Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Apa yang kita lakukan untuk membedakan larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit ?
Pernahkah kita menguji daya hantar listrik suatu larutan ? Daya hantar listrik tersebut dapat dilihat
dari menyala atau tidaknya lampu yang digunakan pada alat uji. Jika pada pengujian tersebut
ternyata lampunya menyala, hal itu menunjukkan larutan tersebut bersifat elektrolit. Salah satu
larutan yang bersifat elektrolit yang kita sudah faham pada umumnya adalah garam dapur (NaCl).
Bagaimana jika pada saat percobaan lampunya tidak menyala ? larutan NaCl dapat terurai menjadi
Na+ dan Cl-. Perubahan Na menjadi ion Na+ mengalami oksidasi karena melepaskan satu electron,
sedangkan ion Cl menjadi Cl- mengalami reduksi karena melepaskan satu electron.
Pada materi kali ini akan diuraikan lebih lanjut tentang larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit serta pembahasan mengenai sifat sifat , contoh dan penerapannya, agar kita dapat
memahami bagaimana sifat larutan elektrolit dan sifat larutan non elektrolit serta memahami konsep
dari larutan elektrolit dan sifat larutan non elektrolit.

I.2 Tujuan
Tujuan dari pmbuatan makalah ini adalah :
a. Agar mahasiswa mampu memahami sifat-sifat larutan elekrolit dan non elektrolit.
b. Agar mahasiswa mampu memahami sifat-sifat dan pentingnya larutan elekrolit.

I.3 Manfaat
Diantara berbagai manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar pemakalah dan
pembaca dapat menambah wawasannya mengenai larutan elektrolit dan non elektrolit mengenai
sifat sifatnya dan pentingnya larutan lektrolit untuk kehidupan kita. Dengan demikian, dari kita
yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang kurang mengerti menjadi mengerti, dan kurang paham
menjadi paham dan snantiasa mengamalkan ilmu ini secara praktik ke kehidupan sehari hari.
I.4 Pembatasan Masalah
a. Maksud/arti dari larutan elektrolit dan non elektrolit
b. Sifat sifat dari larutan elektrolit dan non elektrolit
c. Pentingnya larutan elektrolit
d. Contoh larutan yang termasuk kedalam larutan elektrolit dan non elektrolit.

I.5 Perumusan Masalah
a. Apa pengertian dari larutan elektrolit dan non elektrolit ?
b. Bagaimana sifat sifat dari larutan elektrolit dan non elektrolit ?
c. Apakah larutan elektrolit penting untuk kehidupan kita ?
d. Apa sajakah contoh larutan yang termasuk kedalam larutan elektrolit dan non elektrolit ?















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan Larutan
Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat
yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang
jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi
zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses
pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti
garam atau gula dilarutkan dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon
dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas
larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral
tertentu.
Konsentrasi
Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di
dalam larutan. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan
jumlah total zat dalam larutan, atau dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut.
Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta (part per million,
ppm). Sementara itu, secara kualitatif, komposisi larutan dapat dinyatakan sebagai encer
(berkonsentrasi rendah) atau pekat (berkonsentrasi tinggi).
Pelarutan
Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur.
Pada proses pelarutan, tarikan antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan
tarikan antara pelarut dengan zat terlarut. Terutama jika pelarut dan zat terlarut sama-sama polar,
akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut; hal ini memungkinkan interaksi
antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil.
Bila komponen zat terlarut ditambahkan terus-menerus
ke dalam pelarut, pada suatu titik komponen yang ditambahkan
tidak akan dapat larut lagi. Misalnya, jika zat terlarutnya
berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan, pada suatu titik
padatan tersebut tidak dapat larut lagi dan terbentuklah
endapan. Jumlah zat terlarut dalam larutan tersebut adalah
maksimal, dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh. Titik
tercapainya keadaan jenuh larutan sangat dipengaruhi oleh
berbagai faktor lingkungan, seperti suhu, tekanan, dan
kontaminasi. Secara umum, kelarutan suatu zat (yaitu jumlah
suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut tertentu) sebanding
terhadap suhu. Hal ini terutama berlaku pada zat padat, walaupun ada perkecualian. Kelarutan zat
cair dalam zat cair lainnya secara umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau
gas dalam zat cair. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.
Larutan ideal
Bila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi
antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni, terbentuklah suatu idealisasi yang
disebut larutan ideal. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult, yaitu bahwa tekanan uap pelarut
(cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Larutan yang benar-benar
ideal tidak terdapat di alam, namun beberapa larutan memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas
tertentu. Contoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena.
Ciri lain larutan ideal adalah bahwa volumenya merupakan penjumlahan tepat volume
komponen-komponen penyusunnya. Pada larutan non-ideal, penjumlahan volume zat terlarut murni
dan pelarut murni tidaklah sama dengan volume larutan.
Sifat koligatif larutan
Larutan cair encer menunjukkan sifat-sifat yang bergantung pada efek kolektif jumlah
partikel terlarut, disebut sifat koligatif (dari kata Latin colligare, "mengumpul bersama"). Sifat
koligatif meliputi penurunan tekanan uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku, dan gejala
tekanan osmotik.
Ion natrium tersolvasi oleh
molekul-molekul air
Jenis-jenis larutan
Larutan dapat diklasifikasikan misalnya berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel
berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.
Contoh larutan
Zat terlarut
Gas Cairan Padatan
Pelarut
Gas
Udara (oksigen dan
gas-gas lain dalam
nitrogen)
Uap air di udara
(kelembapan)
Bau suatu zat padat yang
timbul dari larutnya molekul
padatan tersebut di udara
Cairan
Air terkarbonasi
(karbon dioksida
dalam air)
Etanol dalam air;
campuran berbagai
hidrokarbon (minyak
bumi)
Sukrosa (gula) dalam air;
natrium klorida (garam dapur)
dalam air; amalgam emas
dalam raksa
Padatan
Hidrogen larut dalam
logam, misalnya
platina
Air dalam arang aktif; uap
air dalam kayu
Aloi logam seperti baja dan
duralumin
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan
elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat
menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.
Larutan elektrolit dan non elektrolit
Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori
elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan
gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut
Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik
positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan
sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion
inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas
dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion).
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik
dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas.
Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif
mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas
hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e-
Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna).
Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada
persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.
Contoh :
NaCl(s) Na+ (aq) + Cl- (aq)
Contoh larutan elektrolit kuat :
Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam
nitrat (HNO3), asam klorida (HCl)
Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH),
kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida
(Ba(OH)2)
Garam, hampir semua senyawa kecuali
garam merkuri

