Anda di halaman 1dari 26

azuresylph

Hope can help you.. :)


Google
KOMPAS.com - Facebook dan Google Kuasai Pasar Iklan Mobile
didukung oleh

Jumat, 28 Juni 2013
Laporan Praktikum Mikrobiologi Pengenalan Alat-alat Kerja Laboratorium
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

ACARA 1

PENGENALAN ALAT-ALAT KERJA LABORATORIUM















Disusun Oleh :

Nama : Putri Mian Hairani
NPM : E1J012014
Judul Acara : Pengenalan Alat Kerja Lab
Hari & tgl Praktikum : Selasa, 19 Maret 2013 (14.00-16.00 WIB)
Dosen P. : Dr. Ir. Hendri Bustamam M.sc
Co-ass : Agung Matsetio





Laboratorium Ilmu Hama PenyakitTanaman
FakultasPertanian
Universitas Bengkulu
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Pekerjaan mikrobiologi banyak menggunakan alat-alat gelas, terutama cawan petri,
tabung reaksi, gelas obyek, gelas penutup, gelas piala, gelas erlenmeyer, dan lain-lain.
Kebersihan alat-alat gelas tersebut sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang kita lakukan,
baik untuk menghindari kontaminasi maupun untuk kejelasan dan ketepatan pengamatan. Dalam
hal ini kebersihan dapat diartikan sebagai jernih, kering, serta bebas debu dan lemak.
Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan
keadaan, apakah sudah bersih atau belum. Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu
dikembalikan dalam keadaan bersih. Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya
dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan, alat gelas juga harus
dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip,
marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah
dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan.
Alat-alat gelas yang berisi medium kultur, isinya dibuang ke dalam tempat sampah,
kemudian direbus sampai mendidih selama 30 menit untuk membunuh sisa-sisa mikroba,
kemudian baru dicuci dengan air sabun dan dibilas dengan air bersih. Alat gelas yang sudah
dicuci menggunakan sabun sebaiknya direndam lagi di dalam larutan Na
3
PO
4
1% selama 15
menit, kemudian dibilas dengan air bersih lalu direndam lagi dalam larutan HCl 1% selama 24
jam, yang akhirnya dibilas dengan aquades dan ditiriskan pada rak.
Selain alat-alat yang terbuat dari gelas seperti yang tersebut di atas, dalam pekerjaan
mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan peralatan optik yang tidak
kalah penting dengan peralatan gelas. Peralatan mekanik ini misalnya: otoklaf, sentrifuge,
penghitung koloni, inkubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi, dan mikroskop.
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM

Membedakan nama-nama peralatan gelas yang sering digunakan dalam kerja laboratorium
Mampu menggunakan dan memelihara peralatan sesuai denga prosedur


