Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BAHAN LISTRIK

Oleh
I Wayan Agus Teja Baskara
1004405069


Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Universitas Udayana



Bahan Khusus

Bahan listrik dalam sistem tanaga listrik merupakan salah satu elemen penting yang
akan menentukan kualitas penyaluran energi listrik itu sendiri. Bahan listrik yang sangat
populer selama ini meliputi konduktor, semikonduktor, dan isolator. Satu lagi yang dikenal
dengan super konduktor , namun masih dalam penelitian intensif para ahli. Ketiga bahan tadi
secar integratif dalam sistem kelistrikan dimanfaatkan secara optimal. Seperti konduktor
adalah salah satu material paling besar yang dipakai dalam penyaluran tenaga listrik baik
alumunium maupun tembaga atau campuran dengan bahan lain.
Suatu bahan dapat berbentuk padat, cair atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa
berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan besdasarkan wujud tersebut dalam
teknik listik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan menjadi tujuh. Namum pada tugas ini
hanya akan dibahas tentang Bahan khusus saja,
Bahan Khusus
Bahan khusus dalam bahan listrik biasanya dipakai dalam pembuatan kotak kontak,
sekring dan lain sebagainya. Bahan khusus dalam bahan listrik merupakan bahan bahan
yang digunakan secara langsung sebagai bahan utama dari peralatan listrik. Bahan khusus ini
seperti plastik dan lain sebagainya. Pada aplikasinya bahan khusus ini biasanya dipakai untuk
membuat tampilan dari peralatan menjadi menarik namun juga menjadi bahan yang paling
utama dari peralatan tersebut
1. Plastik
Plastik merupakan suatu bahan yang dapat beroperasi pada suhu tinggi sehingga sangat
cocok dipakai sebagai bahan utama dari peralatan listrik. Plastik terdiri dari 2 jenis yaitu
Plastik Jenis Termoseting
Pada saat pemberian bentuk, plastik termoseting memerlukan panas dengan atau tanpa
tekanan dan menghasilkan produk yang tetap keras. Panas, pada awal nya digunakan
untuk melunak kan bahan plastiknya, akan tetapi panas tambahan atau penambahan
bahan kimia khusus, akan menimbulkan perubahan kimiawi yang disebut:polimerisasi,
setelah ini, plastik tidak dapat lagi di lunakkan. Per definisi, polimerisasi adalah: suatu
proses kimia yang menghasilkan susunan baru dengan berat molekul yang lebih besar
dari sebelum nya. Proses pemberian bentuk plastik termoseting, mencakup penekanan
atau pencetakan, pengecoran, laminasi dan impregnasi.
Bahan bahan plastik jenis termoseting
a. Reshi Phenol
Resin phenol, merupakan resin sintetik yang dibuat dengan mereaksikan phenol
dengan formaldehida, wujud nya keras, kuat, awet dan dapat dicetak pada
berbegai kondisi. Bahan ini mempunyai daya tahan panas dan air yang baik dan
dapat diberi macam-macam warna, sering digunakan sebagai bahan pelapis dan
laminating, pengikat batu gerinda, pengikat logam atau gelas, dapat dicetak
menjadi kotak, isolator listrik, tutup botol dan tangkai pisau.
b. Resin Amino
Ada 2 jenis resin amino terpenting, yakni: formaldehida urea dan formaldehida
melamin. Resin ini banyak di pasar kan dalam bentuk serbuk, untuk kemudian di
cetak, sedangkan bila bentuk cair (larutan), untuk digunakan sebagai perekat.