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak
menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua
terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion
yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai
dengan panah dua arah (bolak-balik).
Contoh :
CH3COOH(aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Contoh senyawa yang termasuk elektrolit lemah
:
CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, dan NH4OH
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa
ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau
senyawa kovalen polar (senyawa yang
mempunyai ikatan kovalen polar)
Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
dan tidak menimbulkan gelembung gas. Pada larutan non elektrolit, molekul-molekulnya tidak
terionisasi dalam larutan, sehingga tidak ada ion yang bermuatan yang dapat menghantarkan arus
listrik.




Contoh : larutan gula, urea

Manfaat
Banyak makanan, minuman, obat-obatan, dan bahan kebutuhan lain yang berupa larutan.
Peranan larutan sungguh sangat penting dalam kehidupan kita. Kita ketahui bahwa larutan terdiri
atas pelarut dan zat terlarut. Sebagai pelarut, air tergolong pelarut universal, karena air mampu
melarutkan banyak zat.
Di alam, sulit dijumpai air yang bersih. Air hujan yang sebenarnya berupa air murni, begitu
turun hujan dan melewati udara, maka airpun sambil bergerak turun, melarutkan zat-zat kimia yang
ada di udara, debu dan bermacam-macam gas. Sebagai akibatnya, beberapa saat hujan turun, udara
makin segar. Kandungan air dalam tubuh kitapun lebih dari 75%. Banyak zat dalam tubuh kita
berupa larutan.
Dalam tubuh manusia, elektrolit sangat vital keberadaannya, karena terkait dengan segala
mekanisme tubuh termasuk metabolism yaitu sebagai ion pengaktif enzim, pembentuk hormon,
melancarkan implus pada syaraf, serta mekanik pada sel2 tubuh, seperti aktivitas permeabilitas
membran sel. selain dibutuhkan untuk tubuh, larutan elektrolit juga umum digunakan untuk
elektrokimia sperti pengisi pada ACCU, baterai, ataupun jembatan garam.
Pengertian Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalahmerupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis.
Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan
tubuh.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut).
Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion
jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman,
dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairandan
elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam seluruh bagian
tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka
akan berpengaruh pada yang lainnya.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan
intraseluler dancairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh,
sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok
yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairaninterstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler
(plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak
diantara sel,sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal, cairan
intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Elektrolit Utama Tubuh Manusia

Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit
adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea,
glukosa, oksigen, karbon dioksida danasam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium
(Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat(HCO3-), fosfat
(HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian
dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum
netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatannegatif harus sama dengan jumlah muatan-
muatan positif.

Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun padaplasma terinci
dalam tabel di bawah ini :No. Elektrolit Ekstraseluler IntraselulerPlasma Interstitial1.
Kation : Natrium (Na+) 144,0 mEq 137,0 mEq 10 mEq
Kalium (K+) 5,0 mEq 4,7 mEq 141 mEq
Kalsium (Ca++) 2,5 mEq 2,4 mEq 0 Magnesium (Mg ++) 1,5 mEq 1,4 mEq 31 mEq2.
Anion : Klorida (Cl-) 107,0 mEq 112,7 mEq 4 mEq
Bikarbonat (HCO3-) 27,0 mEq 28,3 mEq 10 mEq
Fosfat (HPO42-) 2,0 mEq 2,0 mEq 11 mEq
Sulfat (SO42-) 0,5 mEq 0,5 mEq 1 mEq
Protein 1,2 mEq 0,2 mEq 4 mEqa.
Kation :
Sodium (Na+) : - Kation berlebih di ruang ekstraseluler
- Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
- Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
- Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen padaion sodiumdi
tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan
- Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.
Potassium (K+) : - Kation berlebih di ruang intraseluler- Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
- Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.

- Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.
Calcium (Ca++) :- Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam
tulangdan gigi untuk membuatnya keras dan kuat- Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle- Meningkatkan
efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifanprotrombin dan trombin- Sumber : susu
dengan kalsium tinggi, ikan dengan tulang, sayuran, dll.
b.Anion :
Chloride (Cl -) : - Kadar berlebih di ruang ekstrasel
- Membantu proses keseimbangan natrium
- Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
- Sumber : garam dapur
Bicarbonat (HCO3 -) : - Bagian dari bicarbonat buffer sistem
- Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasanagaram
untuk menurunkan PH.
Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) : - Bagian dari fosfat buffer system
- Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
- Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan
tulang
- Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.




























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Pengealan larutan elektrolit dan non elektrolit
LARUTAN adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan
masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas zat
terlarut dan pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam
dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan
mengalirkan arus listrik. Jika dalam larutan terdapat ion, larutan tersebut bersifat elektrolit. Jika
dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit. Larutan elektrolit
adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan non elektrolit adalah larutan yang
tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan
alat uji elektrolit seperti pada Gambar. Jika larutan menghantarkan arus listrik, maka lampu dalam
rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan pada salah satu atau kedua elektroda.

Contoh lain adalah, bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif.
Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion.
Larutan NaCl adalah contoh larutan elektrolit. Perhatikan reaksi berikut.

Bila gula dilarutkan dalam air, molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya
berubah wujud dari padat menjadi larutan. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit.
Perhatikan reaksi berikut:

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non
elektrolit. Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur, larutan cuka makan, larutan asam sulfat,
larutan tawas, air sungai, air laut. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula, larutan urea,
larutan alkohol, larutan glukosa.

III.2 Sifat sifat dari larutan elektrolit dan non elektrolit
1. Elektrolit kuat, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
Menghasilkan banyak ion Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali
Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi sempurna
Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu
menyala
Penghantar listrik yang baik
Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
Contohnya adalah: asam kuat (HCl, H2SO4, H3PO4, HNO3, HF); basa kuat (NaOH,
Ca(OH)2, Mg(OH)2, LiOH), garam NaCl

2. Elektrolit lemah, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
Menghasilkan sedikit ion
Molekul netral dalam larutan banyak
Terionisasi hanya sebagian kecil
Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak
menyala
Penghantar listrik yang buruk
Derajat ionisasi mendekati 0
Contohnya adalah: asam lemah (cuka, asam askorbat, asam semut), basa lemah (Al(OH)3,
NH4OH), garam NH4CN
Sebagai tambahan, larutan non elektrolit memiliki karakteristik sebagai berikut:
Tidak menghasilkan ion
Semua dalam bentuk molekul netral dalam larutannya
Tidak terionisasi Jika dilakukan uji daya hantar listrik: tidak menghasilkan gelembung, dan
lampu tidak menyala
Derajat ionisasi = 0 Contohnya adalah larutan gula, larutan alcohol, bensin, larutan urea.

III.3 Pentingnya larutan elektrolit
Dalam tubuh manusia, elektrolit sangat vital keberadaannya, karena terkait dengan segala
mekanisme tubuh termasuk metabolism yaitu sebagai ion pengaktif enzim, pembentuk hormon,
melancarkan implus pada syaraf, serta mekanik pada sel2 tubuh, seperti aktivitas permeabilitas
membran sel. selain dibutuhkan untuk tubuh, larutan elektrolit juga umum digunakan untuk
elektrokimia sperti pengisi pada ACCU, baterai, ataupun jembatan garam.
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari
fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan
berbagai cairan tubuh.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu
(zatterlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang
disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan,
minuman, dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan
cairandan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam
seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang
lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.Cairan tubuh dibagi
dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dancairan ekstraseluler. Cairan intraseluler
adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan
yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma),
cairaninterstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem
vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,sedangkan cairan traseluler
adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran
cerna.
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit
adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea,
glukosa, oksigen, karbon dioksida danasam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium
(Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat(HCO3-), fosfat
(HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian
dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum
netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatannegatif harus sama dengan jumlah muatan-
muatan positif.