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Didalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alatyang berada di
laboratorium. Peralatan yang digunakan pada laboratoriummikrobiologi hampir sama dengan
peralatan-peralatan yang umumnya digunakandi laboratorium kimia, yaitu berupa alat-alat gelas
antara lain : tabung reaksi,cawan petri, pipet ukur, dan pipet volumetrik, labu ukur, labu
erlenmeyer, gelaspiala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spirtus, kaki
tigadengan kawat asbes, dan rak tabung reaksi.Di samping peralatan gelas tersebut, pada
laboratorium mikrobiologi masihada sejumlah alat yang khusus antara lain : autoklaf, oven,
mikroskop, jarum ose(inokulum), jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat
untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakan mikroorganisme dengan suhu tertentu yangkostan,
spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan,penangas air untuk
mencairkan medium, magnetik stirrer untuk mengaduk, dantabung durham untuk
penelitian fermentasi.(Anonym, 2012).
Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami carakerja dan
fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium. Selain untuk menghindarikecelakaan dan bahaya,
dengan memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan
praktikum dengan sempurna.(Walton.1998).
Pengenalan alat-alat ini meliputi macam-macam alat, mengetahui nama-namanya,
memahami bentuk, fungsi, serta cara kerja alat-alat tersebut. Setiap alatdirancang atau dibuat dengan
bahan-bahan yang berbeda satu sama lain danmempunyai fungsi yang sangat spesifik. Kebanyakan
peralatan untuk percobaan-percobaan didalam laboratorium terbuat dari gelas. Meskipun
peralatan-peralatantersebut telah siap dipakai, tetapi di dalam pemasangan alat untuk suatu
percobaankadang kala diperlukan sambungan-sambungan dengan gelas atau membuatperalatan
khusus sesuai dengan kebutuhan. (Imamkhasani, 2000).
Di dalam pekerjaan mikrobiologi dibutuhkan alat yang khusus untuk
melihatmikroorganisme. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop.Mikroskop
merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran kecil.
(Anonym, 2012)Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan
yangakan digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.Tekanan yang
digunakan umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm. Lama sterilisasiyang dilakukan biasanya 15 menit
untuk 121C. (Anonym, 2012).
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhuyang
terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.Colony counter
berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuhsetelah diinkubasi di dalam
cawan, karena adanya kaca pembesar. Selain itu alatini juga dilengkapi dengan skala atau
kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni yang sangat banyak. Jumlah koloni
pada cawanpetri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat direset.Mikropiper adalah alat
untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Banyak
pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume
pengambilannya (adjustablevolume pippete) antara 1 l sampai 20 l, atau mikropipet yang tidak
bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume ( fixed volume pippete)
misalnyamikropipet 5 l. Dalam penggunaannya mikropipet memerlukan tip. Cawan petri
berfungsi untuk membiakan (kultivasi) mikroorganisme. Mediumdapat dituang ke cawan bagian
bawah dan bagian atasnya digunakan sebagaipenutup. Cawan perti tersedia dalam berbagai macam
ukuran,diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm, dapat menampung media sebanyak 15-
20ml, sedangcawan yang berdiameter 9 cm, kira-kira cikup diisi media sebanyak 10 ml.Pipet
ukur meruapakan alat yang digunakan untuk memindahkan larutandengan volume yang
diketahui. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipetukur, diantaranya pipet berukuran 1
ml, 5 ml, dan 10 ml. Cara penggunaannyaadalah cairan disedot dengan bantuan filler sampai
pada volume yang diinginkan.Kebersihan alat-alat yang digunakan dan adanya ketelitian
praktikan dalammelakukan pengukuran dan perhitungan yang dilakukan. Penggunaan alat-
alatdalam laboratorium diharapkan dalam keadaan steril. Penggunaan alat-alat yangtidak steril
dapat menyebabkan kegagalan pda praktikum yang dilakukan.(Sudarmadji, 2005).










BAB III
BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM
3.1 Bahan dan Alat
Bahan : 100 g detergen, 1 L HCl 1%, 1 L Na
3
PO
4
1%, air bersih 10 l,
200 mL alcohol 70%.
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Cawan petri
3. Gelas piala
4. Erlenmeyer
5. Botol ukur alas datar
6. Gelas ukur
7. Pipet tetes
8. Pipet ukur
9. Pipet mikro
10. Gelas objek
11. Gelas penutup
12. Haemocytometer
13. Mikrometer
14. Batang pengaduk
15. Corong
16. Gelas ekstraktor
17. Desikator
18. Otoklaf
19. Oven
20. Timbangan analitik
21. Laminar flow
22. Coloni counter
23. Sentrifus
24. Mikroskop

3.2 Prosedur Kerja
a. Gambar skematis peralatan gelas yang tersedia kemudian beri keterangan tentang bagian-
bagiannya, kegunaan alat gelas yang bersangkutan, dan bagaimana cara merawatnya.
b. Alat gelas yang berisi medium kultur,isinya dibuang ke dalam tempat sampah, kemudian direbus
sampai mendidih selama 30 menit untuk membunuh sisa mikroba.
c. Setelah dingin, alat gelas dicuci dengan air sabun pada permukaan dalam dan luarnya.
d. Membilas dengan air bersih dan mengalir.
e. Alat gelas yang sudah dicuci menggunakan air sabun direndam di dalam larutan Na
3
PO
4
1%
selama 15 menit, kemudian dibilas dengan air bersih lalu direndam lagi dalam larutan HCl 1%
selama 24 jam.
f. Setelah 24 jam, gelas-gelas dicuci dengan air bersih, kemudian dibilas dengan aquades dan
ditiriskan pada rak.
g. Semua alat yang terbuat dari gelas dapat disterilkan menggunakan otoklaf pada suhu 121C dan
tekanan atm selama 15-30 menit.

