Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karuniaNya,
sehingga penyusunan proposal ini dapat terselesaikan.
Proposal ini hadir untuk menambah ilmu bagi pembaca dalam upaya meningkatkan
sumber daya manusia yang cakap dan terampil.
Pada kesempatan kali ini peneliti menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
ikut serta dalam penyelesaian proposal ini. Peneliti berharap semoga proposal ini berguna
bagi pembaca serta dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.



Penelti































DAFTAR ISI



Kata pengantar ............................................................................................................. i
Daftar isi....................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
1. Latar Belakang ....................1
2. Rumusan Masalah........................................................................................3
3. Tujuan Penelitian...........................................................................................3
4. Manfaat Penelitian........................................................................................ 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................... ...5
1. Kajian Teori....................................................................................................5
2. Rumusan Masalah......................................................................................... 5
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN........................................................ 6
1. Populasi dan Sampel..................................................................................... 6
2. Variabel dan Definisi Operasional Variabel.................................................. 6
3. Alat dan Bahan...............................................................................................7
4. Instrument Data.............................................................................................7
BAB IV. DATA PEMBAHASAN................................................................. ....9
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................... 11
1. Kesimpulan..................................................................................................11
2. Saran-saran.................................................................................................. 11
BAGIAN AKHIR.............................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................12

























BAB 1
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Tanaman kacang tanah berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun
saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. Masuknya
kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-
pedagang Spanyol, Cina, atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke
Maluku setelah tahun 1597. Pada tahun 1863 Holle memasukkan kacang tanah dari Inggris
dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula kacang tanah dari Mesir. Republik Rakyat
Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.
Klasifikasi Kacang Tanah :
Kerajaan: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Upadivisi: Angiospermae
Kelas: Magnoliophyta
Ordo: Leguminales
Famili: Papilionaceae
Upafamili: Faboideae
Bangsa: Aeschynomeneae
Genus: Arachis
Spesies: Arachis hypogeae L.
Kacang tanah memiliki nama binomial Arachis hypogaea L. Kacang Tanah
merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting
setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh
secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1 kaki) dan mengeluarkan daun-daun
kecil.


B. RUMUSAN MASALAH
Apa pengaruh kualitas tanah terhadap pertumbuhan biji kacang tanah?


C. TUJUAN PENELITIAN
a) Khusus
ingin mengetahui pertumbuhan biji kacang tanah mulai dari biji sampai ke proses
selanjutnya dengan detail.
b) Umum
ingin melatih kemampuan menanam biji kacang tanah yang baik.


D. MANFAAT PENELITIAN
a) Khusus
bisa mengetahui cara menanam kacang tanah yang baik dan bisa mengetahui manfaat
dari kacang tanah.
b) Umum
bisa menghasilkan biji baru yang bisa ditanam kembali.





























BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA


A. KAJIAN TEORI
Kacang tanah merupakan tanaman polong-polongan dari family fabiodeae yang juga
merupakan tanaman penting dari keluarga polong-polongan kedua setelah tanaman kedelai.
Kacang tanah merupakan salah satu tanaman tropic yang tumbuh secara perdu yang memiliki
tinggi 30 50 cm dan tanaman yang mengeluarkan daun yang kecil. Kacang tanah
merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya
berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa
Amerika). Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari
Eropa. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa
oleh pedagang Cina dan Portugis (Batavia Reloed, 2012).
Kacang tanah memiliki beberapa manfaat yang paling banyak kacang tanah
digunakan sebagai bahan makanan oleh masyarakat tetapi begitu banyaknya konsumsi
kacang tanah di dalam masyarakat kurang dapat memenuhi konsumsi kacang tanah sehingga
produksi kacang tanah mengalami penurunan selain memiliki kebutuhan yang banyak.
Kacang tanah sebagai bahan makanan yang paling banyak digunakan oleh bahan baku
industry yang diubah dengan bentuk lain seperti kacang atom, rempeyek, manisan dan lain-
lain (Pitojo, 2005). Selain itu, sisa hasil kacang tanah yang tidak dipakai dapat digunakan
sebagai makanan ternak sehingga seluruh bagian dari kacang tanah dapat digunakan sebagai
bahan baku makanan industri maupun pakan ternak.
Peninggkatan produksi kacang tanah dilakukan dengan berbagai cara seperti
perluasan penanaman kacang tanah sehingga memiliki produksi yang baik dan lain-lain tetapi
kendala dalam budidaya kacang tanah begitu banyak seperti kendala lahan yang banyak
digunakan sebagai perumahan, kendala dari hama dan penyakit tanaman. Sebenarnya
tanaman kacang tanah memiliki sifat yang tidak rentang serangan karat daun jika digunakan
dari varietas yang tahan terhadap karat daun (Hidayat, dkk, 2004). Dalam membudidayakan
kacang tanah sebenarnya susah-susah gampang jika para petani memperhatikan hal-hal dan
syarat yang penting diperhatikan dalam proses budidaya tanaman.


Berikut ini beberapa syarat untuk pertumbuhan kacang tanah yang harus diperhatikan:
1. Iklim
a) Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan
bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar
pertanaman kacang tanah.
b) Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan
terhambat, bahkan kerdil.
c) Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
d) Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan
besarnya kacang.

