Anda di halaman 1dari 1

Pena Al-Hikam

WR I T I NG F OR E T E R NI T Y
RAHMAT MENUNTUT
TANGGUNG JAWAB
MESSAGE
TIM REDAKSI: Pelindung: Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang Pembina: Drs. KH. Mohammad Naf. Pimpinan Redaksi: Yekti Sulistiyo. Sekretaris: Riza Dwi Ahmadi. Reporter: Angga Nofrian Putra,
Jalaluddin D, M. Rizki Asyhari, M. Rijal Muttaqin, Abdullah Nasich Ulwan, Muhammad Atabik R, Sabiq Al Aulia Zulfa, Saefudin LB, Zaenuri, Farid Fajar, Irfandi Achmad, Faqih Zamzani, Misbahul Ulum, Nanang
Wahyudi, Anis Jamil Mahdi, Ahmad Royadi. Penata Layout: Abdullah Eizzy Irsyada, Fahmi Indrajaya. Editor Bahasa: Halim Ahmad Faizin, Mohammad Haris Suhud. ALAMAT REDAKSI: Jl. Cengger Ayam No. 25
Lowokwaru Malang Jawa Timur 65141. email: penaalhikam@gmail.com Penerbit: Al-Hikam Press
Luangkan Waktu Membaca
GREAT IDEA
No : 011/11/2012
MENTALITAS KELUARGA YANG PATUT DITELADANI
OPINI SANTRI
HEADLINE NEWS
AL-HIKAM INSIDE
AL-HIKAM OUTSIDE
Amtsilati, Metoda Cepat Baca Kitab Kuning
Rahmat itu apa? Bahkan
yang namanya Rahmat, kadang
tak tahu artinya. Rahmat itu
adalah pemberian Allah yang
mengakibatkan kenikmatan ses-
ungguhnya. Karena tidak semua
pemberian Allah berakhir den-
gan kenikmatan. Banyak orang
diberi kaya, hancur dengan
kekayaannya. Nah, dia diberi
kaya, tapi pemberian itu tidak
menjadi rahmat baginya. Orang
diberi pinter, lalu jadi sarjana
hukum, terus jadi orang huku-
man, berarti dia diberi ilmu tapi
tidak diberi rahmatnya ilmu.
Kita diberi pangkat, tapi karena
dulu carinya ngawur, maka be-
rakhir dengan kepedihan.
Ada lagi orang bekerja di
pasar mendapat uang sedikit,
kenyang dengan sedikit itu. Ha-
lal. Kita diberi anak, anak akh-
irnya berbakti pada orangtua.
Anak kita menjadi soleh dengan
ilmunya.
Pemberian itu dalam ba-
hasa Arab namanya minnah.
Kalau minnah bisa menjadi ke-
nikmatan fddunya wal akhiroh,
maka itu berubah menjadi rah-
mat. Minnah itu apa yang sudah
menempel pada kita ini lah, ini
menjadi manfaat dan barokah
atau tidak. Makanya, setiap
rahmat pasti mengandung
tanggung jawab. Ini bedanya
minnah dan rahmat. Rahmat
selalu menuntut tanggung
jawab.
Tanggung jawabnya itu
cuma ada dua. Dari mana da-
pat, dan mau dikemanakan.
Kita dapat ilmu agama, tekok
endi? Lho penting tekok
endi iki! Dari Abu Bakar
Syidik atau dari Abu Bakar
Baasyir? Itu ndak sama! Lho
kowe kok iso oleh rejeki, se-
dino iki seket ewu, iki tekok
endi? Nah, itu contoh tang-
gung jawab yang pertama.
Kedua, dipakai untuk apa?
Kalau pertama sudah salah,
kedua pasti salah. Tapi, ka-
lau pertama bener, kedua ini
pun belum tentu benar. Con-
toh tukang becak. Duwek,
oleh mbecak kringetan, iku
lho dinggo tombok. Berarti
masuknya benar, tapi kelu-
arnya salah.
Semua rahmat menuntut
tanggung jawab, dari mana
dan untuk apa. Tapi kalau
tanggung jawabnya tidak
jelas, maka akan dicabut lah
rahmat tersebut. (tyo)
beribadah qurban harus disertai niat
berqurban lillahi taala.
Hari Raya Qurban merupakan
Hari Raya yang berdimensi sosial
kemasyarakatan mendalam. Hal itu
terlihat ketika pelaksanaan pemoton-
gan hewan yang akan dikorbankan.
Para mustahik yang akan menerima
daging-daging kurban itu berkumpul.
Mereka satu sama lainya meluapkan
rasa gembira dan sukacita yang dalam.
Si kaya dan si miskin saling berpadu,
berinteraksi. Luapan kegembiraan di
hari itu, terutama bagi orang miskin
dan fakir, lebih-lebih dalam situasi su-
lit saat ini. Sangat tinggi nilainya, ke-
tika mereka menerima daging hewan
kurban tersebut.
