Anda di halaman 1dari 10

Page1

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah swt, atas limpahan rahmat dan
karuniaNya, sehingga kami telah diperkenankan menyelesaikan tugas makalah
dengan judul Organ Reproduksi Sapi Betina. Makalah ini disusunn dalam rangka
memenuhi salah satu tugas pribadi mata kuliah ilmu reproduksi ternak .
Penulis menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari kata kesempurnaan.
Kami berharap makalah ini dapat memenuhi persyaratan dan dapat diterima serta bisa
menjadi tonggak ukur untuk menciptakan makalah yang lebih mendekati
kesempurnaan.
Pada kesempatan kali ini, kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah terlibat dalam proses penulisan makalah ini. Serta ucapan
terima kasih atas doa dan perhatian yang telah diberikan.

Padang, 30 Agustus 2014

Penulis









Page2


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I Pendahuluan
1. Latar belakang 3
2. Tujuan 3
BAB II Pembahasan
Organ Reproduksi Betina
1. Ovarium 5
2. Uviduct / tuba fallopii 5
3. Uterus 6
4. Servix 7
5. Vagina 7
Organ Kelamin Luar
1. Vulva 7
2. Klitoris 7
Perbedaan Zigot Embrio Foetus 8
BAB II
Kesimpulan 9
DAFTAR PUSTAKA 10







Page3


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang
baru. Bertujuan untuk mempertahankan dan melestarikan jenisnya agar tidak punah.
Prosesnyapun diawali dengan fertilisasi. Pada mamalia reproduksi dilakukan dengan
cara generatif atau seksual. Untuk dapat mengetahui reproduksi pada hewan betina,
terlebih dahulu kita harus mengetahui alat alat kelamin betina tersebut.
1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui bagian dan bentuk dari masing-masing alat reproduksi sapi
betina
2. Mengindentifikasi bentuk dan susunan alat kelamin betina
3. Mengetahui fungsi organ reproduksi betina
4. Mengetahui perbedaan zigot, embrio dan foetus












Page4


BAB II
BEMBAHSAN
1. ORGAN REPRODUKSI BETINA
Ilmu reproduksi ternak merupakan ilmu yang mempelajari perkembangan,
bagian, fungsi, ukuran, serta pengaruh terhadap pertumbuhan ternak dalam
berkembangbiak. Reproduksi hewan betina adalah suatu proses yang kompleks yang
melibatkan seluruh tubuh hewan itu. Sapi betina tidak hanya memproduksi sel
kelamin yang sangat penting untuk mengawali kehidupan turunannya yang baru,
tetapi ia menyediakan pula tempat beserta lingkungan untuk perkembangan individu
baru itu, dimulai dari waktu pembuahan ovum dan memeliharanya selama awal
kehidupanya.
Organ reproduksi betina, organ reproduksi primer, ovaria, menghasilkan ovarium dan
hormon-hormon kelamin betina. Organ-organ sekunder atau saluran reproduksi
terdiri dari tuba fallopi (oviduct), uterus, cervix, vagina dan vulva. (Dellman,
1992).Secara anatomik alat reproduksi betina terdiri dari gonad atau ovarium,
saluran-saluran reproduksi, dan alat kelamin luar (Partodiharjo,1992).


Page5


1. Ovarium
Ovarium adalah organ primer (atau esensial) reproduksi pada betina seperti
halnya testes pada hewan. Ovari dapat dianggap bersifat endokrin atau sitogenik
(menghasilkan sel) karena mampu menghasilkan hormon yang akan diserap langsung
ke dalam peredaran darah, dan juga ovum. Ovarium mempunyai dwi fungsi, sebagai
organ eksokrin yang menghasilkan sel telur (ova) dan sebagai organ endokrin yang
mensekresikan hormon kelamin betina (estrogen dan progesteron).

2. Uviduct / tuba fallopii
Oviduk atau tuba fallopii merupakan saluran kelamin paling anterior, kecil
berliku-liku, dan terasa keras seperti kawat terutama pada pangkalnya. Pada sapi dan
kuda, panjang oviduk mencapai 20--30 cm dengan diameter 1,5--3 mm. oviduk
tergantung pada mesosalpink. Ia dapat dibagi atas infundibulum dengan fimbriae-nya,
ampula, dan isthmus.

Page6


Fungsi oviduct :
1.menerima sel telur yang diovulasikan oleh ovarium,
2.transport spermatozoa dari uterus menuju tempat pembuahan
3.tempat pertemuan antara ovum dan spermatozoa (fertilisasi)
4.tempat terjadinya kapasitasi spermatozoa
5.memproduksi cairan sebagai media pembuahan dan kapasitasi spermatozoa
6.transport yang telah dibuahi (zigot) menuju uterus.

