Anda di halaman 1dari 22

DEPARTEMEN PERDAGANGAN

REPUBLIK INDONESIA

MARKET BRIEF
PRODUK ALAT KESEHATAN
Dl SAUDI ARABIA

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Badan Pengembangan Ekspor Nasional Pusat Pengembangan
Pasar Wilayah Afrika Dan Timur Tengah
Tahun 2008

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


EXECUTIVE SUMMARY

Pasar pelayanan kesehatan Saudi merupakan pasar yang paling menguntungkan


dan paling berkembang di kawasan Timur Tengah, yang sekarang ini bernilai SR
49 milyar (US$ 13,1 juta). Permintaan pelayanan kesehatan di Saudi Arabia pada
dekade yang akan datang sebagai akibat (1) pertumbuhan populasi yang cepat,
(2) pengenalan kebijakan yang bagus termasuk asuransi kesehatan wajib yang
diberikan kepada pekerja asing (3) peningkatan usia populasi secara bertahap,
dan kelainan penyakit sebagai dampak dari peningkatan taraf kehidupan terutama
dua tipe diabetes, hipertensi, Cardiovascular, obesitas dan kanker

Saudi Arabia adalah negara dengan kondisi pasar yang terbesar dan mengalami
perkembangan yang sangat pesat untuk sektor alat kesehatan di Kawasan Teluk.
Penduduknya yang berjumlah 27,6 juta pada tahun 2007 dengan nilai GDP US$
572.2 milyar (2007) dan GDP perkapita sebesar US$ 20,700 (2007) adalah pasar
potensial untuk produk alat kesehatan.

Kebutuhan Saudi Arabia untuk produk alat kesehatan terus mengalami


peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhannya Saudi Arabia mengimpor produk
alat kesehatan dari negara-negara pemasok atau produsen dunia. Dari 231
negara pemasok alat kesehatan ke Saudi Arabia dari Amerika Serikat tercatat
sebagai yang terbesar. Pada tahun 2006 ekspor Amerika Serikat senilai US$
22,451,1331, diikuti oleh Jerman sebesar US$ 8,517,267 kemudian Belanda
sebesar US$ 8, 287,931. Posisi selanjutnya adalah Prancis, Jepang, Inggris,
Italia, Belgia, Kanada dan China. Sedangkan Indonesia menempati urutan ke 60
pengekspor alat kesehatan ke Saudi Arabia dengan share 0,11 %.

Produksi lokal Farmasi pada tahun 2003, meningkat pada level SR 1,9 milyar dan
nilai impor berada di level SR 4,8 milyar. Namun setelah tahun 2003, produksi
lokal untuk produk farmasi terus menurun hingga di tahun 2006. Dengan estimasi
permintaan sebesar SR 15,5 milyar pada tahun 2015, investasi sebaiknya
difokuskan pada produksi obat-obatan paten, baik dengan melakukan joint
ventura dengan perusahaan asing maupun melalui lisensi

Total pembelanjaan pemerintah untuk pelayanan kesehatan diproyeksikan terus


meningkat pada tahun 2015 yang mencapai SR 74 milyar, dimana 30%nya
(sebesar SR 22,1 milyar) akan berasal dari sektor swasta

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peluang investasi
yang signifikan untuk sektor publik dalam bermacam–macam segmen pasar di
pasar Saudi Arabia yang berkembang sangat cepat, seperti: jasa rumah sakit,
peralatan dan perlengkapan kesehatan, dan obat-obatan.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Pendahuluan

Pasar pelayanan kesehatan Saudi merupakan pasar yang paling menguntungkan


dan paling berkembang di kawasan Timur Tengah, yang sekarang ini bernilai SR
49 milyar (US$ 13,1 juta). Permintaan pelayanan kesehatan di Saudi Arabia pada
dekade yang akan datang sebagai akibat (1) pertumbuhan populasi yang cepat,
(2) pengenalan kebijakan yang bagus termasuk asuransi kesehatan wajib yang
diberikan kepada pekerja asing (3) peningkatan usia populasi secara bertahap,
dan kelainan penyakit sebagai dampak dari peningkatan taraf kehidupan terutama
dua tipe diabetes, hipertensi, Cardiovascular, obesitas dan kanker.

Sejak tahun 1970-an, pemerintah Saudi telah memberikan layanan kesehatan


gratis kepada seluruh penduduknya. Dalam menindaklanjuti kenaikan kebutuhan
layanan kesehatan negara, pemerintah secara agresif mengundang investor-
investor asing untuk meningkatkan kinerja swasta, untuk memastikan ekspansi
yang menguntungkan dan meningkatkan sistem penyampaian layanan kesehatan
lokal dan juga untuk mengurangi beban belanja negara. Tujuan yang lebih jauh
adalah agar partisipasi sektor publik menjadi lebih ketat sehingga memberikan
tingkat kegunaan penyampaian layanan kesehatan yang lebih baik, untuk
mencapai tujuan pemerintah dalam pengembangan fasilitas kesehatan umum.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peluang investasi
yang signifikan untuk sektor publik dalam bermacam–macam segmen pasar di
pasar yang berkembang sangat cepat ini, seperti: jasa rumah sakit, peralatan dan
perlengkapan kesehatan, dan obat-obatan.

Populasi dan Tren Demografik

Pertumbuhan populasi merupakan faktor terbesar yang mengakibatkan


permintaan layanan kesehatan. Menurut estimasi departeman stastistik nasional
Saudi, populasi Saudi selama 14 periode (1992-2006) meningkat 6,73 juta jiwa,
mencapai 23,7 juta jiwa pada tahun 2006. Angka tingkat pertumbuhan populasi
mencapai 2,4% atau da kali lebih besar dari pada angka tingkat pertumbuhan
rata-rata dunia sebesar 1,2% per tahun. Hal ini menempatkan Saudi Arabia
menjadi negara yang memiliki tingkat pertumbuhan populasi yang tertinggi di
dunia.

Perkiraan Pengeluaran Sektor Kesehatan (2007-2015)

Langkah pembelanjaan pemerintah pada sektor kesehatan akan diperkirakan


melambat, memberikan ekspektasi pertumbuhan GDP yang moderat dan
meningkatkan partisipasi sektor swasta. Total pembelanjaan diproyeksikan pada
SR 74 milyar pada tahun 2015, dimana 30%nya (sebesar SR 22,1 milyar) akan
berasal dari sektor swasta

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


1. DISKRIPSI

Medical equipment adalah produk yang atau barang yang kegunaannya


berhubungan erat dengan masalah kesehatan manusia yang dapat digunakan
sehari-hari dan atau produk/peralatan yang biasa dipakai untuk menunjang
kegiatan yang berkaitan dengan masalah kesehatan di rumah sakit, laboratorium
dan sebagainya. Secara garis besar produk medical equipment dapat dibagi
menjadi 2 kelompok produk :

1. Kelompok pertama adalah jenis barang yang sifatnya sekali dipakai dan
digunakan sehari-hari pada rumah tangga, gedung perkantoran, hotel, rumah
sakit, bandara, fasilitas umum lainnya. Produk seperti ini nilai atau harganya
relative rendah, misalnya kertas tisu, fasia/lap tangan kertas dan sejenisnya.