Penyembelihan hewan qurban
yang dilaksanakan pada lingkungan
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam me-
nyembelih sejumlah limabelas hewan
qurban, diantaranya empat belas ekor
kambing dan satu ekor sapi. Demikian
tutur Dzaki Ulul Albab sebagai ketua
pelaksana Penyembelihan Hewan qur-
ban di Masjid Al-Ghozali, Cengger
Ayam.
Pembagian daging hewan qurban diberi-
kan kepada keluarga Al-hikam sendiri seperti
Pengurus Alqec, Smesco, Apotik, KBIH, dan
keluarga Asatidz dan warga sekitar Pesantren
Mahasiswa Al-hikam. Pembagian hewan qur-
ban sendiri pada tahun ini berjalan dengan lan-
car dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya,
imbuh Dzaki. (dja)
Tahu dan bisa karena membaca. Itulah
salah satu slogan dari mobil pintar perpusta-
kaan keliling milik Kota Wisata Batu. Seba-
gaimana kita ketahui bahwa budaya membaca
dalam masyarakat kita sangat minim. Sebe-
narnya kebutuhan kita akan membaca itu
sangat besar. Banyak informasi ada pada ba-
caan. Dengan membaca kita akan mengetahui
semua kejadian apapun dan dimanapun. Kita
dapat mengikuti perkembangan dunia.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda
bahwa rata-rata umur umatnya adalah sekitar
60 tahun. Waktu yang diberikan Alloh kepada
manusia adalah sama, yaitu dalam sehari ada
24 jam. Namun cara menggunakan waktu itu-
lah yang membuat setiap orang berbeda.
Kata Imam Al-Ghazaly kalau orang um-
urnya rata-rata adalah 60 tahun, dan menga-
lokasikan waktu selama 8 jam sehari untuk
tidur, maka dalam 60 tahun tersebut ia telah
tidur selama 20 tahun. Berarti selama 20 ta-
hun tersebut waktunya terbuang dengan sia-
sia tanpa menghasilkan sesuatu. Astaghfirul-
loh ..
Jika setiap hari kita bisa mengalokasikan
waktu untuk tidur, mengapa kita tidak bisa
meluangkan waktu untuk membaca? Sean-
dainya kita selalu berfikir bagaimana bisa
makan untuk besok kalau tidak mencari uang
hari ini? Maka kita pun harus menyadari bah-
wa bagaimana kita bisa hidup untuk besok
kalau tidak membaca hari ini? Mari luang-
kan waktu untuk membaca. (zal).
Idul adha mengingatkan peristiwa fenome-
nal beribu tahun silam. Dalam sejarah itu, makna
flosof itu begitu besar tersimpan. Namun reali-
tasnya belum terlalu memahami makna di dalam
kejadian tersebut. Jika anda memahami lebih da-
lam akan makna dalam peristiwa tersebut, maka
persatuan, pengorbanan dan kepatuhan.
Kepatuhan menjadi suatu prinsip yang harus
selalu ditanamkan. Ibrahim membicarakan per-
intah Tuhannya dalam mimpi kepada putra ke-
sayangannya, Ismail. Menyembelih Puteranya!
Ismail langsung menerima perintah itu dengan
tegar dan sabar.
Sebenarnya Sang Ibrahim merasa sangat
berat untuk menjalankan perintah ini. Namun
tidak ada hikmah kecuali perintah itu dari Al-
lah. Perintah itu dijalankan sebagai bentuk sikap
patuh suatu keluarga. Sang ayah yang berani me-
nyampaikan dan melakukan perintah Tuhan, dan
sang anak yang menerima hal itu dengan tegar.
Mengorbankan perasaan dan materi (anak) seba-
gai wujud bahwa perintah Tuhan harus ditaati.
Singkat cerita, Ismail yang awalnya ditutupi kain
ternyata digantikan Kambing oleh Allah. Maka
terujilah mentalitas Ibrahim dan Ismail, bahwa
tiada pengorbanan tanpa didasari kepatuhan.
Kisah inspiratif terkait ketaatan total den-
gan pengorbanan penuh tersebut tidak mudah
untuk ditiru. Namun dapat diawali dengan men-
inggalkan kegiatan kurang produktif kepada hal
produktif yang positif. Misalnya perubahan dari
game ke membaca buku, dari facebook ke ho-
lybook, dari poker dan twitter ke jamaah witier,
dan dari jajan ke shadaqah. Pengorbanan menin-
ggalkan kebiasan lama yang berkualitas rendah
menuju kemajuan produktif.
