Anda di halaman 1dari 7

DASAR-DASAR PENYULUHAN KOMUNIKASI DAN PERTANIAN

PERANAN TELEVISI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN














Nama : Lolita Andresina Susianingsih
NIM : 13/345817/ PN/13113
Jurusan/Prodi : Sosial Ekonomi Pertanian / Agribisnis







FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan penyuluhan pertanian tidak pernah terlepas dari komunikasi pertanian.
Penyuluhan pertanian menitikberatkan pada aspek kegiatan pendidikan pada petani yang
dalam praktiknya juga menggunakan cara-cara lainnya seperti peniruan, pembujukan, dan
propaganda. Pembangunan pertanian harus didukung dengan banyak hal, selain teknologi,
informasi, dan pengetahuan, media sangat berpengaruh dalam proses pembangunan pertanian
ini. Karena sangat penting dalam menyampaikan informasi-informasi penting, teknologi,
maupun inovasi yang terbaru untuk dipublikasikan kepada masyarakat. Seiring
berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan informasi terutama di kalangan petani untuk
memajukan pertaniannya, maka perlu adanya media yang baik sehingga dapat memberi
pencerahan bagi setiap sikap yang diambil petani guna mengembangkan usaha taninya.
Televisi merupakan salah satu saluran komunikasi yang relatif populer. Penyampaian
informasi melalui siaran televisi diduga cukup efektif dalam menambah wawasan serta
diduga mampu mempengaruhi sikap khalayak yang sangat berperan dalam pembangunan
pertanian. Melalui siaran televisi, kegiatan penyuluhan pertanian tidak harus selalu dihadiri
secara langsung oleh penyuluh dalam kegiatan penyampaian materi penyuluhan. Dalam hal
ini, tentu materi penyuluhan disisipkan pada acara hiburan yang digemari oleh petani atau
bisa juga ditampilkan secara utuh sebagai materi penyuluhan pertanian. Sedangkan dewasa
ini televisi boleh dikatakan telah mendominasi hampir semua waktu luang setiap orang . Dari
hasil penelitian yang pernah dilakukan pada masyarakat Amerika ditemukan bahwa hampir
setiap orang di benua itu menghabiskan waktunya antara 6-7 jam per minggu untuk
menonton televisi. Televisi begitu banyak menyita perhatian tanpa mengenal usia, pekerjaan,
dan pendidikan. Hal ini karena televisi memiliki sejumlah kelebihan terutama
kemampuannya dalam menyatukan antara fungsi audio dan visual, ditambah dengan
kemampuannya dalam memainkan warna. Penonton leluasa menentukan saluran mana yang
mereka senangi.
Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan informasi terutama di kalangan
petani untuk memajukan pertaniannya, maka penyuluh pertanian perlu memilih salah satu
metode yang dapat menyampaikan materi penyuluhan dengan baik sehingga dapat memberi
pencerahan bagi setiap sikap yang diambil petani guna mengembangkan usaha taninya. Oleh
karena itu, dilihat dari penjelasan di atas, penulis ingin menganalisis dinamika siaran televisi
sebagai salah satu media komunikasi dalam hal penyuluhan pertanian.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana peranan siaran televisi sebagai salah satu saluran (channel) dalam
penyuluhan pertanian yang berorientasi pada pembangunan pertanian?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui peranan televisi sebagai media komunikasi dalam pembangunan
pertanian.
BAB II
PEMBAHASAN
TV adalah salah satu media massa yang memberikan efek besar terhadap masyarakat.
Keberadaan TV di rumah-rumah masyarakat pun semakin meningkat karena adanya
perubahan perilaku hidup masyaraka. TV tidak lagi menjadi barang mahal yang hanya dapat
ditemui di rumah-rumah mewah saja, melainkan bisa dilihat di rumah-rumah kecil di
pedesaan sekalipun. Transfer pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian melalui TV
yang menampilkan gambar dan suara akan sangat efektif dan cepat.
TV sangat bagus dalam mengupas sebuah informasi dan pengalaman baru. Program-
program pertanian akan cepat berpengaruh kalau ide-idenya disampaikan ketika banyak
masyarakat pertanian membutuhkannya. Apalagi jika informasitersebut disampaikan oleh
para pakar pertanian atau pihak-pihak berpengaruh seperti pemerintah.