2. Kelompok kedua, adalah barang atau peralatan untuk kebutuhan rumah sakit,
laboratorium kesehatan mulai dan barang yang sederhana maupun peralatan
yang canggih, misalnya alat suntik, stetoskop, microskop, baju
dokter/perawat, peralatan laboratorium, peralatan uji kesehatan, tempattidur
pasien, kursi/kereta dorong alat kedokteran gigi, dan sebagainya.

Dalam perdagangan internasional kelompok produk medical equipment


diklasifikasikan dalam Harmonise System (HS) 4 digit antara lain HS 3005, HS
4818, HS 5601, HS 7017, HS 7324! HS 8203, HS 8505, HS 9022. Untuk
mengetahui produk turunan atau mendekati asal produk tersebut, maka dapat
diuraikan lebih lanjut dalam HS 6 digit sebagai berikut:

No. HS Diskripsi Produk


1 300510 Adhesive dressings and other articles having an adhesive
layer, impregnated or covered with pharmaceutical
substances
2 300590 Wadding, gauze, bandages and the like
3 481810 Toilet paper
4 481820 Handkerchiefs, cleansing or facial tissues and towels of paper

5 481830 Tablecloths and servietts of paper


6 481840 Sanitary articles of paper, in sanit towel and napkin (diapers)
babies
7 461650 Articels of apparel and clothing accessories of paper, nes
8 481890 Household or hospital supplies of paper. Nes
9 560110 Sanitary articles of wadding of textile mat i.e. sanitary towels,
tampons
10 560121 Wadding of cotton and articles there of alt sanitary articles
11 560122 Wadding of man made fibres and articles there of or sanitary
articles

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


No. HS Diskripsi Produk
12 560129 Wadding of oth textile material and articles there of or sanitary
articles
13 701710 Laboratory, hygienic/pharmaceutical glassware etc fused
sillica nes
14 701720 Laboratory, hygienic or pharmaceutical glassware etc of oth
glass linear expa etc
15 701790 Laboratory, hygienic or pharmaceutical glassware, wheather
or not graduated or calibrated etc nes
16 732410 Sinks and wash basins, stainless steel, nes
17 732429 Bath, iron or steel, nes
18 732490 Sanitary ware & parts thereof. I or s.nes, for example
bedpans,douche cans
19 820310 Files, rasps and similar tools
20 820320 Pliers (including pliers) pincers tweezers and similar tools
21 850511 Permanent magnets and art intended to become permanent
magnets, of metals
22 850519 Permanent magnets and articles intended to become
permanent magnets. Nes
23 850520 Electro magnets couplings, clutches and breaks
24 850530 Electro magnetic lifting heads
25 850590 Electro magnets nes sand parts of heading No. 85.05

26 901811 Electro cardiographs


27 901812 Ultrasonic scanning apparatus, nes
28 901819 Electro diagnostic apparatus, nes
29 901831 Syringes, with or without needles
30 901839 Needles, catheters, cannulae and the like nes
31 901890 Instruments and appliances used in medical or veterinary
sciences, nes
32 902212 Computed tomography apparatus
33 902214 X-rays^apparatus, medical/surgical/ veterinary use nes
34 902219 Apparatus based on the use of x-rays for other uses
35 902221 Apparatus based on the use of alpha beta / gamma radiations,
for medic use
36 902229 Apparatus based on the use of alpha beta/ gamma radiations
for oth uses
37 902290 Parts and accessories for app based on the use of x-rays or
oth radiatons

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


2. POTENSI PASAR

Saudi Arabia adalah negara dengan kondisi pasar yang terbesar dan mengalami
perkembangan yang sangat pesat untuk sektor alat kesehatan di Kawasan
Teluk. Penduduknya yang berjumlah 27,6 juta pada tahun 2007 dengan nilai
GDP US$ 572.2 milyar (2007) dan GDP perkapita sebesar US$ 20,700 (2007)
adalah pasar potensial untuk produk alat kesehatan.

Pasar alat-alat kesehatan di Saudi merupakan pasar yang paling maju dan
berkembang di Kawasan Timur Tengah, terakhir tercatat senilai SR 49 milyar
(USD 13.1 milyar). Dikarenakan permintaan yang terus meningkat dalam dua
dekade terakhir baik untuk sektor pemerintah maupun swasta. Untuk memenuhi
permintaan alat kesehatan tersebut serta mendorong kapasitas dan kualitas
sistem delivery dan perencanaan yang matang sangat diperlukan.

Permintaan alat kesehatan di masa yang akan datang akan memberikan


tantangan yang sangat besar bagi industri pelayanan kesehatan di Saudi.
Khususnya sektor pemerintah, yang menjadi penyedia dan penyandang dana
layanan kesehatan nasional. Sejak tahun 1970-an, pemerintah Saudi telah
memberikan layanan kesehatan gratis kepada seluruh penduduknya. Dalam
menindaklanjuti kenaikan kebutuhan layanan kesehatan negara, pemerintah
secara agresif mengundang investor-investor asing untuk meningkatkan kinerja
swasta, untuk memastikan ekspansi yang menguntungkan dan meningkatkan
sistem penyampaian layanan kesehatan lokal dan juga untuk mengurangi beban
belanja negara. Tujuan yang lebih jauh adalah agar partisipasi sektor pemerintah
menjadi lebih ketat sehingga memberikan tingkat kegunaan penyampaian
layanan kesehatan yang lebih baik, untuk mencapai tujuan pemerintah dalam
pengembangan fasilitas kesehatan umum.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peluang investasi
yang signifikan untuk sektor pemerintah dalam bermacam-macam segmen pasar
di pasar yang berkembang sangat cepat ini, seperti: jasa rumah sakit,_ peralatan
dan perlengkapan kesehatan serta obat-obatan.
Permintaan alat kesehatan yang besar di Saudi untuk dekade yang akan datang
didasarkan atas ;

1) meningkatnya pertumbuhan penduduk yang cepat,


2) pengenalan kebijakan yang baik mengenai asuransi khususnya untuk
melindungi para pekerja asing,
3) bertambahnya jumlah harapan hidup,
4) pencegahan terhadap penyakit terutama diabetes, hipertensi, cardiovascular,
Obesitas dan Kanker.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


1. Tingkat Kebutuhan Produk

Pengeluaran pelayanan kesehatan nasional Saudi sangat berkorelasi dengan


pertumbuhan GDP dan pergerakan harga minyak. Akibat dari terbatasnya
pemberitahuan tentang alokasi anggaran konsumsi total pemerintah dalam bidang
kesehatan, sangat sedikit informasi tentang pengeluaran total nasional pelayanan
kesehatan membuat semakin sulitnya menghitung ukuran pasar yang sebenarnya.
Beberapa perkiraan tentang pengeluaran dalam bidang kesehatan dibuat oleh
organisasi multinasional seperti WHO dan bank dunia.

Berdasarkan hal itu, diperkirakan pengeluaran pelayanan kesehatan nasional rata-


rata sebesar 4,3% dari GDP antara tahun 1997-2006. Untuk tahun 2006 sebesar SR
49 milyar (3,75% dari GDP). Pengeluaran kesehatan sektor pemerintah memakan
77% dari total pengeluaran, sementara partisipasi sektor swasta meningkat dengan
cepat dalam 10 tahun terakhir mencapai SR 11,5 milyar.