Maka dari itu, sudah sebaiknya dan sehar-
usnya kegiatan idul qurban tidak hanya menjadi
rutinitas tahunan semata, namun bisa mengaktu-
lisasikan bagaimana seharusnya umat islam me-
matuhi aturan Syariat dengan totalitas perjuan-
gan. (zul)
Jepara Tim reporter Pena Al-Hikam,
melakukan kunjungan ke Pesantren Darul
Falah Amtsilati di Bangsri, Jepara pada Sabtu
(27/10). Selain bersilaturahim pada Kiai dan
Asatidz disana, tim yang diwakili Sabiq Al Au-
lia Zulfa juga berbincang-bincang mengenai
perkembangan pesantren baik dari segi prog-
am pendidikan, pembangunan dan mekanisme
pembelajaran.
Amtsilati merupakan metode cepat mem-
baca kitab kuning dengan jarak waktu 3-6 bu-
lan. Kitab yang dikarang oleh pengasuh Pesant-
ren DAFA (singkatan populer Darul falah),
KH. Taufqul Hakim itu menjadi kitab utama
yang diajarkan di pesantren ini. Ini juga menuai
respon positif dari masyarakat luas. Dari tahun
didirikan 2002 - menurut Ustadz Rosidi, DAFA
mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Mengenai progam pendidikannya, DAFA
membagi dua kategori yaitu progam sekolah
mulai MI Tahfdz, SMP Terpadu Amtsilati, dan
MA Amtsilati. Kedua, progam pesantren dari
Amtsilati (Praktek), Markaz Lughah (Arab-
Inggris), sampai Pasca Amtsilati (Thaharah-
Tafsir).
Dari segi pembangunan, DAFA sampai saat
ini terus membangun untuk perluasan pesantren
putra dan putri. Perlu diketahui, setiap tahunnya
santri DAFA terus bertambah dan persoalan ini
harus diiringi dengan penambahan fasilitas agar
santri dapat nyaman dan fokus dalam belajar.
Demikian dijelaskan Ustadz Rosidi, salah satu
ustadz Progam Pasca Amtsilati. (zul)
LANCAR, PEMBAGIAN DAGING QURBAN
Oleh:
KH. Ahmad Hasyim Muzadi
Al-Hikam - Kelom-
pok Bimbingan Ibadah Haji
(KBIH) Pesantren Mahasiswa
Al Hikam Malang mengada-
kan Istighotsah Arafah, di
masjid Al Ghozali Pesantren
Mahasiswa Al Hikam Malang,
pada Kamis 25 Oktober 2012
yang bertepatan dengan tang-
gal 9 Dzulhijjah 1433 H. Ac-
ara ini dihadiri oleh keluarga
jamaah haji. Mereka mem-
baca rangkaian istighotsah dan
doa. Agar keluarga mereka
dapat mejadi haji yang mabrur
dan dapat pulang ketanah air
dengan selamat.
Kita ingin menyambung
istajabuddua disini dengan
istajabuddua di Arafah, tu-
tur Drs. H. M. Naf selaku
kepala Pesantren Mahasiswa
Al Hikam Malang. Beliau juga
menuturkan bahwa ujung dari
ibadah haji adalah berdoa.
Ijabahnya doa tidak disemba-
rang tempat dan waktu. Salah
satu tempat mustajabah adalah
padang Arafah .
Acara ini dimulai setelah
sholat ashyar sekitar pukul
16:00 WIB, dibuka tawasul
dipimpin Ustadz Abdul Hadi
LC. Kemudian istighotsah
bersama yang dipimpin oleh
ustadz Nur Kholis, dan di-
tutup dengan doa yang di
pimpin oleh Hj. Mutammimah
(istri KH Hasyim Muzadi),
langsung dari Arafah melalui
handphone yang disambung
ke pengeras suara.
Doa yang kurang lebih se-
lama 20 menit tersebut diamini
oleh keluarga para jamaah
haji dengan khusyu, bahkan
terlihat beberapa jamaah yang
meneteskan airmatanya.(fqh)
I STI GHOTSAH ARAFAH
Para panitia Idul Qurban sedang menguliti kambing yang telah disembelih, didampingi oleh
Ustadz Hilman Wajdi
Al-Hikam - Qurban dalam bahasa Arab
artinya dekat. Ibadah qurban artinya menyem-
belih hewan sebagai ibadah untuk mendekatkan
diri kepada Allah SWT. Ibadah qurban disebut
juga udzhiyah artinya hewan yang disembe-
lih sebagai qurban. Ibadah qurban disinggung
oleh al-Quran dalam surah al-Kauthar Maka
dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan menyem-
belihlah (hewan qurban).
Qurban disunnahkan bagi yang mampu.
Ukuran kemampuan tidak berdasarkan nisab,
namun kepada kebutuhan per individu. Apabila
seseorang setelah memenuhi kebutuhan sehari-
harinya masih memiliki dana lebih dan mencuk-
upi untuk membeli hewan qurban. Khususnya di
hari raya Idul adha dan tiga hari tasyriq. Dalam
Para keluarga jamaah haji yaang sedang membaca
rangkaian istighotsah dan doa.