Anda di halaman 1dari 55

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 1



TENTIR PRAKTIKUM
ILMU BIOMEDIK DASAR






















Disusun Oleh :
Amalia Azrina
Anisa Tia Efitasari
Desy Atmadika Rahim
Gassani Amalia
Jeffrey Christian Mahardika
Rakhma Nur Aziza
Tania Graciana








FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2013


[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 2

TENTIR PRAKTIKUM MIKROSKOP DAN HISTOLOGI
I. Mikroskop













[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 3

II. Hasil Pengamatan Praktikum Histologi

1. Preparat Kulit Tebal (Perbesaran 100 x)















Lapisan-lapisan Epidermis
Squamosa Berlapis
Terkeratinisasi (Tanduk)
Badan Meissner
Jaringan Ikat
Areolar
Lapisan Dermis
Jaringan Ikat
Sebenarnya Tidak
Beraturan
Jaringan Adiposa
Jaringan Ikat
Sebenarnya Beraturan
(Fibrous)
Papil Dermis
Membran Basalis
Korpuskula
Meissner
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 4







2. Preparat Saraf Pusat Spinalis (perbesaran 100 x)


Kelenjar
Keringat
Korpuskula
Meissner
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 5


3. Preparat Saraf Pusat Spinalis (perbesaran 400 x)


4. Preparat Medula Spinalis Substansia Grisea perbesaran 400 x
Axon dan
Selubung
Myelin
Canalis Centralis
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 6












5. P
r
e
p
a
r
a
6. Preparat Otot
Skelet Perbesaran
100 x













6. Preparat Apus Darah Tepi Perbesaran 100 x
Badan Sel
Inti Sel
Dendrit
Axon Hillock
Axon




Inti Sel (berada di sisi)
Jaringan Otot Lurik
(tidak bercabang)

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 7









7. P
r
e
p
Eosinofil
Neutrofil
Segmen
Monosit
Limfosit
Basofil
Limfosit
Netrofil
Segmen
Netrofil
Segmen
Netrofil
Batang
Monosit
Eosinofil
Eritrosit
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 8

arat Sistem Saraf Perifer Perbesaran 100 x



Axon
Selubung
Myelin
Akson
Keterangan: Selubung
myelin adalah bagian
berwarna putih dipinggir-
pinggir akson yang
berbentuk seperti benang
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 9


8. Preparat Lidah

















Soal-soal Pertanyaan








3
2
1 4
Keterangan
1: Otot Lurik Potongan Melintang
2: Otot Lurik Potongan Memanjang
3: Jaringan Adiposa
4: Jaringan Ikat Areolar
Keterangan:
1. Akson adalah bintik
hitam yang ada
diantara selubung
myelin (bentukan
berwarna ungu yang
mengelilingi titik
tersebut)
2. Perineurium adalah
lapisan pembungkus
berkas saraf,
memiliki inti
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 10

TENTIR PRAKTIKUM BIOLOGI SEL DAN GENETIKA

SPERMATOGENESIS PADA TIKUS
Struktur testis :
















Tunika albuginea: selaput tipis yang membungkus testis berupa jaringan pengikat fibrosa
yang tipis dan transparan. Jaringan ini masuk ke dalam testis membentuk septa (sekat) dan
membagi testis dalam beberapa lobus.
Tubulus seminiferus : Bentuk irisannya bulat, oval, atau menunjang berkelok-kelok, Tubulus
seminiferus terdiri atas epitel seminiferus dan lumen, Epitel seminiferus terdiri dari berbagai
tingkat pekembangan sel kelamin, dimulai dari sel spermatogononium sampai spermatozoa.
Membran basalis : merupakan dinding tubulus yang disusun oleh sel gepeng
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 11