Anggaran negara yang dibuat pada tanggal 10 Desember 2007, untuk tahun fiskal
1428/1429 (2008) mengungkapkan peningkatan sebesar 14,2% pada alokasi
anggaran Saudi Arabia untuk sektor kesehatan dan pelayanan sosial, sejumlah SR
44,4 miliar (US$. 12.1 miliar), dengan pengalokasian sebesar SR 6,3 milyar (US$. 1.7
milyar) pada penganggaran modal.

Pada tahun 2008 pemerintah Saudi berencana akan membangun 8 rumah sakit baru
(dengan kapasitas 1.900 tempat tidur). Selain itu juga akan mengembangkan fasilitas
kesehatan yang ada serta melengkapi fasilitas-fasilitas di rumah sakit yang baru
didirikan. Hal ini termasuk tambahan untuk 79 rumah sakit yang dalam perbaikan,
yang akan menambah sejumlah total 9850 tempat tidur. Lebih lanjut, anggaran 2008
telah membuat provisi untuk mengembangkan 250 pusat-pusat pelayanan primer.

Diperkirakan penerimaan yang dihasilkan oleh penyelenggara rumah sakit swasta


mencapai SR 90 milyar (US$. 24.6 milyar) pada tahun 2006, berdasarkan perkiraan
penerimaan dari: (1) rata-rata pasien masuk dalam seminggu dibagi dengan lamanya
waktu menginap, (2) rata-rata pasien keluar dibagi dengan pengeluaran
perkunjungan.

Pertumbuhan pangsa pasar sektor swasta, khususnya pada bisnis jasa rumah sakit,
merupakan suatu indikator yang jelas akan kebutuhan alat-alat kesehatan. Selama
lebih dari 10 tahun terakhir pengeluaran keluarga untuk kesehatan mencapai 24%
(SR 2,7 milyar) dari total penerimaan sektor kesehatan tahun 2006.

Pasar peralatan dan perlengkapan medis di Saudi Arabia kebanyakan berorientasi


impor, diperkirakan besarnya nilai impor pada tahun 2006 adalah sebesar SR 1,9
milyar. Angka ini lebih besar dua kali lipat dari ukuran pasar pada tahun 1999 yang
sebesar SR 883 juta, yang merepresentasikan suatu tingkat pertumbuhan annual
sebesar 11,3%.
Peralatan medis elektonik, termasuk MRI, ultrasound, dan peralatan dental,
merupakan peralatan kategori utama, dengan impor melebihi SR 830 juta, diikuti oleh
peralatan medis sinar X, sinar A, B, C dan peralatan orthopedik & prosthetic pada SR
129 juta dan SR 116 juta.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Untuk kategori perlengkapan medis, syringes, jarum dan kateter intravenous berada
pada posisi 37% atau sebesar SR 215 juta dari total peralatan impor, yang mencapai
SR 577 juta pada tahun 2006, diikuti oleh peralatan dasar operasi (basic surgical) dan
peralatan dental pada SR 168 juta.

Dasar produksi domestik untuk peralatan dan perlengkapan medis relatif kecil dan
terbatas pada item-item medis yang bersifat disposable, terutama syringes, sarung
tangan operasi, furnitur, dan perlengkapan sinar X. Hal ini merupakan area yang
secara signifikan berpotensi untuk investor swasta, dengan perkiraan pertumbuhan
pasar tahunan 4,6% hingga 2015, yang akan membawa pada ukuran pasar total
untuk peralatan dan perlengkapan medis pada SR 3 milyar.

a. Pasar Impor Peralatan dan Perlengkapan Medis

Pasar peralatan dan perlengkapan medis di Saudi Arabia kebanyakan berorientasi


impor, diperkirakan besarnya nilai impor pada tahun 2006 adalah sebesar SR 1,9
milyar. Angka ini lebih besar dua kali lipat dari ukuran pasar pada tahun 1999 yang
sebesar SR 883 juta, yang merepresentasikan suatu tingkat pertumbuhan annual
sebesar 11,3%.

Peralatan medis elektonik, termasuk MRI, ultrasound, dan peralatan dental,


merupakan peralatan kategori utama, dengan impor melebihi SR 830 juta, diikuti oleh
peralatan medis sinar X, sinar A, B, C dan peralatan orthopedik & prosthetic pada SR
129 juta dan SR 116 juta.

Untuk kategori perlengkapan medis, syringes, jarum dan kateter intravenous berada
pada posisi 37% atau sebesar SR 215 juta dari total peralatan impor, yang mencapai
SR 577 juta pada tahun 2006, diikuti oleh peralatan dasar operasi (basic surgical} dan
peralatan dental pada SR 168 juta.

b. Pasar Farmasi

Pasar farmasi Saudi Arabia, seperti halnya pasar perlengkapan dan peralatan medis,
juga berorientasi impor, dengan perkiraan sebesar 85% dari permintaan pasar total.
Sementara pasar farmasi dipenuhi oleh pabrikan lokal untuk obat-obat generik,
antara 80 - 90% bahan mentah yang digunakan pada produksi lokal secara aktual
merupakan bahan yang diimpor, yang lebih lanjut menjelaskanketergantungan pasar
pada pasokan asing.

Sejak tahun 2000, pembelanjaan Saudi Arabia untuk produk farmasi lebih dari SR 8
milyar pada tahun 2006 dan diperkirakan mencapai SR 9,5 milyar pada akhir tahun
2007. Produksi lokal Saudi Arabia tidak berkembang menurut pertumbuhan
permintaan sejak awal dekade, dan hal ini mendorong pasar impor. Impor obat-
obatan diperkirakan tumbuh pada angka 15%selama 6 tahun terakhir menjadi SR 6,8
milyar, sementara produksi lokal meningkat hanya sebesar 8% menjadi SR 1,2
milyar. Pada tahun 2000, besarnya produksi lokal untuk produk farmasi adalah
sebesar SR700 juta, sedangkan nilai impor mencapai SR3 milyar.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Di tahun 2003, produksi lokal meningkat pada level SR1,9 milyar dan nilai impor
berada di level SR 4,8 milyar. Namun setelah tahun 2003, produksi lokal untuk
produk farmasi terus menurun hingga di tahun 2006.

Terhitung sebesar 73% dari total pasar impor adalah dikuasai oleh 8 eksportir utama,
dimana 5 dari 8 eksportir tersebut adalah berasal dari Eropa. Pabrikan Jerman
menduduki peringkat I dengan pangsa pasar sebesar 16,2% (SR 1,1 milyar), diikuti
oleh Swiss dan Prancis pada 11,4% (SR 776 juta) dan 9,8% (SR666 juta). Adapun
untuk ekspor dari USA menempati peringkat kelima dengan persentase sebesar 7,3%
atau senilai SR497 juta. Dengan estimasi permintaan sebesar SR 15,5 milyar pada
tahun 2015, investasi sebaiknya difokuskan pada produksi obat-obatan paten, baik
dengan melakukan joint ventura dengan perusahaan asing maupun melalui lisensi.
Kedua pendekatan tersebut akan meningkatkan nilai tambah pada pasar lokal untuk
memperoleh transfer pengetahuan dan teknologi.