Program TV yang baik adalah program yang bisa menarik perhatian penonton dan
mempertahankannya. Program-program ini di antaranya memiliki karakteristik sebagai
berikut:
a. Desain yang bagus; maksud, objek dan pesan akan menjadi kuat dan jelas jika
sebelumnya sudah melalui perencanaan. Misalnya, informasi yang disampaikan harus
seimbang antara menampilkan bentuk visualnya dan pesan berupa audionya.
b. Skripnya bagus; pesan yang disampaikan dalam format yang sesuai dengan medianya
dan bersifat menarik bagi penontonnya.
c. Produksinya bagus; program akan lebih bagus jika dalam pembuatannya juga
memperhatikan masalah-masalh teknis dan segi keindahan informasinya.
Dalam menyampaikan informasi, ada beberapa cara untuk dapat menraik perhatian dari
penontonnya. Mereka akan sangat antusias jika hal-hal yang disampaikan sangat familiar bagi
mereka. Sebuah informasi menarik jika:
a. Menyangkut kehidupannya
b. Berkaitan dengan kesehatan
c. Berhubungan dengan kesejahteraan keluarganya
d. Menawarkan sebuah kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya
e. Menawarkan peluang untuk meningkatkan gaya hidupnya
f. Mempengaruhi mereka untuk melejitkan potensinya
g. Membuat mereka merasa dihargai
h. Memberikan tekanan
i. Sangat informatif
Ada beberapa bentuk penyampaian informasi yang bisa dilakukan oleh TV. Di antaranya
adalah:
a. Demonstrasi sebuah objek atau metode
b. Video dokumenter
c. Film atau drama
d. Penayangan gambar-gambar
e. Talk show dengan mendatangkan pakar
Menurut Wiriaatmadja (1977) metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara-cara
penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada
petani beserta keluarganya. Penggunaan metode penyuluhan harus didasarkan pada persyarat
sebagai berikut:
1. sesuai dengan keadaan sasaran,
2. cukup dalam jumlah dan mutu,
3. tepat mengenai sasaran dan pada waktunya,
4. amanat harus mudah diterima dan dimengerti,
5. murah pembiayaannya.
Tidak dapat dielakkan lagi bahwa media massa mempunyai peran dalam kegiatan
penyuluhan pertanian. Televisi sebagai salah satu dari media massa memiliki reputasi
tersendiri bagi khalayak. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kepemilikan televisi
dan minat khalayak untuk menonton siaran televisi semakin meningkat pula. Misalnya saja,
di era awal masuknya siaran televisi di beberapa daerah di Indonesia ternyata siaran televisi
sudah mampu menarik perhatian khalayak.
Penggunaan televisi sebagai media penyuluhan pada akhirnya akan bermuara pada
proses adopsi inovasi yang nantinya akan diterapkan oleh petani sebagai sasaran. Penyuluhan
pertanian tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan petani namun juga merubah sikap
dan perilaku petani. Hal ini juga erat kaitannya dengan proses komunikasi melalui media
siaran televisi yang dapat menampilkan visualisasi pesan yang lebih atraktif dari pada media
komunikasi yang lain. Berikut ini adalah dijelaskan hubungan yang terjadi antara proses
adopsi inovasi dengan tipe pendekatan beserta metode penyuluhan yang bisa diterapkan.
Penyampaian materi penyuluhan melalui siaran televisi akan lebih mudah tersampaikan pada
sasaran yang jumlahnya relatif banyak dan meluas. Proses adopsi inovasi yang melibatkan
media massa khususnya televisi tentu memiliki efek bagi khalayak. Televisi merupakan salah
satu media massa dan alat pembantu penyuluhan pertanian yang ampuh untuk menambah
jumlah sasaran yang dijangkau. Petani sebagai sasaran penyuluhan pertanian yang jumlahnya
banyak dan menyebar di suatu wilayah tentu akan sulit untuk dijangkau dengan metode
penyuluhan langsung karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya operasional yang
tidak sedikit. Melalui media siaran televisi, kegiatan penyuluhan pertanian tidak harus selalu
dihadiri secara langsung oleh penyuluh dalam kegiatan penyampaian materi penyuluhan.
