Anda di halaman 1dari 61

CALCULUS DAN FAKTOR

PREDISPOSISI

Bagus Kurniawan Choirul Umam
Andry Elvandari
Bayi didalam uterus steril
Beberapa jam stlh lahir terjadi kolonisasi
bakteri bakteri aerob dan fakultatif
Pada hari ke 2 mulai ditemukan bakteri
anaerob
Pada usia 2 th keatas jumlah mikroflora
lebih banyak dan kompleks 10
14
dengan 400
macam bakteri
Supra gingiva, permukaan keras ( gigi, implant ,
restorasi dan protesa )
Poket periodontal / periimplant
Bukal epitel, palatal`dan epitel dasar mulut
Dorsum lidah
Tonsil
Plak gigi Deposit lunak yang membentuk lapisan
biofilm yang menempel pada gigi dan permukaan
keras dalam kavitas oral seperti gigi tiruan dan
tumpatan
Komposisi plak sebagian besar mikroorganisme
Plak berbeda dgn deposit lain yg ditemukan pada
permukaan gigi seperti MATERIA ALBA dan KALKULUS

Plak supragingiva diatas gingival margin
Plak subgingiva dibawah gingiva margin
Mikroorganisme
500 spesies bakteri
Mycoplasma, yeasts, protozoa, virus
Intercelluler matrix
Termasuk didalamnya sel epitel, makrofag, leukosit host
Zat organik : polisakarida, protein, glycoprotein, lipid
Zat inorganik : Ca, P, sedikit Na, K, F

1 jam setelah gigi dibersihkan
Pergerakan jaringan lunak dan jenis makanan
pada gigi berpengaruh pada mekanisme
pembersihan plak
Plak banyak menumpuk pada 1/3 cervical
gigi
Retakan atau karies pada gigi, pit, fissure,
crowded, restorasi yang under-over hanging
merupakan tempat tertimbunnya plak.

PLAK GIGI
MEKANISME PEMBENTUKAN
PLAK GIGI ADA 3 FASE





Fase Pembentukan Pelikel
Pada Permukaan Gigi

Fase Awal Kolonisasi Bakteri
Kolonisasi Sekunder
Fase Pematangan Plak
PLAK GIGI
PEMBENTUKAN PELIKEL







Pelikel Berasal Dari Komponen Saliva (Glikoprotein)
dan Cairan Krevikular, seperti halnya bakteri dan
produk sel jaringan host dan debris
SELURUH PERMUKAAN
(ORAL CAVITY, GIGI, RESTORASI FIXED & REMOVABLE

PELIKEL GLIKOPROTEIN
PLAK GIGI
KOLONISASI AWAL, KOLONISASI SEKUNDER DAN
PEMATANGAN PLAK

Gram Facultative
Actinomyces viscosus , Strep. Sanguis

KOLONISASI SEKUNDER + PEMATANGAN PLAK

Prevotella intermedia, Prevotella loeschei,
Capcynophaga spp,
Fusobacterium nucleatum, P. gingivalis
+
KOLONISASI AWAL
Melekat pada permukaan gigi, restorasi, karang gigi
Pembersihan mekanis secara langsung
Jumlah sedikit, sulit terlihat (dengan disclosing agent
plak nampak berwarna merah)
Selalu ada pada gigi dalam keadaan normal setelah 1
jam gigi dibersihkan

Ada 3 faktor yg menentukan keparahan penyakit
periodontal
1. Kerentanan host
2. Adanya bakteri patogen spesifik
3. Tidak adanya / sedikit beneficial
bacteria

Dulu :
Semua bakteri menyebabkan penyakit. Plak
menumpuk lama, respons host menurun

Kenyataan :
Ada individu dengan plak dan calculus tapi tidak
sakit

Tidak semua gigi pada individu yang mempunyai
plak dan calculus pada seluruh gigi mengalami
keradangan pada jaringan periodontal

Non spesific plaque hypothesis
Penyakit periodontal akibat dari akumulasi plak
,menurunnya host respon dan meningakatnya
kerentanan
Spesifik plaque hypothesis
Penyakit periodontal akibat dari adanya
mikroorganisme spesifik yg menghasilkan zat zat yg
merusak jaringan
Penyakit periodontal merupakan gabungan
produk-produk racun dari semua flora plak.
Plak sedikit, racun sedikit, host menetralisir
Plak banyak, racun banyak, kemampuan netralisir
host terlampaui