Pada Alat Mekanik
1. Alat : Otoklaf, sentrifuge, penghitung koloni, incubator, oven, timbangan analitik,
kotak isolasi (laminar air flow).
2. Prosedur Kerja
a. Membuat gambar skematis alat-alat yang ada.
b. Perhatikan setiap bagian alat dan kegunaannya dalam pengoperasian.
c. Mencoba mengoperasikan peralatan sesuai dengan intruksi pembibimbing.
d. Mencatat cara-cara pemeliharaan alat-alat yang bersangkutan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan
Tabel pengamatan.
no Nama alat Gambar alat
Kegunaan
1 Mikroskop cahaya

Untuk melihat benda-
bendayang sangat kecil
sepertimikroorganisme,
sel, danbenda-benda lain
yangbersifat
mikroskopis.Bayangan
benda padamikroskop
ini bersifat 2dimensi.
2 Mikroskop stereo

Untuk melihat objek
yangmembutuhkan
pembesarantidak terlalu
besar.Bayangan benda
yangdiamati dengan
mikroskopini terlihat 3
dimensi.
3 Autpklaf elektrik

Untuk
mensterilkanberbagai
macam alat danbahan
yang digunakandalam
mikrobiologimenggunak
an uap air
panasbertekanan.
4 Inkubator

Untuk menginkubasi
ataumemeram mikroba
padasuhu yang
terkontrol

5
Stirrer / Hotplate

Untuk
menghomogenkansuatu
larutan
denganpengadukan
6 Colony counter

Untuk
mempermudahperhitung
an koloni yangtumbuh
setelah diinkubasi
didalam cawan karena
adanyakaca pembesar.
7
Biological safetycabinet
(BSC)

Untuk bekerja secara
aseptispada suatu
ruangan.
8 Mikropipet

Untuk memindahkan
cairanyang bervolume
cukupkecil.
9 Cawan petri

Untuk
membiakan(kultivasi)
mikroorganismepada
medium yangdituangkan
diatas cawan ini.

10
Pipet ukur

Untuk memindahkan
ataumengambil larutan
denganvolume yang
diketahui.
11 Pipet tetes

Untuk memindahkan
ataumengambil larutan
denganvolume yang
tidak diketahui.
12 Tabung reaksi

Untuk uji-uji
biokimiawidan untuk
menumbuhkanmikroba.
13 Labu erlenmeyer

Untuk menampung
larutan,bahan atau
cairan. Labu ini juga
dapat digunakan
untuk meracik
danmenghomogenkan
bahan-bahan, komposisi
media,menampung
aquadest,kultivasi
mikroba dalamkultur
cair dan lain-lain.
14 Mortar & Pestle

Untuk menumbuk
ataumenghancurkan
matericuplikan,
misalnya daging,roti
atau tanah
sebelumdiproses lanjut.

15
Bunchen
Burner(pembakarspirtus)

Untuk menciptakan
kondisiyang steril
denganmembakar
kontaminan yangberada
pada udara.
16 Gelas ukur

Untuk mengukur
volumesuatu cairan,
hamipir samadengan
labu
erlenmeyermemiliki
skala volume.
17 Batang L

Untuk menyebarkan
cairandipermukaan agar
supayabakteri yang
tersuspensidalam cairan
tersebutmerata.
18 Jarum inokulum(ose)

Untuk memindahkan
biakanuntuk ditanam/
ditumbuhkanke media
baru.
19 Pinset

Untuk mengambil
bendadengan menjepit.
Misalnyamemindahkan
cakramantibiotik.

20
Rubber Bulb(filler

Untuk menyedot
larutanyang dapat
dipasangkanpada
pangkal pipet ukur.
21 pH meteruniversal

Untuk
mengukur/ mengetahui
pH suatularutan.
22 Beaker Glass

Untuk preparasi media-
media,
menampungaquadest
dan lain-lain.

