Anda di halaman 1dari 2

METODA PELAKSANAAN

REHABILITASI D.I. BABAH ROTE 1.550 Ha, Paket LCB-3


KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


I. U M U M
Metoda pelaksanaan dalam mengerjakan suatu pelaksanaan pekerjaan adalah merupakan suatu keharusan bagi setiap pelaksana yang dipercayakan untuk mengerjakan
suatu proyek, hal ini adalah untuk memudahkan manager dalam menyikapi setiap tantangan yang akan dihadapi dalam masa pelaksanaannya.
Hal hal yang perlu mendapatkan perhatian dan pertimbangan dalam menyusun suatu metoda pelaksanaan ini yang antara lain meliputi :
1. Bahan material yang akan digunakan.
2. Tenaga kerja yang diperlukan, baik tenaga lokal maupun tenaga yang didatangkan/tenaga yang terampil (skill labour).
3. Alat dan peralatan yang tepat yang digunakan, apakah alat manual ataupun peralatan alat berat/alat besar.
4. Faktor cuaca yaitu memanfaatkan hari-hari kerja yang efektif dalam pelaksanaan pekerjaan.

Setelah kami mempelajari isi dokumen lelang ( gambar dan spesifikasi teknis) serta penjelasan dari panitia pada saat aanwijzing dikantor proyek, maupun dari peninjauan kami
kelapangan kerja, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan pertimbangan kami dalam menyusun langkah-langkah metoda pelaksanaan dalam pekerjaan ini.

Dari pertimbangan hal-hal diatas, maka kami susunlah suatu methode pelaksanaan yang tepat untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dengan tahapan-tahapan dan tepat
sasaran, tepatguna, tepat waktu dan tepat mutu.

II. PEKERJAAN PENDUKUNG

1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Pada tahap awal permulaan pekerjaan sangatlah penting untuk memobilisasi tenaga kerja, bahan material dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan saat pelaksanaan
dilapangan, sedangkan untuk demobilisasi apabila pekerjaan telah selesai yang secara berangsur-angsur akan dikembalikan.

2. Pengukuran Untuk MC.0 dan Pemasangan Profil
Dalam tahap ini pengukuran MC.0 sangatlah dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran yang tepat situasi lapangan, elevasi tanah permukaan dan sekaligus pemasangan
patok-patok profil yang akan membantu memudahkan jalannya pekerjaan. Adapun untuk pengukuran ini, kami menggunakan juru ukur yang telah berpengalaman serta para
juru gambar. Alat yang kami gunakan adalah alat optis berupa theodolit dan water pass serta alat bantu lain. Yang dapat di peroleh dari pekerjaan ini meliputi data ukur, gambar
situasi, gambar profil memanjang, dan profil melintang serta gambar kontruksi pelaksanaan.


3. Pembersihan Lapangan/Lokasi
Pembersihan lapangan peril dilakukan pada tahap awal pelaksanaan pekerjaan dimana bertujuan untuk membersihkan lapangan dari segala kemungkinan yang akan
mengganggu pelaksanaan konstruksi atau pelaksanaan kegiatan pekerjaan secara keseluruhan. Hasil pembersihan lapangan ditumpuk atau dibuang ke tempat pembuangan
dimana nantinya tidak akan menggangu kegiatan pelaksanaan. Tempat pembuangan akan kami minta petunjuk dari Direksi.

4. Pembuatan Direksi Keet dan Barak Kerja/Gudang
Pembangunan Direksi keet dan Barak Kerja/Gudang dilaksanakan pada minggu pertama, sehingga material dan tenaga kerja yang akan dipakai dapat ditempatkan dilapangan.
Untuk itu lokasi dan bentuknya dapat ditentukan bersama-sama dengan Pihak Direksi.