Spermatogonium : sel ini terletak dekat dengan membran basalis (baris pertama). Ada dua
macam sel spermatogonium, yaitu spematogonium A berinti lonjong agak jernih, sedangkan
spermatogonium B berbentuk bulat, lebih kecil dan agak gelap.
Spermatosit I : umumnya sel tersebut berada pada stadium profase, terletak di baris kedua
dari membran basal yang terdiri dari sel-sel :
a. Leptoten : Selnya berinti padat seperti benang wol
b. Zigoten : Sel ini agak sulit dibedakan dari sel leptoten
c. Pakhiten : Kromatin dalam inti sel membentuk jaring-jaring seperti jala, intinya
bervariasi dari kecil sama besar sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Perkembangan sel pakhiten cukup panjang, sehingga selalu terdapat pada setiap
potongan tubulus seminiferus.
d. Diakinesis : Sel ini mudah ditemukan pada potongan tubulus yang banyak berisi sel-sel
dalam keadaan mitosis. Kromatin tertarik ke pinggir, sehingga di bagian tengah selnya
relatif nampak kosong seperti cincin.
Spermatosit II : Sel ini ditemukan dalam tubulus pada stadium bersama-sama dengan
diakinesis. Sel ini sulit/jarang ditemukan karena kehadiranya hanya sebentar, dan segera
akan membelah lagi menjadi sel spermatid. Jumlah kromosom sel spermatosit II adalah
haploid.
Spermatid : Sel ini merupakan hasil pembelahan spermatosit II, intinya kecil, dan umumnya
menempati baris ke tiga atau ke empat dari membran basal.
Spermatozoa : Bentuk kepala yang seperti sabit terlihat kurang jelas, sedangkan ekornya
jelas terlihat seperti rambut halus, dan banyak terdapat dekat sel sertoli atau dekat lumen
tubulus seminiferus .
Sel sertoli : Terletak pada baris pertama, berinti besar, bentuknya bulat atau segitiga yang
mengarah ke lumen tubulus dan biasanya dikerumuni beberapa spermatozoa.
Sel Leydig : Sel ini terletak di luar tubulus seminiferus, mudah ditemukan di antara beberapa
tubulus seminiferus.
Jawaban Panduan Praktikum
1. Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis dan spermiogenesis?
Spermatogenesis adalah suatu proses gametogenesis yang terjadi pada laki-laki melalui
pembelahan mitosis dan meiosis untuk menghasilkan sperma. Spermatogenesis terdiri dari 3
tahapan yaitu spermatositogenesis, spermiogenesis, dan spermiasis. Spermatositogenesis adalah
tahap awal dimana terjadi pembelahan spermatogonium menjadi spermatosit primer melalui
pembelahan mitosis. Selanjutnya spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis menjadi
spermatosit sekunder dan spermatid. Spermiogenesis adalah peristiwa perubahan (perkembangan)
spermatid menjadi sperma yang matang (fungsional) dimana terjadi pembentukan golgi, axonema
dan kondensasi DNA. Selain itu jug aterjadi pembentukan cap akrosom, pembentukan bagian ekor,
dan reduksi sitoplasma oleh sel sertoli (proses pendewasaan). Spermiasis adalah suatu peristiwa
pelepasan sperma yang matag dari sel sertoli ke lumen tubulus seminiferus dan selanjutnya ke
epididimis.
2. Apa perbedaan spermatogenesis dan oogenesis?
Perbedaan Spermatogenesis Oogenesis
Tujuan Pembentukan sperma Pembentukan ovum
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 12

Tempat Testis Ovarium
Hasil 4 sel fungsional 1 sel fungsional
Pembelahan
Pembelahan mitosisnya
terjadi secara simetris
Pembelahan meiosisnya
terjadi secara asimetris
Proses
Spermatogenesis terjadi
secara terus menerus
Oogenesis memiliki periode
istirahat yang panjang

3. Apa makna dari pembelahan mitosis dan meiosis pada pembentukan kelamin?
Pembelahan mitosis pada pembentukan sel kelamin (gametogenesis) adalah suatu proses yang
menghasilkan sel anakan yang mewarisi sifat sel induknya dan memiliki jumlah kromosom yang
sama dengan jumlah kromosom induknya. Sel anakan tersebut akan menyediakan persediaan
berkelanjutan untuk sel germinal hasil pembelahan selanjutnya. Pembelahan mitosis ini juga terjadi
pada proses pembentukan sperma dan ovum dimana sebelum pembelahan meiosis, terlebih dahulu
terjadi pembelahan mitosis.
Pembelahan meiosis pada pembentukan sel kelamin (gametogenesis) adalah suatu proses yang
menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya setengah dari jumlah kromosom induknya.
Terjadinya reduksi kromosom pada pembelahan meiosis bertujuan agar jika terjadi penyatuan gamet
(sel kelamin jantan membuahi sel kelamin betina) tidak terjadi kelebihan jumlah kromosom (sel hasil
pembuahannya tidak akan mengalami kelainan jumlah kromosom).
4. Mengapa spermatozoa banyak terdapat di dekat sel sertoli?
Spermatozoa banyak terdapat di dekat sel sertoli dikarenakan secara fungsional sel sertoli
berfungsi memberikan nutrisi kepada spermatozoa sehingga spermatozoa banyak dijumpai di
dekatnya.

OOGENESIS PADA TIKUS
Struktur Ovarium :


[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 13

Epitel germinativum, terdapat di bagian luar ovarium berupa selapis sel epitel kubis yang
membungkus ovarium .
Folikel primer : ovum yang dikelilingi oleh selapis sel folikel
Folikel sekunder : ovum yang dikelilingi oleh dua lapis sel folikel
Folikel tersier : ovum yang dikelilingi tiga atau lebih lapis sel folikel, seringkali terbentuk
rongga di antara sel folikel yang disebut antrum folikuli, berisi cairan.
Folikel de Graaf : merupakan ovum yang dewasa/matang. Antrum folikuli cukup besar,
sehingga ovum terletak di tengah antrum folikel de Graaf. Folikel ini umumnya berada di
bagian tepi ovarium
Folikel atresia : sel-sel folikel atau ovum yang mengalami kerusakan, menunjukan gejala
piknotis. Gejala ini dapat terjadi mulai dari tingkat pekembangan folikel primer sampai
folikel de Graaf.
Korpus haemoragikum, terbentuk setelah ovulasi dan agak sulit ditemukan dalam sediaan.
Korpus luteum, terbentuk dari korpus haemoragikum yang terdiri dari sel-sel lutein dan
berfungsi memproduksi hormon progesteron.
Jawaban Panduan Praktikum
1. Apa peranan hormon estrogen dan progesteron?
Peran hormone estrogen :
- Merangsang pertumbuhan seks sekunder pada anak perempuan seperti payudara.
- Mengatur siklus menstruasi
- Menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya
- Memproduksi cairan yang melembabkan vagina
- Membantu menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita
- Mendorong terbentuknya dinding endometrium di uterus sebelum ovulasi terjadi
- Mendorong keluarnya hormone LH dan menghambat sekresi FSH
- Mempertahankan fungsi otak
- Mengatur pola distribusi lemak di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang
feminim
- Mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar
tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpeliharan dan kencang serta mampu
menahan air
- Berperan dalam produksi sel pigmen kulit
Peran hormone progesteron
- Mempertahankan endometrium yang menebal
- Meningkatkan aktivitas kelenjar susu
- Mengatur siklus haid
- Mengembangkan jaringan payudara
- Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan
- Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium
- Pada fase luteal, menghambat sekresi LH dan FSH
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 14