Saat ini hipotesis yang dianut, tidak semua bakteri
dalam plak adalah pathogen.
Patogenitas bergantung ada / tidaknya atau
meningkat tidaknya jumlah mikroorganisme
spesifik. Organisme patogen ini menghasilkan zat-
zat yang merusak jaringan

PLAK GIGI
MIKROORGANISME PLAK
PERIODONTAL SEHAT

Bakteri Gram , Facultative spesies, dan
Anggota Streptococcus dan
Actinomyces
+
PLAK GIGI
JENIS PENYAKIT PERIODONTAL DAN
MIKROORGANISME
GINGIVITIS
Tahap awal gram (+) rods, gram
positif cocci, gram negatif cocci.
GINGIVITIS KRONIS : gram +
(56%), gram (44%), facultative
(59%), anaerobic (41%)
PLAK GIGI
GRAM POSITIF
S. sanguis, S. mitis, S. intermedius,
S. oralis, A. viscosus, A.naeslundii,
Peptostreptococcus micros.

GRAM NEGATIF
F. nucleatum, P. intermedia, V. parvula, Hemophilus,
Capnocytophaga dan Campylobacter spp.
PLAK GIGI
Gingivitis
PLAK GIGI
PERIODONTITIS KRONIS


P.gingivalis, B. forsythus, P.intermedia, A.
actinomycetemcomitans, P. micros,
Treponema, Eubacterium spp.


PLAK GIGI
LOCALIZED AGGRESSIVE PERIODONTITIS


A.actinomycetemcomitans (90%)
P. gingivalis, E.corrodens, C. rectus, F. nucleatum, B.
capillus, Eubacterium brachy, Capnocytophaga spp,
Spirochetes.

NECROTIZING PERIODONTAL DISEASE
P. intermedia, Spirochetes

PLAK GIGI
Necrotizing Ulcerative Periodontitis, Wanita, 45 tahun
dengan Deep Craters (Bone Loss)
PLAK GIGI
PERIODONTAL ABSCESS


F. nucleatum, P. intermedia,
P. gingivalis, P. micros dan B.forsythus.

Actinobacillus actinomycetemcomitans
Tannerella forsythia
Porphyromonas gingivalis
Prevotella intermedia dan Prevotella nigrescens
Campylobacter rectus
Fusobacterium nucleatum
Peptostreptococcus micros
Spirochetes
Dari gram (+) ke gram ()
Bentuk bulat ke batang
Nonmotile ke motile
Fakultatif anaerob ke obligat anaerob
Dari fermenting ke proteolytic species
suatu masa yang mengalami kalsifikasi yang
terbentuk dan melekat erat pada permukaan
gigi dan objek solid lainnya di dalam mulut.
Calculus mempunyai permukaan yang kasar,
sehingga sisa-sisa makanan dan bakteri mudah
melekat dan berkembang.
Supragingival
Kalkulus
Subgingival
Kalkulus
Terletak coronal dari margin gingiva
Mudah dipisahkan
Bila dibersihkan akan mudah timbul, terutama
pada area lingual dan Incisivus mandibula
Warnanya bisa putih atau kuning keputihan.
Warna dipengaruhi oleh bahan2 lain misalnya
tembakau dan pigmen makanan

KALKULUS
SUPRAGINGIVA
Calculus Dibawah puncak marginal gingiva
tidak nampak pada rutinitas pemeeriksaan klinis
Mengetahui dengan cara tactile perception
menggunakan sondey
Fisiknya keras, padat, hitam kecoklatan atau hitam
gelap
Supragingival
bahan organik dan anorganik (70% - 90%)
Bahan inorganik:
75,9% Calcium phosphat
3,1% Calcium Carbonat
Magnesium phospat
Golongan logam lainnya
Organik
Campuran protein polysacharide
Sel epithel deskuamative
Leukosit
Berbagai jenis mikroorganisme
Komplek karbohidrat

Bantuan pelicle organik pada enamel
Mechanikal locking melalui ketidak teraturan
permukaan /kekerasan
Cekungan yang terdapat dibawah permuakaan
calculus
Penetrasi bakteri calculus kedalam sementum
(Calculocementum)
Calculus adalah dental plak yang mengalami
mineralisasi
Calculus bisa mengeras oleh karena presipitasi garam
mineral selama 1-14 hari setelah pembentukan calculus
Saliva merupakan sumber mineralisasi
Material alba
Merupakan konsentrasi mikroorganisme, sel epitel
deskuamative, leukosit, dan campuran protein, dan
lemak saliva, dengan partikel makanan yang sedikit
ataua tidak ada sama sekali.