4.2. Pembahasan
Dari hasil pengamatan alat-alat tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda,
meskipun ada juga fungsidan penggunaannya hampir sama.Alat-alat ini juga terdiri dari
sterilisasi, yaitu alat yang digunakan untuk sterilisasi. Sterilisasi adalah usaha untuk
membebaskan alat-alat maupun bahan-bahan dari semua kehidupan. Alat isolasi adalah alat yang
digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme dan alat inokulasi mikroba. Berikut pembahasan
lebih lanjut mengenai alat-alat yang ada di laboratorium.

1) Mikroskop Cahaya.
1. Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan memantulkan cahayamelalui cermin, lalu
diteruskan hingga lensa objektif. Di lensa objektif bayangan yang dihasilkan adalah maya,
terbalik, dan diperbesar. Kemudian bayangan akan diteruskan dan menghasilkan bayangan yang tegak,
nyata dandiperbesar oleh mata pengamat. Semakin banyak cahaya yang dipantulkanmelalui
cermin, maka akan semakin terang juga mikroorganisme yang dilihat.Mikroskop memiliki
pembesaran objektif (4x, 10x, 40x, dan 100x) sertapembesaran okuler (10x).
2. Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganismeyang tak dapat terlihat
oleh mata telanjang.
3. Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya masing-masing bagian-bagian mikroskop:
1. Lensa okuler : untuk memperbesar bayangan yang dibentuk.
2. Revolver (pemutar lensa objektif) : untuk memutar lensa objektif sehingga mengubah pembesaran.
3. Tabung pengamatan (tabung okuler) : untuk mengamati bayangan.
4. Meja objek : tempat meletakan benda / spesimen.
5. Kondensor : untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa objektif.
6. Lensa objektif : memperbesar bayangan specimen.
7. Pengatur kekuatan lampu : untuk memperbesar dan memperkecil itensitascahaya lampu.
8. Tombol on-off : menghidupkan dan mematikan lampu.
9. Cincin pengatur diopter : untuk menyamakan fokus antara mata kanan dan kiri(pada mikroskop
binokuler).
10. Pengatur jarak interpupillar : untuk mengatur kejelasan bayangan pada lensaokuler.
11. Penjepis spesimen : untuk menjepit spesimen yang diamati agar tidak bergeser.
12. Sumber cahaya : untuk sumber cahaya yang dipantulkan oleh cermin. (pada mikroskop cahaya
biasa).
13. Sekrup pengatur vertikal : untuk menaikan atau menurunkan kaca objek.
14. Sekrup pengatur horizontal : untuk menggeser ke kanan / ke kiri kaca objek.
15. Sekrup fokus kasar (makrometer) : menaikan dan menurunkan meja preparat secara kasar dan cepat.
16. Sekrup fokus halus (mikrometer) : menaik turunkan meja objek secara halusdan lembut.
17. Sekrup pengencang tabung okuler.
18. Sekrup untuk mengatur konsensor : untuk menaik-turunkan konsensor.

4. Cara Kerja (Prosedur Operasi)
1. Menyalakan Lampua.
2. Tekan tombol on pada tombol on-off .
3. Atur kekuatan cahaya lampu dengan memutar bagian pengatur itensitasketerangan cahaya.
4. Menempatkan spesimen pada meja bendaa.
5. Letakan objek glass diatas meja benda kemudian jepit dengan penjepitspesimen. Jika meja benda
belum turun maka turunkan dengan sekrupkasar (Makrometer).
6. Cari bagian objek glass yang terdapat preparat ulas (dicari dandiperkirakan memiliki gambar
yang jelas) dengan memutar sekrupvertikal dan horozontal (penggeser).
7. Putar revolver pada pembesaran objektif yang diperlukan, misalnya 40xlalu putar sekrup kasar
(Makrometer) sehingga meja benda bergerak keatas untuk mencari fokus.
8. Setelah terlihat bayangan benda lalu fokuskan dengan menggunakansekrup halus (Mikrometer)
untuk mendapatkan bayangan yang lebihbersih dan jelas.

