Anda di halaman 1dari 4

Etiologi (nip yang gue temuin ini sama aja sama factor resiko cuuy)

Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab varikokel, tetapi dari
pengamatan membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai
daripadasebelah kanan (varikokel sebelah kiri 7093 %). Hal ini disebabkan karena
venaspermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak
lurus,sedangkan yang kanan bermuara pada vena kava dengan arah miring. Di samping
ituvena spermatika interna kiri lebih panjang daripada yang kanan dan katupnya lebihsedikit
dan inkompeten. Jika terdapat varikokel di sebelah kanan atau varikokel bilateralpatut
dicurigai adanya: kelainan pada rongga retroperitoneal (terdapat obstruksi venakarena tumor),
muara vena spermatika kanan pada vena renails kanan, atau adanyasitus inversus.Etiologi
secara umum:
Dilatasi atau hilangnya mekanisme pompa otot atau kurangnya struktur penunjang/atrofi otot
kremaster, kelemahan kongenital. Proses degeneratif pleksuspampiniformis.
Hipertensi vena renalis atau penurunan aliran ginjal ke vena kava inferior.
Turbulensi dari vena supra renalis ke dalam juxta vena renalis internus kiriberlawanan
dengan kedalam vena spermatiak interna kiri.
Tekanan segment iliaka (oleh feses) pada pangkal vena spermatika.
Tekanan vena spermatika interna meningkat letak sudut turun vena renalis 90o
Sekunder : tumor retroperitoneal, trombus vena renalis, hidronefrosis.Faktor penyebab yang
diduga dapat mempengaruhi terjadinya varikokel :
Faktor genetik. Orang tua dengan varikokel memiliki kecenderungan menurunkansifat
pembuluh-pembuluh yang mudah melebar pada anaknya.
Makanan. Beberapa jenis makanan yang dioksidasi tinggi, dapat merusak pembuluhdarah.
Suhu. Idealnya, suhu testis adalah 1-2derajat dibawah suhu tubuh. Suhu yang tinggidi sekitar
testis dapat memicu pelebaran pembuluh darah balik di daerah itu.
Tekanan tinggi disekitar perut.
Willms, Janice L; Schneiderman, Henry; Algranati, Paula S. (2005).Diagnosis fisik:
Evaluasi diagnosis dan fungsi di bangsal . Jakarta: EGC
Epidemiologi

Varikokel terdeteksi lebih sering pada populasi pria infertil dibanding pada
pria fertil. Sebagian besar varikokel terdeteksi setelah pubertas dan prevalensi pada
pria dewasa sekitar 11-15%. Pada 80-90% kasus, varikokel hanya terdapat pada
sebelah kiri; varikokel bisa bilateral hingga 20% kasus, meskipun dilatasi sebelah
kanan biasanya lebih kecil. Varikokel unilateral sebelah kanan sangat jarang terjadi.

Varikokel pada remaja pria pernah dilaporkan sekitar 15% kasus. Varikokel
biasanya terdiagnosis pada 20-40% pria infertil. Insidensi varikokel yang teraba
diperkirakan 15% pada populasi umum pria dan 21-39% pria subfertil. Meskipun
varikokel pernah dilaporkan pada pria sebelum remaja, varikokel jarang pada
kelompok usia ini. Pada suatu penelitian oleh Oster (1971) pada 1072 anak sekolah
laki laki di Denmark, tidak ditemui adanya varikokel pada 188 anak laki-laki yang
berusia antara 6 sampai 9 tahun. Insidensi varikokel pada anak yang lebih tua (usia
10-25 tahun), bervariasi antara 9% sampai 25,8% dengan suatu rerata 16,3%
praidhi,Amri.2005.Referat Varikokel. Available at :
http://www.scribd.com/doc/144332049/VARIKOKEL-REFERAT

