Anda di halaman 1dari 2

1.

Berat Jenis Semen (ASTM C 188-78)


Berat jenis semen adalah perbandingan antara berat volume kering semen dengan berat volume air
suling, yang volumenya sama dengan volume semen.
Untuk menghasilkan campuran beton dengan mutu yang baik, semen harus memenuhi beberapa
standarisasi yang disyaratkan. Salah satu standarisasi yang harus dipenuhi adalah dengan mengetahui
berat jenis dari semen itu sendiri. Melalui percobaan ini, kita dapat menentukan kelayakan semen
tersebut untuk digunakan dalam campuran beton.
Alat dan bahan:
1. Semen
2. Minyak tanah
3. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
4. Labu takar 500 ml
5. Kapas/kertas saring
6. Mangkok/cawan
7. Sendok

Langkah Kerja:
1. Semen ditimbang 250 gram ( A ).
2. Saring minyak tanah dengan mengunakan kasa penyaring atau kapas
3. Timbang labu takar 500 cc.
4. Masukkan semen kedalam labu takar dengan mengunakan corong dan ditimbang lagi (untuk
cek )
5. Labu takar yang sudah terisi semen dimasuki minyak tanah sampai batas garis, agar tidak
ada gelembung udara di dalam semen labu takar diposisikan miring dan diputarputar, dan
ditimbang ( B ).
6. Timbang labu takar dan minyak tanah saja sampai batas garis, dan ditimbang( C ).

( )

atau




Berat semen = 250 gr ( A )
Berat labu ukur = 163,1 gr
Berat labu + semen = 413,1 gr
Berat labu + minyak + semen = 742,1 gr ( B )
Berat labu + minyak = 557,4 gr ( C)



( )

= 3,06 ~ 3,1

Kesimpulan
Berat jenis semen portland berkisar antara 3,0 3,2.
Dari semen portland yang diuji, diperoleh berat jenis dari hasil percobaan adalah 3,1 gr/ cm2.
Maka berat jenis semen Portland yang diuji sesuai dengan standar yang ditentukan.