Anda di halaman 1dari 9

Perpindahan Massa pada

Hemodialisa
Disusun Oleh:
1. Anastasia Cindy Novela (03031281320023)
2. Naya Septri Hana (03031281320025)
3. Melza Julia Habsary (03031281320033)
4. Alexander Ivan Andwikaputra (03031381320001)
5. Rani Natalia (03031381320005)

Pengertian Hemodialisis
Hemodialisis berarti proses pembersihan darah
dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan
di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal
buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis
dikenal secara awam dengan istilah cuci darah.
Hemodialis termasuk proses perpindahan massa
antara darah dengan cairan dialisat yang
dipisahkan oleh membran semipermeable.
Membran semi permeabel adalah suatu selaput
atau lapisan yang sangat tipis dan mempunyai
lubang (pori) sub mikroskopis. Dimana partikel
dengan BM kecil & sedang (small and middle
moleculler) dapat melewati pori membran,
sedangkan partikel dengan BM besar (large
moleculler) tidak dapat melalui pori membran
tersebut. Dialyzer merupakan suatu tabung
yang terdiri dari 2 ruangan (2 kompartemen)
yang dipisahkan oleh selaput semi permeabel.


Ada tiga prinsip yang mendasari kerja
hemodialisa yaitu difusi, osmosis, dan ultrafiltrasi.
Toksin dan zat limbah di dalam darah dikeluarkan
melalui proses difusi dengan cara bergerak dari
darah yang memiliki konsentrasi tinggi ke cairan
dialisat yang tersusun dari semua elektrolit yang
penting dengan konsentrasi ekstrasel yang ideal.
Kadar elektrolit darah dapat dikendalikan dengan
pori-pori kecil dalam membran semipermeable
yang tidak memungkinkan lolosnya sel darah
merah dan protein.
Air yang berlebihan dikeluarkan dari dalam
tubuh melalui proses osmosis. Pengeluaran air
dapat dikendalikan dengan menciptakan
gradien tekanan dengan kata lain air bergerak
dari daerah dengan tekanan yang lebih tinggi
(tubuh pasien) ke tekanan yang lebih rendah
(cairan dialisat).
Sistem buffer tubuh dipertahankan dengan
penambahan asetat yang akan berdifusi dari
cairan dialisat ke dalam darah pasien dan
mengalami metabolisme untuk membentuk
karbohidrat.
Faktor yangmempengaruhi kecepatan
perpindahan massa
Kecepatan aliran darah dapat diatur dan
disesuaikan dengan kondisi pasien biasanya 300-
400 ml/menit
Suhu, cairan dialisat harus dipanaskan
disesuaikan dengan suhu tubuh terlebih dahulu,
antara 34-39C
Luas permukaan membran dialyzer
Ukuran besar pori atau permeabilitas
ketipisanya
Volume membran dialyzer