Anda di halaman 1dari 7

BAB I

Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia


A. Sebelum Mengenal Tulisan
Praaksara adalah istilah baru untuk menggantikan istilah prasejarah. Penggunaan istilah
prasejarah untuk menggambarkan perkembangan kehidupan dan budaya manusia saat belum
mengenal tulisan adalah kurang tepat. Pra berarti sebelum dan sejarah adalah sejarah sehingga
prasejarah berarti sebelum ada sejarah. Sebelum ada sejarah berarti sebelum ada aktivitas kehidupan
manusia. Dalam kenyataannya sekalipun belum mengenal tulisan, makhluk yang dinamakan
manusia sudah memiliki sejarah dan sudah menghasilkan kebudayaan. Oleh karena itu, para ahli
mempopulerkan istilah praaksara untuk menggantikan istilah prasejarah.
Praaksara berasal dari dua kata, yakni pra yang berarti sebelum dan aksara yang berarti
tulisan. Dengan demikian zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal
tulisan. Ada istilah yang mirip dengan istilah praaksara, yakni istilah nirleka. Nir berarti tanpa dan leka
berarti tulisan. Karena belum ada tulisan maka untuk mengetahui sejarah dan hasil-hasil kebudayaan
manusia adalah dengan melihat beberapa sisa peninggalan yang dapat kita temukan.
Arti penting dari pembelajaran tentang sejarah kehidupan zaman praaksara pertama-tama
adalah kesadaran akan asal-usul manusia. umbuhan memiliki akar. Semakin tinggi tumbuhan itu,
semakin dalam pula akarnya menghunjam ke bumi hingga tidak mudah tumbang dari terpaan
angin badai atau ben!ana alam lainnya. Demikian pula halnya dengan manusia. Semakin berbudaya
seseorang atau kelompok masyarakat, semakin dalam pula kesadaran kolekti"nya tentang asal usul
dan penghargaan terhadap tradisi. #ika tidak demikian, manusia yang melupakan budaya bangsanya
akan mudah terombang ambing oleh terpaan budaya asing yang lebih kuat, sehingga dengan
sendirinya kehilangan identitas diri.
Penduduk di Kepulauan $ndonesia baru memasuki masa aksara sekitar abad ke-% dan
ke-& '. (al ini jauh lebih terlambat bila dibandingkan di tempat lain misalnya 'esir dan 'esopotamia
yang sudah mengenal tulisan sejak sekitar tahun )*** S.'. +akta-"akta masa aksara di Kepulauan
$ndonesia dihubungkan dengan temuan prasasti peninggalan kerajaan tua seperti Kerajaan Kutai di
'uara Kaman, Kalimantan imur.
B. Terbentuknya Kepulauan Indonesia
Ada banyak teori dan penjelasan tentang pen!iptaan bumi. Salah satu di antara teori
ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah eori ,Dentuman -esar. /Big Bang0, seperti dikemukaan oleh
sejumlah ilmu1an dan yang mutakhir seperti ilmu1an besar $nggris, Stephen (a1king. eori ini
menyatakan bah1a alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang
jagad raya. #ika digunakan teleskop besar 'ount 2ilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang
jagad raya itu luasnya men!apai radius &**.***.*** tahun !ahaya.
3umpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah
itu, materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu
dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron dan
elektron, yang bertebaran ke seluruh arah. 4edakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-
gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga
membentuk galaksi-galaksi bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit. -umi
kita hanyalah salah satu titik ke!il saja di antara tata surya yang mengisi jagad semesta. Di samping
itu banyak planet lain termasuk bintang-bintang yang menghiasi langit yang tak terhitung jumlahnya.
-oleh jadi ukurannya jauh lebih besar dari planet bumi. -intang-bintang berkumpul dalam suatu
gugusan, meskipun antar bintang berjauhan letaknya di angkasa.
Ada juga ilmu1an astronomi yang mengibaratkan galaksi bintang-bintang itu tak ubahnya
seperti sekumpulan anak ayam, yang tak mungkin dipisahkan dari induknya. #adi di mana ada anak
ayam di situ pasti ada induknya. Seperti halnya dengan anak-anak ayam, bintang-bintang di angkasa
tak mungkin gemerlap sendirian tanpa disandingi dengan bintang lainnya. Sistem alam semesta
dengan semua benda langit sudah tersusun se!ara menakjubkan dan masing-masing beredar
se!ara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.
Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan 1aktu kosmologis yang sangat lama
sampai beribu-ribu juta tahun. erjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan 1aktu
yang sangat panjang. $lmu palaentologi membaginya dalam enam tahap 1aktu geologis. 'asing-
masing ditandai oleh peristi1a alam yang menonjol, seperti mun!ulnya gunung-gunung, benua
dan makhluk hidup yang paling sederhana. Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode
sebagai berikut.
5. Azoicum /6unani7 a 8 tidak9 zoon 8 he1an0, yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat
ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relati" tinggi. 2aktunya lebih dari satu milyar tahun
lalu.
:. Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan "osil "lora dan
"auna. -erlangsung kira-kira )&*.***.*** tahun
). Mesozoicum, yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini he1an mamalia /menyusui0, he1an
am"ibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. 4amanya kira-kira 5%*.***.*** tahun.
%. Neozoicum, yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak ;*.***.*** tahun yang lalu. <aman
ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap /ersier dan =uarter0, zaman es mulai menyusut dan
manusia mulai hidup.
Sebagian 1ilayah di Kepulauan $ndonesia merupakan titik temu di antara tiga lempeng, yaitu
lempeng $ndo-Australia di selatan, 4empeng >urasia di utara dan 4empeng Pasi"ik di timur.
Pergerakan lempeng lempeng tersebut dapat berupa subduksi /pergerakan lempeng ke atas0,
obduksi /pergerakan lempeng ke ba1ah0 dan kolisi /tumbukan lempeng0. Pergerakan lain dapat
berupa pemisahan atau divergensi /tabrakan0 lempenglempeng. Pergerakan mendatar berupa
pergeseran lempenglempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang. Perbenturan
lempeng-lempeng tersebut menimbulkan dampak yang berbeda-beda. ?amun semuanya telah
menyebabkan 1ilayah Kepulauan $ndonesia se!ara tektonis merupakan 1ilayah yang sangat akti"
dan labil hingga ra1an gempa sepanjang 1aktu.
C. Mengenal Manusia Purba
1. Sangiran (Perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar
Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen
yang paling lengkap dan paling penting di $ndonesia, dan bahkan di Asia. 4okasi tersebut
merupakan pusat perkembangan manusia dunia, yang memberikan petunjuk tentang
keberadaan manusia sejak 5&*.*** tahun yang lalu. Sangiran pertama kali ditemukan
oleh P.>.@. S!hemulling tahun 5A;%, dengan laporan penemuan "osil vertebrata dari Kalioso,
bagian dari 1ilayah Sangiran. Semenjak dilaporkan S!hemulling situs itu seolah-olah
terlupakan dalam 1aktu yang lama. >ugene Dubois juga pernah datang ke Sangiran,
akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di 1ilayah Sangiran.
Pada 5B)%, 3.(.C von Koenigs1ald menemukan arte"ak litik di 1ilayah ?gebung
yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah Sangiran. Arte"ak litik itulah yang kemudian
menjadi temuan penting bagi Situs Sangiran. Semenjak penemuan von Koenigs1ald, Situs
Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan "osil (omo
ere!tusse!ara sporadis dan berkesinambungan. (omo ere!tus adalah takson paling penting
dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia (omo sapiens, manusia
modern.
!. Trinil" #gawi" $awa Timur
inggalan purbakala telah lebih dulu ditemukan di daerah ini jauh sebelum von
Koenigs1ald menemukan Sangiran pada 5B)%. >kskavasi yang dilakukan oleh >ugene
Dubois di rinil telah memba1a penemuan sisa-sisa manusia purba yang sangat
berharga bagi dunia pengetahuan. Penggalian Dubois dilakukan pada endapan alluvial
-enga1an Solo. Dari lapisan ini ditemukan atap tengkorak Pithe!anthropus ere!tus, dan
beberapa buah tulang paha /utuh dan "ragmen0 yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan
tegak. engkorak Pithe!anthropus ere!tus dari rinil sangat pendek tetapi memanjang ke
belakang. Dolume otaknya sekitar B** !!, di antara otak kera /;** !!0 dan otak manusia
modern /5.:**-5.%** !!0. ulang kening sangat menonjol dan di bagian belakang mata,
terdapat penyempitan yang sangat jelas, menandakan otak yang belum berkembang. Pada
bagian belakang kepala terlihat bentuk yang merun!ing yang diduga pemiliknya merupakan
perempuan. -erdasarkan kaburnya sambungan perekatan antar tulang kepala, dita"sirkan
inividu ini telah men!apai usia de1asa. Selain tempattempat di atas, peninggalan manusia
purba tipe ini juga ditemukan di Perning, 'ojokerto, #a1a imur9 ?gandong, -lora, #a1a
engah9 Sambungma!an, Sragen, #a1a engah.