2) Mikroskop Stereoa.
a. Fungsi dan keteranganMikroskop stereo berfungsi untuk melihat objek yang
membutuhkanpembesaran tidak terlalu besar. Di Laborarotium Mikrobiologi, mikroskop
inibiasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur.
b. Bagian-bagian mikroskop stereo (misalZoom Stereo Microscope,OlimpusSZ3060) yaitu
1. Lensa okuler
2. Cincin pengatur diopter
3. Sekrup pengatur pembesaran
4. Sekrup pengatur focus
5. Pelat tempat spesimen diletakan
6. Penjepit preparat
7. Prosedur Operasi
c. Cara Kerja
1. Letakan spesimen di plat preparat, jepit jika perlu.
2. Atur pembesaran pada pembesaran terkecil dengan memutar sekruppengatur pembesaran
kemudian dicari fokusnya dengan memutar sekruppengatur fokus.
3. Jika ingin mendapatkan bayangan yang lebih besar, putar sekrup pengaturpembesaran ke pembesaran yang
lebih tinggi kemudian dicari fokusnya.



3) Autoklaf
a. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menggunakan uap air panasbertekanan untuk membunuh dan
menghilangkan kotoran dan mikroba yangterdapat pada alat atau bahan yang akan digunakan
dalam praktikum ataupercobaan.
b. Fungsimensterilkan alat atau bahan yang akan digunakan pada percobaan atauprkatikum
Mikrobiologi untuk menghindari kontaminasi.
c. Bagian-bagian autoklaf .
1. Tombol pengatur waktu mundur (timer )
2. Katup pengeluaran uap
3. Pengukur tekanan
4. Klep pengaman
5. Tombolon-off
6. Termometer
7. Lempeng sumber panas
8. Aquadest
9. Sekrup pengaman
10. Batas penambahan air
d. Cara penggunaan :
1. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf.Jika air kurang dari
batas yang ditentukan, maka dapat ditambahkan airsampai batas tersebut. Gunakan air hasil
destilasi (airpenyulingan/aquadest), untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
2. Masukkan peralatan dan bahan yang akan di sterilkan. Jika mensterilkanbotol bertutup ulir,
maka tutup harus dikendorkan.
3. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak adauap yang keluar dari
bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkanterlebih dahulu.
4. Nyalakan autoklaf, diaturtimer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu121C.
5. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemenautoklaf dan terdesak
keluar dari klep pengaman. Kemudian klap pengamanditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai
selesai. Penghitungan waktu 15menit dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
6. Jika alarm tanda selesasi berbunyi, maka tunggu tekanan dalamkompartemen turun hingga sama
dengan tekanan udara lingkungan (jarum pada presure gauge menunjuk ke angka nol). Kemudian
klep-kleppengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.

4) Inkubator
a. Prinsi kerja alat ini yaitu dengan memasukan atau menyimpan biakanmurni mikroorganisme,
kemudian mengatur suhunya, biasanya hanya dapatdiatur siatas suhu tertentu.
b. Fungsi inkubator adalah untuk menginkubasi atau memeram mikrobapada suhu tertentu yang
terkontrol.

5) Stirrer
a. Prinsip kerjanya menyimpan beaker glass atau labu erlenmeyer yang berisi cairan ataularutan
yang akan dihomogenkan diatas plat alat ini. Didalam alat ini jugaterdapat plat yang dapat
dipanaskan sehingga mempercepat proseshomogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang
magnet, Hot platedanmagnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS misalnya.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menghomogenkan larutan atau cairandengan pengadukan.

6) Colony Counter
a. Prinsipkerja alat ini yaitu setelah di on kan, kita menyimpan cawanpetri berisikan bakteri atau
jamur dalam kamar hitung, kemudian mengaturalat penghitung pada posisi (000) dan mulailah
menghitung denganmenggunakan jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada layar hitung.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menghitung jumlah koloni dari bakteri.