3. Uterus
Uterus merupakan struktur saluran muskuler yang diperlukan untuk menerima
ovum yang telah dibuahi dan perkembangan zigot. Uterus terdiri dari kornu, korpus,
dan serviks. Proporsi relatif masing-masing bagian berbeda-beda antar spesies. Uterus
babi tergolong bicornis dengan kornu yang sangat panjang tetapi korpusnya sangat
pendek.
Fungsi uterus:
1) saluran yang dilewati gamet. Spermatozoa akan membuahi sel telur pada
ampula. Secara otomatis untuk mencapai ampulla akan melewati uterus dahulu.
2) tempat terjadinya implantasi. Implantasi adalah penempelan emrio pada
endometrium uterus.
3) tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio.
4) berperan pada proses kelahiran (parturisi).
5) pada hewan betina yang tidak bunting berfungsi mengatur siklus estrus dan
fungsi corpus luteum dengan memproduksi PGF2 alfa.


Page7


4. Cervix
Cervix terletak di antara uterus dan vagina sehingga dikatakan sebagai pintu
masuk ke dalam uterus. Cervix ini tersusun atas otot daging sphincter. Fungsi dari
cervix adalah menutup lumen uterus sehingga menutup kemungkinan untuk
masuknya mikroorganisme ke dalam uterus dan sebagai tempat reservoir
spermatozoa.

5. Vagina
Vagina adalah organ kelamin betina dengan struktur selubung muskuler yang
terletak di dalam rongga pelvis, dorsal dari vesica urinaria, dan berfungsi sebagai alat
kopulatoris (tempat deposisi semen dan menerima penis), serta sebagai tempat berlalu
bagi fetus sewaktu partus. Fungsi dari vagina adalah sebagai alat kopulasi dan tempat
sperma dideposisikan; berperan sebagai saluran keluarnya sekresi cervix, uterus dan
oviduct; dan sebagai jalan peranakan saat proses beranak. Vagina akan mengembang
agar fetus dan membran dapat keluar pada waktunya.

Organ Kelamin Luar
1. Vulva
Vulva merupakan alat reproduksi hewan betina bagian luar. Vulva terdiri dari
dua bagian. Bagian luar disebut labia mayora dan bagian dalamnya disebut labia
minora. Labia minora homolog dengan preputium pada hewan jantan sedangkan labia
mayora homolog dengan skrotum pada hewan jantan.
2. Klitoris
Komisura ventral (bagian paling bawah) dari vulva terdapat klitoris yang
merupakan organ yang asal-usul embrionalnya sama dengan penis pada
hewan jantan. Klitoris terdiri atas dua krura atau akar, badan dan kepala
(glans). Klitoris terdiri dari jaringan erektil yang tertutup oleh epitel squamosa
berstrata dan dengan sempurna memperoleh inervasi dari ujung saraf sensoris
(Frandson, 1986).


Page8


2.PERBEDAAN ZIGOT EMBRIO FOETUS

1. Zigot
Zigot adalah istilah yang digunakan untuk tahap awal dan pertama
perkembangan berikut pembuahan. Zigot yang biasanya berlangsung selama
seminggu dan kemudian berkembang menjadi tahap blastokista dan perkembangan
lainnya. Beberapa hari setelah pembuahan, zigot menempel pada rahim sementara itu
tumbuh dan berkembang. Zigot, Zygote (Eng.), Zygota (Lat.): Sel telur hasil
fertilisasi oleh spermatozoa. Zigot merupakan bentuk paling awal dari perkembangan
hewan. Sering disebut juga sebagai sel telur yang terbuahi.
2. embrio
Embrio, Embryo (Eng.), Embryo (Lat.): Tahap awal perkembangan hewan.
Istilah ini digunakan setelah zigot memulai pembelahan mitosis sampai dengan
sebelum proses organogenesis dimulai. Pada hewan plasenta, perkembangan embrio
praimplantasi sering digunakan dengan istilah embrio tahap 2 sel, embrio 4 sel,
embrio 8 sel, morula, morula kompak, blastosis, blastosis ekspan, blastosis
hatching/hatched. Untuk perkembangan pascaimplantasi, istilah embrio digunakan
sampai awal perkembangan organ rudimenter.
3. Fetus
Fetus, Fetus (Eng.), Fetus (Lat.): Perkembangan hewan mamalia setelah masa
perkembangan embrional sampai dengan saat kelahiran.





Page9


BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Organ reproduksi pada betina terbagi atas tiga yaitu organ kelamin primer yaitu
ovarium (di dalamnya terdapat folikel dan corpus luteum), saluran reproduksi
yaitu oviduct (tuba fallopii), uterus, cervix, dan vagina, serta organ kelamin luar
yaitu vulva dan clitoris.


















Page10


DAFTRA PUSTAKA
Partodiharjo,S. 1980. Ilmu Reproduksi Ternak. Prduksi Mutiara. Jakarta.
Frandson. 1986. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM Press, Yogyakarta.
Salisbury. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan. UGM Press,
Yogyakarta
Iqbal. 2007. Sistem Reproduksi. http://iqbalali.com/biologi/sistem_reproduksi.dtml.
Diakses pada tanggal 2 Oktober 2010.

http://www.sridianti.com/zigot-pengertian-fungsi-proses-pembentukan.html

Anda mungkin juga menyukai