Anda di halaman 1dari 24

I.

PENDAHULUAN
Pemboran berarah adalah pemboran dari permukaan yang diarahkan ke suatu target
tertentu dibawah permukaan. Jadi Pemboran ini sengaja disimpangkan dengan sudut
tertentu dari sumbu vertikal.
Untuk mengarahkan lubang diperlukan peralatan pembelok khusus. Peralatan ini
digunakan setelah membuat lubang vertikal sejarak tertentu dari permukaan.
Untuk mencegah penyimpangan dari target maka lubang yang telah dibuat harus
diperiksa dengan jalan melakukan survey.
Lubang yang sengaja dibuat menyimpang dari sumbu vertikal tentu dengan alas an-
alasan tertentu. Secara umum alasannya adalah alasan teknis dan alasan ekonomis.
Pemboran berarah lebih rumit jika dibandingkan dengan pemboran lurus. Untuk itu
diperlukan sekali dasar matematik yang kuat dibidang :
- lmu ukur sudut
- lmu ukur ruang
!arena operasi pemboran menggunakan alat pembelok dan alat survey" akan
memakan biaya yang cukup besar. #leh sebab itu pemboran berarah dilakukan harus
dengan alasan yang kuat.
$
II. DIRECTIONAL DRILLING
%irectional drilling adalah pemboran yang diarahkan ke suatu target dengan sudut
dan arah tertentu" dan tujuan-tujuan tertentu. Umumnya lubang dibuat dari
permukaan sampai kedalam tertentu secara vertikal" kemudian lubang dibelokkan
dengan menggunakan alat pembelok.
II.1. Tujuan Pemboran Berarah
%irectional drilling lebih mahal dibandingkan dengan pemboran yang dibuat secara
vertical. #leh sebab itu pemboran berarah atau directional drilling tentu dengan
tujuan-tujuan tertentu.
&ujuan dari directional drilling adalah sebagai berikut :
- 'engelakkan lokasi perkotaan" lalu lintas yang ramai dan tempat-tempat yang
bersejarah.
- 'engelakkan kubah garam dan patahan.
- 'engelakkan barang-barang yang tidak bisa diangkat lagi dari dalam lubang.
- 'ematikan sumur yang blowout.
- 'embuat cluster system di darat atau di lepas pantai.
II.2. Gambaran Direciona! Dri!!in"
(ambaran directional drilling dapat dilihat :
- Secara tiga dimensi
- Secara vertikal
- Secara hori)ontal
*
2.2.2. Gambaran Ti"a Dimen#i
Titik Lokasi
&itik lokasi adalah titik dimana rig pemboran ditempatkan.
Titik Belok
&itik belok atau !ick #++ Point ,!#P-" adalah titik dimana lubang mulai dibelokkan
dari sumbu vertikal.
Titik Target
&itik target adalah suatu titik akhir yang dituju oleh mata bor.
Kedalaman KOP
!edalaman kick o++ point adalah panjang lubang vertikal sampai ke titik belok.
Kedalaman Ukur
!edalaman ukur atau measure depth ,'%- sampai ke suatu titik di dalam lubang
adalah panjang lubang yang diukur berdasarkan panjang rangkaian pemboran dan
titik lokasi ke titik yang dimaksud. 'easure depth dari titik target adalah panjang
lubang yang diukur berdasarkan panjang rangkaian pemboran dari titik lokasi ke titik
target.
Kedalaman Tegak
!edalaman tegak atau true vertical depth ,&.%- sampai ke suatu titik di dalam
lubang adalah panjang lubang vertikal dari titik lokasi ke titik yang dimaksud.
&.% dari target adalah paniang lubang vertikal dari titik lokasi ke titik target.
dari titik # ke titik /.
0
Penyimpangan Mendatar
Penyimpangan mendatar atau hori)ontal deviation ,1- adalah penyimpangan
mendatar suatu titik di dalam lubang terhadap titik lokasi. Penyimpangan mendatar
titik target adalah penyimpangan titik tarsebut terhadap titik lokasi.
Sudut Kemiringan Lubang
Sudut kemiringan lubang atau dri+t angle adalah sudut yang dibentuk oleh sumbu
lubang dengan sumbu vertikal.