7) Biological Safety Cabinet (BSC) / Laminar Air Flow(LAF)
a. Prinsip KerjaPrinsip kerja dari alat ini yaitu membunuh dan menghilangkan bakteriyang
terbawa atau terapung diudara pada suatu ruangan untuk menciptakansuasana ruangan yang steril.
b. FungsiAlat ini berfungsi untuk mensterilkan suatu ruangan yang akandigunakan untuk percobaan
Mikrobiologi agar tidak ada kontaminasi bakteriyang terdapat diudara.
c. Cara OperasiCara pengoperasian alat ini, misalnya pada alat PurifierTMBiologicalSafety
d. Cabinet dari LABCONCO yang dimiliki laboratorium mikrobiologiadalah.
1. Hidupkan lampu UV selama 2 jam, selanjutnya matikan segera sebelumdimulai bekerja.
2. Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah.
3. Nyalakan lampu neon dan blower.
4. Biarkan selama 5 menit.
5. Cuci tangan dan lengan dengan sabun gemisidal/ alkohol 70%..
6. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70% atau desinfektan yangcocok dan biarkan
menguap.
7. Masukan alat dan bahan yang akan dikerjakan, jangan terlalu penuh karenamemperbesar resiko
kontaminan.
8. Atur alat dan bahan yang telah dimasukan ke BSC sedemikian rupasehingga efektif dalam
bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril.
9. Jangan menggunakan pembakar bunsen dengan bahan bakar alkohol tapigunakan yang berbahan
bakar gas.
10. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu olehaktivitas kerja.
11. Setelah selesai bekerja, biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluardari BSC.
12. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70% / desinfektan danbiarkan menguap lalu
tangan dibasuh dengan desinfektan.
13. Matikan lampu neon dan blower.

8) Mikropipet dan Tip
a. Fungsi alat ini yaitu untuk memindahkan atau mengambil larutan ataucairan dalam volume yang
cukup kecil.
b. Cara Operasi/ Cara Penggunaan alat ini adalah :
1. Sebelum digunakanThumb Knobsebaiknya ditekan berkali-kali untuk memastikan lancarnya
mikro pipet
2. Masukkan Tip bersih kedalamNozzle / ujung mikropipet.
3. Tekan Thumb Knob sampai hambatan pertama/ first stop, jangan ditekanlebih kedalam lagi.
4. Masukkan Tip kedalam cairan sedalam 3-4 mm.
5. Tahan pipet dalam posisi vertikal kemudian lepaskan tekanan dariThumbKnobmaka cairan akan
masuk ke dalam Tip.
6. Pindahkan ujung Tip ke tempat penampung yang diinginkan (Cawan Petriatau Kaca Objek
misalnya).
7. Tekan Thumb Knob sampai hambatan kedua/ second stopatau tekansemaksimal mungkin maka semua
cairan akan keluar dari ujung Tip.
8. Jika ingin melepas Tip putarThumb Knobsearah jarum jam dan tekanmaka Tip akan terdorong
keluar dengan sendirinya, atau menggunakan alattambahan yang berfungsi mendorong Tip
keluar.

9) Cawan Petri (Petri Dish)
a. Prinsip Kerjacawan petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagaiwadah dan yang lebih
besar merupakan tutupnya. Prinsip kerjanya yaitumedium dapat dituangkan ke cawan bagian
bawah dan cawan bagian atassebagai penutup.
b. FungsiFungsi dari cawan petri ini yaitu sebagai tempat pertumbuhan mikrobasecara kuantitatif
dan sebagai temapt pengujian sample.

10) Pipet Ukur
a. Prinsip kerja pipet ukur dapat digunakan dengan bantuan filler sebagai penyedotnya.Pada pipet
ini terdapat skala yang dapat digunakan sebagai takaran atauukuran volume larutan atau cairan
yang akan di ambil.
b. Fungsi dari pipet ukur adalah untuk memindahkan atau mengambilcairan atau larutan yang
volumenya dapat diketahui (melalui skala yangterdapat pada pipet ini).