%. $enis & $enis Manusia Purba
a. #enis 'eganthropus
#enis manusia purba ini terutama berdasarkan penelitian von Koenigs1ald di
Sangiran tahun 5B); dan 5B%5 yang menemukan "osil rahang manusia yang berukuran
besar. Dari hasil rekonstruksi ini kemudian para ahli menamakan jenis manusia ini
dengan sebutan 'eganthropus paleojavani!us, artinya manusia raksasa dari #a1a. #enis
manusia purba ini memiliki !iri rahang yang kuat dan badannya tegap. Diperkirakan makanan
jenis manusia ini adalah tumbuh-tumbuhan. 'asa hidupnya diperkirakan pada zaman
Pleistosen A1al.
b. #enis Pithe!anthropus
#enis manusia ini didasarkan pada penelitian >ugene Dubois tahun 5AB* di dekat
rinil, sebuah desa di pinggiran -enga1an Solo, di 1ilayah ?ga1i. Setelah direkonstruksi
terbentuk kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda-tanda kera. Oleh karena itu jenis
ini dinamakan Pithe!anthropus ere!tus,artinya manusia kera yang berjalan tegak. #enis ini
juga ditemukan di 'ojokerto, sehingga disebut Pithe!anthropus mojokertensis. #enis
manusia purba yang juga terkenal sebagai rumpun (omo ere!tusini paling banyak
ditemukan di $ndonesia. Diperkirakan jenis manusia purba ini hidup dan berkembang sekitar
zaman Pleistosen engah.
!. #enis (omo
+osil jenis (omo ini pertama diteliti oleh von Ceits!hoten di 2ajak. Penelitian
dilanjutkan oleh >ugene Dubois bersama ka1an-ka1an dan menyimpulkan sebagai jenis
(omo. @iri-!iri jenis manusia (omo ini muka lebar, hidung dan mulutnya menonjol. Dahi
juga masih menonjol, sekalipun tidak semenonjol jenis Pithe!anthropus. -entuk "isiknya
tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang. (idup dan perkembangan jenis manusia ini
sekitar %*.*** E :&.*** tahun yang lalu. empat-tempat penyebarannya tidak hanya di
Kepulauan $ndonesia tetapi juga di +ilipina dan @ina Selatan.
(omo sapiens artinya Fmanusia sempurnaG baik dari segi "isik, volume otak
maupun postur badannya yang se!ara umum tidak jauh berbeda dengan manusia
modern. Kadang-kadang (omo sapiens juga diartikan dengan Fmanusia bijakG karena telah
lebih maju dalam ber"ikir dan menyiasati tantangan alam. -agaimanakah mereka mun!ul ke
bumi pertama kali dan kemudian menyebar dengan !epat ke berbagai penjuru dunia
hingga saat iniH Para ahli paleoanthropologi dapat melukiskan perbedaan mor"ologis antara
(omo sapiens dengan pendahulunya, (omo ere!tus. Cangka (omo sapiens kurang kekar
posturnya dibandingkan (omo ere!tus. Salah satu alasannya karena tulang belulangnya
tidak setebal dan sekompak (omo ere!tus.
-eberapa spesimen /penggolongan0 manusia (omo sapiens dapat dikelompokkan
sebagai berikut,
'anusia 2ajak
'anusia 2ajak /(omo 1ajakensis0 merupakan satu-satunya temuan di $ndonesia
yang untuk sementara dapat disejajarkan perkembangannya dengan manusia modern
a1al dari akhir Kala Pleistosen. Pada tahun 5AAB, manusia 2ajak ditemukan oleh -.D. van
Ciets!hoten di sebuah !eruk di lereng pegunungan karst di barat laut @ampurdarat, dekat
ulungagung, #a1a imur.