2. Ekspor Dunia Untuk Alat Kesehatan

Kebutuhan dunia terhadap produk alat kesehatan terus mengalami peningkatan


seiring dengan terus bertambahnya konsumen dan pemenuhan akan kebutuhan
rumah sakit dan klinik. Impor dunia untuk alat kesehatan dalam kurun waktu 3 tahun
terakhir dapat dilihat pada table berikut:

HS Komoditi 2004 2005 2006 % Trend % share


US$ 000 US$ 000 US$ 000 (02-'06) (02-06)
9018 Electro-medical 51,265,141 58,793,954 63,567,096 15.29 55.58
apparatus

9021 Orthopedic 22,216,674 24,885,793 27,198,694 18.29 23.78


appliance
9022 Apparatus based 11,451,792 13,258,631 15,532,540 16.13 13.58
on the use of X-
rays radiations

9019 Mechano- 4,417,171 5,136,191 5,850,124 15.37 5.12


therapy
appliance
9012 Microscopes 1,015,301 1,077,669 1,308,586 16.53 1.14
other than
optical
microscopes,
diffraction
apparatus
9020 Other breathing 718,026 762,406 913,849 9.25 0.80
appliance &
gas masks

Total 91,084,105 103,914,644 114,370,88


Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia
3. Impor Dari Negara Pesaing

Kebutuhan Saudi Arabia untuk produk alat kesehatan terus mengalami


peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhannya Saudi Arabia mengimpor produk
alat kesehatan dari negara-negara pemasok atau produsen dunia. Dari 231
negara pemasok alat kesehatan ke Saudi Arabia dari Amerika Serikat tercatat
sebagai yang terbesar. Pada tahun 2006 ekspor Amerika Serikat senilai US$
22,451,1331, diikuti oleh Jerman sebesar US$ 8,517,267 kemudian Belanda
sebesar US$ 8, 287,931. Posisi selanjutnya adalah Prancis, Jepang, Inggris,
Italia, Belgia, Kanada dan China. Sedangkan Indonesia masuk pada urutan ke 60
pengekspor alat kesehatan ke Saudi Arabia. Untuk mengetahui lebih rinci dapat
dilihat pada table berikut ini :

10 negara pemasok utama alat kesehatan dunia.

No Negara 2004 2005 2006 % % share


US$ 000 US$ 000 US$ 000 Trend (02-06')
(02-'06)

1 Amerika 19,277,086 20,877,256 22,451,131 13.55 19.63


Serikat
2 Jerman 6,695,243 7,588,203 8,517,267 14.18 7.45
3 Netherland 5,693,654 7,409,309 8,287,931 20.90 7.25
4 Francis 5,551,364 6,380,049 7,014,327 19.98 6.13
5 Jepang 5,996,344 6,574,271 6,958,436 10.06 6.08
6 Inggris 5,023,854 5,899,259 6,145,668 20.96 5.37
7 Italia 3,697,390 4,200,434 4,311,129 14.37 3.77
8 Belgia 2,959,527 3,314,381 3,607,374 18.29 3.15
9 Kanada 2,468,625 2,888,274 3,157,394 14.58 2.76
10 China 2,628,311 3,042,414 3,069,023 17.49 2.68
60 Indonesia 81,202 93,811 129,509 33.20 0.11
Total 231 negara 91,084,105 103,914,644 114,370,889 16.04 100.00

a. Negara Pesaing Ekspor dan Negara Eksportir

Impor Saudi Arabia dari dunia untuk produk alat kesehatan dari tahun ke tahun
menunjukkan peningkatan, pada tahun 2002 sebesar US$, 276,8 juta, tahun 2003
sebesar US$, 388,0 juta, tahun 2004 sebesar US$. 409,5 juta, tahun 2005
sebesar US$. 485,5 juta dan tahun 2006 sebesar US$. 563,6 juta.

Untuk produk HS 300510 (Dressings and other articles having and adhesive layer)
import Saudi Arabia dari Dunia pada tahun 2004 sebesar 10,5 juta dan tahun
2005 naik menjadi 11,1 juta dan pada tahun 2006 turun menjadi 7,0 juta..
Negara pemasok utama antara lain USA, Perancis, Inggris, Japan, German,
China, Syria, Colombo, Mesir dan Meksiko.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Untuk produk HS 300590 (Dressing&similar artc,impreg or coatd or packagd for
md use,nes) pada tahun 2004 sebesar 13,5 juta dan tahun 2005 turun menjadi
10,9 juta dan pada tahun 2006 naik mnejadi 16,5 juta. Negara pemasok utama
antara lain China, USA, Inggris, Swiss, Mesir, Kuwait, Taiwan, Prov. China,
Spanyol dan Jepang. Adapun pemasok dari negara ASEAN adalah Malaysia (19)
dan Thailand (22)

Produk HS 481820 (Handkerchiefs, cleansing or facial tissues and towels, or


paper), import Saudi dari Dunia untuk tahun 2004 sebesar US$ 25,6 juta pada
tahun 2005 naik menjadi 36,6 juta dan pada tahun 2006 mengalami penurunan
menjadi US$ 24,1 juta. Ekspor Indonesia menempati urutan ke 9 setelah Bahrain,
Swedia, UAE, USA, German, Inggris, Turki dan Lebanon dan di ikuti oelh China
diurutan ke 11 dan Thailand diurutan ke 15

Produk HS 481830 (Tabledloths and serviettes, of paper) impor Saudi Arabia dari
dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 642 ribu, pada tahun 2005 naik menjadi
US$. 886 ribu dan tahun 2006 naik menjadi 1,08 juta. ekspor Indonesia
menempati urutan ke 12 dengan nilai Ekspor pada tahun 2005 sebesar US$.
16.000 sedangkan China diurutan ke 6.

Produk HS 481810 (toilet paper), Saudi arabia impor dari dunia pada tahun 2004
sebesar US$. 7.6 juta dan pada tahun 2005 meningkat menjadi US$. 10,3 juta,
sedangkan tahun 2006 mengalami penurunan yang sangat drastis menjadi US$
392 ribu.

Untuk HS 560122 (wadding of man-made fibres and articles thereof (excl.


sanitary towels and tampons, babies' nappies and similar hygiene products,
wadding and articles thereof impregnated or coated with pharmaceutical
substances or put up for retail sale for medical, surgical, dental or veterinary
purposes, and products impregnated, coated or covered with perfumes,
cosmetics, soaps, detergents etc.) Negara pesaing dari ASEAN adalah Thailand
yang menempati urutuan ke dua setelah China, sedangkan Indonesia menempati
urutan ke 13.

Untuk produk HS 560129 (wadding of non-water-absorbent cotton and


articlesthereof (excl. sanitary towels and tampons, babies' nappies and similar
hygienic articles, wadding and articles thereof, impregnated or covered with
medicated substances or put up for retail for medical, surgical, dental or veterinary
purposes, or impregnated, coated or covered with perfumes, make-up, soaps,
cleansing agents, etc.)
Produk HS 701710 (laboratory, hygienic or pharmaceutical glassware, whether or
not graduated or calibrated, of fused quartz or other fused silica (excl. containers
for the conveyance or packing of goods, measuring , checking or medical
instruments and apparatus of chapter 90), Saudi Arabia impor dari dunia pada
tahun 2004 sebesar US$. 480.000, pada tahun 2005 sebesar US$. 779.000 dan
pada tahun 2006 turun menjadi US$. 403.000.