- Mengurangi kontraktilitas uterus agar tercipta lingkungan yang tenag untuk implantasi
dan pertumbuhan mudigah
- Mengentalkan secret vagina
2. Uraikan mekanisme umpan balik hormon estrogen dan progesteron pada sistem reproduksi
wanita!
Pada awalnya, kadar estrogen dan progesteron dalam darah rendah memberikan umpan balik
positif kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis menyekresikan FSH yang kemudian memicu
perkembangan folikel de graff dari folikel primordial. Kemudian folikel de graff menghasilkan
hormone estrogen. Hormone estrogen memberikan umpan balik negatif pada hipofisis sehingga
sekresi FSH turun. Selanjutnya hipofisis menyekresikan LH. Kadar estrogen dalam darah semakin
meningkat dan memberikan umpan balik negatif dengan membentuk hormon GnRh untuk
menurunkan kadar estrogen hingga pada suatu batas normal. Kadar hormone LH dalam darah
meningkat, folikel pecah dan dan oosit sekunder keluar. Folikel yang pecah berkembang menjadi
korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progesteron. Kadar progesteron
dalam darah terus meningkat hingga memberikan umpan balik negatif pada hipofisis untuk
mengurangi sekresi LH. Setelah produksi FSH dan LH turun, maka sekresi progesteron dan estrogen
pun turun, dan kembali lagi memberikan umpan balik positif kepada hipofisis.
3. Apa peranan hormon FSH dan LH pada proses oogenesis?
Fungsi FSH:
Merangsang pertumbuhan sel-sel folikel disekitar ovum pada fase folikuler
Meningkatkan produksi estrogen
Fungsi LH:
Merangsang ovulasi
Meningkatkan produksi progesteron
Merangsang pembentukan korpus luteum

MITOSIS
Fase-fase dalam mitosis:

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 15

KARIOTIP MANUSIA
Dasar Penggolongan Kromosom:
a. Kromosom dapat dikenali dengan cara memperhatikan ukuran, bentuk, letak sentromer dan
satelit, dengan diwarnai terlebih dahulu.
b. Kromosom manusia diberi nomor berdasarkan urutan besar kecilnya kromosom dan
selanjutnya di kelompokan mulai dari golongan A sampai golongan G .
c. Kromosom autosom (22 pasang), diberi nomer 1 untuk kromosom yang terbesar, sampai
nomer 22 untuk kromosom yang terkecil.
d. Kromosom seks jumlahnya sepasang terdiri dari XX atau XY. Kromosom X dimasukkan dalam
golongan C, sedangkan kromosom Y termasuk golongan G.
e. Tiap kromosom mempunyai lengan panjang (q) dan lengan pendek (p).
f. Letak sentromer akan menentukan tipe kromosom. Kromosom metasentrik adalah
kromosom yang mempunyai lengan p sama panjang dengan lengan q, sedangkan
submetasentrik adalah kromosom yang mempunyai lengan p lebih pendek sedikit (secara
mikroskopis) dibandingkan lengan q. Bila lengan p jauh lebih pendek dibandingkan dengan
lengan q (1/3-1/4 q) disebut tipe kromosom akrosentrik.
g. Biasanya kromosom tipe akrosentrik memiliki satelit, yaitu bagian ujung lengan kromosom
seperti terpisah yang dihubungkan oleh bagian lengan yang sangat halus.

Penggolongan Kromosom :
1. Golongan A : Terdiri dari tiga pasang kromosom metasentrik paling bsar, yaitu kromosom 1,
2 dan 3.
2. Golongan B : Terdiri dari 2 pasang kromosom sub metasentrik yang lebih kecil daripada
golongan A, yaitu kromosom nomor 4 dan 5.
3. Golongan C : Kromosom berukuran lebih kecil dari golongan B. Pada wanita terdiri dari 8
pasang kromosom metasentrik dan submetasentrik, sedangkan pada laki-laki terdiri atas 7
pasang kromosom dari golongan C yang meliputi kromosom nomor 6- 12 dan kromosom X
4. Golongan D : Merupakan kromosom akrosentrik besar (lebih kecil daripada golongan C) dan
bersatelit. Ada tiga pasang, yaitu kromosom nomor 13, 14, dan 15
5. Golongan E : Lebih kecil daripada golongan E dan terdiri dari 3 pasang kromosom, yaitu
kromosom nomor 16. 17. Dan 18. Kromosom nomor 16 hampir metasentrik, sedangkan
nomer 17 dan 18 hampir submetasentrik
6. Golongan F : Terdiri dari 2 pasang kromosom metasentrik kecil (lebih kecil daripada
kromosom golongan E), yaitu kromosom 19 dan 20
7. Golongan G : Terdiri 2 pasang kromosom yaitu kromosom nomor 21 dan nommor 22 yang
merupakan kromosom terkecil, akrosentrik dan bersatelit. Pada laki-laki kromosom G ada 5
karena kromosom Y termasuk kelompok ini.