2.2.2. Gambaran $ecara %eri&a!
(ambaran secara vertikal dari suatu directional drilling adalah bidang vertikal 2%(/.
2.2.'. Gambaran $ecara Hori(ona!
(ambaran secara hori)ontal dari suatu directional drilling adalah bidang alas atau
bidang puncak kubus.
2rah :
2rah suatu titik dinyatakan terhadap suatu bumi Utara3Selatan dan 4arat3&imur.
2rah suatu titik di dalam lubang dapat dinyatakan secara :
- a)imuth
- kwadran
II.'. Ana!i#a Ha#i! $ur)e*
'ulai lubang dibelokkan sampai ke titik target dilakukan survey. &ujuan dari survey
adalah untuk menentukan sudut kemiringan lubang dari arah lubang pada kedalam
tertentu.
1asil survey ini di analisa untuk mengetahui apakah lubang yang sudah dibuat sesuai
5
dengan yang direncanakan. Sehingga operasi pemboran berarah tidak meleset dari
target.
'etoda untuk menganalisa hasil survey sdalah sebagai berikut :
- tangencial method
- average method
- radius o+ curvature" ethon
2.'.1. Tan"encia! +eho,
%ari data survey didapat :
- kedalaman survey
- sudut kemiringan lubang
- arah lubang
Perhitungan untuk menganalisa hasil survey dengan tangencial method adalah
sebagai berikut :
$. &entukan panjang lubang dari titik survey $ terhadap titik belok.
'%$ 6 %S$ 7 %kop 8888888888 ,$-
*. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey terhadap titik belok.
&.%$ 6 '%$ cos $ 8888888888 ,*-
0. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey $ terhadap titik lokasi.
&.%$ 6 %kop 9 &.%$ 8888888888 ,0-
5. &entukan jarak hori)ontal dari titik survey $ terhadap titik belok.
1$ 6 '%$ sin $ 8888888888 ,5-
:
:. &entukan jarak antara titik survey $ terhadap sumbu Utara3Selatan yang melewati
titik belok.
;$ 6 1$ sin 4$ 8888888888 ,:-
<. &entukan jarak antara titik survey $ terhadap sumbu 4arat3&imur yang melewati
titik belok.
=$ 6 1$ cos 4$ 8888888888 ,<-
>. &entukan panjang lubang dari titik survey * terhadap titik survey $.
'%* 6 %S* - %S$ 8888888888 ,>-
?. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey * terhadap titik survey $.
&.%* 6 '%* cos * 8888888888 ,?-
@. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey * terhadap titik lokasi.
&.%* 6 &.%$ 9 &.%* 8888888888 ,@-
$A. &entukan jarak hori)ontal dari titik survey * terhadap titik survey $.
1* 6 '%* sin * 8888888888 ,$A-
$$. &entukan jarak antara titik survey * terhadap sumbu Utara3Selatan yang melewati
titik survey $.
;* 6 1* sin 4* 8888888888 ,$$-
$*. &entukan jarak antara titik survey * terhadap sumbu 4arat3&imur yang melewati
titik survey $.
=* 6 1* cos 4* 8888888888 ,$*-
$0. &entukan jarak hori)ontal dari titik survey * terhadap titik lokasi.
1* 6 , ;$ 9 ;* -
*
9 , =$ 9 =* -
*
8888888888 ,$0-
<
$5. &entukan sudut arah titik survey * dilihat dari titik lokasi.
;$
*
9 ;*
*

4* B 6 arc tang 777777777 88888888 ,$5-
=$
*
9 =*
*
$:. %emikian seterusnya. &entukan panjang lubang dari titik survey n terhadap titik
survey n-$.
'%n 6 %Sn 7 %Sn-$ 8888888888 ,$:-
$<. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey n terhadap titik survey n-$.
&.%n 6 '%n cos n 8888888888 ,$<-
$>. &entukan jarak vertikal lubang dari titik survey n terhadap titik lokasi.
&.%n 6 &.%n sin n 8888888888 ,$>-
$?. &entukan jarak hori)ontal dari titik survey n terhadap titik survey n-$.
1n 6 '%n sin n 8888888888 ,$?-
$@. &entukan jarak antara titik survey n terhadap sumbu Utara3Selatan yang melewati
titik survey n-$.
