Anda di halaman 1dari 2

Pengujian kadar protein atau enzim pada ekstrak susu kedelai dilakukan dengan metoda

Bradford. Metoda Bradford adalah suatu uji untuk mengukur konsentrasi atau kadar protein total
dengan metode kolorimetri dalam suatu larutan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis..
Prinsip pengukuran kadar protein menggunakan metode Bradford adalah pengikatan
pewarna Commassie Brilliant Blue G-250 yang terdapat dalam pereaksi Bradford dengan protein
yang mengandung residu asam amino dengan rantai samping aromatik (Tirosin, Triptofan dan
Fenilalanin) atau bersifat basa (Arginin, Histidin, dan Leusin) membentuk komplek berwarna
biru yang dapat diukur absorbansinya. Kompleks warna biru pada larutan yang diberi reagen
Bradford sangat cepat terbentuk dan bersifat stabil. Kestabilan warna biru Commassie Brilliant
Blue G-250 ini karena adanya inteaksi antara lapisan hidrofobik dari protein dengan bentuk
anion dari zat warna Coomassie Brilliant Blue G-250 yang menstabilkan bentuk anion tersebut.
Tujuan dilakukan praktikum ini adalah untuk menganalisis kandungan protein di dalam
suatu larutan dengan menggunakan zat warna Coomassie Blue G-250 sebagai pengikat protein.
Zat warna tersebut akan mengikat protein dan mengubah warna pada larutan yang mengandung
protein tersebut dari warna kemerahan menjadi warna kebiruan. Ikatan yang terjadi antara zat
warna Coomassie Blue G-250 dan protein dapat terjadi dikarenakan adanya gaya van der walls
antara keduanya. Gaya van der walls dapat terjadi karena adanya bagian protein yang bersifat
hidrofobik mengikat bagian dari zat warna Coomassie Blue G-250( penyusun reagen Bradford)
yang bersifat non polar sehingga mengakibatkan zat warna tersebut melepaskan elektronnya ke
bagian hidrofobik protein. Selain itu, antara zat warna dan protein juga terdapat kekuatan ionik
yang memperkuat ikatan antara keduanya dan membuat zat warna tersebut menjadi stabil. Hal
ini lah yang digunakan pada metode Bradford untuk menentukan kadar protein di dalam suatu
larutan.
Larutan standar yang digunakan dalam pengukuran kali ini adalah larutan standar BSA.
Larutan standar BSA merupakan larutan standar yang mengandung beberapa enzim.
Penambahan reagen coomassie brilliant blue pada standar akan berikatan dengan enzim yang
mengandung residu lysine dan arginine. Sedangkan pada sampel, larutan coomassie brilliant blue
akan berikatan dengan enzim bromealin.

Kandungan protein yang berikatan dengan zat warna tersebut dapat diukur dengan
menggunakan instrument spectrophotometer untuk mengukur nilai absorbansnya pada panjang
gelombang kisaran 465-595 nm hal ini dikarenakan metode Bradford bergantung pada kerja zat
warna Coomassie Blue G-250 yang memiliki empat formasi ion yang berbeda-beda dengan nilai
pKa 1,15 ; 1,82 ; dan 12,4. Zat warna yang digunakan pada metode Bradford ini dapat dalam
bentuk anion dan kation.Bentuk kation zat warna ini ialah dye commassie yang berwarna merah
dan hijau dengan nilai absorbansi maksimum berada pada panjang gelombang kisaran 470 nm
hingga 650 nm.Bentuk anion zat warna ini ialah commasie yang berwarna biru dengan nilai
absorbansi maksimum berada pada panjang gelombang maksimum 595 nm. Maka dari itu
Penentuan kadar protein pada suatu larutan dilakukan dengan menentukan jumlah zat warna
dalam bentuk anion (commasie blue G-250) yang diukur dengan panjang gelombang 595 nm
Pada pengukuran dengan spektrofotometri, larutan yang akan diukur haruslah larutan yang
memiliki warna. Untuk larutan yang tidak berwarna maka zat tersebut dikomplekskan dengan
menggunakan pengompleks yang akan memberikan warna. Pada pengukuran kadar protein
dengan metoda Bradford ini digunakan reagen coomassie brilliant blue yang akan membentuk
kompleks berwarna ungu dengan protein. Selanjutnya, nilai absorbans tersebut dapat digunakan
untuk membuat kurva standar yang menjadi dasar penentuan konsentrasi dan kadar protein di
dalam larutan.