Warna abu-abu keputihan, lunak, deposit yang
lengket dan kurang lekatnya dibanding dengan plak
dental
Food debris di cairkan oleh enzym bakteri,
dibersihkan dari rongga mulut oleh aliran saliva
Dental plak bukan berasal dari food debris
Food debris bukan penyebab penting gingivitis
Dental stain deposit pada permukaan gigi yang
berpigmentasi
Menimbulkan maslaah estetik
Tidak menyebabkan inflamasi gingiva
Konsumsi kopi,the, obat kumur dapat mempercepat
pembentukannya
KALKULUS SUBGINGIVA
Pembentukan

Kalkulus adalah plak yg
mineralisasi
Presipitasi garam mineral 1 14
hari dari pembentukan plak
Kalsifikasi terjadi 4 8 jam
Plak yg terkalsifikasi menjadi 50%
termineralisasi dlm 2 hr & 60%
90% termineralisasi dlm 12 hari
Materia alba, food debris, dental stain

Materia alba: mikroorganisme, sel
epiteldiskuamasi,leukosit, campuran
protein & lemak pada saliva, dgn
sedikit/tidak ada partikel mkn
Warna kuning / putih keabu2an,
mudah lepas bersama aliran air
Food Debris
Diencerkan dg cepat oleh enzym
bakteri dan dpt hilang dari oral
carity oleh saliva flow, aksi mekanis
dari lidah, pipi, bibir

Dental stain: deposit yg
berpigmen pd permukaan gigi
biasanya berasal dr rokok, kopi,
teh dan makanan

Antara lain kesalahan restorasi dan protese

1. Overhanging

a. Tempat penumpukan plak sehingga terjadi
perubahan ekologi pada sulkus
b. Lokasi marginal gingiva terhadap restorasi
menyebabkan gingivitis dan disertai poket yang
dalam

Restorasi yang Overhanging
2. Kontur
Overkontur menyebabkan akumulasi
plak

3. Oklusi
Oklusi yang tidak tepat menyebabkan
kerusakan struktur penyangga gigi

4. Material
Material restorasi tidak akan menyebabkan
kerusakan jaringan periodontal kecuali self-
curing acrylic, silikat
5. Desain removable partial denture

6. Prosedur pada waktu restorasi
Perlu perhatian : Rubber dam,
matrix band, disc dan lain-lain
Perawatan ortodonti memberikan efek pada
periodonsium : retensi plak, kerusakan gingiva
oleh karena band yang berlebihan, kekuatan
yang terjadi pada struktur penyangga gigi
Efek Perawatan Ortodonsia
Sisa makanan menyebabkan
kerusakan pada jaringan
periodonsium, karena makanan
biasanya tertinggal pada
interproksimal sehingga terjadi
keradangan gingiva
Permukaan gigi yang tidak baik
Diastema
Bentuk gigi yang abnormal
Bentuk restorasi yang tidak baik
Tekanan dari bibir, pipi dan lidah


Gigi hilang
Tilting dan drifting
Gigi extruded

Pencabutan gigi M3 yang impaksi menyebabkan
efek vertikal gigi M2
Maloklusi
Plak sukar dibersihkan
Resesi gingiva
Gigitan terbuka Perubahan periodontal
ok penumpukan plak, fungsi yg berkurang



Merokok
Ok panas dan akumulasi asap serta
nikotin menyebabkan gingiva berubah
warna, gingivitis, ANUG,
periodontitis, kesembuhan yg
terhambat

Trauma sikat gigi
Gigi menjadi abrasi resesi
Bulu sikat penetrasi pd gingiva
menyebabkan gingivitis akut
Penggunaan salah dari dental
floss, tusuk gigi, interdental
stimulator menyebabkan
keradangan gingiva

Iritasi bahan kimia
Bahan pd pasta gigi, obat kumur,
denture gingivitis akut