'anusia 4iang -ua
Pengumuman tentang penemuan manusia (omo "loresiensis tahun :**%
menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Sisa-sisa manusia ditemukan di sebuah gua
4iang -ua oleh tim peneliti gabungan $ndonesia dan Australia. Sebuah gua permukiman
prasejarah di +lores. 4iang -ua bila diartikan se!ara har"iah merupakan sebuah gua
yang dingin. Sebuah gua yang sangat lebar dan tinggi dengan permukaan tanah yang
datar, merupakan tempat bermukim yang nyaman bagi manusia pada masa praaksara. (al itu
bisa dilihat dari kondisi lingkungan sekitar gua yang sangat indah, yang berada di sekitar bukit
dengan kondisi tanah yang datar di depannya. 4iang -ua merupakan sebuah temuan manusia
modern a1al dari akhir masa Pleistosen di $ndonesia yang menakjubkan yang
diharapkan dapat menyibak asal usul manusia di Kepulauan $ndonesia.
'anusia 4iang -ua ditemukan oleh Peter -ro1n dan 'ike #. 'or1ood pada bulan
September :**) lalu. emuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian
diberi nama (omo "loresiensis, sesuai dengan tempat ditemukannya "osil manusia 4iang
-ua.
Pada tahun 5B&*-an, h. Derhoeven lebih dahulu menemukan beberapa "ragmen
tulang manusia di 4iang -ua. Saat itu ia menemukan tulang iga yang berasosiasi dengan
berbagai alat serpih dan gerabah. ahun 5B;&, ditemukan tujuh buah rangka manusia
beserta beberapa bekal kubur yang antara lain berupa beliung dan barang-barang gerabah.
Diperkirakan 4iang -ua merupakan sebuah situs neolitik dan paleometalik.
'anusia 4iang -ua mempunyai !iri tengkorak yang panjang dan rendah, berukuran ke!il,
dengan volume otak )A* !!. Kapasitas kranial tersebut berada jauh di ba1ah (omo
ere!tus/5.*** !!0, manusia modern (omo sapiens /5.%** !!0, dan bahkan berada di ba1ah
volume otak simpanse /%&* !!0
'. Perkembangan Teknologi
Sekalipun belum mengenal tulisan manusia purba sudah mengembangkan kebudayaan
dan teknologi. eknologi 1aktu itu bermula dari teknologi bebatuan yang digunakan sebagai alat
untuk memenuhi kebutuhan. kebudayaan zaman batu ini dibagi menjadi tiga yaitu, Paleolitikum,
'esolitikum dan ?eolitikum.
1. Antara Batu dan Tulang ((aman Paleolitikum)Batu Tua
Peralatan pertama yang digunakan oleh manusia purba adalah alat-alat dari batu yang
seadanya dan juga dari tulang. Peralatan ini berkembang pada zaman paleolitikum atau zaman
batu tua. Kebudayaan zaman Paleolitikum ini se!ara umum ini terbagi menjadi Kebudayaan
Pa!itan dan Kebudayaan ?gandong.
a. Kebudayaan Pa!itan
Kebudayaan ini berkembang di daerah Pa!itan, #a1a imur. -eberapa alat dari batu
ditemukan di daerah ini. Seorang ahli, von Koenig1ald dalam penelitiannya pada tahun
5B)& telah menemukan beberapa hasil teknologi bebatuan atau alat-alat dari batu di
daerah Punung. Alat batu itu masih kasar, dan bentuk ujungnya agak run!ing, tergantung
kegunaannya. Alat batu ini sering disebut dengan kapak genggam atau kapak perimbas.
Kapak ini digunakan untuk menusuk binatang atau menggali tanah saat men!ari umbi-umbian.
Di samping kapak perimbas, di Pa!itan juga ditemukan alat batu yang disebut dengan
!hopper sebagai alat penetak /pemotong0. Di Pa!itan juga ditemukan alat-alat serpih.
b. Kebudayaan ?gandong
Kebudayaan ?gandong berkembang di daerah ?gandong dan juga Sidorejo, dekat ?ga1i.
Di daerah ini banyak ditemukan alat-alat dari batu dan juga alat-alat dari tulang. Alat-alat dari
tulang ini berasal dari tulang binatang dan tanduk rusa yang diperkirakan digunakan
sebagai penusuk atau belati. Selain itu, ditemukan juga alat-alat seperti tombak yang
bergerigi. Di Sangiran juga ditemukan alat-alat dari batu, bentuknya indah seperti kalsedon.
Alat-alat ini sering disebut dengan "lakke /mengupas makanan0.