[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 16

















KROMATIN SEKS
Kromatin X dapat ditemukan pada inti sel epitel mukosa pipi wanita berupa satelit dan disebut
badan barr (barr body) yang menempel pada membran inti. Selain itu, kromatin X dapat ditemukan
pula pada leukosit netrofil, letaknya tidak menempel pada membran inti, tetapi justru keluar
menonjol dari inti netrofil dan bentuknya seperti pemukul genderang (drum stick). Bentuknya kepala
pemukul genderang bulat dan padat, berukuran 1,5 mikron








Jawaban Panduan Praktikum :
1. Apakah pada laki-laki terdapat badan barr dan drumstick?
Barr body dan drumstick tidak ada pada laki-laki (hanya pada perempuan). Pada jenis
kelamin wanita, memang ditemukan barr body yang berstruktur gelap pada tepi nukleus sel
somatk dan juga drumstick yang berupa tonjolan berbentuk gendering pada membrane
nukleus neutrofil. Munculnya barr body dan drumstick disebabkan oleh adanya inaktivasi
kromosom X pada wanita.
2. Jelaskan manfaat pemeriksaan kromatin seks?
Salah satu manfaat dari pemeriksaan kromatin seks adalag untuk mengetahui apakah
seseorang menderita kelainan genetik atau tidak. Manfaat lainnya adalah biasanya untuk
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 17

mencegah terjadinya kecurangan pada lomba-lomba olahraga (dengan melakukan
pemeriksaan jenis kelamin).
3. Apa manfaat pemeriksaan kromatin seks yang dilakukan pada bayi yang baru lahir?
Manfaat dilakukannya pemeriksaan kromatin seks pada bayi yang baru lahir yaitu untuk
mengetahui apakah bayi tersebut terkena atau mengidap suatu kelainan genetik sehingga
bagi orang tua ataupun dokter bisa melakukan penanganan dan perawatan dini bagi si bayi.

GOLONGAN DARAH
Berbagai sistem golongan terbentuk oleh karena pada lokus Isoaglutinogen (I), terjadi mutasi
berulang-ulang sehingga menimbulkan alel berganda (multiple alel). Pada sistem ABO, seorang yang
bergolongan A memiliki zat anti B/antibodi B (beta). Seorang yang bergolongan darah B memiliki
antigen B pada permukaan eritrositnya dan pada plasma darahnya memiliki zat anti A (alfa). Namun
seorang bergolongan darah AB memiliki zat anti A dan B pada plasma darahnya. Reaksi aglutinasi
terjadi jika antigen A bercampur atau bertemu dengan zat anti A dan antigen B bercampur atau
bertemu dengan zat anti B.
Pada sistem Rhesus, terdiri dari Rhesus positif dan Rhesus negatif. Sebagian besar orang Asia
termasuk Indonesia memiliki Rhesus positif sedangka Rhesus negatif banyak dimiliki oleh ras orang
Kaukasia. Zat anti Rhesus secara alami tidak terdapat dalam plasma darah, namun berada dalam
plasma darah hewan percobaan (kelinci) yang telah disuntik antigen Rhesus. Reaksi aglutinasi terjadi
jika antigen Rhesus bercampur atau bertemu dengan zat anti Rhesus.
Contoh pemeriksaan golongan darah :









[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 18

TENTIR SISTEM SARAF DAN INDERA
SISTEM SARAF
1. Sistem Saraf Pusat
a. Cerebrum

Aspek superior cerebrum
















Aspek Lateral Superior












[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 19

Aspek medial







Bagian Fungsi
Area Borca Pembentukan bicara (mengendalikan
kemampuan bicara)
Area Wernicke Pemahaman bicara/bahasa
Gyrus pre centralis Area motorik
Gyrus post centralis Area sensorik
Gyrus transversus Pusat pendengaran primer
Cuneus-gyrus lingualis Memproses informasi visual pada awalan dan
tingkat lanjut, aspek pembelajaran dan ingatan
Uncus Bagian dari sistem limbik yang berbentuk wedge
shape


Area fungsional cortex cerebri (lateral)










[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 20

Area fungsional cortex cerebri (sagital)







b. Batang Otak dan Cerebellum

Aspek cerebellum dan batak otak (ventral)








Bagian-bagian batang otak (ventral dan lateral)








[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 21







Bagian-bagian batang otak (dorsal)
Struktur Batang Otak Fungsi
Mesencephalon - Sebagai penghubung pons dan
cerebellum dengan cerebrum
- Jalur penghantar dan pusat refleks
Pons Sebagai pusat respiratorik dan mengatur
frekuensi dan kedalaman pernapasan
Medulla Oblongata Viscerl autonomic centre and relay centre

c. Medulla Spinalis

Medulla Spinalis yang terbungkus meninges








Lokasi medulla spinalis




[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 22

d. Pembuluh Darah Sistem Saraf Pusat







e. Sistem Ventrikel dan Aliran Liquor Cerebrospinalis (LCS)







Aliran Liquor Cerebrospinalis
Ventrikel lateral ke melalui foramen interventrikular ventrikel 3 kemudian menuju ventrikel 4
melalui aqudauctus serebral, lalu ke vili araknoid ke dalam sinus vena pada durameter dan kembali
ke aliran darah.
Ventrikel lateral ventrikel 3 ventrikel 4 vili araknoid








[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 23

f. Pelindung Sistem Saraf Pusat

Lapisan pelindung otak

Lapisan pelindung otak terdiri dari SCALP (Skin, Connective tissue, Apponeurosis, Loose
connective tissue, Pericarnium) , cranium, dan meninges.







