Anda di halaman 1dari 11

pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer?

Try out the HTML to PDF API


Home alam Pengertian Batuan Beku Jenis Batuan Beku Strukur Batuan Beku Tekstur Batuan Beku
Pengertian Batuan Beku Jenis Batuan Beku Strukur
Batuan Beku Tekstur Batuan Beku
ADMIN JANUARY 26, 2012 13
Pengertian batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma
yang mendingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di
bawah permukaan sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan
bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku dalam bahasa latin dinamakan igneus
(dibaca ignis) yang artinya api.
Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang
telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Magma yang membeku
di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto
Search here..
RidwanAZ.com Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Tips Cinta
Home Islami Kesehatan Otomotif teknologi pengetahuan umum
CONTACT US DISCLAIMER SITE MAP IKLAN BLOGGER ABOUT ME
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto
diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga disebut sebagai batuan
beku plutonik atau batuan beku intrusif.
Sedangkan batuan belu ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke
permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi
sebagai batuan.
Recent Posts
Cara menjadikan tombol volume menjadi tombol
kamera smartphone android
Masak Sehat Dengan Wajan Anti Lengket
Aplikasi Zalora Mobile App Kemudahan belanja
fashion dari Smartphone
Daftar Aplikasi Navigasi Smartphone yang
Mempermudah Hidup Anda
Cara Membuat Blog di Blogspot Panduan Bikin Blog
Lengkap Mudah Gratis
pantau update blog lewat emailmu
Enter your email address:
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel
ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan dapat terjadi karena salah satu dari proses-proses
berikut ini ; penurunan tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe
batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di bawah
permukaan kerak bumi.
Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen tahun 1960, Bapak F.F Groun
Tahun 1947, Bapak Takeda Tahun 1970, Magma didefinisikan atau diartikan sebagai cairan silikat kental
pijar yang terbentuk secara alami, memiliki temperatur yang sangat tinggi yaitu antara 1.500 sampai
Subscribe
Delivered by FeedBurner
RidwanAZ.com
6,396 people like RidwanAZ.com.
Facebook social plugin
Like
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
dengan 2.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang dapat bergerak dan terletak di kerak bumi bagian
bawah. Dalam magma terdapat bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara
lain air, co2, chlorine, fluorine, iro, sulphur dan bahan lainnya) yang magma dapat bergerak, dan non-volatile
/ non gas yang merupakan pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku.
Dalam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu, sehingga mineral-mineral pun akan
terbentuk. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran
TEKSTUR BATUAN BEKU
Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama, yaitu kritalinitas, Granularitas dan
Bentuk Kristal. Mari kita bahas ketiga hal penting tersebut satu persatu.
1. Kristalinitas
Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya batuan
tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk
kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan
magma. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. Sedangkan jika
pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus, akan tetapi jika pendinginannya
berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk amorf. Dalam pembentukannnya dikenal tiga
kelas derajat kristalisasi, yaitu:
Holokristalin, Holokristalin adalah batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal. Tekstur
holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat
permukaan.
Hipokristalin, Hipokristalin adalah apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi
terdiri dari massa kristal.
Holohialin, Holohialin adalah batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas. Tekstur holohialin
banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh
batuan.
2, Granularitas
Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. Pada umumnya dikenal dua
kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
a. Fanerik atau fanerokristalin, Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara
megaskopis dengan mata telanjang. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
Halus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 5 mm.
Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 30 mm.
Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.
b. Afanitik, Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang sehingga
diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau
keduanya. Dalam analisis mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu :
Mikrokristalin, Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan
ukuran butiran sekitar 0,1 0,01 mm.
Kriptokristalin, jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun dengan
bantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 0,002 mm.
Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.