5. Pemeliharaan Jalan Masuk
Untuk kelancaran mendatangkan bahan/material maupun alat-alat berat ke lokasi proyek, maka sebelumnya perlu dipersiapkan untuk pembuatan jalan masuk atau
memanfaatkan jalan-jalan masuk yang sudah ada seperti jalan desa atau jalan inspeksi dan seterusnya dipelihara atau akan dilakukan perbaikan rutin terhadap jalan masuk
tersebut agar pergerakan alat-alat berat kedalam dan dari lokasi tidak terhambat. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai dan persiapan demobilisasi, keadaan jalan masuk
yang selama pelaksanaan dipergunakan akan kami tinggalkan dalam keadaan baik/sudah dipebaiki. Untuk pekerjaan ini kami menggunakan tenaga manusia.

6. Dewatering / Pengeringan
Pekerjaan Dewatering/pengeringan kami laksanakan sepanjang pelaksanaan konstruksi atau sesuai dengan kebutuhan lapangan, serta mendapatkan arahan dan persetujuan
direksi/pengawas lapangan. Untuk pengeringan perlu dibuatkan kisdam dengan bahan rangkaian papan kayu yang disusun rapat dalam 2 (dua) lapis dengan lebar 0,5 meter
yang didalamnya diisi karung plastik yang berisi dengan bahan pasir ataupun tanah yang kemudian diletakkan serapat mungkin agar air tidak dapat merembes masuk kedalam
bagian area Konstruksi yang akan dikerjakan, pada sisi bagian dalam papan kisdam dilapisi dengan plastik hitam, sehingga air tidak dapat keluar masuk mengalir kembali, dan
air yang selalu tergenang dan menggenangi areal kerja dibuang dengan menggunakan mesin pompa air kapasitas 3 yang jumlah kebutuhan akan disesuaikan dengan kondisi
kerja saat itu. Pekerjaan pengeringan dilakukan sepanjang air masih mengalir dan menggenangi areal konstruksi dan apabila keseluruhan konstruksi telah selesai maka kisdam
ini akan kami bongkar kembali setelah ada persetujuan direksi.

III. PEKERJAAN SALURAN


1. Pembersihan Lokasi Saluran Pembuang
Pembersihan dilakukan terhadap penebasan semak-semak dan penebangan pohon-pohon, serta bongkaran akar-akar/tunggul kayu atau bahan lain yang mengganggu
nantinya terhadap pelaksanaan konstruksi. Hasil dari pembersihan atau bongkaran dikumpulkan dan dibuang pada tempat yang tidak mengganggu pekerjaan atau berdasarkan
dari arahan direksi/pengawas lapangan. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja dan alat berat.

2. Pekerjaan Galian Tanah Lumpur
Volume galian tanah Lumpur dikerjakan dengan alat berat, hasil galian tanah Lumpur tersebut akan kami gunakan sebagai bahan material untuk timbunan tanggul. Pada
penggalian tanah saluran kami menggunakan alat berat yang awal dari galian untuk saluran ini kami rencanakan dengan cara yang tepat yaitu akan kami mulai dari bahagian
hilir terlebih dahulu, hal ini kami lakukan adalah untuk menghindarkan air yang mengalir di saluran tidak menghambat aliran air kearah hilir, maka lebih tepat awal galian dimulai
dari arah hilir lebih dulu dan secara perlahan maju kearah hulu disebabkan karena dalam pelaksanaannya menggunakan peralatan berat, tentulah kami laksanakan secara hati-
hati dan kami laksanaan sedemikian rupa agar bentuk lereng ataupun tampang saluran tidak akan menjadi longsor disebabkan lalu lintasnya alat berat yang sedang bekerja.
Bentuk tampang, kemiringan lereng dikedua sisi serta elevasi dasar saluran, kami laksanakan sesuai gambar dan petunjuk direksi dan apabila didalam pelaksanan
memungkinkan perubahan bentuk tanjung dan sebagainya disebabkan karena lokasi pekerjaan yang harus disesuaian dengan kondisi lapangan, maka kami akan minta
pengarahan dan persetujuan lebih dahulu kepada pihak Direksi. Bahan hasil galian yang berisikan batang-batang kayu ataupun akar-akar kayu serta bahan lain yang tidak
cocok untuk bahan timbunan karena tidak sesuai dengan spesifikasi akan kami buang ke lokasi pembuangan (disposal area) yang tempatnya akan kami koordinasikan terlebih
dulu dengan Direksi, dan bahan yang cocok untuk timbunan akan kami gunakan sebagai bahan material timbunan.


