Anda di halaman 1dari 7

1

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang




A. TUJUAN

1. Untuk mengetahui letak bayangan pada prisma
2. Untuk mengetahui sudut disperse
3. Untuk mengetahui jalannya sinar pada prisma


































2

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang
B. DASAR TEORI

Prisma adalah benda bening yang terbuat dari gelas yang dibatasi oleh dua bidang
permukaan yang membentuk sudut tertentu.
Ada 2 macam prisma yang sering digunakan yaiu:
Prisma siku-siku sama kaki yang bersudut 900 dan 450
Prisma sama sisi yang bersudut 600
Jalannya sinar pembiasan pada prisma :
(sudut deviasi) adalah sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan sinar
bias yang meninggalkan prisma.besar sudut deviasi () dapat dihitung dari persamaan:


Keterangan:
= sudut deviasi
i1 = sudut sinar datang
r2 = sudut sinar bias yang keluar dari prisma
= sudut pembiasan prisma

Seperti balok kaca, prisma juga merupakan benda bening yang terbuat dari kaca.
Bentuknya bermacam-macam, diantaranya seperti terlihat pada Gambar 13 di bawah.
Kegunaannya antara lain untuk mengarahkan berkas sinar, mengubah dan membalik letak
bayangan serta menguraikan cahaya putih menjadi warna spektrum (warna pelangi).

Gambar 13. Beberapa bentuk prisma.

Pada Gambar 13, prisma digambar dalam bentuk dua dimensi. Anggaplah medium
sekeliling prisma adalah udara. Berkas cahaya yang memasuki prisma dengan sudut
datang tertentu akan dibiaskan dua kali. Pertama saat memasuki prisma dari udara,
kedua saat keluar dari dalam prisma.
Pada pembiasan pertama berkas sinar datang dibiaskan mendekati normal, sedangkan
pada pembiasan kedua berkas sinar dibiaskan menjauhi normal. Seperti telah diketahui,
ini terjadi karena indeks bias prisma lebih besar dari indeks bias udara atau n
2
> n
1
.

3

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang

Gambar 14. Pembiasan pada prisma dalam gambar dua dimensi.

Selanjutnya bila memperhatikan segi tiga ABC pada gambar 14 tampak bahwa:


dan sudut puncak atau sudut pembias prisma


Kita dapatkan persamaan sudut puncak prisma,

Pesamaan sudut pembias prisma dengan

b = sudut puncak atau sudut pembias prisma
r
1
= sudut bias saat berkas sinar memasuki bidang batas pertama
i
2
= sudut datang saat berkas sinar memasuki bidang batas kedua (berkas sinar di dalam
prisma)

Perhatikan segi tiga EBC pada gambar 14 di atas!



4

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang

C. ALAT DAN BAHAN
















Kaca prisma
Jarum pentul
Kertas kuarto
Busur
Styrofoam

5

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang

D. LANGKAH KERJA

1. Meletakkan lensa prisma di kertas kuarto dan membuat blok prrisma
2. Letakan kertas yangsudah di blok di atas styrofoam
3. Menancapkan 2 jarum pentul di depan lensa prisma dengan tempat sembarang
4. Menancapkan lagi 2 jarum pentul di sisi yang lain sehingga keempat jarum pentul tersebut
membentuk satu garis lurus
5. Melepaskan lensa prisma dan jarum pentul
6. Membuat garis dari 2 jarum pentul di sisi yang sama dan membuat garis normal
7. Mengukur sudut datangnya ( i ) dan sudut bias ( r ) serta sudut bias yang keluar dari lensa
(r)
8. Mengukur sudut dispersinya (d )
9. Mencatat hasil pengamatan.









6

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang




































7

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PADA PRISMA SMA 2 Semarang











E. TABEL PENGAMATAN


F. PEMBAHASAN

G. KESIMPULAN
Dari percobaan disperse cahaya yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kita dapat
mengetahui letak bayangan, jalannyan sinar, dan sudut disperse pada prisma. Untuk
menghitung sudut disperse pada kaca prisma dengan menjumlah sudut datang ( i ) dan sudut
bias ( r ) dikurangi sudut pembias prisma ( ).

Anda mungkin juga menyukai