Produk HS 701720 (laboratory, hygienic or pharmaceutical glassware, whether or


not graduated or calibrated, having a linear coefficient of expansion =< 5 x 10 -6

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


per kelvin within a temperature range of 0 to 300. c (excl. glass of fused quartz or
other fused silica, containers for the conveyance or packing of goods, measuring,
checking or medical instruments and apparatus of chapter 90). Impor Saudi Arabia
dari dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 284.000, pada tahun 2005 sebesar
US$. 321.000 dan pada tahun 2006 naik menjadi sebesar US$. 723.000.

Produk HS 701790 (laboratory, hygienic or pharmaceutical glassware, whether or


not graduated or calibrated (excl. glass having a linear coefficient of expansion =<
5 x 10 -6 per kelvin within a temperature range of 0 to 300. c or of fused quartz or
other fused silica, containers for the conveyance or packing of goods, measuring,
checking or medical instruments and apparatus of chapter 90) Saudi Arabia impor
dari dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 3,0 juta dan tahun 2005 naik menjadi
US$. 4,0 juta dan pada tahun 2006 turun menjadi US$. 3,7 juta.

820320 (pliers, incl.cutting pliers, pincers and tweezers for non-medical use and
similar hand tools, of base metal). Saudi Arabia import dari dunia pada tahun 2004
sebesar US$. 1.9 juta, tahun 2005 naik menjadi US$. 2,7 juta dan pada tahun
2006 naik menjadi US$. 4,2 juta.

Produk HS 841950 (Heat exchange units, non-domestic, non-electric) impor Saudi


Arabia pada tahun 2004 sebesar US$. 22,4 juta, tahun 2005 sebesar US$. 63,7
juta dan tahun 2006 naik menjadi US$. 238,9 juta.

Produk HS 841989 (Machinery.plant/laboratory equip f treat of mat by change of


temp nes), Impor Saudi Arabia pada tahun 2004 sebesar US$. 21,7 juta dan pada
tahun 2005 naik menjadi US$. 82,3 juta dan pada tahun 2006 naik menjadi US$.
232,3 juta.

Produk HS 841920 (Medical, surgical or laboratory sterilizers) impor Saudi Arabia


pada tahun 2004 sebesar US$. 9,0 juta dan tahun 2005 naik menjadi 13,6 juta
dan pada tahun 2006 turun menjadi US$. 8,0 juta.. Negar pesaok utama produk
ini USA, Sweden, Italia, German, UK, Jepang, Taiwan, Czech Rep.dan Canada.

Produk HS 902214 (apparatus based on the use of x-rays, for medical,surgical or


veterinary uses (excl. for dental purposes and computer tomography apparatus),
Import Saudi arabia dari dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 28,7 juta, tahun
2005 turun menjadi US$ 18,7 juta dan pada tahun 2006 naik menjadi US$. 32,0
juta. Pemasok utama produk ini ke Saudi Arabia antara lain ; German, USA,
Belanda, Francis, Italia dan Jepang.

Produk HS 902290 (Parts & accessories for app based on the use of x-rays or oth
radiations), impor Saudi Arabia untuk produk ini pada tahun 2004 sebesar US$.
10,4 juta, tahun 2005 naik menjadi US$. 17,4 juta dan pada tahun 2006 naik
kembali menjadi US$. 19,2 juta. Pemasok utama produk ini antara lain USA,
German, Belanda, Perancis, Swiss, Korea sedangkan Thailand menduduki
peringkat 11 pada tahun 2005 senbesar US$. 194.000.

Produk HS 902212 (Computed tomography apparatus) Impor Saudi arabia dari


dunia pada tahun 2004 sebesar US4. 10,8 juta, pada tahun 2005 sebesar US4.
18,8 juta dan pada tahun 2006 turun menjadi US$. 12,4 juta.
Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia
Produk HS. 902213 (X-rays apparatus, dental use.nes) impor Saudi arabia dari
dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 1,8 juta, tahun 2005 sebesar US$. 1,0 juta
dan pada tahun 2006 naik menjadi US$ 2,1 juta. Adapun pemasok utama produk
ini berasal dari Italia, German, Finlandia, Korea dan Perancis.

Produk HS. 902221 (apparatus based on the use of alpha, beta, or gamma
radiations, for medical, surgical, dental or veterinary uses), Impor Saudi arabia
dari dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 10,8 juta, pada tahun 2005 naik
menjadi US$. 18,8 juta dan pada tahun 2006 turun menjadi US$. 12,4 juta.

Produk HS 940290 (operating tables, examination tables, and other medical,


dental, surgical or veterinary furniture (excl. dentists' or similar chairs, special
tables for x-ray examination, and stretchers and litters, incl. trolley-stretchers).
Impor Saudi Arabia dari dunia pada tahun 2004 sebesar US$. 22,5 juta, pada
tahun 2005 naik menjadi US$. 35,4 juta dan pada tahun 2006 turun menjadi US$.
33,7 juta. Adapun negara pemasok utama produk ini adalah USA, German,
Perancis, Czech Republic, UK, Canada, Jepang, China, Italia, Malaysia.
Sedangkan posisi Indonesia diperingkat ke 21.

Poduk HS 940320 (furniture of plastic (excl. medical, dental, surgical or


veterinary, and seats). Impor Saudi arabia untuk produk HS ini pada tahun 2004
sebesar US$. 17,2 juta, sedangkan pada tahun 2005 naik menjadi US$. 17,4 juta
dan pada tahun 2006 naik menjadi US$. 40,3 juta. Adapun pemasok utama
produk ini antara lain China, Italia, USA< Oman, Spanyol, Thailand, UAE, Inggris,
German dan Malaysia. Sedangkan prosisi Indonesia menduduki peringkat ke 14.

b. Ekspor Alat Kesehatan Indonesia

Ekspor alat kesehatan Indonesia mengalami fluktuasi dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir (2004-2006). Produk alat kesehatan yang terbesar diekspor
Indonesia adalah produk alat kesehatan elektronik (HS 9018) yang pada tahun
2006 senilai US$ 65,1 juta, selanjutnya peralatan orthopedic (HS 9021) sebesar
US$ 59, 8 juta, diikuti dengan peralatan sinar X (HS 9022) sebesar US$ 2 juta.
Lainnya adalah peratan pijat dan psikotes (HS 9019), mikroskop (HS 9012) dan
peralatan pernafasan (HS 9020). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table
berikut:

HS Komoditi 2004 2005 2006 % Jan-Sep


U$000 U$000 U$000 Trend 2007 (U$
(02-06) 000)

9018 Electro Medical 56,991 59,563 65,118 7.50 55,747


Apparatus, surgical,
dental inst.
9021 Orthopedic appl, artf 50,396 43,217 59,830 19.08 53,968
body, hear aid, etc

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


9022 X-ray etc apparatus, 2,066 3,533 2,034 -5.50 1,540
tubes, panels, screen
etc.
9019 Mech-ther, massage, 28 184 198 81.60 63
psych test, ozone
app etc.
9012 Microscopes, except 0 206 49 6.69 11
optical, diffract
appar, part
9020 Breathing appliances 219 1,151 41 -2.36 29
& gas masks nesoi,
part etc

III. AKSES PASAR

1. Peraturan Impor

- Kebijakan impor

Pada dasarnya dokumen serta prosedur impor sama dalam setiap importasi yang
berlaku di setiap negara, namun demikian setiap negara mempunyai persyaratan
khusus yang disebabkan oleh kebutuhan masyarakat terutama yang berkaitan
dengan budaya dan agama serta untuk melindungi/menghormati konsumen
setempat. Sehubungan dengan hal tersebut terdapat produk-produk yang dilarang
diimpornya di Arab Saudi.