Gambar pelindung lapisan otak
*Durameter= Periosteum +meninges
Lapisan pelindung medulla spinalis

Lapisan pelindung medulla spinalis terdiri dari vertebrata, meninges, dan kulit.








Lapisan pelindung medulla spinalis
2. Sistem Saraf Tepi




[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 24

a. Saraf Cranial










No. Klasifikasi Saraf Kranial Fungsi
I Neuron Olfaktori Penciuman
II Neuron Optik Penglihatan tepatnya pada retina
III Neuron Okulomotorik Gerakan otot bola mata
IV Neuron Troklear Gerakan otot bola mata
V Neuron Trigeminal Menginversi otot mastikasi
VI Neuron Abdusen Menginversi otot rektus lateral mata
VII Neruon Fasial Menginversi otot ekspresi wajah, termasuk
kelenjar air mata dan kelenjar saliva
VIII Neuron Vestibukoklear Pusat keseimbangan
IX Neuron Glosofaringeal Otot untuk berbicara, menelan, dan pengecap
rasa bagian posterior
X Neuron Vagus - Organ thoraks dan abdomen (motorik)
- Faring, laring, trakea, esofagus, jantung
(sensorik)
XI Neuron Aksesori Spinal Otot volunteer faring, laring, medula spinalis,
serviks, dan menginversi otot trapezius dan
sternokleidomastoid
XII Neuron Hipoglosal Otot lidah

b. Saraf spinal
Saraf spinal terdiri dari 31 pasang.
Saraf serviks 8 pasang
Saraf toraks 12 pasang
Saraf lumbal 5 pasang
Saraf sakral 5 pasang
Saraf koksik (coccyx) 1 pasang

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 25















c. Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom terdiri dari parasimpatik dan simpatik












[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 26

SISTEM INDRA
A. Penciuman

m. olfactorius










B. Pengecap













[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 27


C. Penglihatan










Bola mata terdiri dari 3 lapisan:
Tunica Fibrosa : lapisan terluar terdiri dari sclera dan kornea
Tunica Vascularis: terdiri dari choroid, corpus ciliaris, dan iris
Tunica Interna: lapisan neural yang dibentuk oleh retina










Gambar bola mata

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 28



D. Pendengaran dan Keseimbangan










Struktur anatomi telinga











Struktur telinga dalam

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 29


Struktur cochlea

















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 30

TENTIR PRAKTIKUM MUSKULOSKELETAL
Sistem muskuloskeletal terdiri atas sistem muskulo (otot) dan sistem skeletal (rangka)
I. Sistem skeletal
Pada tubuh manusia sistem skeletal terdiri atas tulang, tulang rawan, ligamen dan sendi.
Tulang-tulang manusia tersebut membentuk rangka, yang terdiri atas rangka aksial (batang
badan) dan rangka apendikular.
Rangka akisal terdiri dari:
a) Tengkorak





















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 31













Gambar 3: Bagian inferior tengkorak (Tortora)
b) Columna vertebralis
c) Sternum
d) Costae


Rangka Apendikular terdiri dari:
1. Rangka anggota gerak atas
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 32

2. Rangka angggota gerak bawah








[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 33

Persendian dan gerak sendi synovial

Jawaban panduan praktikum bagian c. persendian dan gerak sendi
Nama sendi Jenis sendi synovial
a. Sendi bahu
(art. humeri/art.glenohumeral)
1. Ball and socket joint
b. Sendi siku
(art. cubiti)
1. Hinge joint (sendi engsel), gerakannya
fleksi/ekstensi
2. Pivot joint, gerakannya rotasi
c. Sendi pergelangan tangan
(art. radiocarpea)
1. Condyloid joint
d. Sendi panggul
(art. coxae)
1. Ball and socket joint
e. Sendi lutut
(art. genu)
1. Hinge joint


II. Sistem muskular (otot)
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 34

a) Otot-otot anggota gerak atas menggerakkan sendi bahu (art.humeri), sendi siku(art.cubiti)
dan sendi pergelangan tangan(art.radiocarpea)
b) Otot-otot anggota gerak bawah menggerakkan sendi panggul(art.coxae), sendi
lutut(art.genu), sendi pergelangan kaki dan jari kaki.

















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 35

TENTIR PRAKTIKUM SISTEM PENCERNAAN

Sistem Pencernaan terdiri atas:
1. Saluran pencernaan:
a. Mulut dan rongga mulut
b. Pharynx, esophagus dan Gaster
c. Intestinum tenue (usus halus)
d. Intestinum crassum (usus besar)
2. Kelenjar-kelenjar pencernaan:
a. Kelenjar ludah
b. Pankreas, Hepar, dan Vesica felea (kantung empedu)




















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 36

Saluran Pencernaan


[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 37














Kelenjar Pencernaan
Pankreas (kelenjar ludah perut) secara anatomi terbagi menjadi bagian caput (kepala),
collum (leher), corpus(badan) dan cauda (ekor).