3. Bentuk Kristal
Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan secara keseluruhan.
Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
- Euhedral, jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
Subhedral, jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
- Anhedral, jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
Equidimensional, jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
Tabular, jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain.
Prismitik, jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.
- Irregular, jika bentuk kristal tidak teratur.
Hubungan Antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara kristal atau mineral yang
satu dengan yang lain dalam suatu batuan. hubungan antar kritak dapat dibagi menjadi beberapa jenis
antara lain sebagai berikut :
Equigranular, yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar.
Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjadi tiga, yaitu:
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
Panidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang
euhedral.
Hipidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang
subhedral.
Allotriomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang
anhedral.
Inequigranular, yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. Mineral
yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau
gelas.
STRUKTUR BATUAN BEKU
Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja, misalnya:
Pillow lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut, membentuk struktur
seperti bantal.
Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak
lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan (hand speciment
sample), yaitu:
Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-
lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku.
Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu
pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur.
Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar dan
menunjukkan arah yang tidak teratur.
Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral sekunder, biasanya
mineral silikat atau karbonat.
Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam
batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan struktur-struktur yang ada pada batuan
beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan pembekuan magma, misalnya: columnar joint
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
(kekar tiang), dan sheeting joint (kekar berlembar).
KOMPOSISI MINERAL BATUAN BEKU
Cara menentukan kandungan mineral pada batuan beku, dapat dilakukan dengan menggunakan indeks
warna dari batuan kristal. Berdasarkan warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu mineral Felsik dan Mineral Mafik.
Mineral felsik, merupakan mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, feldspar,
feldspatoid dan muskovit.
Mineral mafik, merupakan mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.
Berdasarkan cara terjadinya, kadungan SiO2 dan indeks warna batuan beku dapat diklasifikan. Sehingga
dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama.
Menurut Rosenbusch (1877-1976) Klasifikasi batuan beku berdasarkan cara terjadinya dapat dibagi menjadi
sebagai berikut :
Effusive rock, merupakan batuan beku yang terbentuk di permukaan.
Dike rock, merupakan batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
Deep seated rock, merupakan batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962), jenis
batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), antara lain :
- Batuan beku asam, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalah riolit.
Batuan beku intermediate, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 antara 52% 66%. Contohnya
adalah dasit.
Batuan beku basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 antara 45% 52%. Contohnya adalah
andesit.
Batuan beku ultra basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya
adalah basalt.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :
Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% 60% mineral mafik.
Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
TAGS Artikel Batuan, batuan beku, ekstrusif , ilmu pengetahuan alam, instrusi, instrusif , pengertian ekstrusif , pengertian
instrusif , plutonik
POSTED IN alam
View all posts by admin
Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948) antara lain sebagai
berikut :
Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian batuan beku, semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang
membutuhkan artikel mengenai batuan beku.
referensi : wikipedia
About the author: admin
Related
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

13 Comments
Achmat October 20, 2013 at 7:28 pm -
ijin copy admin
terima kasih
Rytha Chacia May 8, 2013 at 10:30 pm -
Thnx to infonya.
oehhh gillaaa ku buka websita krn aq nyari jenis-2 batuan bekutpi ku bingun y mana
Contoh Peristiwa
Pembiasan dan
Pemantulan Sempurna
pada Cahaya
Pengertian Erosi dan
Cara Menyuburkan
Tanah
Lapisan Tanah, Macam
Tanah dan Kesuburan
Tanah
Pengertian Sumber
Cahaya, Sifat-sifatnya
Dan Hukum Snellius
Baca juga artikel di bawah ini
Pengertian Batuan
Metamorf - Jenis
Batuan Metamort
dan Contohnya
Lapisan Tanah,
Macam Tanah dan
Kesuburan Tanah
Mengenal tulang
manusia dan
keadaan patah
tulang
Penyebab, Cara
Pengobatan dan
Pencegahan
Penyakit
Kelumpuhan
Struktur Bumi -
Memahami
Struktur Bumi
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
Name (required)
Email (required)
Website
Comment
Post Comment
Notify me of follow-up comments by email.
Notify me of new posts by email.
batuan beku iyeahh
mutiara hutasoit Apri l 22, 2013 at 5:39 pm -
ini sangat membantu saya
thank you
gabriel Apri l 2, 2013 at 6:01 pm -
thanx
Older Comments
Leave A Response
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API
Pages
contact us
Disclaimer
iklan
site map
Recent Comments
sony on Mengenal Mobil Suzuki APV Review
Specifikasi
rhiya on Pengertian Vitamin Jenis Jenis Vitamin
Sumber sumber Vitamin
sri maryati on Cara Membuat Blog di Blogspot
Panduan Bikin Blog Lengkap Mudah Gratis
Blogroll
info handphone
Copyright 2008 - 2012 RidwanAZ.com. All rights reserved. Powered by WordPress Back to Top