Adapun impor produk-produk yang dilarang adalah senjata, alcohol dan ethyl
alcohol, narkotika, bahan publikasi, buku pornograpi, peralatan
destilasi/penyulingan dan benda-benda seni pahat. Sedangkan impor produk yang
memerlukan izin khusus antara lain : biji-bijian untuk pertanian, tanaman, bahan
makanan, buku-buku, majalah berkala, film, kaset, kitab Suci AI-Qur'an, publikasi
keagamaan, barang-barang kimia dan bahan-bahan berbahaya, obat-obatan,
peralatan telekomunikasi tanpa kabel, kuda, parfum, dan benda kuno/antik.

Setiap importasi barang yang memasuki wilayah pabean Negara Arab Saudi
harus disertai :
- Surat Ketengan Asal (SKA) yang dilegalisir oleh Kedutaan Arab Saudi di Negara
asal.
- Faktur yang disyahkan dengan menyebutkan Negara asal, nama kapal, cap dan
nomor barang, uraian barang, termasuk berat dan nilainya.
- ill of Lading
- Dokumen-dokumen yang menyatakan sesuai dengan peraturan
kesehatan
- Dokumen asuransi, jika barang yang dikirim termasuk biaya/ongkos muat
diasuransikan.
- Surat Keterangan Asal, faktur, Bill of Ladinhg dan dokumen lainnya juga harus
dilegalisir oleh KADIN setempat
- Untuk barang tertentu ada persyaratan sertifikasi.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


ƒ Standardisasi

Semua produk impor yang memasuki pasar Arab Saudi harus memenuhi
ketentuan standardisasi yang ditentukan oleh instansi terkait antara lain Saudi
Arabian Standards Organization (SASO). Pemeriksaan mutu barang dilakukan
oleh Kementerian Perdagangan dan Industri melalui laboratorium yang tersebar di
9 (Sembilan) lokasi pelabuhan masuk barang yaitu pelabuhan laut/udara di
Jeddah, pelabuhan laut/udara di Dammam, pelabuhan udara/dry port di Riyadh
dan Batha, pelabuhan laut di Jubail, perbatasan di Arar, perbatasan di Halad
Ammar, perbatasan di Hadisah dan pelabuhan laut di Jizan. Berdasarkan
dokumen impor yang diterima, petugas laboratorium mengambil contoh barang di
container untuk dilakukan uji laboratorium.

Selain itu ada 66 jenis produk yang dikenakan ketentuan pre-shipment inspection
di negara pelabuhan muat, jenis produk tersebut masuk dalam program
International Conformity Certification Programme (ICCP). Untuk keperluan
program ICCP tersebut SASO telah bekerjasama atau mengakui terhadap 98
laboratorium di 45 negara termasuk Indonesia. Program ICCP ini dimaksudkan
untuk melindungi dan mengamankan masuknya barang-barang tiruan dan
melindungi kesehatan konsumen Arab Saudi.

Sesuai dengan Keputusan Kerajaan tertanggal 13 Februari 2007 Pemerintah Arab


Saudi memberi kewenangan kepada Saudi Food and Drug Authority (SFDA)
untuk membuat peraturan terhadap produk medical devices/hospital equipment, in
vitro diasgnostic devices, prescription eye glasses, contact lenses. Selain itu
Keputusan Dewan Menteri No. 181 tanggal 18 Juni 2007 yang memberikan kuasa
sepenuhnya kepada SFDA untuk mengeluarkan peraturan dan prosedur kerja
tentang pendirian pendaftaran produk Medical Devices.

Tugas pokok Saudi Food and Drug Authority (SFDA) adalah :


- Memastikan keselamatan, mutu produk medical devices sesuai dengan fungsi
dari produk tersebut.
- Memastikan bahwa produk medical devices mempunyai standar mutu yang
tinggi.
- Membuat prosedur dan kebijakan produk medical devices dan membuat
perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan dari kebijakan tersebut.
- Melakukan pengawasan terhadap prosedur lisensi untuk produk medical
devices
- Melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dari peraturan-peraturan
tersebut.
- Membangun komunikasi dan kerjasama dengan agen-agen baik domestik
maupun luar negeri dan membangun data base untuk produk tersebut.
Mendirikan pusat pengaduan dari masyrakat tentang berbagai hal yang
berkaitan dengan produk medical devices.

- Mendirikan National Medical Devices Registry yang bertujuan membuat daftar


produsen, agen, suplier yang berkaitan dengan produk-produk medical
devices, in vitro diagnostics, prescription eye glasses, contact lenses dan
menyelesaikan berbagai persoalan produk yang berkaitan dengan negara
asal, persetujuan produk sebelum dipasarkan dari lembaga internasional.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Persyaratan Dokumen.

Setiap pengiriman barang yang memasuki negara ini harus disertai:


- urat Keterangan Asal yang dilegalisir oleh Kedutaan Arab Saudi di negara asal
yang mengekspor.
- Faktur yang disyahkan dengan menyebutkan negara asal, nama kapal, cap
dan nomor barang, uraian barang, termasuk berat dan nilainya.
- Bill of Lading.
- Dokumen-dokumen yang menyatakan sesuai dengan peraturan kesehatan.
- Dokumentasi asuransi, jika barang yang dikirim termasuk biaya / ongkos muat
diasuransikan.
- Surat Keterangan Asal, Faktur, Bill of Lading dan dokumen lainnya juga harus
dilegalisir oleh KADIN setempat (negara asal).

2. Tarif dan Standar Teknis

• Tarif dan Standar Teknis


Arab Saudi tidak mempunyai standar atau spesifikasi teknis lainnya terhadap
produk hospital equipment terutama produk bekas. Standar yang diterapkan
adalah produk hospital equipment yang terkait dengan spesifikasi peralatan listrik
misalnya . 110 V, 60 Hz. Peralatan Radiology dan body implant dibebaskan dari
bea cukai. Sedangkan tariff bea masuk untuk peralatan ultrasonic dan MRI
dikenakan sebesar 7 (tujuh) persent, dan 20% diwajibkan untuk peralatan tempat
tidur yang tidak menggunakan peralatan listrik, sedangkan untuk peralatan
kesehatan lainnya dikenakan bea masuk ad valorem duty sebesar 12% dan
beberapa produk lainnya sebesar 5%.