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 38


Hepar=kelenjar terbesar di tubuh manusia, terdiri atas:
1. Lobus dextra
2. Lobus sinistra
3. Lobus caudatus
4. Lobus quadratus
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 39

Gambar : Hepar dan Vesica felea (kantung empedu)
Pendarahan saluran pencernaan
Pada sistem pencernaan, organ-organ visceral didarahi oleh aorta abdominalis dan cabang-
cabangnya, seperti:
1. A. Coeliaca
2. A. Mesenterica superior
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 40

3. A. Mesenterica inferior
Sistem pada pembuluh darah nadi (balik) terdiri atas:
1. Sistem vena porta
2. Sistem vena cava











[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 41

TENTIR SISTEM KARDIOVASKULER
Sistem Kardiovaskuler terdiri atas jantung dan pembuluh-pembuluhnya. Jantung berada di
belakang corpus sterni dan cartilago costae. Tempatnya pada 1/3 lateral kanan dan 2/3 lateral kiri
dari sternum. Titik ujung bawah jantung disebut apeks yakni di kerucutnya.Bagian dasarnya di
superior dan disebut basis. Di jantung terdapat 4 ruang : atrium dexter, ventricle dexter (kanan),
atrium sinester, dan ventricle sinester (kiri). Batas antara atrium dan ventricle ditandai dengan sulus
longitudinalis (interverticularis)anterior dan sulcus coronarius. Sementara itu pemisah kedua atrium
adalah septum atriorum; sekat antar ventricle adalah septum interventriculorom. Bukaan antara
atrium dan ventricle disebut orificium atrioventriculorum yang dilengkapi katup. Katup kanan
adalah valvula tricuspidalis; katup kiri disebut valvula bikuspidalis.












[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 42

Pembuluh darah :
Arteri/ nadi berfungsi membawa darah dari
jantung. Pembuluh nadi terbesar adalah
aorta. Pintunya bermula pada basis
ventricle aorta ascendens arcus aorta
3 pembuluh darah (a. Carotis comunnis
sinistra, a. Subclavia sinistra (anggota gerak
atas), truncus brachiocepahlica.
Anggota gerak bawah : a. Iliaca externa
a.femoralis a. Tibialis anterior, a. Tibialis
posterior, dan a. fibularis
Ada beberapa lokasi denyut nadi di daerah
ekstremitas, dan dapat dirasa jelas, yakni A.
Axillaris (ketiak), A. Brachialis (lipat siku/
fossa cubiti), A. Ulnaris dan A.radialis
(pergelangan tangan), A. Femoralis (lipat
paha), a. Poplitea (lipat lutut/ fossa
poplitea), tibialis posterior (superior mata
kaki, medial), a. Dorsalis pedis (punggung
kaki)


Vena membawa CO2 membawa darah
menuju jantung. Dari kepala dan leher bermuara
dari vena cava superior. Dari bagian bawah
tubuh bermuara ke vena cava inferior. Keduanya
masuk ke atrium dexter.
Vena dangkal digunakan untuk memasukan
cairan infus dan pengambilan darah. Contoh :
vena Brachialis.

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 43

TENTIR SISTEM RESPIRASI
Terbagi atas saluran nafas atas (hidung dan faring) dan bawah (laring, bronkus, dan paru-paru)
Adapun zona konduksi : jalannya aliran udara masuk (hidung brochiolus terminal); zona
respirasi :tempat pertukaran gas (alveolus).
Hidung faring (nasofaryng : terdapat tonsil; orofaryng : tuba eustachius, laryngopharynx)
trachea (6-10 hialin berbentuk C, terbuka ke posterior) bronchus (principalis : primer; lobaris :
sekunder) pulmo (rongga toraks, lateral mediastinum, hilus paru: tempat keluar masuknya
bronchus, pembuluh darah, limfe, saraf)















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 44

TENTIR SISTEM PERKEMIHAN DAN REPRODUKSI

SISTEM PERKEMIHAN

Organ dalam sistem perkemihan


Anatomi ginjal (tampak anterior)


[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 45


Ureter, vesica urinaria, dan uretra pada wanita



Potongan sagittal organ sistem perkemihan wanita


[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 46


Potongan sagittal organ sistem perkemihan pria




Anatomi vesica urinaria dan uretra pada pria dan wanita


Organ Fungsi Lokasi
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 47

Ginjal - Mengatur volume, komposisi ion,
komposisi glukosa, tekanan, pH,
dan osmolaritas darah
- Memproduksi 2 hormon:
o Kalsitriol
o Eritropoietin
- Mengekskresikan zat buangan
dalam urine
- Glukoneogenesis (proses
pembentukan glukosa dari
senyawa non karbohidrat)
- di rongga abdomen
- di bagian retroperitonial
pada kuadran superior kanan
dan kiri
- Ginjal kanan: Posterior
hepar, duodenum, colon
- Ginjal kiri: posterior gaster,
pankreas, colon, jejunum

Keterangan: ginjal kanan
lebih rendah daripada ginjal
kiri
Ureter Mengalirkan urine dari ginjal ke vesica
urinaria (dibantu gerak peristaltik,
tekanan hidrostatik, dan gaya gravitasi)
Jalur:
Rongga abdomen rongga
pelvis menembus sudut
posterolateral dinding vesica
urinaria
Vesica urinaria Menyimpan urine - Rongga pelvis
- Posterior simfisis pubis

Pria: anterior rektum
Wanita: anterior vagina,
inferior uterus

Ket.: dalam kondisi penuh,
permukaan superiornya
dapat menonjol ke rongga
abdomen
Urethra Tempat pengeluaran urine