3. Pekerjaan Galian Tanah Biasa
Sebelum memulai pekerjaan galian tanah, maka terlebih dulu akan kami pasang patok-patok profil yang jaraknya bervariasi sesuai situasi lapangan yang jarak antara patok
berkisar 20 s/d 50 meter. Patok kami pasang dengan menancapkan kedalam tanah dan diberi tanda dengan mencat warna merah.
Volume galian tanah dikerjakan dengan alat berat, hasil galian tanah tersebut akan kami gunakan sebagai bahan material untuk timbunan tanggul. Pada penggalian tanah
saluran kami menggunakan alat berat yang awal dari galian untuk saluran ini kami rencanakan dengan cara yang tepat yaitu akan kami mulai dari bahagian hilir terlebih dahulu,
hal ini kami lakukan adalah untuk menghindarkan air yang mengalir di saluran tidak menghambat aliran air kearah hilir, maka l ebih tepat awal galian dimulai dari arah hilir lebih
dulu dan secara perlahan maju kearah hulu disebabkan karena dalam pelaksanaannya menggunakan peralatan berat, tentulah kami l aksanakan secara hati-hati dan kami
laksanaan sedemikian rupa agar bentuk lereng ataupun tampang saluran tidak akan menjadi longsor disebabkan lalu lintasnya alat berat yang sedang bekerja.
Bentuk tampang, kemiringan lereng dikedua sisi serta elesasi dasar saluran, kami laksanakan sesuai gambar dan petunjuk direksi dan apabila didalam pelaksanan
memungkinkan perubahan bentuk tanjung dan sebagainya disebabkan karena lokasi pekerjaan yang harus disesuaian dengan kondisi lapangan, maka kami akan minta
pengarahan dan persetujuan lebih dahulu kepada pihak Direksi. Bahan hasil galian yang berisikan batang-batang kayu ataupun akar-akar kayu serta bahan lain yang tidak
cocok untuk bahan timbunan karena tidak sesuai dengan spesifikasi akan kami buang ke lokasi pembuangan (disposal area) yang tempatnya akan kami koordinasikan terlebih
dulu dengan Direksi, dan bahan yang cocok untuk timbunan akan kami gunakan sebagai bahan material timbunan.

4. Pekerjaan Pasangan Bronjong Kotak
Pada pekerjaan ini meliputi penganyaman serta pengisian bronjong dengan batu kali. Bahan bronjong yang kami gunakan adalah dari kawat baja yang digalvanis berdiameter 3
mm dan 4 mm sesuai gambar dan menurut standar yang dipersyaratan atau yang telah disetujui oleh Direksi. Anyaman bronjong kami lakukan dengan tenaga manusia yang
dianyam dengan bentuk kotak. Sedangkan anyaman yang dibuat adalah bentuk hexagonal atau segi enam dengan oanjang sisi 7,5 cm dan jarak antara dua sisi yang
berhadapan adalah 13 cm, anyaman kawat dipilin 3 kali yang di ikat erat dengan rangka bronjong pada pinggir bronjong. Panjang bronjong yang kami laksanakan tidak melebihi
1 meter dan pada setiap jarak 1 m ada ikat tengah dari 2 arah. Pengadaan Bronjong ini akan kami laksanakan sebelum dilakukan pemasangan. Dalam pemasangannya,
bronjong akan kami letakkan secara perlahan di tempat yang sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi, yang kemudian bronjong yang kami isi dengan batu kali yang keras
dan tahan lama dengan ukuran beragam antara 20 s/d 30 cm bentuk batu kami pilih yang bundar, tidak pipih karena akan dapat menonjol dari lobang anyaman dan akan juga
mempercepat kawat menjadi putus karena bahan yang pipih tersebut. Pengisian batu bundar tadi dengan tenaga kerja manual yang kami isi secara cermat dan perlahan agar
padat dan tidak mudah goyang antara kedudukan batu-batu tersebut. Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya pada jajaran bronjong yang berdampingan diisi sebahagian
dulu, untuk menjaga agar sisi sampingnya tidak menonjol dan saat pengisian batu kedalam keranjang dan bronjong harus kami jaga agar tidak berubah bentuknya.