• Pajak dan Peraturan


Arab Saudi menerapkan system perpajakan yang liberal, dimana hanya dalam
jumlah sedikit yang harus dibayar oleh perorangan atau perusahaan dan tingkat
pajak yang dibayar sangat sedikit yaitu terdiri dari:
a. Zakat , merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam untuk
mengeluarkan sebagian hartanya (2,5%) yang dibayarkan setiap tahun oleh
perorangan maupun perusahaan Arab Saudi sesuai dengan ketentuan dari
Undang-undang Islam yang ditetapkan dengan Keputusan Kerajaan pada
tahun 1950.

b. Pajak Pendapatan, Arab Saudi tidak mengenakan pajak pendapatan kepada


setiap individu baik warga Negara maupun pendatang, kecuali orang asing
yang mempunyai profesi/yang memiliki usaha seperti dokter, akuntan,
pengacara wajib membayar pajak dari penghasilan bersih mereka sesuai
dengan tingkat yang ditentukan.
c Pajak atas Pendapatan Perusahaan, pajak ini dikenakan terhadap perusahaan
pribadi maupun perusahaan mitra usaha yang beorientasi mencari keuntungan,
dan perusahaan yang dikenakan pajak antara lain :
ƒ Keuntungan dari sebuah perusahaan asing
ƒ Saham perusahaan non-Saudi dari keuntungan bersih yang didapat
perusahaan mitra usaha.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Semua pengeluaran yang telah ditetapkan oleh undang-undang seperti
pengeluaran dan biaya termasuk kerugian suatu usaha dan depresiasi
dapat diperhitungkan untuk mengurangi suatu keuntungan bersih sebagai
pertimbangan untuk pengenaan pajak. Pajak pendapatan ditetapkan
dengan tingkat yang berbeda-beda untuk perusahaan yang bergerak
dibidang produksi petroleum dan hydrocarbon. Oleh karena itu untuk tertib
administrasi perpajakan, setiap perusahaan diwajibkan untuk
menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan format yang ditentukan
dan pembayaran pajaknya dibayarkan tidak diperkenankan lebih dari hari
ke-15 bulan ketiga dari tahun fiscal Arab Saudi.

3. Distribusi

• Kondisi Pasar
Produk peralatan kesehatan mempunyai prospek yang baik untuk
memasuki pasar Arab Saudi. Meskipun demikian produk tersebut
mempunyai prosedur pemasaran tertentu dan teknik penjualan yang harus
diketahui terlebih dahulu untuk mengembangkan dan membina hubungan
bisnis dalam jangka waktu yang panjang.

ƒ Pasar Arab Saudi harus dikaji secara periodik untuk mengantisipasi


perubahan dan penyesuaian permintaan pasar.
ƒ Eksportir harus dapat menjamin kontiuitas suplf pada periods tertentu
dan tempat tertentu yang telah disetujui dan harga yang telah
ditentukan.
ƒ Perlu dihindari adanya perubahan harga secara mendadak,
bahkan mengenai alter sales service
ƒ Hubungan antara eksportir dengan importir Arab saudi
seharusnya dilakukan secara langsung dan teratur.
ƒ Produk secara lengkap seharusnya dijelaskan untuk memasuki pasar
Arab saudi kapan saja kalau memungkinkan agar menguntungkan
untuk merangsang permintaan yang lebih besar dan mengurangi
biaya.
ƒ Eksporter seharusnya mendisplay produknya secara teratur di daerah
pusat bisnis.
ƒ Upaya-upaya untuk memperbaiki penampilan produk perlu
dilakukan dengan kemasan yang menarik.
ƒ Produk harus mempunyai label dengan bahasa Enggris dan Arab

• Saluran Distribusi
Memiliki sebuah agen lokal untuk menjual produk peralatan kesehatan
dapat menciptakan pemasaran yang lebih efektif serta lebih 'aman' karena
beberapa transaksi bisnis membutuhkan kehadiran 'perwakilan' lokal.

Perusahaan-perusahaan produk peralatan kesehatan dapat


mempertimbangkan jenis distribusi seperti ini terkait dengan alasan bahwa
seluruh pedagang wholesaler yang berkebangsaan Saudi dan entitas
yang dimiliki 100% oleh orang Saudi mendapatkan perlakuan khusus.
Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia
Disamping itu, hanya perusahaan Saudi yang dapat memperoleh izin
impor.

Perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang atau bertindak sebagai


agen penjualan harus terdaftar di Kementrian Perdagangan dan Industri
(MOE) dan menjadi salah satu anggota Kamar Dagang dan Industri
(KADIN) Saudi.

Perusahaan-perusahaan Indonesia dapat mempertimbangkan untuk


menawarkan perjanjian ekslusif dengan agen Saudi. Sebuah agen Saudi
dapat ditawarkan untuk menjadi distributor tunggal yang meliputi wilayah
tertentu atau propinsi tertentu di Arab Saudi. Sebagai contoh: wilayah
tengah (Riyadh), barat (Jeddah) dan timur (Dammam).

Bagaimanapun, perusahaan-perusahaan Indonesia harus hati-hati ketika


menunjuk sebuah agen penjualan di Arab Saudi karena hukum lokal
menyediakan perlindungan yang sangat tinggi kepada agen-agen Saudi
dalam hal terjadi sebuah perselisihan dan prosesnya akan menjadi sangat
panjang. Memilih sebuah agen lokal harus melalui pendekatan yang hati-
hati karena memutus atau mengganti agen yang sudah kita pilih juga
bukan perkara yang mudah.

Pemutusan atau pengubahan agen penjualan yang baru haruslah adil


terhadap agen yang lama. Dibawah beberapa kondisi tertentu, kegagalan
untuk memperbaharui agen dapat diniliai sebagai sebuah bentuk
pemutusan. Memutus agen yang salah dapat dinilai tidak
bertanggungjawab dan akan menyulitkan proses persetujuan penggantian
agen dari pemerintah Saudi. Hasilnya, bagian pemutusan dari perjanjian
kerjasama dengan agen manapun, haruslah hati-hati dalam penulisan dan
pengejaannya, serta harus mencantumkan perlakuan yang adil untuk
seluruh pihak jika terjadi pemutusan hubungan.

IV. STRATEGI PEMASARAN

1. Produk

Pasar Arab Saudi memiliki karakter tersendiri, hal ini disebabkan karena
iklim dan kondisi alamnya ganas serta kebiasaan dan adat setempat. Oleh
karena itu perlu adanya pemahaman bahwa barang-barang yang
dipasarkan disesuaikan dengan selera pasar. Faktor kemasan barang
sangat penting serta ketentaun teknis lainnya.

Pasar untuk produk medical devices di Arab Saudi tergantung


sepenuhnya pada produk impor, dan perusahaan Amerika sampai saat ini
menikmati pangsa pasar yang cukup baik. Pasar medical devices secara
keseluruhan telah berkembang sesuai dengan pertumbuhan permintaan
terhadap produk medical devices yang berteknologi tinggi.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


Tidak ada persyaratan lisensi terhadap produk medical devices kecuali
untuk produk radio immumoassy equipment yang mempersyaratkan
lisensi dari Menteri Dalam Negeri, dan persyaratan lisensi untuk produk
peralatan distillation berasal dari Meneteri Kesehatan.

2. Harga

Memberikan harga yang kompetitif adalah hal yang paling penting. Agen-
agen Saudi cenderung untuk meminta kemungkinan harga terendah dari
para eksportir mereka, sehingga mereka dapat mengatur kemungkinan
margin keuntungan tertinggi. Di masa lalu, wholesaler/agen Saudi biasa
mengambil margin keuntungan yang sangat tinggi ketika memberikan
harga kepada produk-produk mereka, berkisar antara 120-150%. Tetapi
terkait dengan kompetisi yang semakin ketat di pasar, terutama untuk
produk-produk peralatan kesehatan dari banyak negara, mereka kini
menurunkan 'mark-up'-nya ke tingkat 50-80%.

