Anda di halaman 1dari 4

Nama: Didik Agus Prawira

NIM :702009044
Ujian Anestesi
1. Sebutkan patofisiologi dan penangan syok septic?
Patofisiologi syok septik :
Masuknya kuman menyerbu darah atau kuman tetap ditempat tetapi
melepaskan endotoksin, tubuh merespons dengan membentuk pro inflamatory
cytokines berupa tumor nekrosis faktor dan zat vasodilator seperti Nitric
Oxid(NO),prostacycline dan pada saat yang sama tubuh juga membentuk anti
inflamatory cytokines(Interleukin 10.11,13 etc).
Bila pro inflamatory dominan maka akan terjadi SIRS(Sepsis). Tetapi bila anti
inflamatory yang lebih dominan maka akan terjadi penekanan terhadap immunitas
sehingga peka terhadap infeksi. Respons inflamasi sistemik berupa pelepasan
mediator akan menimbulkan disfungsi organ kardiovascular (mendepressi otot
jantung,vasodilatasi arteri dan vena, peningkatan permeabilitas kapiler,
meningkatnya agregasi sel darah (mikro emboli) dan disfungsi paru berupa ARDS
atau akut lung injury dan akhirnya terjadi MODS (Multiple Organ Dysfunction
Syndrome)(50%). Bersama penurunan resistensi vaskular yang luar biasa (40%)
dan depressi myokard yang berat (10%) terjadi hipotensi yang tidak responsif
dengan terapi akhirnya berujung dengan kematian.

Penatalaksanaan
Langkah pertama adalah supportif diperioritaskan life saving dan selanjutnya
terapi kausal. Bila kondisi memburuk respirasi maupun sirkulasi langsung
resusitasi jantung paru. Bila masalah sirkulasi, langsung bikin posisi syok kaki
ditinggikan 30 derajat.


2. Sebutkan tujuan premedikasi dan contoh-contohnya?
Untuk meredakan ketakutan dan kecemasan diberikan midazolam dengan
dosis 0,5-0,1 mg/kg berat badan atau diazepam 0,1-0,2 mg/kg berat badan
(menciptakan amnesia juga).
Untuk meredakan nyeri karena penyakitnya dapat diberikan opioid Misalnya
petidin 50 mg intramuscular.
Untuk mengurangi isi cairan lambung diberikan oral samitidan 600mg datau
oral ranitidine 150 mg 1-2 jam sebelum operasi
Untuk mengurangi mual-muntah pasca bedah diberikan droperidaol 2,5-5 mg
atau ondansetron 2-4 mg.
Untuk mengurangi sekresi kelenjer ludah dan bronkus diberikan Sulfas
atropin 0,25 mg : Antikolinergik.

3. Sebutkan penilain Aldrete Score dan brapa scorenya untuk bisa meninggalkan
RR?
Tabel Aldrette Scoring System
Kriteria Recovery score
In 15 30 45 60 out
Aktivitas Dapat
bergerak
volunter
atau atas
perintah
4 anggota
gerak
2 2 2 2 2 2
2 anggota
gerak
1 1 1 1 1 1
0 anggota
gerak
0 0 0 0 0 0
Respirasi





Sirkulasi
Mampu benafas dan batuk
secara bebas
2 2 2 2 2 2
Dyspnea, nafas dangkal
atau terbatas
1 1 1 1 1 1
Apnea 0 0 0 0 0 0
Tensi Pre
opmmHg
Tensi 20
mmHg
preop
2 2 2 2 2 2
Tensi 20-
50 mmHg
preop
1 1 1 1 1 1
Tensi 50
mmHg
preop
0 0 0 0 0 0
Kesadaran Sadar Penuh 2 2 2 2 2 2
Bangun waktu dipanggil 1 1 1 1 1 1
Tidak ada respon 0 0 0 0 0 0
Warna
kulit
Normal 2 2 2 2 2 2
Pucat kelabu 1 1 1 1 1 1
Sianotik 0 0 0 0 0 0

Keluar RR > 9

4. Pasien umur 50 tahun BB 50 kg laki-laki akan dilakukan reseksi anastomosis et
causa ileus obstruktif , hitung kebutuhan cairannya!
M = 2 x bb = 2 x 50 = 100 cc
PP = 6 x bb = 6 x 50 = 300 cc (puasa 6 jam)
SO = 6 x bb = 6 x 50 = 300 cc
EBV = 70 x bb = 70 x 50 = 3500
ABL = 20 % EBV
1 jam pertama = 50 % PP + M + SO = 150 +100 + 300 = 550 cc
1 jam kedua = 25 % PP + M = 75 + 100 = 175 cc

5. Jelaskan langkah-langkah yang dilakukan pada pasien yangh akan dilakukan GA
dengan pemasangan Endotrakeal Tube!
Pasien dibawa ke ruang operasi, di tidur telentang di bed operasi
Pasang monitor saturasi dan tekanan darah (di lihat brapa saturasi dan tekanan
darahnya)
Masukkan obat premedikasi ondansetron 2 mg dan midazolam dengan dosis
0,5-0,1 mg/kg berat
Kemudian bolus propofol dosis 1-2 mg/kgBB , lihat reflex bulu matanya, klo
sudah tidak ada reflex bulu mata bolus atracurium Dosis awal 0,5-0,6
mg/kgBB, dosis rumatan 0,1 mg/kgBB, durasinya selama 20-45 menit
Berikan oksigen dengan sungkup (face mask) selama 3 5 menit
Lakukan intubasi, laringoskop dimasukkan dengan tangan kiri dari posisi
kanan kemudian di geser kekiri, apabila sudah terlihat epiglottis angkat
laringoskop sampai terlihat orofaring baru masukkan endotrakeal tube,
kembangkan balonnya. Kemudian lepaskan laringoskop
Sambungkan endotrakeal tube dengan mesin.
Cek apakah ET masuk ke paru atau lambung dengan melihat dada yang
mengenbang dan dengar dengan stetoskop apakah suara paru kiri dan kanan
sama.
Kemudian masukkan orofaring airway dan lakukan fiksasai dengan plestes.
Untuk pemeliharaan berikan O
2
dan N
2
O sebanyak masing-masing 2 liter.