!. Antara Pantai dan *ua ((aman Mesolitikum)Batu Madya
Se!ara garis besar kebudayaan mesolitikum ini terbagi menjadi dua kelompok besar
yang ditandai lingkungan tempat tinggal, yakni di pantai dan di gua.
a. Kebudayaan Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger istilah dari bahasa Denmark, kjokken berarti dapur dan modding dapat
diartikan sampah /kjokkenmoddinger 8 sampah dapur0. Dalam kaitannya dengan budaya
manusia, kjokkenmoddinger merupakan tumpukan timbunan kulit siput dan kerang yang
menggunung di sepanjang pantai Sumatra imur antara 4angsa di A!eh sampai 'edan.
Dengan kjokkenmoddinger ini dapat memberi in"ormasi bah1a manusia purba zaman
mesolitikum umumnya bertempat tinggal di tepi pantai. Pada tahun 5B:& Don Stein @allen"als
melakukan penelitian di bukit kerang itu dan menemukan jenis kapak genggam /chopper0
yang berbeda dari chopper yang ada di zaman paleolitikum. Kapak genggam yang ditemukan
di bukit kerang di pantai Sumatra imur ini diberi nama pebble atau lebih dikenal dengan
Kapak Sumatra. Kapak jenis pebble ini terbuat dari batu kali yang pe!ah, sisi luarnya
dibiarkan begitu saja dan sisi bagian dalam dikerjakan sesuai dengan keperluannya. Di
samping kapak jenis pebble juga ditemukan jenis kapak pendek dan jenis batu pipisan
/batu-batu alat penggiling0. Di #a1a batu pipisan ini umumnya untuk menumbuk dan
menghaluskan jamu.
b. Kebudayaan Abris Sous Roche
Kebudayaan abris sous roche merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di gua-gua.
(al ini mengindikasikan bah1a manusia purba pendukung kebudayaan ini tinggal di gua-
gua. Kebudayaan ini pertama kali dilakukan penelitian oleh Don Stein @allen"els di 3ua 4a1a
dekat Sampung, Ponorogo. Penelitian dilakukan tahun 5B:A sampai 5B)5. -eberapa hasil
teknologi bebatuan yang ditemukan misalnya ujung panah, flakke, batu penggilingan. #uga
ditemukan alatalat dari tulang dan tanduk rusa. Kebudayaan abris sous roche ini banyak
ditemukan misalnya di -esuki, -ojonegoro, juga di daerah Sula1esi Selatan seperti di
4amon!ong.
%. Sebua+ ,e-olusi ((aman Neolitikum)(aman Batu Muda
Perkembangan zaman batu yang dapat dikatakan paling penting dalam kehidupan
manusia adalah zaman batu baru atau neolitikum. Pada zaman ini telah terjadi ,revolusi
kebudayaan., yaitu terjadinya perubahan pola hidup manusia. Pola hidup food gathering
digantikan dengan pola "ood producing. (al ini seiring dengan terjadinya perubahan jenis
pendukung kebudayaanya. Pada zaman ini telah hidup jenis (omo sapiens sebagai pendukung
kebudayaan zaman batu baru. 'ereka mulai mengenal ber!o!ok tanam dan beternak sebagai
proses untuk menghasilkan atau memproduksi bahan makanan. (idup bermasyarakat
dengan bergotong royong mulai dikembangkan. (asil kebudayaan yang terkenal di zaman
neolitikum ini se!ara garis besar dibagi menjadi dua tahap perkembangan.
a. Kebudayaan kapak persegi
?ama kapak persegi berasal dari penyebutan oleh von (eine 3elderen. Penamaan ini
dikaitkan dengan bentuk alat tersebut. Kapak persegi ini berbentuk persegi panjang dan
ada juga yang berbentuk trapesium. Ikuran alat ini juga berma!am-ma!am. Kapak persegi
yang besar sering disebut dengan beliung atau pa!ul /!angkul0, bahkan sudah ada yang
diberi tangkai sehingga persis seperti !angkul zaman sekarang. Sementara yang berukuran
ke!il dinamakan tarah atau tatah. Penyebaran alat-alat ini terutama di Kepulauan $ndonesia
bagian barat, seperti Sumatra, #a1a dan -ali. Diperkirakan sentra-sentra teknologi kapak
persegi ini ada di 4ahat /Palembang0, -ogor, Sukabumi, asikmalaya /#a1a -arat0, kemudian
Pa!itan-'adiun, dan di 4ereng 3unung $jen /#a1a imur0. 6ang menarik, di Desa Pasirkuda
dekat -ogor juga ditemukan batu asahan. Kapak persegi ini !o!ok sebagai alat pertanian.