;n 6 1n sin 4n 8888888888 ,$@-
*A. &entukan jarak antara titik survey n terhadap sumbu 4arat3&imur yang melewati
titik survey n-$.
=n 6 1n cos 4n 8888888888 ,*A-
*$. &entukan jarak hori)ontal dari titik survey n terhadap titik lokasi.
1n 6 , ;$ 9 ;* 888 9 ;n-$ 9 ;n -
*
9 , =$ 9 =* 9 888. 9 =n-$ 9 =n -
*

**. &entukan sudut arah titik survey n dilihat dari titik lokasi.
;$ 9 ;* 9 88. 9 ;n-$ 9 ;n
4* B 6 arc tang 777777777777777777777777 88888888 ,**-
>
=$ 9 =* 9 88. 9 =n-$ 9 =n
2.'.2. A)era"e +eho,
2verage method merupakan pengembangan dari backward method. 4ackward
method dinilai perhitungannya agak kasar karena seolah-olah lubang patah-patah.
Pada metoda ini dilakukan rata-rata tentang sudut kemiringan lubang dan sudut arah
dari lubang berdasarkan titik-titik survey yang berurutan.
$u,u -emirin"an Luban" Raa.raa
Sudut kemiringan lubang rata-rata antara titik belok dan titik survey $ adalah :
$ 9 *
avg $ 6 777777777 88888888 ,*0-
*
Sedangkan sudut kemiringan lubang rata-rata antara titik survey $ dan titik survey *
adalah sebagai berikut :
$ 9 *
avg * 6 777777777 88888888 ,*5-
*
%imana :
avg * : sudut kemiringan lubang rata-rata antara titik survey $ dan titik survey *
$ : sudut kemiringan lubang yang didapat dari titik survey $
* : sudut kemiringan lubang yang didapat dari titik survey *
II./. Perencanaan Pemboran Eeararah
%alam perencanaan pemboran berarah dapat dibagi menjadi dua" yaitu :
- Secara 1ori)ontal
?
- Secara .ertikal
Perencanaan hori)ontal dapat merupakan pedoman untuk arah lubang dan
penyimpangan hori)ontal terhadap titik lokasi" mulai dari permukaan sampai target
yang dituju.
Sedangkan perencanaan secara vertikal dapat merupakan pedoman untuk sudut
kemiringan lubang" kedalaman ukur dan kedalaman tegak lubang mulai dari
permukaan sampai target yang dituju.
2./.1. Perencanaan Hori(ona!
%alam membuat perencanaan gambaran hori)ontal menggambarkan lubang mulai
dari permukaan ,titik lokasi- sampai target yang dituju" perlu diketahui posisi dari
titik target dan posisi dari titik lokasi.
Posisi titik target ditentukan berdasarkan pertimbangan dari pro+esi geologi. &entu ini
menyangkut atau berhubungan dengan tujuan pemboran yaitu menembus +ormasi
yang mengandung hidrokarbon. Posisi titik taget ini dinyatakan dalam bentuk salib
sumbu ; dan = dari titik standard. Untuk setiap lapangan sudah ditetapkan titik
standarnya" dimana posisi titik standard ini mempunyai harga ; 6 A" dan = 6 A.
Posisi ini juga dapat dibuat dalam bentuk garis lintang ,latitude- ke Utara3Selatan atau
garis bujur ,longitudinal- ke 4arat3&imur.
Posisi titik lokasi tentu mempertimbangkan kondisi permukaan dimana akan dibuat
menjadi lokasi pemboran. Posisi titik lokasi juga ini dinyatakan dalam bentuk salib
sumbu ; dan = dari titik standard.
'isalnya posisi titik target dinyatakan dalam koordinat kartesian ,salib sumbu-"
@
&t ,;&"=&-.
Sedangkan posisi titik lokasi pemboran dinyatakan dalam bentuk koordinat kartesian
&l ,;L"=L-.
4ila dibuat garis yang manghubungkan titik lokasi dengan titik target" garis tersebut
adalah penyimpangan titik target dari titik lokasi ,1t-.
Untuk mencari harga 1t" maka di buat segitiga siku-siku yang salah satu sisinya
adalah 1t.
%alam membuat segitiga siku-siku" usahakan sudut arah merupakan salah satu sudut
dari siku-siku tersebut.