Perusahaan-perusahaan produk peralatan kesehatan Indonesia harus


mencatat bahwa pemerintah Saudi tidak memiliki kendali atas penentuan
harga produk-produk oleh wholesaler/agen. Bagaimanapun juga, kita
dapat melihat banyak perbedaan dalam harga untuk sebuah produk dari
sebuah grosir dengan grosir lainnya di pasar.

3. Pemilihan Agen

Produk peralatan kesehatan dihadapkan kepada ketatnya persaingan


industri untuk memasuki pasar. kompetisi tidak hanya berasal dari industri
itu sendiri, melainkan juga adanya persaingan antar saluran distribusi
terhadap produk suatu industri. Beberapa produk dengan life cycles
pendek, distributor membutuhkan suatu perangkat yang dapat membantu
secara cepat setiap perkembangan pasar, bahkan mencoba menangkap
peluang. Keuntungan tergantung dari produk itu sendiri dan efisiensi
pengiriman.

Penunjukan agen atau distributor dilakukan untuk menangani pemasaran


produk dan jasa yang berbeda-beda. Eksportir dapat juga menunjuk
distributor utama untuk menangani seluruh kegiatan pemasaran,
pergudangan dan distribusi dikawasan Arab Saudi dan sekitarnya. Selain
warga Arab Saudi, tidak diperbolehkan sebagai agen perdagangan di Arab
Saudi. Berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, hanya perusahaan
Arab Saudi yang diperbolehkan mengikuti tender untuk mengikuti proyek
pemerintah dan pemerintah memberikan prioritas kepada dealer/agen
local apabila mengumumkan suatu pembukaan tender baru. Setiap agen
local harus memiliki sales engineers dan show room untuk mendisplay
produk.

Agen yang berpotensi adalah agen yang sudah memiliki jaringan


pemasaran dan fasilitas pergudagangan diwilayahnya atau disetiap
wilayah Arab Saudi, selain itu juga mempunyai kemampuan melakukan
Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia
riset pasar, seminar dan presentasi.

4. Promosi

Kegiatan promosi di pasar Arab Saudi merupakan suatu strategi


pemasaran yang harus dilakukan Disamping media cetak, televisi menjadi
salah satu media yang efektif, akhir-akhir ini membeli barang atau
melakukan pemesanan melalui internet sudah berkembang pesat
dikalangan pengusaha Arab Saudi. Pemasaran melalui pameran dagang
yang diselenggarakan hamper disemua kota-kota besar juga sangat
efektif. Pemerintah Arab Saudi terus memperbaiki system management
untuk meningkatkan jasa pelayanan.
Promosi melelalui Iklan sangat penting terutama untuk membantu agen
lokal dalam mempromosikan dan memasarkan produk. Rumah sakit atau
klinik membeli produk dari agen lokal yang mampu menyediakan
perawatan dan suku cadang untuk jangka waktu 10 tahun.
Selain itu melakukan promosi secara online bisa dilakukan dalam
beberapa cara dengan biaya yang murah bahkan gratis. Oleh karena itu
dalam memilih perwakilan perlu diketahui kualifikasi dari agen, distributor,
lisensi, maupun joint venture untuk dapat membantu eksportir melakukan
promosi yang tepat.

V. HAMBATAN PERDAGANGAN DAN SARAN

a. Hambatan Perdagangan

1. Hambatan komunikasi dari pihak Indonesia untuk segera mengambil


keputusan secara tegas dan cepat apabila kedua belah pihak
melakukan transaksi perdagangan. Hambatan komunikasi lainnya
adalah perbedaan waktu kerja, hari kerja di Saudi Arabia adalah hari
Sabtu - Rabu, jam 09.00-13.30 dan 17.00-21.00 (beberapa perusahaan
buka hinggs jam 13.00 pada hari Kamis).
2. Eksportir Indonesia masih kurang agresif untuk menembus pasar Saudi
Arabia, sehingga kurang mengetahui secara mendalam kondisi
kebutuhan pasar Saudi Arabia.
3. Minimnya bahan informasi seperti brosur, catalog, profil dan data
perusahaan-perusahaan Indonesia.
4. Produk Indonesia yang dipasarkan masih belum mampu bersaing
dengan produk dari Negara pesaing, terutama dari segi harga dan
ketepatan waktu pengiriman.
5. Minimnya atau belum adanya pengangkutan kapal laut secara langsung
dari Indonesia menuju ke Saudi Arabia sehingga harus membayar
biaya "stop over" di Singapura atau Negara lainnya yang dilalui. Biaya
angkutan terlalu tinggi, sehingga para eksportir mengekspor
barang/komoditinya berdasarkan FOB, sedangkan pihak Saudi Arabia
lebih mengutamakan melalui GIF Saudi Arabia.
6. Sulitnya mendapatkan visa bisnis untuk berkunjung ke Saudi Arabia.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia


7. Masih adanya eksportir Indonesia yang xnakal' tidak mengirim barang
sesuai pesanan, tidak mengirim barang sesuai waktu yang disepakati,
tidak mengirim barang sama sekali walaupun barang pesanan sudah
dibayar oleh importer.

b. Saran :

1. Eksportir Indonesia yang ingin memasuki pasar Saudi Arabia


disarankan untuk mengetahui dan mempelajari kondisi pasar Saudi,
peraturan perdagangan, harga pasar dan konsumen. Selain itu
penguasaan bahasa Arab dibutuhkan untuk memperlancar komunikasi
dan penjajakan bisnis.

2. Para eksportir harus berhati-hati dalam memilih agennya di Saudi


Arabia. Hukum setempat cenderung memberikan proteksi yang tinggi
kepada warga Negara setempat dalam kasus yang berkaitan dengan
sengketa hukum.
3. Hukum keagenan dalam perdagangan juga diterapkan dalam franchise.
Karena itu pemberi franchise dari Indonesia disarankan untuk
berkonsultasi dengan pengacara yang familiar dengan hokum di Saudi
Arabia.
4. Dalam upaya promosi dan penyebarluasan informasi mengenai produk
yang akan dipasarkan di Saudi Arabia, para eksportir Indonesia dapat
memanfaatkan pameran dagang internasional yang diadakan secara
berkala.
5. Para eksportir diharapkan dapat bertindak cepat khususnya dalam
malakukan kontak bisnis.

6. Puncak belanja masyarakat Saudi biasanya terjadi pada Bulan


Ramadhan, karena itu eksportir Indonesia diharapkann dapat
menangkap peluang momentum ini.
7. Bisnis dengan bangsa Arab umumnya dilakukan dengan face to face
meeting. Berpakaian rapi sangat penting dan tidak bisa dilakukan
dengan terburu-buru.
8. Perlu diperhatikan bahwa pada umumnya system kalender yang
digunakan di Saudi Arabia adalah system kalender Hijriyah dengan
patokan edaran rembulan dengan jumlah 354 hari dalam satu tahun,
memiliki selisih 11 hari dengan system kalender Masehi yang
menggunakan patokan matahari yang berjumlah 365 hari dalam satu
tahun.
9. Pada bulan Ramadhan pemerintah Saudi Arabia mengeluarkan edaran
untuk menghormati bulan suci Ramadhan. Jam kerja mengalami
perubahan pada bulan Ramadhan.

Market Brief Medical Equipment di Saudi Arabia