11) Pipet Tetes
a. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menekan bagian karet yang beradapada pangkal pipet ini,
kemudian bagian ujungnya dimasukkan kedalamcairan atau larutan yang akan diambil dan
melepaskan tekanan pada karettersebut. Pipet ini hampir sama dengan pipet ukur hanya saja
volume padapipet ini tidak dapat diketahui (karena tak terdapat skala pada pipet ini).
b. Fungsidari pipet ini yaitu untuk memindahkan atau mengambil larutanatau cairan dengan volume
yang tak diketahui.


12) Tabung Reaksi
a. Prinsip kerjanyayaitu pada waktu memanaskan media yang adadidalam tabung reaksi, tabung reaksi
harus berada dalam keadaan miringdiatas nyala api dan mulut tabung jangan sekali-kali
menghadap pada diri kitaatau orang lain. Tabug reaksi yang disterilkan didalam autoklaf harus
ditutupdengan kapas atau alumunium foil.
b. Fungsinya adalah untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.

13) Labu Erlenmeyer
a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia secaralangsung atau
menggunakan corong dengan hati-hati. Labu ini memilikibagian yang lebar di bawah dan bagian yang
agak sempit (menyempit) padabagian atasnya.
b. Fungsi untuk menampung larutan, bahan, atau cairan. Labu Erlenmeyer dapatdigunakan juga
untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan, komposisimedia, menampung aquadest,
kultivasi mikroba dalam kultur cair, dan lain-lain.

14) Gelas Ukur
a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau cairan zat kimiasecara langsung dengan
berhati-hati.
b. Fungsi dari Gelas Ukur adalah untuk mengukur volume suatu cairan,seperti labu erlenmeyer,
memiliki beberapa pilihan berdasarkan skalavolumenya. Pada saat mengukur volume larutan,
sebaiknya volume tersebutditentukan berdasarkan menuskus cekung larutan.

15) Batang L
a. Prinsip Kerjanya yaitu dengan menggunakan bagian yang berbentuk L untuk menyebarkan
permukaan cairan.
b. Fungsiuntuk menyebarkan cairan dipermukaan agar supaya bakteri yangtersuspensi dalam cairan
tersebut tersebar merata.

16) Mortar dan Pestle
a. Prinsipnya adalah menggerus atau menumbuk bahan yang akan digunakan yang berbentuk padatan agar
menjadi halus dan berbentuk serbuk.Alat ini terdiri dari Lumpang dan Alu (kalo dalam
keseharian, prinsipnyasama dengan ulekan).
b. Fungsi alat ini adalah untuk menumbuk atau menghancurkan bahanyang akan digunakan agar halus.

17) Beaker Glass
a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau cairan kedalamBeaker glass ini.
b. Fungsi dari Beaker glass ini banyak. Didalam mikrobiologi alat inidapat digunakan untuk
preparasi media, menampung aquadest dan lain-lain.

18) Pembakar Bunsen/ Pembakar Spirtus
a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menyalakannya dengan membakarbagian sumbu (pada pembakar
spirtus) dengan korek api atau dengan memberiapi pada bagian atas (dari pembakar bunsen yang
berbahan bakar gas). Bunsenini ada yang berbahan bakar gas atau methanol.
b. Fungsi untuk menciptakan kondisi yang steril. Api yang menyala dapatmembuat aliran udara
karena oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkankontaminan ikut terbakar dalam pola
aliran udara tersebut. Juga alat ini dapatdigunakan untuk mensterilkan jarum ose atau yang
lainnya.

19) Tabung Durham
a. Prinsip kerjanya yaitu tabung durham dicuci, kemudian diisi denganmedium yang terdapat pada
tabung reaksi dengan mikropipet, atau dapat jugadi tancapkan (secara terbalik) ke medium yang
mengandung mikroba
b. Fungsinya adalah untuk menampung atau menjebak gas yang terbentuk akibat dari metabolisme
pada bakteri yang diujikan.

20) Jarum Inokulum (ose)
a. Prinsip kerjanya ialah sebelum alat ini digunakan, terlebih dahuludisterilkan dengan membakar
ujungnya pada pembakar bunsen sampaiberpijar, kemudian biarkan ujung jarum ini dingin
sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri atau mikroba yang akan dipindahkan atau
ditanam.Jarum ini memiliki 2 jenis ujung, ada yang lurus dan ada juga yang ujungnyaberbentuk
lingkaran.
b. FungsiUntuk menginokulasi kultur mikroba khususnya mikroba aerob dengan metode streak,juga
digunakan untuk mengambil mikroorganisme untuk diinokulasi/ ditanam pada media.