Sudut arah dari titik target ,4t- adalah sudut yang dibentuk oleh 1t dengan garis
sumbu Utara-Selatan yang melalui titik lokasi. 'engingat dalam menyatakan arah
suatu titik didalam lubang dimulai dari titik utara atau selatan.
Perkisaran hori)ontal titik target dari titik lokasi dapat menggunakan persamaan
pithagoras sebagai berikut :
1t 6 , ;& - ;L -
*
9 , =L - =L -
*
8888888888 ,*:-

%imana :
1t 6 Penyimpangan titik target dari titik lokasi
Sedangkan sudut arah titik target dari titik lokasi adalah :
, ;& 7 ;L -
4t
A
6 arc tg 7777777777 88888888 ,*<-
,=& 7 =L -
$A
2./.2. Perencanaan $ecara %eri&a!
%ata yang diperlukan dalam perencanaan permukaan sampai ke titik target adalah
sebagai berikut :
- Posisi lokasi pemboran
- Posisi titik target" yaitu :
!edalaman tegak dari titik lokasi pemboran
Perkisaran hori)ontal dari lokasi pemboran
- !edalaman !#P
- Cate pembelokan sudut kemiringan lubang
%ari data yang disebutkan diatas dapat dicari :
- Jari-jari pembelokan
- Sudut kemiringan lubang maksimum
- Panjang garis lengkung ,build up section-
- Panjang tangent section
- Panjang lubang dari permukaan sampai target
0ari.jari Pembe!o&an
Jari-jari pembelokan lubang dari !#P ditentukan berdasarkan Cate pembelokan sudut
kemiringan lubang" atau rate o+ build up. 1arga dari rate o+ build up tergantung
kepada kemampuan dari alat pembelok.
Jari-jari pembelokan lubang adalah :
0<A
A

C 6 777777 88888888. ,*>-
* 4U
$$
%imana :
C 6 jari-jari pembelokan" +t
4U 6 rate o+ build up dalam
A
3$AA +t
%ari harga jari-jari pembelokan lubang yang didapat bandingkan harganya terhadap
perkisaran mendatar titik target dari titik lokasi. 1arga perkisaran mendatar titik
target dari titik lokasi sudah ditentukan sebelumnya dalam perencanaan secara
hori)ontal. 2kan terdapat tiga kemungkinan sebagai berikut :
B C D 1t B C E 1t
B C 6 1t
R 1 H
Sudut kemiringan maksimum untuk kondisi CD1t adalah :
( ) ( )
+
+
=
* *
sin . maF
KOP TVD R Ht
R
arc
( ) ( )
+
+

* *
sin .
KOP TVD R Ht
R Ht
arc
8888888. ,*?-
Panjan" Bui!, U2 $ecion
Panjang build up section adalah garis lengkung antara titik U dan titik G :
BU
LBU
maF
=
88888888888888888 ,*@-
%irnana L4U adalah panjang build up section.
$*
Panjan" Tan"en $ecion
Panjang tangent section yai+u garis lurus antara titik G dengan titik &" dapat
ditentukan dengan menggunakan persamaan Pithagoras berdasarkan segitiga siku-
siku :
( ) ( ) ( )
* * *
R KOP TVD R Ht LTS + = 888888888. ,0A-
%imana :
L&S : Panjang tangent section.
Panjan" Luban" Toa! ,ari Tii& Lo&a#i #am2ai Tii& Tar"e
Panjang lubang total dari titik lokasi sampai ke titik target adalah :
'% 6 !#P 9 L4U 9 L&S 888888888888 ,0.0$-
%imana '% adalah panjang lubang total dari titik lokasi sampai ke titik target
R 3 H
Sudut kemiringan lubang maksimum adalah :
( ) ( )

+
=
* *
sin . maF
KOP TVD Ht R
R
arc
( ) ( )

+

* *
sin .
KOP TVD Ht R
Ht R
arc
8888888. ,0*-
4uild up section adalah :
BU
LBU
maF
=
Panjang tangent section :
( ) ( ) ( )
* * *
R KOP TVD Ht R LTS + = 888888888. ,00-
!ondisi C 6 1t
(ambaran vertikal dari titik lokasi sampai ke titik target untuk kondisi C 6 1t adalah
$0
seperti pada gambar *?.