2. Media Tanam
a) Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
b) pH antara 6,0-6,5.
c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
d) Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan
kacang tanah.

3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah
ketinggian 1.500 m dpl.


B. RUMUSAN HIPOTESIS
Ada hubungan antara kualitas tanah terhadap pertumbuhan biji kacang tanah.












BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


Penelitian dilakukan dengan cara melihat dan mengamati pertumbuhan kacang tanah
menggunakan alat indra sehingga metode penelitian adalah kualitatif deskripitif.

A. POPULASI DAN SAMPEL
- Populasi : populasi kacang tanah di daerah Kepanjen.
- Sampel : di ambil 4 buah biji sampel dari populasi yang ada.

B. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
a. Variabel terikat: Kacang tanah
b. Variabel bebas: Tanah humus dan tanah tandus
Kacang tanah : kacang tanah merupakan tanaman tropika yang tumbuh secara perdu
setinggi 30-50 cm dan mengeluarkan daun-daun kecil.
Tanah humus : tanah yang mengandung banyak humus dan baik untuk pertanian.
Tanah tandus : tanah yang tidak baik untuk pertanian karena tidak banyak
mengandung humus.
Pertumbuhan :bertambahnya ukuran suatu tanaman yan bersifat irrevisible ( tidak
dapat kembali).

C. ALAT DAN BAHAN
- 4 gelas plastik
- 4 biji kacang tanah
- Tanah humus dan tandus

D. Instrumen Data
Tabel menggunakan tanah humus
Waktu
pengamatan
Perkembangan
biji
Ukuran
(tinggi)
Hari Jam Cuaca
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13



Tabel menggunakan tanah tandus
Waktu
pengamatan
Perkembangan
biji
Ukuran
(tinggi)
Hari Jam Cuaca
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13





















BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN


Kacang tanah bermula terpusat di India, China, Nigeria, Amerika Serikat dan
Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Di Indonesia, kacang tanah terpusat di Pulau Jawa,
Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh IndonesiaSebagai tanaman
budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak.Biji ini dapat
dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika
Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan
yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak
masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji ataupolongnya, kacang tanah
juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk
hijau.Beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang kacang tanah adalah; Penyakit
layu, Penyakit bercak daun, Penyakit Sclerotium, Penyakit karat, Hama Empoasca, Hama
Uret, Hama Ulat berwarna, Hama Ulat grapyak, Hama Ulat jengkal, Hama Sikada, Hama
Kumbang daun.

Tabel menggunakan tanah humus
Waktu
Pengamatan
Perkembangan
biji
Ukuran
(tinggi)
Hari Jam Cuaca
24/92011 16.00 Cerah - -
25/92011 16.00 Cerah - -
26/92011 16.30 Cerah - -
27/92011 16.00 Cerah Mulai berkecambah 0,5 cm
28/92011 16.00 Cerah Kecambah semakin panjang 1 cm
29/92011 16.00 Cerah Kecambah semakin panjang 1,5 cm
30/92011 16.30 Cerah Daun mulai terlihat 2 cm
1/102011 15.30 Mendung Batang tumbuh dan mengembang 3 cm
2/102011 16.15 Cerah Jumlah daun bertambah menjadi 10 4 cm
3/102011 16.00 Mendung Batang bercabang menjadi 4 5 cm
4/102011 17.00 Mendung
Batang-batang bertambah, daun
bertambah
7 cm
5/102011 16.45 Cerah
Batang-batang bertambah, daun
bertambah
10 cm
6/102011 18.00 Mendung Muncul daun baru 12 cm


Tabel menggunakan tanah tandus































Waktu
Pengamatan
Perkembangan
biji
Ukuran
(tinggi)
Hari Jam Cuaca
24/92011 16.00 Cerah - -
25/92011 16.00 Cerah - -
26/92011 16.30 Cerah - -
27/92011 16.00 Cerah Mulai berkecambah 0,5 cm
28/92011 16.00 Cerah Kecambah semakin panjang 0,7 cm
29/92011 16.00 Cerah Kecambah semakin panjang 1 cm
30/92011 16.30 Cerah Daun mulai terlihat 1,5 cm
1/102011 15.30 Mendung Batang tumbuh dan mengembang 2 cm
2/102011 16.15 Cerah Jumlah daun bertambah menjadi 7 2,5 cm
3/102011 16.00 Mendung Batang bercabang menjadi 4 3,5 cm
4/102011 17.00 Mendung Batang-batang bertambah, daun
bertambah
4,5 cm
5/102011 16.45 Cerah Batang-batang bertambah, daun
bertambah
6 cm
6/102011 18.00 Mendung Muncul daun baru 7 cm
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biji kacang tanah akan tumbuh lebih baik
jika di tanam di tanah berhumus, sehingga hipotesis berlaku.

B. SARAN-SARAN
Jika ingin menanam kacang tanah sebaiknya menggunakan tanah berhumus agar
dapat menghasilkan kualitas yang baik.







































DAFTAR PUSTAKA


Hernard, Sent. 2010. Materi IPA SD Kelas IV Semester I-Tanah Tandus