hz
pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 403.2 4400 -3600
2 403.2 4400 -3600
3 396.8 4400 -3600
4 403.2 4400 -3600
5 396.8 4400 -3600

Tabel 5 menjelaskan bahwa pada saat frekuensi pada
generator function sebesar 400 Hz, menghasilkan frekuensi
(pada osiloskop) rata rata 403.2Hz, yang kurang dari dan lebih
dari frekuensi generator. Vmax rata rata 8280mV dan Vmin
rata rata -4960mV
Tabel 6. Data percobaan dengan f = 600 Hz
pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 609.8 4200 -3400
2 595.5 4200 -3400
3 609.8 4200 -3400
4 595.2 4200 -3400
5 609.8 4200 -3400

Tabel 6 menjelaskan bahwa pada saat frekuensi pada
generator function sebesar 609.62 Hz, menghasilkan frekuensi
(pada osiloskop) rata rata 198.72 Hz, yang kurang dari dan
lebih dari frekuensi generator. Vmax rata rata 8880mV dan
Vmin rata rata -6760mV
.


Dari percobaan gejala transien untuk rangkaian RL seri
didapatkan bentuk sinyal seperti pada gambar 4 dibawah ini.

Gambar 2. Bentuk sinyal rangkaian RC seri pada osiloskop

Sama sperti pada gambar 1, terlihat adanya gejala transien
pada setiap puncak gelombang, dimana terdapat gelomang-
gelombang
kecil pada setiap garis pada puncak gelombang.Dari
percobaan gejala transien untuk rangkaian RL seri, dengan
persamaan (2.7)

RC
= 0.0033 s
sehingga didapatkan tetapan waktu () sebesar 0.0033 s.

c. Rangkaian RLC seri
Tabel 7. Data percobaan dengan f = 200 Hz
Pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 200 5000 -4400
2 200 5000 -4200
3 200 5000 -5400
4 200 5000 -4200
5 200 5000 -4200

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 2 4
Tabel 7 menjelaskan bahwa pada saat frekuensi pada
generator function sebesar 200 Hz menghasilkan frekuensi
pada osiloskop konstan yang sama dengan frekuensi dari
generator function yaitu 200 Hz dan hampir konstan. Untuk
Vmax rata rata sebesar 5000mV. Vmin sebesar -4480 mV

Tabel 8. Data percobaan dengan f = 400 Hz
pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 403.2 4400 -6600
2 403.2 5000 -4200
3 403.2 8600 -3600
4 403.2 5400 -3800
5 403.2 9200 -4200

Tabel 8 menjelaskan bahwa saat frekuensi pada generator
function sebesar 400 Hz menghasilkan frekuensi pada
osiloskop sebesar 403.2 Hz yang konstan. Vmax tidak konstan
dengan nilai rata-rata 6250mV dan Vmin yang tidak konstan
dengan nilai rata-rata -4960mV
Tabel 9. Data percobaan dengan f = 600 Hz
pengulangan F(Hz) Vmax(mV) Vmin(mV)
1 609.8 8400 -5000
2 609.8 8600 -6600
3 609.8 9000 -6400
4 609.8 8400 -6400
5 609.8 6000 -5400

Tabel 9 menjelaskan bahwa frekuensi pada generator
function sebesar 600 Hz dengan frekuensi pada osiloskop
sebesar 609.8 Hz yang konstan. Didapatkan Vmax dan Vmin
tidak konstan yakni untuk Vmax Rata-rata sebesar 8080mV
dan Vmin Rata-rata sebesar -6040mV.
Dari percobaan gejala transien khususnya rangkaian RLC
seri didapatkan bentuk sinyal seperti gambar 6 dibawah ini.

Gambar 3. Bentuk sinyal rangkaian RLC seri pada osiloskop
Pada gambar 3. Terlihat bahwa adanya gejala transien
ditandai dengan adanya garis-garis yang melewati puncak
gelombang gergaji.
Dari percobaan ini diatur amplitudo sebesar 5 Volt sehingga
didapatkan bentuk sinyal seperti pada gambar 7 dan 8.


Gambar 4. Bentuk sinyal dari generator pada f 100Hz



Gambar 5. Bentuk sinyal dari generator f 300 Hz

Gambar 6. Bentuk sinyal generator pada f 500Hz

Dari percobaan ini didapatkan dua nilai tetapan waktu dari
rangkaian RL sebesar 0.01 s dan rangkaian RC sebesar
0.0033 s .Dari kedua nilai tetapan waktu tersebut maka nilai
tetapan waktu dari rangkaian RL seri lebih besar dari nilai
tetapan waktu rangkaian RC seri.
Pada tiga percobaan yang dilakuakan dapat dilihat gejala
transien pada bentuk sinyal yang ditampilakn oleh osiloskop.
Gejala transien dibedakan menjadi tiga macam yaitu respon
paksa, respon natural dan respon lengkap. Respon paksa
adalah respon yang terbentuk karena pengaruh energi dari
sumber tegangan atau arus pada rangkaian. Respon natural
adalah respon yang terbentuk karena pengaruh energi dari
komponen penyimpan energi kapasitif atau induktif pada
rangkaian. Sedangkan, respon lengkap adalah gabungan dari
respon paksa dan respon natural. Dari pengertian-pengertian
respon , dapat dikatakan bahwa ketiga rangkaian dalam
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 2 5
percobaan ini menghasilkan respon lengkap. Respon gabungan
dari respon paksa dan natural. Gejala Transien terlihat
denganadanya gelombang-gelombang kecil pada puncak (garis
horizontal) pada gelombang sinusoida dari sinyal yang terlihat
pada osiloskop. Dan terlihat tegangan pada suatu waktu akan
meningkat dan tidak konstan.
IV. KESIMPULAN
Percobaaan ini berhasil menunjukkan bentuk keluaran
tegangan terhadap waktu yang terlihat pada osiloskop dimana
pada gejala transien pada waktu-waktu tertentu tegangan bisa
meninggi dan tidak konstan . Didapatkan nilai tetapan waktu
() pada sinyal keluaran rangkaian RC seri sebesar 0.0033 s
dan rangkaian RL seri sebesar 0.001 s. Dan pada Osiloskop
terlihat sinyal berupa gelombang sinusoida yang berbentuk
kotak dan gergaji.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ayu Jati selaku
asisten laboratorium elektronika percobaan gejala transien
RLC atas bimbingannya selama percobaan ini berlangsung.
Tidak lupa juga terima kasih kepada teman-teman satu
kelompok yang telah bekerjasama menyelesaikan percobaan
ini.
DAFTAR PUSTAKA

[1] Cooper, William David. 1994. Instrumentasi Elektronik dan Teknik
Pengukuran. Jakarta:Erlangga.
[2] Owen, Bishop. 2002. Basic of Electronics. Jakarta: Erlangga.
[3] Sutrisno, 1986. Elekronika Teori Dasar dan Penerapannya Jilid 1.
Bandung: ITB press.
[4] Woolard, Barry. Practical Electronics. UK: McGraw-Hill Company