b. Kebudayaan kapak lonjong
?ama kapak lonjong ini disesuaikan dengan bentuk penampang alat ini yang berbentuk
lonjong. -entuk keseluruhan alat ini lonjong seperti bulat telur. Pada ujung yang lan!ip
ditempatkan tangkai dan pada bagian ujung yang lain diasah sehingga tajam. Kapak yang
ukuran besar sering disebut walzenbeil dan yang ke!il dinamakan kleinbeil. Penyebaran
jenis kapak lonjong ini terutama di Kepulauan $ndonesia bagian timur, misalnya di daerah
Papua, Seram, dan 'inahasa.
Pada zaman neolitikum, di samping berkembangnya jenis kapak batu juga ditemukan
barang-barang perhiasan, seperti gelang dari batu, juga alat-alat gerabah atau tembikar.Perlu
kamu ketahui bah1a manusia purba 1aktu itu sudah memiliki pengetahuan tentang kualitas
bebatuan untuk peralatan. Penemuan dari berbagai situs menunjukkan bahan yang paling
sering dipergunakan adalah jenis batuan kersikan /sili!i"ied stones0, seperti gamping kersikan,
tu"a kersikan, kalsedon, dan jasper. #enis-jenis batuan ini di samping keras, si"atnya yang
retas dengan pe!ahan yang !enderung tajam dan tipis, sehingga memudahkan pengerjaan.
Di beberapa situs yang mengandung "osil-"osil kayu, seperti di Kali -aksoka /#a1a imur0
dan Kali Ogan /Sumatra Selatan0 tampak ada upaya peman"aatan "osil untuk bahan
peralatan. Pada saat lingkungan tidak menyediakan bahan yang baik, ada ke!enderungan
untuk meman"aatkan batuan yang tersedia di sekitar hunian, 1alaupun kualitasnya kurang
baik. @ontoh sema!am ini dapat diamati pada situs Kedunggamping di sebelah timur Pa!itan,
@ibaganjing di @ila!ap, dan Kali Kering di Sumba yang pada umumnya menggunakan bahan
andesit untuk peralatan.
.. Perkembangan (aman /ogam
'engakhiri zaman batu di masa neolitikum mulailah zaman logam. Sebagai bentuk
masa perundagian. <aman logam di Kepulauan $ndonesia ini agak berbeda bila
dibandingkan dengan yang ada di >ropa. Di >ropa zaman logam ini mengalami tiga "ase,
zaman tembaga, perunggu dan besi. Di Kepulauan $ndonesia hanya mengalami zaman
perunggu dan besi. <aman perunggu merupakan "ase yang sangat penting dalam sejarah.
-eberapa !ontoh benda-benda kebudayaan perunggu itu antara lain7 kapak !orong, nekara,
moko, berbagai barang perhiasan. -eberapa benda hasil kebudayaan zaman logam ini juga
terkait dengan praktik keagamaan misalnya nekara.
0. Pola 1unian
Pola hunian manusia purba yang mempertimbangkan dua hal yaitu kedekatan dengan
sumber air dan kehidupan di alam terbuka. Ada dua ma!am "ase pola hunian manusia
purba, yaitu 7
5. ?omaden /menjelajahJberpindah-pindah0
?omaden merupakan pola kehidupan menusia purba belum menetap dan berkelompok di
suatu tempat. 'elalui sungai, manusia dapat melakukan mobilitas dari satu tempat ke
tempat yang lainnya. Keberadaan air juga diman"aatkan manusia sebagai sarana penghubung
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaran sisa-sisa peralatan yang digunakan pada saat
itu, yang umumnya berada di dasar atau di sekitar sungai dijadikan bukti jika manusia purba
tingal berpindah-pindah melalui aliran sungai.
'anusia purba pada era ini belum dapat menghasikan makanan sendiri, mereka masih
berburu dan mengumpulkan makanan /food gathering0. Keberadaan gua-gua yang dekat dengan
sumber air dan sumber bahan makanan mungkin saja diman"aatkan sebagai tempat
persinggahan sementara, sehingga tidak meninggalkan jejak pada kita.