III.4 Contoh larutan yang termasuk kedalam larutan elektrolit dan non elektrolit
1. Berdasarkan jenis larutan
a. Larutan asam (zat yang melepas ion H+ jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah:
Asam klorida/asam lambung : HCl
Asam florida : HF
Asam sulfat/air aki : H2SO4
Asam asetat/cuka : CH3COOH
Asam sianida : HCN
Asam nitrat : HNO3
Asam posfat : H3PO4
Asam askorbat/Vit C
b. Larutan basa (zat yang melepas ion OH- jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah:
Natrium hidroksida/soda kaustik :
NaOH
Calcium hidroksida : Ca(OH)2
Litium hidroksida : LiOH
Kalium hidroksida : KOH
Barium hidroksida : Ba(OH) 2

Magnesium hidroksida : Mg(OH)2
Aluminium hidroksida : Al(OH)3
Besi (II) hidroksida : Fe(OH)2
Besi (III) hidroksida : Fe(OH)3
Amonium hirdoksida : NH4OH
c. Larutan garam (zat yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa), contohnya adalah:
Natrium klorida/garam dapur : NaCl
Ammonium clorida : NH4Cl
Ammonium sulfat : (NH4)2SO4
Calcium diklorida : CaCl2
2. Berdasarkan jenis ikatan:
Senyawa ion (senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion), contohnya adalah: NaCl, CaCl2,
AlCl3, MgF2, LiF (sebagian besar berasal dari garam)
Senyawa kovalen polar (senyawa melalui ikatan kovalen yang bersifat polar/memiliki
perbedaan keelektronegatifan yang besar antar atom), contohnya adalah: HCl, NaOH,
H2SO4, H3PO4, HNO3, Ba(OH)2 (berasal dari asam dan basa)



BAB IV
PENUTUP
IV. 1 Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan makalah ini adalah :
1. Larutan adalah campuran homogen (serbasama) terdiri dari zat terlarut (jumlahnya sedikit) dan
zat pelarut (jumlahnya banyak).
solute (zat terlarut): zat yang berperan sebagai terlarut dalam jumlah sedikit
solvent (zat pelarut): zat yang berperan sebagai pelarut dalam jumlah banyak
2. Berdasarkan daya hantar listrik, ditandai dengan lampu nyala, redup dan tidak menyala dan
didapatkan gelembung gas pada elektroda disebut larutan elektrolit. Sedangkan larutan non
elektrolit akan didapatkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
3. Larutan elektrolit dapat menghantarkanlistrik karena terjadi proses ionisasi sedangkan larutan
non elektrolit tidak terjadi proses ionisasi (proses ionisasi atau reaksi kimia : proses terbentuknya
ion positif dan negatif dari suatu zat yang dilarutkan ke dalam air).
4. Larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Adanya larutan
elektrolit kuat ditandai dengan gelembung gas banyak dan lampu nyala terang. Sedangkan elektrolit
lemah gelembung sedikit dan lampu nyala redup atau bahkan tidak menyala. Kelompok larutan
elektrolit : larutan garam, cuka dapur, asam klorida, air accu, air hujan, air kali dan air sumur.
Kelompok larutan non elektrolit : larutan urea, larutan gula, larutan alkohol.
5. Elektrolit ditinjau dari jenis ikatan, didapatkan senyawa ion, yang berikatan dan
senyawa kovalen polar yang berikatan kovalen polar.








DAFTAR PUSTAKA
(Indonesia) Oxtoby, D.W., Gillis, H.P., Nachtrieb, N.H. (2001) Prinsip-prinsip Kimia Modern.
Edisi ke-4. Jilid 1. Diterjemahkan oleh S.S. Achmadi. Jakarta: Erlangga.
Barbara Kozier, Fundamental Of Nursing Concept, Process and Practice, FifthEdition, Addison Wsley Nursing,
California, 1995Dolores F. Saxton, Comprehensive Review Of Nursing For NCLEK-RN,
SixteenthEdition, Mosby, St. louis, Missouri, 1999.Sylvia Anderson Price, Alih : Peter Anugerah,
Pathofisiologi Konsep KlinisProses-proses Penyakit, Edisi kedua, EGC, Jakarta, 1995
http://jejaringkimia.blogspot.com/2011/01/larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html
http://sahri.ohlog.com/larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.cat3416.html
http://www.scribd.com/doc/7244500/Kebutuhan-Cairan-Dan-Elektrolit
http://elcom.umy.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file.php/1/materi/Kimia/LARUTAN%2
0ELEKTROLIT%20DAN%20NON%20ELEKTROLIT.pdf