Sudut kemiringan lubang maksimum
KOP TVD
R
arc

= sin . . maF
888888.. ,05-
$5
III. PERALATAN.PERALATAN PADA PE+BORAN BERARAH
Peralatan-peralatan pada pemboran berarah yang dibahas disini adalah peralatan-
peralatan khusus.
Peralatan pemboran berarah yang khusus tersebut adalah sebagai berikut :
a. Peralatan pembelok lubang
b. Peralatan survey
c. Peralatan pembantu
'.1. Pera!aan Pembe!o& Luban"
Peralatan ini disebut juga dengan %i+lecting &ool.
Peralatan pembelok lubang digunakan disaat membelokkan lubang. Pertama kali
dalam operasi pemboran berarah adalah di titik belok ,!#P-.
Setelah terbentuk lubang berarah sepanjang yang diperlukan" rangkaian diangkat
kembali" dan pemboran dilanjutkan seperti membuat lubang lurus.
Peralatan pembelok yang ada adalah :
a. 4adger 4it
b. Spud 4it
c. Hhipstock
d. %own 1ole 'otor
'.1.1. Ba,"er Bi
4it ini adalah bit yang mempunyai satu no))le besar dan dua no))le kecil. 2tau bit
biasa yang ditutup dua buah no))lenya" sehingga lumpur bersirkulasi hanya melalui
satu no))le saja.
$:
Io))le yang besar diarahkan ke arah lubang yang diinginkan dan rangkaian dikunci
,tidak berputar-. Sehingga semprotan lumpur akan mengorek batuan dan terbentuklah
lubang yang sudah miring.
2kan tetapi pembelokan lubang menggunakan bit ini tidak dapat dilakukan untuk
batuan yang keras" jadi badger bit hanya dapat dipakai untuk +ormasi yang lunak saja.
!alau lubang miring sudah terbentuk sekitar *A +t" maka rangkaian dicabut" bit
diganti dan dilanjutkan pemboran seperti membuat lubang lurus.
2lat pembelok lubang yang memakai badger bit sudah lama ditinggalkan" karena
sudut yang dihasilkan susah dikontrol sesuai dengan yang diinginkan
'.1.2. $2u, Bi
Spud 4it merupakan bit yang berbentuk baji" dan juga mempunyai jet no))le. %isini
bit ditekankan ke +ormasi" karena bentuknya seperti baji yang melengkung" dan bit
menancap melengkung.
Jormasi yang akan dibuat lubang juga harus lunak" dan ini termasuk kelemahannya.
Sehingga alat ini sudah tidak digunakan lagi.
Setelah lubang miring terbentuk untuk kedalaman yang diinginkan maka spud bit
diangkat dan diganti dengan bit yang biasa digunakan untuk pemboran lurus.
'.1.'. 4hi2#oc&
Hhipstock adalah suatu alat pembelok lubang yang diikatkan pada rangkaian
pemboran dengan menggunakan suatu shear pin. 4it dengan ukuran yang kecil akan
meluncur nantinya melalui suatu alur dengan sudut tertentu yang terdapat pada
whipstock.
$<
Hhipstock diarahkan ke arah yang diinginkan kemudian dilakukan pembebanan
untuk mematahkan shearpin. Setelah shear pin patah maka bit dan rangkaian
pemboran meluncur melalui alur yang disebutkan diatas dan membentuk lubang
miring dengan diameter yang kecil. Lubang yang terbentuk ini disebut dengan rat
hole.
Setelah terbentuk lubang tikus ,rat hole- sekitar *A +t" maka rangkaian dicabut.
!emudian rat hole diperbesar sesuai dengan diameter lubang yang diinginkan dengan
menggunakan pilot reamer bit.
!emudian rangkaian diangkat kembali dan dilanjutkan pemboran seperti membuat
lubang lurus.
!alau +ormasi lunak maka perlu dahulu menyemen dasar lubang agar whipstock.
tidak mengujam ke dasar lubang sewaktu mematahkan shear pin.
Sebelum dilakukan pembuatn lubang miring dengan menggunakan peralatan ini perlu
diingat bahwa lubang atau dasar lubang harus bersih dahulu dan cutting.
!erugian menggunakan alat pembelok lubang dengan menggunakan whipstock
adalah lubang berbentuk patah-patah" dan waktu yang diperlukan terlalu lama" karena
sering sekali cabut masuk rangkaian pemboran.