Ket.: pada pria, juga sebagai tempat
pengeluaran semen
Rongga pelvis (mulai dari
inferior vesica urinaria)

Pada pria: sepanjang penis
Pada wanita: di depan vagina

Ket.: uretra wanita lebih
pendek daripada pria













[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 48

SISTEM REPRODUKSI

Anatomi Sistem Reproduksi Pria


Anatomi organ reproduksi pria


Organ reproduksi pria (potongan frontal dan transversal)

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 49


Anatomi penis


Anatomi Sistem Reproduksi Wanita


Anatomi organ reproduksi wanita

[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 50


Anatomi uterus wanita (tampak posterior)


Organ reproduksi eksternal wanita








[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 51

TENTIR UJI NUTRISI

1. Uji Karbohidrat
A. Uji Molish
Untuk membedakan senyawa karbohidrat dengan senyawa bukan karbohidrat.
Karbohidrat dengan asam sulfat pekat menghasilkan senyawa furfural.
Senyawa furfural yang terbentuk dengan -naftol menghasilkan senyawa yang berwarna
ungu.
Yang termasuk karbohidrat :
1. Fruktosa, glukosa, galaktosa (monosakarida)
2. Laktosa, sukrosa, maltosa (disakarida)
3. Pati, selulosa (polisakarida)

B. Uji Iodium
Untuk membedakan polisakarida dari disakarida dan monosakarida.
Pati termasuk polisakarida karena mempunyai struktur 3 dimensi yang berupa spiral
yang dapat mengikat molekul iodium secara fisik (dengan cara menempatkan iodium
tersebut dalam spiral) sehingga dapat menghasilkan warna biru. warna biru
menunjukkan polisakarida.
Bila larutan pati dipanaskan, struktur spiral akan hilang sehingga molekul pati tidak
dapat lagi mengikat iodium.

C. Uji Barfoed
Untuk membedakan monosakarida dan disakarida.
Reduksi oleh karbohidrat dalam suasana asam.
Uji ini mendeteksi adanya karbohidrat.
Dengan penambahan pereaksi warna fosfomolibdat pada larutan monosakarida akan
memberikan warna biru tua.

D. Uji Seliwanoff
Untuk membedakan karbohidrat yang mempunyai gugus keton dan aldehid.
Karbohidrat atau turunannya (4-hidroksi metal furfural) dengan resorsinol menghasilkan
senyawa yang berwarna merah.
Jenis karbohidrat yang positif terhadap uji ini adalah fruktosa dan sukrosa sehingga bila
kedua larutan tersebut diberikan pereaksi selliwanoff akan menghasilkan warna merah.
Sukrosa dapat memberikan warna merah karena merupakan disakarida yang terdiri dari
fruktosa dan glukosa. Laktosa dan glukosa tidak menghasilkan warna merah.
Yang memiliki gugus aldehid adalah glukosa dan galaktosa. Yang memiliki gugus keton
adalah fruktosa.
Maltosa (glukosa+glukosa), laktosa (glukosa+galaktosa).

E. Uji Benedict
Untuk memperlihatkan sifat mereduksi dari karbohidrat.
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 52

Larutan tembaga (Cu
2+
) dalam suasan basa akan direduksi oleh gula yang mempunyai
gugus aldehid atau keton bebas, sehingga akan terbentuk endapan kupro-oksida yang
berwarna hijau sampai merah bata.
Glukosa dapat mereduksi larutan tembaga (Cu
2+
) dalam suasan basa karena
menghasilkan endapan kupro oksida yang berwarna merah bata.
Laktosa dan sukrosa tidak menghasilkan warna merah bata.

2. Uji Protein
A. Uji Buiret
Untuk memperlihatkan bahwa protein mengandung ikatan peptida
Gugus CO dan NH dari ikatan peptida dalam molekul protein membentuk warna
lembayung (ungu) bila direaksikan dengan ion Cu
2+
dalam suasana alkali.
Gelatin dan putih telur mengandung ikatan peptida sehingga termasuk ke dalam protein.

B. Reaksi Xantoprotein
Untuk memperlihatkan bahwa protein tertentu mengandung asam amino dengan inti
benzena.
Nitrasi inti benzena dari asam amino dalam molekul protein (tirosin, fenilalanin,
triptofan) menjadi senyawa nitro yang berwarna kuning. Dalam lingkungan alkalis
terionisasi dan warnanya berubah lebih tua atau jingga.
Putih telur termasuk protein yang mengandung asam amino dengan inti benzena.

C. Reaksi Milon
Untuk memperlihatkan bahwa protein mengandung asam amino dengan inti fenol
(tirosin).
Nitrasi derivate monofenol dari asam amino tirosin dalam senyawa protein.
Terkandung lebih banyak protein (asam amino) dengan tirosin pada putih telur
dibandingkan dengan gelatin karena putih telur menghasilkan endapan merah
kecokelatan sedangkan gelatin menghasilkan warna merah muda.

D. Reaksi Hopkins-Cole
Untuk memperlihatkan bahwa protein mengandung asam amino triptofan.
Asam amino triptofan yang terdapat dalam protein berkondensasi dengan asam
glioksilat yang dengan asam pekat membentuk kompleks berwarna.
Putih telur mengandung asam amino triptofan karena dapat membentuk kompleks
warna.
Asam amino yang terdapat dalam gelatin adalah asam amino tirosin, sedangkan yang
terdapat pada putih telur adalah asam amino tirosin, triptofan, dan fenilalanin.
Berdasarkan kandungan asam aminonya, sumber protein hewani yang paling baik
digunakan adalah putih telur karena memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap
(banyak).