5. Pekerjaan Beton Cor 1 : 2 : 3 dan Bekisting
Pelaksanaan pekerjaan beton ini adalah dengan menggunakan tenaga manusia. Campuran beton yang digunakan adalah 1 semen 2 pasi r 3 kerikil yang berarti menggunakan
bahan semen Portland tiap-tiap M adalah 8,5 zak semen 0,54 M pasir dan 0,82 M kerikil, ketiga jenis bahan tersebut diaduk dengan sejumlah air yang diaduk didalam mesin
pengaduk (molen beton) dalam 15 s/d 20 kali putaran permenit sehingga campuran betul-betul rata, Adonan yang telah selesai tersebut dituangkan kedalam area tempat
cetakan yang bekistingnya telah dipersiapkan terlebih dahulu. Setelah selesai dicor bahan beton tersebut akan kami jaga tetap basah dengan melapisi goni yang telah
dibasahkan diletakkan diatas beton agar mutu yang dipersyaratkan dapat kami penuhi.
Sebagai bahan cetakan, bekisting dikerjakan dengan bentuk dan ukuran tampang kami buat sesuai gambar rencana dan arahan direksi. Bahan cetakan kami buat dari kayu
klas III atau kayu senbarang yang sering digunakan sebagai bahan cetakan beton atau pun dengan menggunakan kayu lapis. Papan cetakan kami buat rata dan rapat agar
tidak ada celah / luang dan pada bahagian dalam cetakan dilapisi dengan plastik agar air semen tidak keluar. Cetakan kami ikat / sambung pada tempat yang aman sehingga
kedudukan cetakan betul kokoh dan tidak mudah goyang pada saat pelaksanaan pengecoran beton.

6. Pekerjaan Wiremesh
Pada pekerjaan ini tulangan untuk beton adalah wiremesh yang dipasang/distel terlebih dahulu sebelum pembentukan mal/bekesting dan pengecoran. Untuk pengadaan
sampai sebelum pemasangan, kami akan menunjukkan wiremesh ini kepada Direksi lapangan untuk dapat diperiksa. Satuan pekerjaan ini adalah meter luas. Pemasangan
wiremesh dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia. Setelah Wiremesh terpasang sebelum pengecoran pun kami akan meminta Direksi untuk memeriksanya kembali
sampai pekerjaan ini diterima baru kami akan melakukan pengecoran.

7. Pekerjaan Pasangan Batu Kali 1 : 4
Pekerjaan pasangan batu kali yang kami laksanakan menggunakan tenaga kerja serta peralatan manual yang biasa digunakan. Campuran yang di syaratkan adalah 1 : 4 yang
berarti tiap M pasangan batu membutuhkan jumlah semen 4,071 zak dan 0,522 M pasir pasang. Kedua bahan tersebut diaduk dan diberi campuran air secukupnya dan
diletakkan antara sisi-sisi batu kali yang satu dan yang lainnya yang merupakan sebagai perekat batu sehingga batu-batu tersebut terikat monolit satu dan lainnya menjadi
kokoh yang bentuk dan tampangnya sesuai dengan gambar rencana. Batu kali yang digunakan akan kami bersihkan terlebih dahulu dengan menyiram air agar betul-betul
bersih dari segala kotoran Lumpur, dengan diameter batu yang digunakan berkisar antara diameter 25 s/d 40 cm.

8. Pekerjaan Plesteran 1 : 2 t = 15 mm
Pekerjaan plesteran dilaksanakan pada saluran dan bangunan, setelah pekerjaan pasangan batu kali selesai, dengan ketebalan 15 mm. Pengadukan di lakukan dengan
manual. Permukaan objek yang akan diplester dibersihkan dari kotoran yang menempel, adukan plesteran dilabur pada permukaan objek dengan menggunakan raskam sambil
digosok-gosok dan sedikit ditekan. Material yang dipakai berupa semen type I, pasir pasang dan air yang memenuhi spesifikasi teknis.



Meulaboh, 14 Mei 2007
PT. RPR. KONTRAKTOR




H. RAZALI. PR
Direktur Utama