Manifestasi Klinis

Beberapa pasien dengan varikokel dapat mengalami nyeri skrotal dan
pembengkakan, namun yang lebih penting, suatu varikokel dipertimbangkan menjadi
suatu penyebab potensial infertilitas pria. Hubungan varikokel dengan fertilitas
menjadi kontroversi, namun telah dilaporkan peningkatan fertilitas dan kualitas
sperma setelah terapi, termasuk terapi oklusif pada varikokel.2
Varikokel pada remaja biasanya asimptomatik dan untuk itu diagnosis
khususnya diperoleh saat pemeriksaan fisik rutin. Kadang kadang pasien akan dating karena
adanya massa skrotum atau rasa tak nyaman di skrotum, seperti berat atau rasa nyeri setelah
berdiri sepanjang hari.
Varikokel ekstratestikular secara klinis berupa teraba benjolan asimptomatik,
dengan nyeri skrotal atau hanya menyebabkan infertilitas dengan perjalanan
subklinis. Secara klinis varikokel intratestikular kebanyakan hadir dengan gejala
seperti varikokel ekstratestikuler, meskipun sering varikokel intratestikuler tidak
berhubungan dengan varikokel ekstratestikuler ipsilateral. Manifestasi klinis paling
umum pada varikokel intratestikular adalah nyeri testikular (30%) dan
pembengkakan (26%). Nyeri testis diperkirakan berhubungan dengan peregangan
tunika albuginea. Manifestasi klinis lain yang telah dilaporkan mencakup infertilitas
(22%) dan epididimorchitis (11%)

praidhi,Amri.2005.Referat Varikokel. Available at :
http://www.scribd.com/doc/144332049/VARIKOKEL-REFERAT

Diagnosis
Diagnosis varikokel ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan radiologi dan analisis semen. Pemeriksaan fisik harus dilakukan dalam
posisi berdiri. Refluks vena dapat dievaluasi dengan cara manuver valsava.
Pemeriksaan radiologi yang dapat digunakan yaitu pemeriksaan ultrasonografi, CT
scan, MRI dan angiografi. Pemeriksaan Utrasonografi merupakan pilihan pertama
dalam mendeteksi varikokel. Pemeriksaan ultrasonografi dan terutama Color Doppler
menjadi metode pemeriksaan paling terpecaya dan berguna dalam mendiagnosis varikokel
subklinis. Gambaran varikokel pada ultrasonografi tampak sebagai stuktur serpiginosa
predominan echo free dengan ukuran diameter lebih dari 2 mm. Pada CT scan dapat
menunjukkan gambaran vena vena serpiginosa berdilatasi menyangat. Pada MRI varikokel
tampak sebagai suatu massa dari dilatasi, serpiginosa pembuluh darah, biasanya berdekatan
dengan caput epididimis. Spermatic canal melebar, dan intrascrotal spermatic cord atau
pleksus pampiniformis prominen. Spermatic cord memiliki intensitas signal heterogen.
Spermatic cord memuat struktur serpiginosa dengan intensitas signal tinggi. Peranan MRI
dalam diagnosis varikokel belum terbukti karena tidak cukupnya jumlah pasien yang telah
diperiksa dengan MRI. Venografi dapat menunjukkan dilatasi vena testikular, dapat
menunjukkan aliran retrograde bahan kontras ke arah skrotum
Sebagian besar varikokel digambarkan sebagai primer atau idiopatik dan
diperkirakan terjadi karena kelainan perkembangan katup dan / atau vena. Varikokel
primer jauh lebih mungkin pada sebelah kiri, dimana setidaknya dijumpai 95%. Sebagian
kecil terjadi akibat tidak langsung dari suatu lesi yang mengkompresi atau mengoklusi vena
testikular.
Varikokel sekunder akibat dari peningkatan tekanan pada vena spermatik yang
ditimbulkan oleh proses penyakit seperti hidronefrosis, sirosis, atau tumor abdominal.
Varikokel klinis didefinisikan sebagai pembesaran pleksus pampiniformis
yang dapat diraba, dimana dapat dibagi menjadi derajat 1, 2, 3 menurut klasifikasi
Dubin and Amelar. Varikokel subklinis didefinisikan sebagai refluks melalui
venaspermatika interna, tanpa distensi yang dapat teraba dari pleksus pampiniformis
Dubin and Amelar menemukan suatu sistem penilaian yang berguna untuk
varikokel yang dapat teraba. derajat 1: varikokel dapat diraba hanya pada waktu
manuver valsava; derajat 2: varikokel dapat diraba tanpa manuver valsava; derajat
3:varikokel tampak pada pemeriksaan sebelum palpasi.
Kelainan analisis semen berupa oligozoospermia, asthenozoospermia dapat
disebabkan oleh varikokel. Mac Leod (1965) pertama kali mengemukakan trias
oligospermia, penurunan motilitas sperma, dan peningkatan persentase sel-sel
spermaimmatur merupakan karakteristik semen yang khas pada pria infertil dengan
varikokel. Koreksi varikokel sering menghasilkan peningkatan kualitas semen,
beberapa penelitian menghubungkan ukuran dengan efektivitas tatalaksana
pembedahan varikokel
praidhi,Amri.2005.Referat Varikokel. Available at :
http://www.scribd.com/doc/144332049/VARIKOKEL-REFERAT