3. Lipid (Lemak)
A. Uji pengemulsian lemak
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 53

Untuk memperlihatkan bahwa minyak dan air dapat dicampur secara merata dan stabil
dalam bentuk emulsi, dengan bantuan suatu bahan pengemulsi.
Suatu senyawa bersifat pengemulsi, bila dapat larut baik dalam air maupun dalam
minyak.
Adanya bahan pengemulsi ini menyebabkan minyak dapat tersebar merata dan stabil di
antara molekul-molekul air.
Salah satu pengemulsi yang dapat digunakan adalah sabun.

B. Uji kejenuhan lemak
Memperlihatkan bahwa minyak nabati, ada yang jenuh, tidak punya ikatan rangkap dan
ada yang tidak jenuh, mempunyai ikatan rangkap.
Minyak tidak jenuh (yang mempunyai ikatan rangkap) akan mengaddisi iodium (I2)
sehingga ikatan rangkap hilang. Bersamaan dengan itu warna cokelat iodium juga hilang.
Minyak kepala merupakan minyak jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap ketika
direaksikan dengan larutan Hubl minyak kelapa tidak dapat mengaddisi iodium sehingga
warnya tetap cokelat.
Minyak jagung baik yang tidak dipanaskan maupun yang telah dipanaskan dapat
menghilangkan warna cokelat dari iodium sehingga termasuk minyak nabati yang tidak
jenuh (punya ikatan rangkap).

C. Uji kolesterol
Untuk memperlihatkan bahwa kolestrol tidak terdapat dalam minyak nabati dan
terdapat dalam sumber hewani.
Kolesterol akan membentuk warna merah dan ungu bila direaksikan dengan H2SO4 pekat.
Larutan kolesterol dan kuning telur mengandung kolesterol dan minyak kelapa tidak
mengandung kolesterol.
Larutan kolesterol dan kuning telur termasuk ke dalam sumber hewani, minyak kelapa
termasuk ke dalam minyak nabati.
















[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 54

TENTIR PRAKTIKUM PENGUKURAN TEKANAN DARAH DAN SUHU

Alat yang diperlukan
1. Sfigmomanometer air raksa
2. Stetoskop
3. Metronom

Tata kerja
1. Pasang manset sfigmomanometer pada lengan atas (kiri atau kanan).
2. Carilah denyut a. brakhialis pada fosa kubiti dan denyut a. radialis pada pergelangan tangan.
3. Siapkan stetoskop di telinga.
4. Pompa manset sambil meraba a. radialis sampai tekanan di dalamnya melampaui tekanan
sistolik 30 mmHg dan sampai denyutnya tidak teraba lagi.
5. Pasang stetoskop tepat di tempat a.brachialis teraba.
6. Putar turunkan tekanan dengan memutar kunci pada stetoskop dan dengarkan detak pada
stetoskop sambil melihat angka yang ditunjukan di sfigmomanometer.
7. Bunyi detak yang pertama adalah tekanan sistoliknya, sedangkan yang terakhir adalah
tekanan diastoliknya.
8. Catat hasilnya.

Faktor yang menentukan besar tekanan darah arteri : kerja jantung, tahanan tepi, volume darah,
kekenyalan dinding pembuluh darah, dan kekentalan darah.
Saat duduk dan berdiri, tekanan darah sama/tidak berubah. Saat berbaring akan menurun dan
sesudah melakukan kerja otot akan meningkat.
Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

Rumus-rumus
Pulse Pressure (PP) = systole diastole
MAP = diastole + 1/3 PP

PENGKUKURAN SUHU TUBUH
Perbedaan antara termometer maksimum/klinik (TM) dan termometer kimia (TK) : pada pipa
kapiler TM, di atas reservoir terdapat penyempitan sehingga bila suhu reservoir meninggi, air
raksa terdorong ke atas, sedangkan bila suhu reservoir menurun air raksa dalam pipa kapiler
tidak dapat turun. Dengan demikian TM hanya menunjukkan suhu maksimum yang terukur.
Pada TK, pipa kapilernya tidak memiliki penyempitan sehingga air raksa dapat turun naik secara
bebas sesuai dengan suhu yang sedang diukur.
Hasil pengukuran suhu mulut setelah 3 menit dan 6 menit diharapkan tidak ada perbedaan
karena manusia temasuk golongan homoteirm.
Suhu pada kahir 3 menit setelah berkumur dengan air es lebih rendah daripada suhu pada akhir
3 menit setelah bernafas melalui mulut.
Sebelum melakukan pengukuran suhu di ketiak, terlebih dahulu ketiak harus dikeringkan
terlebih dahulu agar suhu ketiak tidak dipengaruhi oleh penguapan keringat.
[TENTIR PRAKTIKUM ILMU BIOMEDIK DASAR] FKUI 2013

ABDI : Pengabdi Cita, Karya, dan Bangsa Page 55

Suhu di mulut lebih tinggi daripada suhu di ketiak karena suhu mulut lebih menunjukkan suhu
inti tubuh. Sedangkan di ketiak bisa dipengaruhi oleh penguapan keringat yang terjadi diketiak.