Untuk meningkatkan sifat mekanik dan listrik, maka pada melamin ditambahkan
bahan pengisi, sehingga dapat juga digunakan untuk membuat sendok-garpu,
bagian busi, tombol-tombol dan alat cukur. Sedangkan resin urea, dapat dicetak
tekan, memiliki permukaan yang keras dan mempunyai nilai dielektrik yang
tinggi dan dapat diberi berbagai warna. Produk yang dihasilkan dari resin urea
adalah: peralatan listrik, kancing, dll. Kedua jenis resin ini banyak juga digunakan
untuk mencegah berkerut dan kusut nya kain katun dan untuk mencegah
menyusut nya kayu.
c. Resin Furan
Resin ini berasal dari hasil pengolahan limbah pertanian, seperti: tongkol jagung
dan biji kapas. Warna produk nya agak tua, tahan air dan mempunyai sifat-sifat
listrik yang baik. Selain itu, resin furan, dapat juga digunakan sebagai pengikat
inti pasir, pengeras campuran gips dan pengikat berbagai produk yang terdiri dari
campuran grafit.
d. Resin Epoksida
Resin jenis ini banyak dipakai untuk keperluan: pengecoran, pelapisan, protektor
alat-alat listrik, campuran cat dan sebagai adhesif (perekat/lem). Resin yang
sudah dijadikan benda kerja (diawetkakan), tahan terhadap proses kimia,dimensi
nya stabil, sifat kelistrikan yang baik, dan daya lekat yang kuat pada gelas dan
logam. Karena alasan resin ini tahan terhadap aus dan beban kejut, maka sering
juga digunakan untuk membuat cetakan tekan (metalurgi serbuk), panel sirkuit
listrik, tangki dan jig.

e. Resin silicon
Polimer dengan silikon sebagai bahan dasar, mempunyai sifat yang sangat
berbeda dengan bahan dasar plastik (atom karbon) lain nya. Sifat-sifat spesifik
nya adalah: stabilitas (tahan terhadap suhu tinggi), kedap air, oleh karena itu
sering digunakan untuk membuat: minyak gemuk (fat), resin, perekat dan karet
sintetis. Minyak dan gemuk yang terbuat dari silikon, mampu beroperasi pada
suhu yang ekstrim antara 40 C s/d +260 C, sedangkan karet sintetis sebagai
produk turunan nya, dapat di cetak, di ekstrusi, sebagai gasket, penyambung
listrik, pelindung alat-alat elektronika, fiber glass dan sebagai bahan peredam
getaran. Resin silikon dibuat dengan cara cetak-tekan, ekstrusi ataupun dicor, dan
karena harga nya yang mahal, hanya digunakan untuk keperluan khusus.
Bahan Bahan Plastik Jenis Thermoplastik
Susunan kimia bahan termoplastik umum nya tidak berubah ketika dicetak, tidak
menjadi keras, ketika ditekan atau dipanaskan, sebalik nya akan mengeras, ketika di
dinginkan. Kelebihan lain: dapat dicairkan ber ulang-ulang dengan cara memanaskan
nya. Bahan-bahan termoplastik dibuat dengan cara pencetakan injeksi atau di tiup,
ekstrusi, pembentukan termal dan penggilingan.
a. Selulosa
Selulosa dibuat dari serat kapas dan kayu, namun sangat kuat dan ulet serta dapat
diberi ber- bagai warna. Salah satu turunan selulosa disebut: asetat butirat
selulosa, merupakan jenis bahan yang kuat yang dapat dibentuk menjadi
lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi. Bahan ini juga sering
digunakan untuk membuat kemasan mainan anak-anak, tombol-tombol, penutup
baterei, bulu kuas, panel radio, tape, dll. Karena bahan ini mempunyai daya serap
kelembaban yang rendah, ulet, stabilitas dimensi untuk berbagai kondisi
lingkungan serta dapat diekstrusi secara kontinu, maka bahan ini sering
digunakan untuk membuat: stang kemudi, helm olah raga, frame kaca mata, baki,
sabuk, hiasan, perabot rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, pipa
ekstrusi untuk gas dan air.
b. Polistern
Bahan ini diciptakan khusus untuk keperluan cetak injeksi dan ekstrusi, berat
jenis nya cukup rendah, yaitu 1,07 kg/m3, daya tahan terhadap air, panas dan zat-
zat kimia cukup baik serta dimensinya yang stabil. Resin ini dapat dicetak
menjadi kotak baterei (accu), piring, komponen radio, roda gigi, pola
(pengecoran), kemasan, gelas dan ubin.