'.1./. -nuc&!e 0oin
Pipa bor disambung dengan sendi peluru ,knuckle joint- kemudian pilot reamer bit.
Sendi peluru membentuk sudut tertentu dengan sumbu vertikal. Pilot bit akan
membuat lubang yang kecil yang miring. Selanjutnya lubang yang terbentuk
diperbesar dengan reamer bit yang diameternya sesuai dengan yang dikehendaki.
$>
'.1.5. Do6n Ho!e +oor
%own 1ole 'otor maksudnya suatu alat pembelok yang menggunakan motor di
dalam lubang sumur. 'otor digerakkan dengan tenaga yang diberikan oleh lumpur
pemboran.
!euntungan dari alat ini adalah :
- Haktu yang diperlukan untuk pembuatan lubang berarah lebih cepat" karena
cabut masuknya yang tidak berulang-ulang.
- Lubang berarah yang terjadi tidak patah-patah.
- Lubang yang terbentuk sudah sesuai dengan diameter yang diinginkan.
1anya peralatan ini mahal" sehingga biayanya menjadi mahal.
Sebelum lubang berarah dibuat sangat perlu untuk membersihkan dasar lubang
terlebih dahulu dari cutting.
%alam pembuatan lubang miring ini" rangkaian yang berputar adalah rotary bit sub
dan bit saja" bagian lain dari rangkaian pemboran dalam kondisi tidak berputar.
Non +a"neic Dri!! Co!!ar
Ion 'agnetic %rill Kollar adalah drill collar bahan pembuatnya adalah tidak
mempengaruhi gaya magnet. 2lat ini disebut juga dengan ! 'onel Kollar yang mana
bahannya adalah 'onel.
2lat ini dipasang dibawah drill collar biasa yang terbuat dari baja. Untuk mengukur
sudut arah diturunkan alat survey kedalam ! 'onel collar. Salah satu komponen alat
survey adalah magnet" yang mana tidak akan terpengaruh oleh medan magnet dan
rangkaian yang terbuat dari baja.
$?
Ben $ub
%ibawah ! 'onel Kollar dipasang bent sub. 2lat ini merupakan pipa pendek yang
mempunyai sudut-sudut tertentu sesuai dengan sudut kemiringan lubang yang
dikehendaki.
4it sub tertentu mempunyai rate o+ built up tertentu. Ukuran rate o+ built upnya antara
lain *.:
A
3 $AA +t" 0
A
3 $AA +t" 0.:
A
3 $AA +t" dan lain-lain.
2da juga bent sub ini sudah disatukan dengan down hole motor.
Do6n Ho!e +oor
%own hole motor dipasang diantara bent sub dan bit. Saat ini banyak jenis dari down
hole motor. Salah satu jenis dari down hole motor ini adalah dyna drill.
4ila alat pembelok lubang menggunakan alat ini" saat membuat lubang miring atau
saat pengoperasiannya" rangkaian pemboran tidak berputar.
%yna drill mempunyai beberapa komponen utama" yaitu :
- 4y pass atau dump valve assembly
- 'ulti stage motor assembly
- Konnecting rod assembly
- 4earing and drive sha+t assembly
- Cotating bit sub
B*.2a## aau Dum2 %a!)e a##emb!*
%ump valve assembly merupakan bagian atas dari down hole motor" bagian-
bagiannya adalah sebagai berikut :
$@
- Sliding piston atau throad
- Sleeve seat
- Koil Spring
- /Fternal port.
%iwaktu tidak ada sirkulasi spring tidak tertekan" sehingga saat ini eFternal portnya
terbuka.
Saat sirkulasi lumpur spring menekan piston ke bawah" sehingga menutup eFternal
port dan aliran lumpur akan terus menuju motor.
+oor a##emb!*
'otor terdiri dari dua bagian utama" yaitu :
- Cotor
- Stator Cotor
Roor
Cotor adalah suatu batang berbentuk spiral" yang dilapisi oleh bahan yang keras dan
anti karat.
Cotor merupakan bagian yang berputar didalam motor" yang mana akan berputar
karena tekanan dari lumpur pemboran.
Lapisan yang memperkeras rotor adalah chrome" bentuk batang rotor dikatakan iuga
berbentuk helicoidal.