:. Permanen /menetap0
Pola kehidupan manusia purba sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di
suatu tempat. Pada masa ini, manusia purba sudah bisa menghasilkan makanan sendiriyaitu
dengan ber!o!ok tanam /food producing0. #adi, mereka tidak perlu lagi berpindah-pindah untuk
men!ari makanan. 'ereka juga sudah mulai mengenal norma adat, yang bersumber pada
kebiasaan-kebiasaan.
2. Mengenal Api
-agi manusia purba, proses penemuan api merupakan bentuk inovasi yang sangat
penting. -erdasarkan data arkeologi, penemuan api kira-kira terjadi pada %**.*** tahun yang
lalu. Penemuan pada periode manusia (omo ere!tus. Di samping untuk menghangatkan diri dari
!ua!a dingin, dengan api kehidupan menjadi lebih bervariasi dan berbagai kemajuan akan
di!apai.
Pada a1alnya pembuatan api dilakukan dengan !ara membenturkan dan menggosokkan
benda halus yang mudah terbakar dengan benda padat lain. Pembuatan api juga bisa dengan
menggunakan batu api dan kayu.
*. 'ari Berburu3Meramu sampai Ber4o4ok Tanam
'asa manusia purba berburu dan meramu itu sering disebut dengan masa "ood
gathering.'ereka hanya mengumpulkan dan menyeleksi makanan karena belum dapat
mengusahakan jenis tanaman untuk dijadikan bahan makanan. Dalam perkembangannya mulai
ada sekelompok manusia purba yang bertempat tinggal sementara, misalnya di gua-gua,
atau di tepi pantai.
Peralihan <aman 'esolitikum ke ?eolitikum menandakan adanya revolusi
kebudayaan dari "ood gathering menuju "ood produ!ing dengan (omo sapien sebagai
pendukungnya. 'ereka tidak hanya mengumpulkan makanan tetapi men!oba memproduksi
makanan dengan menanam. Kegiatan ber!o!ok tanam dilakukan ketika mereka sudah mulai
bertempat tinggal, 1alaupun masih bersi"at sementara. 'ereka melihat biji-bijian sisa
makanan yang tumbuh di tanah setelah tersiram air hujan. Pelajaran inilah yang kemudian
mendorong manusia purba untuk melakukan ber!o!ok tanam. Apa yang mereka lakukan di
sekitar tempat tinggalnya, lama kelamaan tanah di sekelilingnya habis, dan mengharuskan pindah
men!ari tempat yang dapat ditanami. Ada yang membuka hutan dengan menebang pohon-pohon
untuk membuka lahan ber!o!ok tanam. ?amun 1aktu itu juga sudah ada pembukaan lahan
dengan !ara membakar hutan.
Kegiatan manusia ber!o!ok tanam terus mengalami perkembangan. Peralatan
pokoknya adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong. Kemudian berkembang ke alat lain
yang lebih baik. Dengan dibukanya lahan dan tersedianya air yang !ukup maka terjadilah
persa1ahan untuk bertani. (al ini berkembang karena saat itu, yakni sekitar tahun :*** E
5&** S.' ketika mulai terjadi perpindahan orang-orang dari rumpun bangsa Austronesia dari
6unnan ke Kepulauan $ndonesia. -egitu juga kegiatan beternak juga mengalami perkembangan.
Seiring kedatangan orang-orang dari 6unnan yang kemudian dikenal sebagai nenek moyang kita
itu, maka kegiatan pelayaran dan perdagangan mulai dikenal. Dalam 1aktu singkat kegiatan
perdagangan dengan sistem barter mulai berkembang. Kegiatan bertani juga semakin
berkembang karena mereka sudah mulai bertempat tinggal menetap.
S5A/ 6
5. 'engapa para ahli melakukan penelitian manusia purba banyak di bantaran sungaiH
:. 'enurut pendapat kamu, bagaimana manusia purba bisa menyebar ke dalam 1ilayah
Kepulauan $ndonesia bahkan sampai ke luar 1ilayah Kepulauan $ndonesiaH
). 'engapa manusia purba itu banyak yang tinggal di tepi sungaiH
%. 'anusia purba juga memasuki "ase bertempat tinggal sementara, misalnya di gua mengapa
demikianH
&. Apa kira-kira alasan bagi manusia purba memilih tinggal di tepi pantai H
;. -erdasarkan uraian materi di atas, buatlah da"tar pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang hal-
hal yang belum anda ketahui atau anda tidak mengerti K
1. Sistem Keper4ayaan
I. Kedatangan 'eutro dan Protomelayu
$. Kesimpulan