c. Polietilen
Produk nya mempunyai fleksibilitas pada suhu ruang maupun rendah, kedap air,
tidak ber- reaksi dengan zat kimia, dapat disambung dengan cara dipanaskan dan
dapat diberi warna. Produknya mencakup: cetakan es, baki, pencuci film, kain,
kemasan, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi atau
peredam getaran untuk frekwensi tinggi. Semua produk-produk diatas, dibuat
dengan cara: cetak-injeksi, cetak-tiup atau ekstrusi.
d. Polipropilen
Polipropilen dibentuk dengan berbagai tekni termoplastik, memiliki sifat-sifat
listrik yang baik, tahan terhadap impak, kekuatan nya tinggi dan tahan terhadap
suhu tinggi serta zat-zat kimia. Serat polipropilen dapat dijalin untuk dijadikan
tali/tambang, jala dan tekstil. Sering juga digunakan untuk membuat peralatan
rumah sakit, laboratorium, mainan anak-anak, koper, perabotan, kemasan
makanan, kotak TV dan isolasi listrik.
e. Polisulfona
Bahan ini tahan terhadap panas dan mempunyai sifat fisis yang unggul, yang
dibuat dengan cara cetak-injeksi, pembentukan termal dan cetak-tiup. Dari bahan
ini dapat dibuat: rangka perkakas tangan, stop kontak listrik, dll. Barang yang
dibuat, bisa mencapai diameter 250 mm, bisa diberi warna, maupun transparan.
f. Plastik ABS
Bahan ini merupakan campuran antara: akrilonitril, butadien dan stirena, diamana
hasil nya cukup keras, fleksibel (supel) dan ulet serta mampu bertahan sampai
suhu 105 C. Plastik ini dibuat dengan cara pembentukan termal, cetak-tiup,
cetak-erosi dan ekstrusi. Produk nya berupa: sistem pemipaan di daerah
perumahan, ember anti pecah, kamera, pesawat telefon, dll.
g. Poli-imida
Di pasaran, poli-imida ini dapat ditemukan dalam bentuk padat (primer SP), film
(Kapton) atau larutan dan bahan ini tahan sampai suhu hingga 400 C.
Karakteristik yang lain dari plastik ini adalah: koefisien gesk nya yang rendah,
tahan terhadap radiasi dan sifat listrik yang baik. Barang yang bisa dibuat adalah:
bantalan luncur, dudukan klep, pipa dan bebrbagai komponen listrik. Bila dalam
bentuk film yang kuat, digunakan untuk isolasi kawat, gasket, dll, sedangkan
dalam bentuk cair digunakan sebagai pencampur vernis, enamel kawat dan fiber
cloth.
h. Nilon
Kata lain dari nilon adalah poliamida, digunakan sebagai serat tekstil atau filamen
dan biasanya dibuat melalui pencetakan atau ekstrusi. Produk nya yang lain:
bantalan (bearing), roda gigi, klep, pipa, peralatan dapur, koper dan tas. Bila nilon
mempunyai filamen tunggal, maka sering dibuat kaus kaki, payung parasut, tali
pesawat terbang layang dan bulu sikat.
i. Resin Akrilik
Resin ini mempunyai daya tembus cahaya yang baik dan tahan terhadap
kelembaban. Salah satu produk turunan nya adalah: metil-metalrilat yang di
pasaran dikenal dengan nama: Lucite (Dupont) danPlexiglass (Rohm Haas).