21) Pinset
a. Prinsip KerjaPrinsip kerjanya adalah menjepit benda yang akan diambil atau dipindahkan.
b. FungsiUntuk mengambil benda dengan menjepit, misalnya saat memindahkancakram antibiotik.

22) pH indikator universal
a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menempelkan kertas pH indikator ini kebenda yang akan di uji
pH-nya, ada tingkatan warna tertentu yang menyatakannilai atau tingkatan pH-nya.
b. FungsiUntuk mengukur tingkatan pH pada suatu larutan atau benda yangsedang diujikan.

23) Pipet Filler / Rubber Bulb
a. Prinsip kerjanya adalah dengan menempelkan atau memasang alat inipada pangkal pipet ukur,
untuk mengambil larutan tekan bagian bundar padaalat ini. Pada alat ini terdapat 3 saluran yang
masing-masing saluran memilikikatup. Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk
mengeluarkan udaradari gelembung. Bersimbol S (suction) merupakan katup yang juka
ditekanmaka cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas. Kemudian bersimbol E(exhaust )
berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari dalam pipet ukur.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menyedot larutan pada pipet ukur(seebagai alat sedot pada
pipet ukur).







BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwapada
setiap alat yang digunakan dalam praktikum ini memiliki nama dan fungsinya masing-masing,
sehingga diperlukan pengenalan terhadap alat-alat yang akan digunakan.
2. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alatlaboratorium dapat kita gunakan waktu yang
relative lama dan dalam keadaan baik. Alat-alat ini perlu dipelihara dengan baik dan selalu
mensterilkannya ketika akan menggunakannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Penguasaan dan pemahaman dalam penggunaan alat-alat akan sangatmembantu dan
menghindari kegagalan dalam praktikum mikrobiologi ini.

5.2. Saran
1. Praktikan diharuskan mengetahuai fungsi dan cara kerja masing-masing alat yang ada pada
laboratorium agar terhidar dari segala bentuk kegagalan dalam melaksanakan praktikum, dan
praktikum dapat berjalan dengan sempurna.














DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2012. Pengenalan Alat Mikrobiologi. Jakarta: Erlangga


Imamkhasani. 1998. Penuntun Dasar Dasar Kimia. Jakarata: Lepdikbud


Sudarmadji. 2000. Penuntun Dasar Dasar Kimia. Jakarta: Lepdikbud


Purnomo, B. 2011. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Fakultas Pertanian UNIB. Bengkulu

Walton. 2005. Kamus Istilah Kimia Analitik Indonesia. Bandung: Ganeca



















Diposkan oleh putri mian hairani di 06.34
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Daily Calendar
The Daily Puppy
Digital clock - DWR
Total Tayangan Laman
6994
Entri Populer
Laporan Praktikum Mikrobiologi Pengenalan Alat-alat Kerja
Laboratorium
Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi & Pembuatan Medium
Kultur
Laporan Praktikum Mikrobiologi Pembuatan Nata de Coco
Arsip Blog
2014 (5)
2013 (17)
o Desember (1)
o November (8)
o Juni (8)
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA
Mengenai
Saya

putri mian hairani
Lihat profil
lengkapku
9MENGUKUR PER...
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA
8PENGENALAN B...
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA
7MENGHITUNG J...
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA
6PENGENALAN P...
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA
5KULTIVASI DA...
Laporan Praktikum Mikrobiologi Pembuatan Nata de
C...
Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi &
Pembua...
Laporan Praktikum Mikrobiologi Pengenalan Alat-
ala...


Horoscope
Label
Dasar-dasar Agronomi Laporan Genetika Laporan Mekanisasi
Share It
"Semoga semua isi dari blog ini bermanfaat.. :)"
Jangan lupa untuk Like dan Follow
Terimakasih
Pengikut
Template Watermark. Gambar template oleh hdoddema. Diberdayakan oleh Blogger.