$aor
Statur adalah bagian dari rotor yang tidak bergerak" yang terletak mengelilingi rotor.
Stator dilapisi dengan karet spesial yang terbuat dari 4una I. Sehingga karet ini
tahan terhadap abrasi+ dan tidak larut kena hidrokarbon.
*A
(ambaran dari motor assembly ini dapat dilihat pada gambar <A.
Connecin" Ro, A##emb!*
Konnecting rod 2ssembly dipasang di ujung bawah rotor. Sambungan ini meneruskan
torsi dari motor ke drive sha+t assemibly.
2lat ini akan mengubah putaran eccentric menjadi putaran concentric dari drive sha+t.
Jleksibelitas dari connecting rod assembly diperoleh dari dua universal joint.
Bearin" an, Dri)e $ha7 A##emb!*
4earing and %rive Sha+t 2ssembly berada dibawah connecting rod assembly. 4earing
ber+ungsi menahan perpindahan tenaga putar dari motor.
2da tiga bagian utama dari 4earing and %rive Sha+t 2ssembly" yaitu :
- Upper &hrust 4earing
- Cadial 'arine 4earing
- Lower &hrust 4earing
U22er Tru# Bearin"
Upper thrust bearing bertugas menahan hidraulic dari piston" atau beban dari
peralatan diwaktu penurunan ke dasar lubang.
Ra,ia! +arine $earin"
4earing ini ber+ungsi menahan aliran +luida melalui bearing section. Sebagian besar
dari +luida pemboran masuk dri+t sha+t di atas upper bearing dan ada yang terus ke
bit.
*$
Lo6er Thru# Bearin"
Lower &hrust 4earing berada dibawah Cadial 'arine 4earing. 4earing ini menahan
beban pada bit.
Cotating 4it Sub
!omponen ini meneruskan putaran dari drive sha+t assembly ke bit.
**
DA8TAR PU$TA-A
$. /astman Khristensen"
LIavi-%rill 1andbookL"
2 4aker 1udges Kompany" $@@$.
*. (atlin" K. :
Petroleum /ngineering %rilling and Hell KompletionM" /nglewood Kli++s"
Prentice 1all nc."$@<A.
0. Lubinski. 2."
'aFimum Permissible %og-Legs in Cotary 4oreholesM. &rans. SP/" $@<$.
5. Lubinski" 2." Hoods" 1.4."
LJactor 2++ecting &he 2ngle #+ nclination and %og-legging in Cotary
4oreholesL.
%rilling and Production Practice. 2P" $@:0.
:. 'ac %onald" (.K." Lubinski" 2."
LStraight 1ole %rilling in Krooked 1ole KountryM" %rilling and Production
Practice" 2P" $@:$.
<. Ieal J. 2dams"
%rilling /ngineeringM"
2 Komplete Hell Planning 2pproach" PennHell 4ooks" &ulsa #klahoma" $@?:.
*0
DA8TAR I$I
1 a l
. P/I%21ULU2I ............................................................................... $
. %C/K&#I2L %CLLI( ............................................................... *
.$. &ujuan Pemboran 4erarah .......................................................... *
.*. (ambaran %irectional %rilling ................................................... *
.*.$. (ambaran &iga %imensi ................................................. 0
.*.*. (ambaran .ertikal .......................................................... 5
.*.0. (ambaran 1ori)ontal ...................................................... 5
.0. 2nalisa 1asil Survey .................................................................. 5
.0.$. &angencial 'ethod ......................................................... :
.0.*. 2verage 'ethod .............................................................. ?
.5. Perencanaan Pemboran 4erarah ................................................. ?
.5.$. Perencanaan 1ori)ontal .................................................. @
.5.*. Perencanaan .ertikal ....................................................... $$
. P/C2L$:2&2I-P/C2L2&2I P2%2 P/'4#C2I 4/C2C21 . . $:
0.$. Peralatan Pembelok Lubang ......................................................... $:
.$.$. 4adger 4it ....................................................................... $:
.$.*. Spud 4it .......................................................................... $<
.$.0. Hhipstock ....................................................................... $<
.$.5. !nuckle Joint .................................................................. $>
.$.:. %own 1ole 'otor ........................................................... $?
%2J&2C PUS&2!2
*5