Dalam hal ini, tentu materi penyuluhan disisipkan pada acara hiburan yang digemari oleh
petani atau bisa juga ditampilkan secara utuh sebagai materi penyuluhan pertanian.
Siaran televisi sebagai salah satu jenis metode penyuluhan yang dapat dilihat dan didengar
(audio-visual) adalah metode yang dirasa perlu digunakan untuk menyukseskan program
penyuluhan pertanian.
Didasarkan pada pendapat Hasmosoewignjo dan Darnadi (1962) menyebutkan bahwa
hasil penangkapan dari mendengarkan saja kira-kira 10%, hasil dari penangkapan melihat
berkisar 50%, sedangkan hasil dari penangkapan melakukan dan mempraktikkan sendiri
berkisar 90%. Terlepas dari kefektivitasan siaran televisi bagi pencapaian tujuan penyuluhan
pertanian, para penyuluh juga harus tetap memperhatikan cara penyampaian feedback-nya
karena televisi merupakan media komunikasi satu arah. Jadi televise sangat berperan dalam
pembangunan pertanian karena dengan menggunakan televisi maka petani akan lebih mudah
mendapatkan informasi dan akan berdampak terhadap perilakunya dan sikapnya, misalnya
petani akan melakukan inovasi informasi dan teknologi yang disiarkan oleh saluran televisi.
Dengan menggunakan televisi pembangunan pertanian akan lebih cepat terealisasi karena
petani dapat dengan mudah memahami dan menangkap cara-cara yang disiarkan di televisi.
Selain petani dapat mencontoh cara-cara yang disiarkan di televisi, petani juga akan
mendapat banyak pengetahuan maupun informasi-informasi tentang pertanian, misalnya
harga-harga komoditas pertanian, kendala-kendala para petani yang sedang dihadapi, bencana
alam yang mempengaruhi kegiatan pertanian, iklim, komoditas yang sedang laku di pasaran,
dll. Sehingga, televisi sangat efektif untuk digunakan dalam pembangunan pertanian.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Televisi merupakan salah satu media massa dan alat pembantu penyuluhan pertanian
yang ampuh untuk menambah jumlah sasaran yang dijangkau. Petani sebagai sasaran
penyuluhan pertanian yang jumlahnya banyak dan menyebar di suatu wilayah tentu akan sulit
untuk dijangkau dengan metode penyuluhan langsung karena membutuhkan waktu yang lama
dan biaya operasional yang tidak sedikit. Melalui media siaran televisi, kegiatan penyuluhan
pertanian tidak harus selalu dihadiri secara langsung oleh penyuluh dalam kegiatan
penyampaian materi penyuluhan. Dalam hal ini, tentu materi penyuluhan disisipkan pada
acara hiburan yang digemari oleh petani atau bisa juga ditampilkan secara utuh sebagai
materi penyuluhan pertanian. TV merupakan salah satu media yang berpengaruh besar dalam
pola kehidupan masyarakat. Tidak hanya bentuk informasi yang ditampilka oleh TV mudah
diserap oleh masyarakat, akan tetapi juga keberadaannya yang luas di sebagian besar
masyarakat. Untuk menyampaikan informasi yang dapat menarik perhatian penonton, perlu
perencanaan dan pengemasan yang baik oleh penyampai informasi. Tidak hanya
memudahkan penyampaian informasi, namun televisi sangat penting dalam pembangunan
pertanian agar pertanian di Indonesia menjadi yang lebih baik. Dengan menggunakan televisi
petani akan lebih mudah menangkap informasi dan memahami, serta dapat mengetahui
informasi tentang pertanian, misalnya harga-harga komoditas pertanian, kendala-kendala para
petani yang sedang dihadapi, bencana alam yang mempengaruhi kegiatan pertanian, iklim,
komoditas yang sedang laku di pasaran, dll. Sehingga, televisi sangat efektif untuk digunakan
dalam pembangunan pertanian.
DAFTAR PUTAKA
Kumar, Arvind. 2000. Encyclopedia of Mass Media and Communication. New Delhi: Anmol
Publication Pvt. Ltd.
McQuail, Denis. 1987. Towards A Sociology of Mass Communication. London: Colliar-
MacMillan.
Soekartawi. 1988. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Wiriaatmadja, Soekandar M.A. 1977. Pokok-Pokok Penyuluhan Pertanian. Jakarta: CV
Yasaguna.