Bahan ini dapat dibentuk secara cor, ekstrusi, cetak ataupun tarik-bentuk. Produk
nya antara lain: pintu pesawat terbang, penutup alat ukur, peralatan kecantikan
dan penutup-penutup yang tembus pandang.
j. Resin Vinil
Di pasaran, jenis resin ini dapat ditemukan sebagai: polivinil klorida, polivinil
butirat dan poliviniliden klorida, yang melalui proses cetak-tekan atau cetak-
injeksi atau ekstrusi atau cetak-tiup, dapat menghasilkan lembaran untuk pelapis
permukaan yang kaku maupun fleksibel. Polivinil klorida sering digunakan untuk
menggantikan karet, jas hujan, kemasan, botol cetak-tiup dan pipa. Polivinil
butirat adalah jernih dan liat, biasanya digunakan sebagai pelapis antara safety
glass, membuat jas hujan, tangki air dan produk cetak yang fleksibel.
Poliviniliden klorida untuk membuat kemasan makanan dan pipa. Sedangkan
sisanya berupa busa vinil, juga dapat dimanfaat kan untuk membuat: pelampung,
jok dan lapisan pelindung.
k. Karet Sintetis
Karet sintetis yang banyak dikenal adalah: GR-S, nitril, Thiokol, neopren,
Butil dan karet silikon. Namun yang paling banyak di produksi adalah dari jenis
GR-S, sebab sangat sesuai untuk membuat ban kendaraan, bahan ini merupakan
suatu polimer dari butadiena dan stirena yang dapat ditingkatkan kekerasan nya
dengan menambahkan black carbon, bila untuk ban kendaraan, ditambah kan lagi
karet alami. Produk turunan nya, disebut:koplimer butadien akrilonitril atau biasa
disebut: Buna-N atau karet nitril, digunakan untuk membuat pipa minyak, gasket
dan diafragma, karena: bahan ini tahan terhadap pengaruh segala jenis minyak
bumi pada umum nya. Thiokol (polisulfida organik), tahan terhadap bensin,
minyak, cat, sinar matahari, oleh karena itu melalui mesin plastik, sering
dijadikan: selang, hak dan sol sepatu (safety shoe) dan pelapis tekstil (safety
jacket). Melalui proses polimerisasi, kloropren sebagai hasil dari kalsium karbida
(hasil pencampuran batu bara dan batu kapur) + air, dapat di ubah
menjadi neopren, bahan ini tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari,
maka digunakan untuk membuat: ban berjalan (conveyer), sol sepatu, pakaian
pelindung, isolasi, rol cetakan, ban luar, pipa dan pengikat batu gerinda.
Sedangkan untuk membuat ban dalam, dibuat dari butil (suatu kopolimer
isobutilen) yang mempunyai sifat mirip karet alami, cukup kuat, tahan aus,
permeabilitas gas rendah. Bahan ini juga bisa dijadikan: pipa uap, conveyer untuk
mengangkut bahan yang dipanaskan, dan pelapis tangki. Karet siliokon
(polisiloksan), tahan terhadap suhu rendah maupun tinggi, minyak pelumas, asam
cair dan cahaya matahari, bahkan juga digunakan untuk membuat: O-ring, perapat
untuk saluran minyak dan gas, perapat pesawat terbang, isolasi kawat atau kabel
yang memerlukan persyaratan tinggi. Produk turunan lain nya: Elastomer uretan,
digunakan membuat bantalan peredam getar, landasan mesin pres, rol ban
conveyer dan ban mati.
Pada sistem tenaga listrik bahan khusus digunakan sebagai kotak kontak dan peralatan
lainnya. Penggunaan plastik untuk membuat penampilan dari suatu peralatan menjadi
menarik namun memiliki suatu fungsi yang sangat penting dalam suatu peralatan. Dengan
kemampuan suatu bahan khusus seperti plastik dalam menahan panas menjadikan bahan ini
selain menjadi bahan untuk memperindah penampilan tetapi juga menjadi bahan utama dari
suatu peralatan seperti kotak kontak, sekring maupun peralatan listrik lainnya. Tetapi tidak
semua jenis plastik dapat digunakan sebagai bahan khusus untuk peralatan listrik. Jenis
plastik tersebut seperti resin epoksida, polisulfonsa, poli imida dan karet sintetis.